\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7

BERITA TERBARU

\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7

BERITA TERBARU

\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7

BERITA TERBARU

\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7

BERITA TERBARU

\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7

BERITA TERBARU

\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7

BERITA TERBARU

\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7

BERITA TERBARU

\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7

BERITA TERBARU

\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7

BERITA TERBARU

\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7

BERITA TERBARU

\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7

BERITA TERBARU

\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7

BERITA TERBARU

\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7

BERITA TERBARU

\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7

BERITA TERBARU

\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7

BERITA TERBARU

\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7

BERITA TERBARU

\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7

BERITA TERBARU

\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7

BERITA TERBARU

\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7

BERITA TERBARU

\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

\u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

\u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

\u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

)* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

)* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

)* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

)* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

)* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

)* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

)* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

)* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

)* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

)* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

)* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

)* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

)* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

)* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

)* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

)* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

)* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

)* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

)* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

)* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

)* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

)* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

)* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

)* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

)* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

)* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

)* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

)* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

)* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

)* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

)* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

)* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

)* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

)* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

)* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

\"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

)* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

)* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

)* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

)* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

)* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

)* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

)* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

\"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

)* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

)* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n

Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

)* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
\n
  • <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

    Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

    Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

    \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

    Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

    PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

    Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

    Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

    Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

    Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

    \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

    Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

    Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

    Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

    Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

    Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

    Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

    Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

    Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

    Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

    Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

    Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

    Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

    Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

    Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

    Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

    Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

    Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

    Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

    Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

    Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

    Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

    Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

    Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

    Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

    Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

    Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

    Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

    Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

    Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

    Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

    Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

    Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

    Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

    Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

    )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

    BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

    Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

    Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

    \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

    Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

    Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

    Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

    Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

    Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

    Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

    JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

    Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

    \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

    Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

    Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

    Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

    Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

    \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

    Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

    Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

    \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

    \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

    MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

    Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

    Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

    Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

    Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

    \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

    Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

    Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

    Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

    Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

    Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

    Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

    Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

    \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

    Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

    Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

    Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

    Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

    \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

    <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

    Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
    \n
      \n
    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

      Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

      Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

      \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

      Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

      PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

      Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

      Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

      Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

      Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

      \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

      Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

      Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

      Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

      Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

      Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

      Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

      Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

      Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

      Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

      Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

      Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

      Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

      Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

      Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

      Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

      Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

      Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

      Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

      Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

      Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

      Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

      Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

      Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

      Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

      Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

      Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

      Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

      Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

      Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

      Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

      Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

      Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

      Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

      Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

      )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

      BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

      Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

      Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

      \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

      Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

      Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

      Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

      Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

      Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

      Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

      Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

      \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

      Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

      Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

      Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

      Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

      \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

      Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

      Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

      \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

      \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

      MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

      Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

      Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

      Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

      Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

      \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

      Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

      Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

      Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

      Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

      Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

      Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

      Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

      \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

      Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

      Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

      Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

      Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

      \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

      Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
      \n

      5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

        \n
      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

        Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

        Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

        \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

        Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

        PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

        Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

        Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

        Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

        Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

        \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

        Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

        Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

        Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

        Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

        Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

        Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

        Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

        Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

        Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

        Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

        Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

        Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

        Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

        Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

        Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

        Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

        Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

        Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

        Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

        Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

        Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

        Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

        Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

        Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

        Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

        Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

        Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

        Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

        Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

        Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

        Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

        Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

        Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

        Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

        )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

        BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

        Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

        Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

        \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

        Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

        Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

        Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

        Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

        Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

        Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

        JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

        Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

        \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

        Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

        Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

        Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

        Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

        \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

        Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

        Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

        \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

        \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

        MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

        Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

        Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

        Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

        Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

        \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

        Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

        Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

        Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

        Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

        Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

        Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

        Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

        \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

        Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

        Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

        Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

        Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

        \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

        <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

        Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
        \n

        Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

        5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

          \n
        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

          Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

          Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

          \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

          Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

          PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

          Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

          Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

          Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

          Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

          \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

          Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

          Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

          Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

          Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

          Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

          Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

          Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

          Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

          Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

          Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

          Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

          Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

          Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

          Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

          Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

          Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

          Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

          Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

          Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

          Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

          Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

          Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

          Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

          Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

          Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

          Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

          Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

          Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

          Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

          Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

          Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

          Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

          Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

          Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

          )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

          BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

          Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

          Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

          \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

          Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

          Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

          Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

          Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

          Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

          Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

          Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

          \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

          Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

          Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

          Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

          Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

          \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

          Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

          Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

          \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

          \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

          MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

          Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

          Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

          Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

          Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

          \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

          Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

          Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

          Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

          Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

          Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

          Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

          Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

          \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

          Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

          Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

          Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

          Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

          \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

          <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

          Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
          \n

          Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

          Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

          5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

            \n
          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

            Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

            Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

            \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

            Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

            PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

            Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

            Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

            Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

            Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

            \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

            Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

            Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

            Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

            Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

            Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

            Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

            Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

            Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

            Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

            Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

            Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

            Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

            Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

            Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

            Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

            Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

            Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

            Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

            Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

            Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

            Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

            Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

            Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

            Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

            Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

            Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

            Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

            Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

            Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

            Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

            Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

            Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

            Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

            Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

            )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

            BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

            Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

            Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

            \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

            Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

            Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

            Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

            Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

            Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

            Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

            JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

            Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

            \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

            Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

            Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

            Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

            Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

            \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

            Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

            Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

            \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

            \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

            MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

            Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

            Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

            Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

            Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

            \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

            Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

            Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

            Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

            Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

            Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

            Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

            Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

            \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

            Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

            Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

            Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

            Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

            \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

            <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

            Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
            \n

            Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

            Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

            Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

            5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

              \n
            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

              Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

              Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

              \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

              Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

              PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

              Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

              Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

              Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

              Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

              \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

              Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

              Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

              Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

              Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

              Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

              Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

              Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

              Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

              Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

              Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

              Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

              Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

              Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

              Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

              Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

              Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

              Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

              Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

              Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

              Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

              Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

              Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

              Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

              Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

              Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

              Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

              Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

              Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

              Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

              Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

              Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

              Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

              Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

              Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

              )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

              BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

              Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

              Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

              \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

              Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

              Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

              Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

              Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

              Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

              Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

              Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

              \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

              Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

              Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

              Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

              Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

              \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

              Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

              Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

              \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

              \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

              MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

              Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

              Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

              Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

              Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

              \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

              Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

              Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

              Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

              Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

              Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

              Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

              Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

              \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

              Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

              Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

              Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

              Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

              \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

              <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

              Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
              \n
            2. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

              Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

              Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

              Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

              5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                \n
              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                \n
                  \n
                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                  Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                  Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                  Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                  5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                    \n
                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                    Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                    Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                    \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                    Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                    PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                    Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                    Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                    Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                    Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                    \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                    Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                    Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                    Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                    Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                    Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                    Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                    Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                    Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                    Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                    Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                    Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                    Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                    Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                    Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                    Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                    Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                    Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                    Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                    Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                    Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                    Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                    Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                    Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                    Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                    Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                    Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                    Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                    Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                    Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                    Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                    Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                    Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                    Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                    Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                    )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                    BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                    Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                    Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                    \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                    Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                    Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                    Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                    Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                    Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                    Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                    JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                    Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                    \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                    Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                    Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                    Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                    Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                    \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                    Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                    Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                    \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                    \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                    MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                    Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                    Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                    Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                    Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                    \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                    Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                    Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                    Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                    Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                    Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                    Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                    Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                    \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                    Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                    Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                    Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                    Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                    \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                    <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                    Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                    \n

                    4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                      \n
                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                      Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                      Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                      Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                      5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                        \n
                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                        Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                        Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                        \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                        Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                        PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                        Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                        Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                        Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                        Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                        \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                        Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                        Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                        Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                        Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                        Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                        Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                        Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                        Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                        Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                        Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                        Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                        Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                        Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                        Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                        Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                        Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                        Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                        Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                        Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                        Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                        Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                        Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                        Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                        Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                        Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                        Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                        Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                        Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                        Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                        Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                        Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                        Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                        Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                        Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                        )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                        BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                        Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                        Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                        \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                        Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                        Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                        Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                        Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                        Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                        Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                        JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                        Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                        \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                        Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                        Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                        Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                        Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                        \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                        Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                        Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                        \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                        \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                        MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                        Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                        Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                        Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                        Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                        \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                        Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                        Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                        Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                        Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                        Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                        Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                        Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                        \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                        Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                        Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                        Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                        Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                        \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                        <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                        Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                        \n

                        \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                        4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                          \n
                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                          Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                          Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                          Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                          5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                            \n
                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                            Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                            Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                            \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                            Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                            PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                            Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                            Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                            Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                            Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                            \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                            Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                            Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                            Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                            Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                            Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                            Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                            Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                            Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                            Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                            Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                            Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                            Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                            Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                            Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                            Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                            Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                            Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                            Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                            Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                            Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                            Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                            Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                            Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                            Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                            Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                            Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                            Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                            Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                            Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                            Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                            Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                            Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                            Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                            Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                            )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                            BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                            Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                            Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                            \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                            Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                            Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                            Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                            Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                            Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                            Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                            JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                            Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                            \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                            Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                            Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                            Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                            Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                            \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                            Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                            Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                            \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                            \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                            MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                            Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                            Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                            Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                            Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                            \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                            Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                            Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                            Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                            Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                            Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                            Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                            Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                            \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                            Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                            Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                            Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                            Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                            \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                            <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                            Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                            \n

                            VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                            \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                            4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                              \n
                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                              Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                              Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                              Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                              5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                \n
                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                \n

                                Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                  \n
                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                  Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                  Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                  Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                  5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                    \n
                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                    Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                    Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                    \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                    Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                    PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                    Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                    Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                    Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                    Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                    \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                    Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                    Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                    Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                    Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                    Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                    Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                    Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                    Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                    Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                    Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                    Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                    Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                    Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                    Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                    Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                    Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                    Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                    Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                    Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                    Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                    Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                    Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                    Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                    Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                    Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                    Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                    Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                    Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                    Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                    Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                    Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                    Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                    Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                    Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                    )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                    BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                    Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                    Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                    \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                    Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                    Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                    Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                    Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                    Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                    Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                    JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                    Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                    \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                    Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                    Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                    Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                    Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                    \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                    Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                    Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                    \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                    \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                    MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                    Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                    Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                    Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                    Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                    \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                    Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                    Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                    Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                    Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                    Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                    Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                    Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                    \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                    Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                    Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                    Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                    Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                    \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                    <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                    Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                    \n
                                  2. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                    Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                    VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                    \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                    4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                      \n
                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                      Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                      Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                      Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                      5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                        \n
                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                        Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                        Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                        \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                        Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                        PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                        Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                        Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                        Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                        Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                        \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                        Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                        Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                        Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                        Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                        Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                        Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                        Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                        Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                        Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                        Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                        Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                        Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                        Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                        Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                        Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                        Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                        Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                        Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                        Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                        Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                        Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                        Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                        Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                        Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                        Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                        Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                        Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                        Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                        Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                        Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                        Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                        Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                        Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                        Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                        )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                        BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                        Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                        Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                        \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                        Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                        Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                        Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                        Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                        Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                        Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                        JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                        Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                        \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                        Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                        Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                        Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                        Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                        \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                        Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                        Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                        \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                        \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                        MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                        Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                        Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                        Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                        Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                        \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                        Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                        Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                        Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                        Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                        Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                        Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                        Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                        \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                        Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                        Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                        Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                        Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                        \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                        <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                        Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                        \n
                                          \n
                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                          Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                          VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                          \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                          4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                            \n
                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                            Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                            Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                            Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                            5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                              \n
                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                              Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                              Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                              \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                              Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                              PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                              Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                              Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                              Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                              Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                              \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                              Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                              Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                              Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                              Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                              Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                              Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                              Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                              Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                              Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                              Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                              Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                              Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                              Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                              Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                              Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                              Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                              Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                              Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                              Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                              Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                              Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                              Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                              Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                              Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                              Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                              Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                              Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                              Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                              Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                              Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                              Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                              Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                              Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                              Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                              )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                              BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                              Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                              Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                              \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                              Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                              Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                              Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                              Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                              Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                              Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                              Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                              \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                              Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                              Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                              Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                              Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                              \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                              Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                              Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                              \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                              \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                              MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                              Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                              Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                              Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                              Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                              \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                              Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                              Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                              Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                              Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                              Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                              Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                              Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                              \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                              Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                              Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                              Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                              Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                              \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                              <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                              Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                              \n

                                              3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                \n
                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                  \n
                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                  Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                  Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                  Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                  5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                    \n
                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                    Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                    \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                    PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                    \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                    Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                    Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                    Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                    Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                    Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                    Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                    Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                    )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                    BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                    Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                    Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                    \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                    JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                    \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                    Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                    Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                    Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                    \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                    \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                    \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                    MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                    \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                    Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                    \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                    \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                    <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                    Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                    \n

                                                    Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                    3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                      \n
                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                      Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                      VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                      \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                      4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                        \n
                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                        Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                        Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                        Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                        5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                          \n
                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                          Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                          \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                          PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                          \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                          Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                          Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                          Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                          Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                          Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                          Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                          Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                          )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                          BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                          Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                          Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                          \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                          \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                          Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                          Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                          Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                          \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                          \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                          \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                          MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                          \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                          Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                          \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                          \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                          <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                          Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                          \n

                                                          \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                          3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                            \n
                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                            Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                            VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                            \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                            4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                              \n
                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                              Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                              Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                              Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                              5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                \n
                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                \n

                                                                Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                  \n
                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                  Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                    \n
                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                    Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                    Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                    Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                    5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                      \n
                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                      Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                      \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                      PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                      Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                      Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                      Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                      )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                      BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                      MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                      Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                      \n
                                                                    2. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                      Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                        \n
                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                        Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                        VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                        \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                        4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                          \n
                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                          Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                            \n
                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                            Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                            \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                            PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                            Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                            Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                            Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                            )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                            BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                            JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                            MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                            <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                            Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                            \n
                                                                              \n
                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                              Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                \n
                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                  \n
                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                  Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                    \n
                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                    Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                    PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                    Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                    Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                    Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                    BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                    JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                    MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                    Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                    \n

                                                                                    2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                      \n
                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                      Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                        \n
                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                        Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                        VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                        \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                        4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                          \n
                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                          Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                            \n
                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                            Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                            PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                            Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                            Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                            Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                            BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                            JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                            MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                            Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                            \n

                                                                                            Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                              \n
                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                              Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                \n
                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  \n
                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                  Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    \n
                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                    Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                    PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                    Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                    Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                    Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                    BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                    JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                    MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                    Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                    \n

                                                                                                    \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      \n
                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                      Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                        \n
                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                        Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                        VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                        \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                        4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          \n
                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                          Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            \n
                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                            Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                            PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                            Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                            Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                            Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                            BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                            JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                            MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                            Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                            \n

                                                                                                            Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              \n
                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                              Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                \n
                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  \n
                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                  Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    \n
                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                    Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                    PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                    Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                    Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                    Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                    BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                    JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                    MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                    Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                    \n
                                                                                                                  2. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                    Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      \n
                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                      Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                        \n
                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                        Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                        VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                        \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                        4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          \n
                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                          Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            \n
                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                            Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                            PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                            Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                            Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                            Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                            BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                            JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                            MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                            Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                            \n
                                                                                                                              \n
                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                              Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                \n
                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                    Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                    Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                    Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                    5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                      PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                      Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                      BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                      MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                      Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                      \n

                                                                                                                                      1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                        Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                        \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                        Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                        2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                            Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                            VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                            \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                            4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                \n

                                                                                                                                                Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                    Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                    \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                    Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                    3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                        Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                        Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                        Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                        5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                          PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                          Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                          BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                          MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                          Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                          \n

                                                                                                                                                          Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                            Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                            \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                            Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                            2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                    PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                    Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                    BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                    JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                    MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                    Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                    \n

                                                                                                                                                                    Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                        Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                        \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                        Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                        3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                            Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                            Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                            Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                            5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                              PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                              Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                              BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                              MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                              Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                              \n

                                                                                                                                                                              Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                    Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                    VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                    \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                    4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                        PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                        Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                        BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                        JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                        MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                        Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                        \n

                                                                                                                                                                                        VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                            Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                            \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                            Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                            3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                  PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                  Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                  BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                  MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                  Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                  \n

                                                                                                                                                                                                  PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                    Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                    \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                    Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                    2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                        Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                        VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                        \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                        4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                            PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                            Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                            BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                            JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                            MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                            Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                            \n

                                                                                                                                                                                                            Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                            PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                    Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                    Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                    Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                    5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                      PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                      Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                      BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                      MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                      Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                      \n

                                                                                                                                                                                                                      Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                      PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                        Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                        \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                        Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                        2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                            Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                            VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                            \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                            4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                \n

                                                                                                                                                                                                                                \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                    Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                    \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                    Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                    3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                        Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                        Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                        Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                        5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                          PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                          Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                          BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                          MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                          Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                          \n

                                                                                                                                                                                                                                          Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                          PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                            Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                            \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                            Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                            2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                    PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                    BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                    JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                    MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                    Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                    \n

                                                                                                                                                                                                                                                    \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                    PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                        Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                        \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                        Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                        3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                            Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                            Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                            Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                            5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                              PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                              BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                              MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                              Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                              \n

                                                                                                                                                                                                                                                              Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                              PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                    Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                    VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                    4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                        Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                        \n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                            Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                            Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                            3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                    Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                    Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                    2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                        Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                        VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                        4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                          5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                              2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                    5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                        2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                            VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                            4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                              5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Setelah musim kebakaran yang sangat buruk pada 2015, pemerintah dan sejumlah organisasi berusaha membalikkan sebagian kerusakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Penurunan muka air membuat bentang alam menjadi lebih mudah terbakar. Perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan lainnya juga tersebar luas di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Setelah musim kebakaran yang sangat buruk pada 2015, pemerintah dan sejumlah organisasi berusaha membalikkan sebagian kerusakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Menurut Cochrane, pembangunan kanal irigasi secara luas dan pengeringan rawa gambut pada dekade 1990-an telah menurunkan muka air di kawasan lahan basah. Sebagian pembangunan tersebut dilakukan untuk membuka kawasan pertanian padi berskala besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Penurunan muka air membuat bentang alam menjadi lebih mudah terbakar. Perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan lainnya juga tersebar luas di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Setelah musim kebakaran yang sangat buruk pada 2015, pemerintah dan sejumlah organisasi berusaha membalikkan sebagian kerusakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebagian kerentanan Indonesia terhadap kebakaran saat ini dapat ditelusuri hingga beberapa dekade lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Menurut Cochrane, pembangunan kanal irigasi secara luas dan pengeringan rawa gambut pada dekade 1990-an telah menurunkan muka air di kawasan lahan basah. Sebagian pembangunan tersebut dilakukan untuk membuka kawasan pertanian padi berskala besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Penurunan muka air membuat bentang alam menjadi lebih mudah terbakar. Perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan lainnya juga tersebar luas di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Setelah musim kebakaran yang sangat buruk pada 2015, pemerintah dan sejumlah organisasi berusaha membalikkan sebagian kerusakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kerentanan terbentuk sejak beberapa dekade lalu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sebagian kerentanan Indonesia terhadap kebakaran saat ini dapat ditelusuri hingga beberapa dekade lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Menurut Cochrane, pembangunan kanal irigasi secara luas dan pengeringan rawa gambut pada dekade 1990-an telah menurunkan muka air di kawasan lahan basah. Sebagian pembangunan tersebut dilakukan untuk membuka kawasan pertanian padi berskala besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Penurunan muka air membuat bentang alam menjadi lebih mudah terbakar. Perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan lainnya juga tersebar luas di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Setelah musim kebakaran yang sangat buruk pada 2015, pemerintah dan sejumlah organisasi berusaha membalikkan sebagian kerusakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Cochrane telah melakukan penelitian lapangan mengenai kebakaran gambut di Indonesia selama hampir satu dekade.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kerentanan terbentuk sejak beberapa dekade lalu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebagian kerentanan Indonesia terhadap kebakaran saat ini dapat ditelusuri hingga beberapa dekade lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menurut Cochrane, pembangunan kanal irigasi secara luas dan pengeringan rawa gambut pada dekade 1990-an telah menurunkan muka air di kawasan lahan basah. Sebagian pembangunan tersebut dilakukan untuk membuka kawasan pertanian padi berskala besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Penurunan muka air membuat bentang alam menjadi lebih mudah terbakar. Perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan lainnya juga tersebar luas di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Setelah musim kebakaran yang sangat buruk pada 2015, pemerintah dan sejumlah organisasi berusaha membalikkan sebagian kerusakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Mark Cochrane, ahli ekologi dari University of Maryland Center for Environmental Science, mengatakan peristiwa asap terburuk secara paradoks dapat menjadi kondisi yang paling sulit diamati dari luar angkasa menggunakan MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Cochrane telah melakukan penelitian lapangan mengenai kebakaran gambut di Indonesia selama hampir satu dekade.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kerentanan terbentuk sejak beberapa dekade lalu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sebagian kerentanan Indonesia terhadap kebakaran saat ini dapat ditelusuri hingga beberapa dekade lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Menurut Cochrane, pembangunan kanal irigasi secara luas dan pengeringan rawa gambut pada dekade 1990-an telah menurunkan muka air di kawasan lahan basah. Sebagian pembangunan tersebut dilakukan untuk membuka kawasan pertanian padi berskala besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Penurunan muka air membuat bentang alam menjadi lebih mudah terbakar. Perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan lainnya juga tersebar luas di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Setelah musim kebakaran yang sangat buruk pada 2015, pemerintah dan sejumlah organisasi berusaha membalikkan sebagian kerusakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ketika kebakaran di Indonesia menjadi semakin intens, jumlah api yang terdeteksi MODIS atau VIIRS terkadang justru menurun. Hal itu terjadi karena asap kebakaran menghalangi pandangan satelit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Mark Cochrane, ahli ekologi dari University of Maryland Center for Environmental Science, mengatakan peristiwa asap terburuk secara paradoks dapat menjadi kondisi yang paling sulit diamati dari luar angkasa menggunakan MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Cochrane telah melakukan penelitian lapangan mengenai kebakaran gambut di Indonesia selama hampir satu dekade.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kerentanan terbentuk sejak beberapa dekade lalu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebagian kerentanan Indonesia terhadap kebakaran saat ini dapat ditelusuri hingga beberapa dekade lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Menurut Cochrane, pembangunan kanal irigasi secara luas dan pengeringan rawa gambut pada dekade 1990-an telah menurunkan muka air di kawasan lahan basah. Sebagian pembangunan tersebut dilakukan untuk membuka kawasan pertanian padi berskala besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Penurunan muka air membuat bentang alam menjadi lebih mudah terbakar. Perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan lainnya juga tersebar luas di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Setelah musim kebakaran yang sangat buruk pada 2015, pemerintah dan sejumlah organisasi berusaha membalikkan sebagian kerusakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pemantauan melalui satelit memiliki keterbatasan. MODIS dan VIIRS dapat mengalami kesulitan mendeteksi api yang tertutup asap tebal atau awan, berada di bawah tajuk hutan, maupun membara di dalam lapisan gambut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ketika kebakaran di Indonesia menjadi semakin intens, jumlah api yang terdeteksi MODIS atau VIIRS terkadang justru menurun. Hal itu terjadi karena asap kebakaran menghalangi pandangan satelit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Mark Cochrane, ahli ekologi dari University of Maryland Center for Environmental Science, mengatakan peristiwa asap terburuk secara paradoks dapat menjadi kondisi yang paling sulit diamati dari luar angkasa menggunakan MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Cochrane telah melakukan penelitian lapangan mengenai kebakaran gambut di Indonesia selama hampir satu dekade.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kerentanan terbentuk sejak beberapa dekade lalu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sebagian kerentanan Indonesia terhadap kebakaran saat ini dapat ditelusuri hingga beberapa dekade lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Menurut Cochrane, pembangunan kanal irigasi secara luas dan pengeringan rawa gambut pada dekade 1990-an telah menurunkan muka air di kawasan lahan basah. Sebagian pembangunan tersebut dilakukan untuk membuka kawasan pertanian padi berskala besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Penurunan muka air membuat bentang alam menjadi lebih mudah terbakar. Perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan lainnya juga tersebar luas di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Setelah musim kebakaran yang sangat buruk pada 2015, pemerintah dan sejumlah organisasi berusaha membalikkan sebagian kerusakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kebakaran terburuk justru sulit terlihat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pemantauan melalui satelit memiliki keterbatasan. MODIS dan VIIRS dapat mengalami kesulitan mendeteksi api yang tertutup asap tebal atau awan, berada di bawah tajuk hutan, maupun membara di dalam lapisan gambut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ketika kebakaran di Indonesia menjadi semakin intens, jumlah api yang terdeteksi MODIS atau VIIRS terkadang justru menurun. Hal itu terjadi karena asap kebakaran menghalangi pandangan satelit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Mark Cochrane, ahli ekologi dari University of Maryland Center for Environmental Science, mengatakan peristiwa asap terburuk secara paradoks dapat menjadi kondisi yang paling sulit diamati dari luar angkasa menggunakan MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Cochrane telah melakukan penelitian lapangan mengenai kebakaran gambut di Indonesia selama hampir satu dekade.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kerentanan terbentuk sejak beberapa dekade lalu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebagian kerentanan Indonesia terhadap kebakaran saat ini dapat ditelusuri hingga beberapa dekade lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Menurut Cochrane, pembangunan kanal irigasi secara luas dan pengeringan rawa gambut pada dekade 1990-an telah menurunkan muka air di kawasan lahan basah. Sebagian pembangunan tersebut dilakukan untuk membuka kawasan pertanian padi berskala besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Penurunan muka air membuat bentang alam menjadi lebih mudah terbakar. Perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan lainnya juga tersebar luas di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Setelah musim kebakaran yang sangat buruk pada 2015, pemerintah dan sejumlah organisasi berusaha membalikkan sebagian kerusakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Platform pemantauan kebakaran SiPongi milik Kementerian Kehutanan juga memanfaatkan data MODIS dan VIIRS. Sistem tersebut mencatat 946 titik panas pada 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kebakaran terburuk justru sulit terlihat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pemantauan melalui satelit memiliki keterbatasan. MODIS dan VIIRS dapat mengalami kesulitan mendeteksi api yang tertutup asap tebal atau awan, berada di bawah tajuk hutan, maupun membara di dalam lapisan gambut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ketika kebakaran di Indonesia menjadi semakin intens, jumlah api yang terdeteksi MODIS atau VIIRS terkadang justru menurun. Hal itu terjadi karena asap kebakaran menghalangi pandangan satelit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Mark Cochrane, ahli ekologi dari University of Maryland Center for Environmental Science, mengatakan peristiwa asap terburuk secara paradoks dapat menjadi kondisi yang paling sulit diamati dari luar angkasa menggunakan MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Cochrane telah melakukan penelitian lapangan mengenai kebakaran gambut di Indonesia selama hampir satu dekade.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kerentanan terbentuk sejak beberapa dekade lalu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sebagian kerentanan Indonesia terhadap kebakaran saat ini dapat ditelusuri hingga beberapa dekade lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Menurut Cochrane, pembangunan kanal irigasi secara luas dan pengeringan rawa gambut pada dekade 1990-an telah menurunkan muka air di kawasan lahan basah. Sebagian pembangunan tersebut dilakukan untuk membuka kawasan pertanian padi berskala besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Penurunan muka air membuat bentang alam menjadi lebih mudah terbakar. Perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan lainnya juga tersebar luas di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Setelah musim kebakaran yang sangat buruk pada 2015, pemerintah dan sejumlah organisasi berusaha membalikkan sebagian kerusakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pemerintah Indonesia menggunakan pengamatan satelit NASA dan NOAA untuk memantau kebakaran aktif hampir secara langsung. MODIS dan Visible Infrared Imaging Radiometer Suite atau VIIRS menjadi dua instrumen utama yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Platform pemantauan kebakaran SiPongi milik Kementerian Kehutanan juga memanfaatkan data MODIS dan VIIRS. Sistem tersebut mencatat 946 titik panas pada 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kebakaran terburuk justru sulit terlihat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pemantauan melalui satelit memiliki keterbatasan. MODIS dan VIIRS dapat mengalami kesulitan mendeteksi api yang tertutup asap tebal atau awan, berada di bawah tajuk hutan, maupun membara di dalam lapisan gambut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ketika kebakaran di Indonesia menjadi semakin intens, jumlah api yang terdeteksi MODIS atau VIIRS terkadang justru menurun. Hal itu terjadi karena asap kebakaran menghalangi pandangan satelit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Mark Cochrane, ahli ekologi dari University of Maryland Center for Environmental Science, mengatakan peristiwa asap terburuk secara paradoks dapat menjadi kondisi yang paling sulit diamati dari luar angkasa menggunakan MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Cochrane telah melakukan penelitian lapangan mengenai kebakaran gambut di Indonesia selama hampir satu dekade.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kerentanan terbentuk sejak beberapa dekade lalu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebagian kerentanan Indonesia terhadap kebakaran saat ini dapat ditelusuri hingga beberapa dekade lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Menurut Cochrane, pembangunan kanal irigasi secara luas dan pengeringan rawa gambut pada dekade 1990-an telah menurunkan muka air di kawasan lahan basah. Sebagian pembangunan tersebut dilakukan untuk membuka kawasan pertanian padi berskala besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Penurunan muka air membuat bentang alam menjadi lebih mudah terbakar. Perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan lainnya juga tersebar luas di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Setelah musim kebakaran yang sangat buruk pada 2015, pemerintah dan sejumlah organisasi berusaha membalikkan sebagian kerusakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia memperkirakan kebakaran bawah tanah dapat terus berlangsung sampai hujan turun pada Oktober atau November.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pemerintah Indonesia menggunakan pengamatan satelit NASA dan NOAA untuk memantau kebakaran aktif hampir secara langsung. MODIS dan Visible Infrared Imaging Radiometer Suite atau VIIRS menjadi dua instrumen utama yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Platform pemantauan kebakaran SiPongi milik Kementerian Kehutanan juga memanfaatkan data MODIS dan VIIRS. Sistem tersebut mencatat 946 titik panas pada 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kebakaran terburuk justru sulit terlihat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pemantauan melalui satelit memiliki keterbatasan. MODIS dan VIIRS dapat mengalami kesulitan mendeteksi api yang tertutup asap tebal atau awan, berada di bawah tajuk hutan, maupun membara di dalam lapisan gambut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ketika kebakaran di Indonesia menjadi semakin intens, jumlah api yang terdeteksi MODIS atau VIIRS terkadang justru menurun. Hal itu terjadi karena asap kebakaran menghalangi pandangan satelit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Mark Cochrane, ahli ekologi dari University of Maryland Center for Environmental Science, mengatakan peristiwa asap terburuk secara paradoks dapat menjadi kondisi yang paling sulit diamati dari luar angkasa menggunakan MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Cochrane telah melakukan penelitian lapangan mengenai kebakaran gambut di Indonesia selama hampir satu dekade.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kerentanan terbentuk sejak beberapa dekade lalu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sebagian kerentanan Indonesia terhadap kebakaran saat ini dapat ditelusuri hingga beberapa dekade lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Menurut Cochrane, pembangunan kanal irigasi secara luas dan pengeringan rawa gambut pada dekade 1990-an telah menurunkan muka air di kawasan lahan basah. Sebagian pembangunan tersebut dilakukan untuk membuka kawasan pertanian padi berskala besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Penurunan muka air membuat bentang alam menjadi lebih mudah terbakar. Perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan lainnya juga tersebar luas di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Setelah musim kebakaran yang sangat buruk pada 2015, pemerintah dan sejumlah organisasi berusaha membalikkan sebagian kerusakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cKetika api masuk ke bawah tanah, api itu tidak akan berhenti,\u201d kata Field.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia memperkirakan kebakaran bawah tanah dapat terus berlangsung sampai hujan turun pada Oktober atau November.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pemerintah Indonesia menggunakan pengamatan satelit NASA dan NOAA untuk memantau kebakaran aktif hampir secara langsung. MODIS dan Visible Infrared Imaging Radiometer Suite atau VIIRS menjadi dua instrumen utama yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Platform pemantauan kebakaran SiPongi milik Kementerian Kehutanan juga memanfaatkan data MODIS dan VIIRS. Sistem tersebut mencatat 946 titik panas pada 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kebakaran terburuk justru sulit terlihat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pemantauan melalui satelit memiliki keterbatasan. MODIS dan VIIRS dapat mengalami kesulitan mendeteksi api yang tertutup asap tebal atau awan, berada di bawah tajuk hutan, maupun membara di dalam lapisan gambut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ketika kebakaran di Indonesia menjadi semakin intens, jumlah api yang terdeteksi MODIS atau VIIRS terkadang justru menurun. Hal itu terjadi karena asap kebakaran menghalangi pandangan satelit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Mark Cochrane, ahli ekologi dari University of Maryland Center for Environmental Science, mengatakan peristiwa asap terburuk secara paradoks dapat menjadi kondisi yang paling sulit diamati dari luar angkasa menggunakan MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Cochrane telah melakukan penelitian lapangan mengenai kebakaran gambut di Indonesia selama hampir satu dekade.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kerentanan terbentuk sejak beberapa dekade lalu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebagian kerentanan Indonesia terhadap kebakaran saat ini dapat ditelusuri hingga beberapa dekade lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menurut Cochrane, pembangunan kanal irigasi secara luas dan pengeringan rawa gambut pada dekade 1990-an telah menurunkan muka air di kawasan lahan basah. Sebagian pembangunan tersebut dilakukan untuk membuka kawasan pertanian padi berskala besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Penurunan muka air membuat bentang alam menjadi lebih mudah terbakar. Perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan lainnya juga tersebar luas di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Setelah musim kebakaran yang sangat buruk pada 2015, pemerintah dan sejumlah organisasi berusaha membalikkan sebagian kerusakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dalam kondisi normal, endapan gambut di Kalimantan, Sumatra, dan Papua terlalu basah untuk memungkinkan api bergerak di bawah tanah. Kekeringan mengubah keadaan tersebut dan memungkinkan api masuk ke lapisan gambut serta terus membara di bawah permukaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cKetika api masuk ke bawah tanah, api itu tidak akan berhenti,\u201d kata Field.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia memperkirakan kebakaran bawah tanah dapat terus berlangsung sampai hujan turun pada Oktober atau November.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pemerintah Indonesia menggunakan pengamatan satelit NASA dan NOAA untuk memantau kebakaran aktif hampir secara langsung. MODIS dan Visible Infrared Imaging Radiometer Suite atau VIIRS menjadi dua instrumen utama yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Platform pemantauan kebakaran SiPongi milik Kementerian Kehutanan juga memanfaatkan data MODIS dan VIIRS. Sistem tersebut mencatat 946 titik panas pada 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kebakaran terburuk justru sulit terlihat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pemantauan melalui satelit memiliki keterbatasan. MODIS dan VIIRS dapat mengalami kesulitan mendeteksi api yang tertutup asap tebal atau awan, berada di bawah tajuk hutan, maupun membara di dalam lapisan gambut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ketika kebakaran di Indonesia menjadi semakin intens, jumlah api yang terdeteksi MODIS atau VIIRS terkadang justru menurun. Hal itu terjadi karena asap kebakaran menghalangi pandangan satelit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Mark Cochrane, ahli ekologi dari University of Maryland Center for Environmental Science, mengatakan peristiwa asap terburuk secara paradoks dapat menjadi kondisi yang paling sulit diamati dari luar angkasa menggunakan MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Cochrane telah melakukan penelitian lapangan mengenai kebakaran gambut di Indonesia selama hampir satu dekade.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kerentanan terbentuk sejak beberapa dekade lalu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sebagian kerentanan Indonesia terhadap kebakaran saat ini dapat ditelusuri hingga beberapa dekade lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Menurut Cochrane, pembangunan kanal irigasi secara luas dan pengeringan rawa gambut pada dekade 1990-an telah menurunkan muka air di kawasan lahan basah. Sebagian pembangunan tersebut dilakukan untuk membuka kawasan pertanian padi berskala besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Penurunan muka air membuat bentang alam menjadi lebih mudah terbakar. Perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan lainnya juga tersebar luas di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Setelah musim kebakaran yang sangat buruk pada 2015, pemerintah dan sejumlah organisasi berusaha membalikkan sebagian kerusakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Indonesia mengalami kekeringan parah dan meluas pada 2026, menyerupai keadaan pada 2015. Data badan meteorologi Indonesia menunjukkan sekitar 90 persen wilayah negara menerima sedikit hujan atau tidak mengalami hujan pada awal Agustus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam kondisi normal, endapan gambut di Kalimantan, Sumatra, dan Papua terlalu basah untuk memungkinkan api bergerak di bawah tanah. Kekeringan mengubah keadaan tersebut dan memungkinkan api masuk ke lapisan gambut serta terus membara di bawah permukaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cKetika api masuk ke bawah tanah, api itu tidak akan berhenti,\u201d kata Field.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia memperkirakan kebakaran bawah tanah dapat terus berlangsung sampai hujan turun pada Oktober atau November.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pemerintah Indonesia menggunakan pengamatan satelit NASA dan NOAA untuk memantau kebakaran aktif hampir secara langsung. MODIS dan Visible Infrared Imaging Radiometer Suite atau VIIRS menjadi dua instrumen utama yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Platform pemantauan kebakaran SiPongi milik Kementerian Kehutanan juga memanfaatkan data MODIS dan VIIRS. Sistem tersebut mencatat 946 titik panas pada 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kebakaran terburuk justru sulit terlihat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pemantauan melalui satelit memiliki keterbatasan. MODIS dan VIIRS dapat mengalami kesulitan mendeteksi api yang tertutup asap tebal atau awan, berada di bawah tajuk hutan, maupun membara di dalam lapisan gambut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ketika kebakaran di Indonesia menjadi semakin intens, jumlah api yang terdeteksi MODIS atau VIIRS terkadang justru menurun. Hal itu terjadi karena asap kebakaran menghalangi pandangan satelit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Mark Cochrane, ahli ekologi dari University of Maryland Center for Environmental Science, mengatakan peristiwa asap terburuk secara paradoks dapat menjadi kondisi yang paling sulit diamati dari luar angkasa menggunakan MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Cochrane telah melakukan penelitian lapangan mengenai kebakaran gambut di Indonesia selama hampir satu dekade.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kerentanan terbentuk sejak beberapa dekade lalu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebagian kerentanan Indonesia terhadap kebakaran saat ini dapat ditelusuri hingga beberapa dekade lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Menurut Cochrane, pembangunan kanal irigasi secara luas dan pengeringan rawa gambut pada dekade 1990-an telah menurunkan muka air di kawasan lahan basah. Sebagian pembangunan tersebut dilakukan untuk membuka kawasan pertanian padi berskala besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Penurunan muka air membuat bentang alam menjadi lebih mudah terbakar. Perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan lainnya juga tersebar luas di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Setelah musim kebakaran yang sangat buruk pada 2015, pemerintah dan sejumlah organisasi berusaha membalikkan sebagian kerusakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Api dapat bertahan hingga hujan datang<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Indonesia mengalami kekeringan parah dan meluas pada 2026, menyerupai keadaan pada 2015. Data badan meteorologi Indonesia menunjukkan sekitar 90 persen wilayah negara menerima sedikit hujan atau tidak mengalami hujan pada awal Agustus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dalam kondisi normal, endapan gambut di Kalimantan, Sumatra, dan Papua terlalu basah untuk memungkinkan api bergerak di bawah tanah. Kekeringan mengubah keadaan tersebut dan memungkinkan api masuk ke lapisan gambut serta terus membara di bawah permukaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cKetika api masuk ke bawah tanah, api itu tidak akan berhenti,\u201d kata Field.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia memperkirakan kebakaran bawah tanah dapat terus berlangsung sampai hujan turun pada Oktober atau November.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pemerintah Indonesia menggunakan pengamatan satelit NASA dan NOAA untuk memantau kebakaran aktif hampir secara langsung. MODIS dan Visible Infrared Imaging Radiometer Suite atau VIIRS menjadi dua instrumen utama yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Platform pemantauan kebakaran SiPongi milik Kementerian Kehutanan juga memanfaatkan data MODIS dan VIIRS. Sistem tersebut mencatat 946 titik panas pada 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kebakaran terburuk justru sulit terlihat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pemantauan melalui satelit memiliki keterbatasan. MODIS dan VIIRS dapat mengalami kesulitan mendeteksi api yang tertutup asap tebal atau awan, berada di bawah tajuk hutan, maupun membara di dalam lapisan gambut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ketika kebakaran di Indonesia menjadi semakin intens, jumlah api yang terdeteksi MODIS atau VIIRS terkadang justru menurun. Hal itu terjadi karena asap kebakaran menghalangi pandangan satelit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Mark Cochrane, ahli ekologi dari University of Maryland Center for Environmental Science, mengatakan peristiwa asap terburuk secara paradoks dapat menjadi kondisi yang paling sulit diamati dari luar angkasa menggunakan MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Cochrane telah melakukan penelitian lapangan mengenai kebakaran gambut di Indonesia selama hampir satu dekade.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kerentanan terbentuk sejak beberapa dekade lalu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sebagian kerentanan Indonesia terhadap kebakaran saat ini dapat ditelusuri hingga beberapa dekade lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Menurut Cochrane, pembangunan kanal irigasi secara luas dan pengeringan rawa gambut pada dekade 1990-an telah menurunkan muka air di kawasan lahan basah. Sebagian pembangunan tersebut dilakukan untuk membuka kawasan pertanian padi berskala besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Penurunan muka air membuat bentang alam menjadi lebih mudah terbakar. Perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan lainnya juga tersebar luas di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Setelah musim kebakaran yang sangat buruk pada 2015, pemerintah dan sejumlah organisasi berusaha membalikkan sebagian kerusakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Hingga 2 September 2026, kebakaran di Indonesia telah berlangsung selama sekitar satu bulan. Emisi yang dihasilkan diperkirakan telah mencapai sekitar 10 persen dari jumlah emisi selama krisis kebakaran 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Api dapat bertahan hingga hujan datang<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Indonesia mengalami kekeringan parah dan meluas pada 2026, menyerupai keadaan pada 2015. Data badan meteorologi Indonesia menunjukkan sekitar 90 persen wilayah negara menerima sedikit hujan atau tidak mengalami hujan pada awal Agustus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dalam kondisi normal, endapan gambut di Kalimantan, Sumatra, dan Papua terlalu basah untuk memungkinkan api bergerak di bawah tanah. Kekeringan mengubah keadaan tersebut dan memungkinkan api masuk ke lapisan gambut serta terus membara di bawah permukaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cKetika api masuk ke bawah tanah, api itu tidak akan berhenti,\u201d kata Field.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia memperkirakan kebakaran bawah tanah dapat terus berlangsung sampai hujan turun pada Oktober atau November.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pemerintah Indonesia menggunakan pengamatan satelit NASA dan NOAA untuk memantau kebakaran aktif hampir secara langsung. MODIS dan Visible Infrared Imaging Radiometer Suite atau VIIRS menjadi dua instrumen utama yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Platform pemantauan kebakaran SiPongi milik Kementerian Kehutanan juga memanfaatkan data MODIS dan VIIRS. Sistem tersebut mencatat 946 titik panas pada 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kebakaran terburuk justru sulit terlihat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pemantauan melalui satelit memiliki keterbatasan. MODIS dan VIIRS dapat mengalami kesulitan mendeteksi api yang tertutup asap tebal atau awan, berada di bawah tajuk hutan, maupun membara di dalam lapisan gambut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ketika kebakaran di Indonesia menjadi semakin intens, jumlah api yang terdeteksi MODIS atau VIIRS terkadang justru menurun. Hal itu terjadi karena asap kebakaran menghalangi pandangan satelit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Mark Cochrane, ahli ekologi dari University of Maryland Center for Environmental Science, mengatakan peristiwa asap terburuk secara paradoks dapat menjadi kondisi yang paling sulit diamati dari luar angkasa menggunakan MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Cochrane telah melakukan penelitian lapangan mengenai kebakaran gambut di Indonesia selama hampir satu dekade.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kerentanan terbentuk sejak beberapa dekade lalu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebagian kerentanan Indonesia terhadap kebakaran saat ini dapat ditelusuri hingga beberapa dekade lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Menurut Cochrane, pembangunan kanal irigasi secara luas dan pengeringan rawa gambut pada dekade 1990-an telah menurunkan muka air di kawasan lahan basah. Sebagian pembangunan tersebut dilakukan untuk membuka kawasan pertanian padi berskala besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Penurunan muka air membuat bentang alam menjadi lebih mudah terbakar. Perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan lainnya juga tersebar luas di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Setelah musim kebakaran yang sangat buruk pada 2015, pemerintah dan sejumlah organisasi berusaha membalikkan sebagian kerusakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Perbandingan dengan 2015 menjadi perhatian karena kebakaran pada tahun itu berlangsung lebih dari tiga bulan. Kebakaran tersebut menghasilkan sekitar 1,75 miliar ton emisi setara gas rumah kaca, lebih besar dibandingkan emisi tahunan Jepang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Hingga 2 September 2026, kebakaran di Indonesia telah berlangsung selama sekitar satu bulan. Emisi yang dihasilkan diperkirakan telah mencapai sekitar 10 persen dari jumlah emisi selama krisis kebakaran 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Api dapat bertahan hingga hujan datang<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Indonesia mengalami kekeringan parah dan meluas pada 2026, menyerupai keadaan pada 2015. Data badan meteorologi Indonesia menunjukkan sekitar 90 persen wilayah negara menerima sedikit hujan atau tidak mengalami hujan pada awal Agustus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dalam kondisi normal, endapan gambut di Kalimantan, Sumatra, dan Papua terlalu basah untuk memungkinkan api bergerak di bawah tanah. Kekeringan mengubah keadaan tersebut dan memungkinkan api masuk ke lapisan gambut serta terus membara di bawah permukaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cKetika api masuk ke bawah tanah, api itu tidak akan berhenti,\u201d kata Field.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia memperkirakan kebakaran bawah tanah dapat terus berlangsung sampai hujan turun pada Oktober atau November.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pemerintah Indonesia menggunakan pengamatan satelit NASA dan NOAA untuk memantau kebakaran aktif hampir secara langsung. MODIS dan Visible Infrared Imaging Radiometer Suite atau VIIRS menjadi dua instrumen utama yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Platform pemantauan kebakaran SiPongi milik Kementerian Kehutanan juga memanfaatkan data MODIS dan VIIRS. Sistem tersebut mencatat 946 titik panas pada 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kebakaran terburuk justru sulit terlihat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pemantauan melalui satelit memiliki keterbatasan. MODIS dan VIIRS dapat mengalami kesulitan mendeteksi api yang tertutup asap tebal atau awan, berada di bawah tajuk hutan, maupun membara di dalam lapisan gambut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ketika kebakaran di Indonesia menjadi semakin intens, jumlah api yang terdeteksi MODIS atau VIIRS terkadang justru menurun. Hal itu terjadi karena asap kebakaran menghalangi pandangan satelit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Mark Cochrane, ahli ekologi dari University of Maryland Center for Environmental Science, mengatakan peristiwa asap terburuk secara paradoks dapat menjadi kondisi yang paling sulit diamati dari luar angkasa menggunakan MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Cochrane telah melakukan penelitian lapangan mengenai kebakaran gambut di Indonesia selama hampir satu dekade.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kerentanan terbentuk sejak beberapa dekade lalu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sebagian kerentanan Indonesia terhadap kebakaran saat ini dapat ditelusuri hingga beberapa dekade lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Menurut Cochrane, pembangunan kanal irigasi secara luas dan pengeringan rawa gambut pada dekade 1990-an telah menurunkan muka air di kawasan lahan basah. Sebagian pembangunan tersebut dilakukan untuk membuka kawasan pertanian padi berskala besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Penurunan muka air membuat bentang alam menjadi lebih mudah terbakar. Perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan lainnya juga tersebar luas di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Setelah musim kebakaran yang sangat buruk pada 2015, pemerintah dan sejumlah organisasi berusaha membalikkan sebagian kerusakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Menurut Field, El Ni\u00f1o yang kuat membuat musim kemarau menjadi lebih kering di daerah-daerah rawan kebakaran. Kondisi tersebut kemudian memperburuk aktivitas kebakaran, sebagaimana telah diperkirakan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Perbandingan dengan 2015 menjadi perhatian karena kebakaran pada tahun itu berlangsung lebih dari tiga bulan. Kebakaran tersebut menghasilkan sekitar 1,75 miliar ton emisi setara gas rumah kaca, lebih besar dibandingkan emisi tahunan Jepang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Hingga 2 September 2026, kebakaran di Indonesia telah berlangsung selama sekitar satu bulan. Emisi yang dihasilkan diperkirakan telah mencapai sekitar 10 persen dari jumlah emisi selama krisis kebakaran 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Api dapat bertahan hingga hujan datang<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Indonesia mengalami kekeringan parah dan meluas pada 2026, menyerupai keadaan pada 2015. Data badan meteorologi Indonesia menunjukkan sekitar 90 persen wilayah negara menerima sedikit hujan atau tidak mengalami hujan pada awal Agustus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dalam kondisi normal, endapan gambut di Kalimantan, Sumatra, dan Papua terlalu basah untuk memungkinkan api bergerak di bawah tanah. Kekeringan mengubah keadaan tersebut dan memungkinkan api masuk ke lapisan gambut serta terus membara di bawah permukaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cKetika api masuk ke bawah tanah, api itu tidak akan berhenti,\u201d kata Field.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia memperkirakan kebakaran bawah tanah dapat terus berlangsung sampai hujan turun pada Oktober atau November.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pemerintah Indonesia menggunakan pengamatan satelit NASA dan NOAA untuk memantau kebakaran aktif hampir secara langsung. MODIS dan Visible Infrared Imaging Radiometer Suite atau VIIRS menjadi dua instrumen utama yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Platform pemantauan kebakaran SiPongi milik Kementerian Kehutanan juga memanfaatkan data MODIS dan VIIRS. Sistem tersebut mencatat 946 titik panas pada 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kebakaran terburuk justru sulit terlihat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pemantauan melalui satelit memiliki keterbatasan. MODIS dan VIIRS dapat mengalami kesulitan mendeteksi api yang tertutup asap tebal atau awan, berada di bawah tajuk hutan, maupun membara di dalam lapisan gambut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ketika kebakaran di Indonesia menjadi semakin intens, jumlah api yang terdeteksi MODIS atau VIIRS terkadang justru menurun. Hal itu terjadi karena asap kebakaran menghalangi pandangan satelit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Mark Cochrane, ahli ekologi dari University of Maryland Center for Environmental Science, mengatakan peristiwa asap terburuk secara paradoks dapat menjadi kondisi yang paling sulit diamati dari luar angkasa menggunakan MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Cochrane telah melakukan penelitian lapangan mengenai kebakaran gambut di Indonesia selama hampir satu dekade.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kerentanan terbentuk sejak beberapa dekade lalu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebagian kerentanan Indonesia terhadap kebakaran saat ini dapat ditelusuri hingga beberapa dekade lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Menurut Cochrane, pembangunan kanal irigasi secara luas dan pengeringan rawa gambut pada dekade 1990-an telah menurunkan muka air di kawasan lahan basah. Sebagian pembangunan tersebut dilakukan untuk membuka kawasan pertanian padi berskala besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Penurunan muka air membuat bentang alam menjadi lebih mudah terbakar. Perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan lainnya juga tersebar luas di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Setelah musim kebakaran yang sangat buruk pada 2015, pemerintah dan sejumlah organisasi berusaha membalikkan sebagian kerusakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Peneliti Universitas Columbia, Robert Field, mengatakan aktivitas kebakaran di Indonesia meningkat tajam meskipun musim kebakaran baru berlangsung sekitar tiga pekan. Polanya dinilai serupa dengan situasi pada 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Menurut Field, El Ni\u00f1o yang kuat membuat musim kemarau menjadi lebih kering di daerah-daerah rawan kebakaran. Kondisi tersebut kemudian memperburuk aktivitas kebakaran, sebagaimana telah diperkirakan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Perbandingan dengan 2015 menjadi perhatian karena kebakaran pada tahun itu berlangsung lebih dari tiga bulan. Kebakaran tersebut menghasilkan sekitar 1,75 miliar ton emisi setara gas rumah kaca, lebih besar dibandingkan emisi tahunan Jepang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Hingga 2 September 2026, kebakaran di Indonesia telah berlangsung selama sekitar satu bulan. Emisi yang dihasilkan diperkirakan telah mencapai sekitar 10 persen dari jumlah emisi selama krisis kebakaran 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Api dapat bertahan hingga hujan datang<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Indonesia mengalami kekeringan parah dan meluas pada 2026, menyerupai keadaan pada 2015. Data badan meteorologi Indonesia menunjukkan sekitar 90 persen wilayah negara menerima sedikit hujan atau tidak mengalami hujan pada awal Agustus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dalam kondisi normal, endapan gambut di Kalimantan, Sumatra, dan Papua terlalu basah untuk memungkinkan api bergerak di bawah tanah. Kekeringan mengubah keadaan tersebut dan memungkinkan api masuk ke lapisan gambut serta terus membara di bawah permukaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cKetika api masuk ke bawah tanah, api itu tidak akan berhenti,\u201d kata Field.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia memperkirakan kebakaran bawah tanah dapat terus berlangsung sampai hujan turun pada Oktober atau November.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pemerintah Indonesia menggunakan pengamatan satelit NASA dan NOAA untuk memantau kebakaran aktif hampir secara langsung. MODIS dan Visible Infrared Imaging Radiometer Suite atau VIIRS menjadi dua instrumen utama yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Platform pemantauan kebakaran SiPongi milik Kementerian Kehutanan juga memanfaatkan data MODIS dan VIIRS. Sistem tersebut mencatat 946 titik panas pada 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kebakaran terburuk justru sulit terlihat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pemantauan melalui satelit memiliki keterbatasan. MODIS dan VIIRS dapat mengalami kesulitan mendeteksi api yang tertutup asap tebal atau awan, berada di bawah tajuk hutan, maupun membara di dalam lapisan gambut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ketika kebakaran di Indonesia menjadi semakin intens, jumlah api yang terdeteksi MODIS atau VIIRS terkadang justru menurun. Hal itu terjadi karena asap kebakaran menghalangi pandangan satelit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Mark Cochrane, ahli ekologi dari University of Maryland Center for Environmental Science, mengatakan peristiwa asap terburuk secara paradoks dapat menjadi kondisi yang paling sulit diamati dari luar angkasa menggunakan MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Cochrane telah melakukan penelitian lapangan mengenai kebakaran gambut di Indonesia selama hampir satu dekade.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kerentanan terbentuk sejak beberapa dekade lalu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sebagian kerentanan Indonesia terhadap kebakaran saat ini dapat ditelusuri hingga beberapa dekade lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Menurut Cochrane, pembangunan kanal irigasi secara luas dan pengeringan rawa gambut pada dekade 1990-an telah menurunkan muka air di kawasan lahan basah. Sebagian pembangunan tersebut dilakukan untuk membuka kawasan pertanian padi berskala besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Penurunan muka air membuat bentang alam menjadi lebih mudah terbakar. Perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan lainnya juga tersebar luas di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Setelah musim kebakaran yang sangat buruk pada 2015, pemerintah dan sejumlah organisasi berusaha membalikkan sebagian kerusakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kondisi pengeringan dapat menjadi lebih parah ketika El Ni\u00f1o berlangsung bersamaan dengan fase positif Indian Ocean Dipole atau IOD. Fase positif IOD juga sedang terjadi pada periode tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Peneliti Universitas Columbia, Robert Field, mengatakan aktivitas kebakaran di Indonesia meningkat tajam meskipun musim kebakaran baru berlangsung sekitar tiga pekan. Polanya dinilai serupa dengan situasi pada 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menurut Field, El Ni\u00f1o yang kuat membuat musim kemarau menjadi lebih kering di daerah-daerah rawan kebakaran. Kondisi tersebut kemudian memperburuk aktivitas kebakaran, sebagaimana telah diperkirakan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Perbandingan dengan 2015 menjadi perhatian karena kebakaran pada tahun itu berlangsung lebih dari tiga bulan. Kebakaran tersebut menghasilkan sekitar 1,75 miliar ton emisi setara gas rumah kaca, lebih besar dibandingkan emisi tahunan Jepang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Hingga 2 September 2026, kebakaran di Indonesia telah berlangsung selama sekitar satu bulan. Emisi yang dihasilkan diperkirakan telah mencapai sekitar 10 persen dari jumlah emisi selama krisis kebakaran 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Api dapat bertahan hingga hujan datang<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Indonesia mengalami kekeringan parah dan meluas pada 2026, menyerupai keadaan pada 2015. Data badan meteorologi Indonesia menunjukkan sekitar 90 persen wilayah negara menerima sedikit hujan atau tidak mengalami hujan pada awal Agustus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam kondisi normal, endapan gambut di Kalimantan, Sumatra, dan Papua terlalu basah untuk memungkinkan api bergerak di bawah tanah. Kekeringan mengubah keadaan tersebut dan memungkinkan api masuk ke lapisan gambut serta terus membara di bawah permukaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cKetika api masuk ke bawah tanah, api itu tidak akan berhenti,\u201d kata Field.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia memperkirakan kebakaran bawah tanah dapat terus berlangsung sampai hujan turun pada Oktober atau November.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pemerintah Indonesia menggunakan pengamatan satelit NASA dan NOAA untuk memantau kebakaran aktif hampir secara langsung. MODIS dan Visible Infrared Imaging Radiometer Suite atau VIIRS menjadi dua instrumen utama yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Platform pemantauan kebakaran SiPongi milik Kementerian Kehutanan juga memanfaatkan data MODIS dan VIIRS. Sistem tersebut mencatat 946 titik panas pada 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kebakaran terburuk justru sulit terlihat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pemantauan melalui satelit memiliki keterbatasan. MODIS dan VIIRS dapat mengalami kesulitan mendeteksi api yang tertutup asap tebal atau awan, berada di bawah tajuk hutan, maupun membara di dalam lapisan gambut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ketika kebakaran di Indonesia menjadi semakin intens, jumlah api yang terdeteksi MODIS atau VIIRS terkadang justru menurun. Hal itu terjadi karena asap kebakaran menghalangi pandangan satelit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Mark Cochrane, ahli ekologi dari University of Maryland Center for Environmental Science, mengatakan peristiwa asap terburuk secara paradoks dapat menjadi kondisi yang paling sulit diamati dari luar angkasa menggunakan MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Cochrane telah melakukan penelitian lapangan mengenai kebakaran gambut di Indonesia selama hampir satu dekade.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kerentanan terbentuk sejak beberapa dekade lalu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebagian kerentanan Indonesia terhadap kebakaran saat ini dapat ditelusuri hingga beberapa dekade lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menurut Cochrane, pembangunan kanal irigasi secara luas dan pengeringan rawa gambut pada dekade 1990-an telah menurunkan muka air di kawasan lahan basah. Sebagian pembangunan tersebut dilakukan untuk membuka kawasan pertanian padi berskala besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Penurunan muka air membuat bentang alam menjadi lebih mudah terbakar. Perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan lainnya juga tersebar luas di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Setelah musim kebakaran yang sangat buruk pada 2015, pemerintah dan sejumlah organisasi berusaha membalikkan sebagian kerusakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pada Agustus 2026, Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat atau NOAA menyatakan El Ni\u00f1o telah terjadi dan sedang menguat. Pola iklim tersebut biasanya menyebabkan penurunan curah hujan secara tajam di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kondisi pengeringan dapat menjadi lebih parah ketika El Ni\u00f1o berlangsung bersamaan dengan fase positif Indian Ocean Dipole atau IOD. Fase positif IOD juga sedang terjadi pada periode tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Peneliti Universitas Columbia, Robert Field, mengatakan aktivitas kebakaran di Indonesia meningkat tajam meskipun musim kebakaran baru berlangsung sekitar tiga pekan. Polanya dinilai serupa dengan situasi pada 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Menurut Field, El Ni\u00f1o yang kuat membuat musim kemarau menjadi lebih kering di daerah-daerah rawan kebakaran. Kondisi tersebut kemudian memperburuk aktivitas kebakaran, sebagaimana telah diperkirakan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Perbandingan dengan 2015 menjadi perhatian karena kebakaran pada tahun itu berlangsung lebih dari tiga bulan. Kebakaran tersebut menghasilkan sekitar 1,75 miliar ton emisi setara gas rumah kaca, lebih besar dibandingkan emisi tahunan Jepang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Hingga 2 September 2026, kebakaran di Indonesia telah berlangsung selama sekitar satu bulan. Emisi yang dihasilkan diperkirakan telah mencapai sekitar 10 persen dari jumlah emisi selama krisis kebakaran 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Api dapat bertahan hingga hujan datang<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Indonesia mengalami kekeringan parah dan meluas pada 2026, menyerupai keadaan pada 2015. Data badan meteorologi Indonesia menunjukkan sekitar 90 persen wilayah negara menerima sedikit hujan atau tidak mengalami hujan pada awal Agustus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dalam kondisi normal, endapan gambut di Kalimantan, Sumatra, dan Papua terlalu basah untuk memungkinkan api bergerak di bawah tanah. Kekeringan mengubah keadaan tersebut dan memungkinkan api masuk ke lapisan gambut serta terus membara di bawah permukaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cKetika api masuk ke bawah tanah, api itu tidak akan berhenti,\u201d kata Field.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia memperkirakan kebakaran bawah tanah dapat terus berlangsung sampai hujan turun pada Oktober atau November.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pemerintah Indonesia menggunakan pengamatan satelit NASA dan NOAA untuk memantau kebakaran aktif hampir secara langsung. MODIS dan Visible Infrared Imaging Radiometer Suite atau VIIRS menjadi dua instrumen utama yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Platform pemantauan kebakaran SiPongi milik Kementerian Kehutanan juga memanfaatkan data MODIS dan VIIRS. Sistem tersebut mencatat 946 titik panas pada 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kebakaran terburuk justru sulit terlihat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pemantauan melalui satelit memiliki keterbatasan. MODIS dan VIIRS dapat mengalami kesulitan mendeteksi api yang tertutup asap tebal atau awan, berada di bawah tajuk hutan, maupun membara di dalam lapisan gambut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ketika kebakaran di Indonesia menjadi semakin intens, jumlah api yang terdeteksi MODIS atau VIIRS terkadang justru menurun. Hal itu terjadi karena asap kebakaran menghalangi pandangan satelit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Mark Cochrane, ahli ekologi dari University of Maryland Center for Environmental Science, mengatakan peristiwa asap terburuk secara paradoks dapat menjadi kondisi yang paling sulit diamati dari luar angkasa menggunakan MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Cochrane telah melakukan penelitian lapangan mengenai kebakaran gambut di Indonesia selama hampir satu dekade.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kerentanan terbentuk sejak beberapa dekade lalu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sebagian kerentanan Indonesia terhadap kebakaran saat ini dapat ditelusuri hingga beberapa dekade lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Menurut Cochrane, pembangunan kanal irigasi secara luas dan pengeringan rawa gambut pada dekade 1990-an telah menurunkan muka air di kawasan lahan basah. Sebagian pembangunan tersebut dilakukan untuk membuka kawasan pertanian padi berskala besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Penurunan muka air membuat bentang alam menjadi lebih mudah terbakar. Perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan lainnya juga tersebar luas di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Setelah musim kebakaran yang sangat buruk pada 2015, pemerintah dan sejumlah organisasi berusaha membalikkan sebagian kerusakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kebakaran hutan dan lahan terjadi setiap tahun di Indonesia. Namun, beberapa musim kebakaran paling merusak dalam beberapa dekade terakhir berlangsung ketika terjadi El Ni\u00f1o, terutama pada 1997 dan 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pada Agustus 2026, Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat atau NOAA menyatakan El Ni\u00f1o telah terjadi dan sedang menguat. Pola iklim tersebut biasanya menyebabkan penurunan curah hujan secara tajam di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kondisi pengeringan dapat menjadi lebih parah ketika El Ni\u00f1o berlangsung bersamaan dengan fase positif Indian Ocean Dipole atau IOD. Fase positif IOD juga sedang terjadi pada periode tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Peneliti Universitas Columbia, Robert Field, mengatakan aktivitas kebakaran di Indonesia meningkat tajam meskipun musim kebakaran baru berlangsung sekitar tiga pekan. Polanya dinilai serupa dengan situasi pada 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Menurut Field, El Ni\u00f1o yang kuat membuat musim kemarau menjadi lebih kering di daerah-daerah rawan kebakaran. Kondisi tersebut kemudian memperburuk aktivitas kebakaran, sebagaimana telah diperkirakan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Perbandingan dengan 2015 menjadi perhatian karena kebakaran pada tahun itu berlangsung lebih dari tiga bulan. Kebakaran tersebut menghasilkan sekitar 1,75 miliar ton emisi setara gas rumah kaca, lebih besar dibandingkan emisi tahunan Jepang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Hingga 2 September 2026, kebakaran di Indonesia telah berlangsung selama sekitar satu bulan. Emisi yang dihasilkan diperkirakan telah mencapai sekitar 10 persen dari jumlah emisi selama krisis kebakaran 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Api dapat bertahan hingga hujan datang<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Indonesia mengalami kekeringan parah dan meluas pada 2026, menyerupai keadaan pada 2015. Data badan meteorologi Indonesia menunjukkan sekitar 90 persen wilayah negara menerima sedikit hujan atau tidak mengalami hujan pada awal Agustus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam kondisi normal, endapan gambut di Kalimantan, Sumatra, dan Papua terlalu basah untuk memungkinkan api bergerak di bawah tanah. Kekeringan mengubah keadaan tersebut dan memungkinkan api masuk ke lapisan gambut serta terus membara di bawah permukaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cKetika api masuk ke bawah tanah, api itu tidak akan berhenti,\u201d kata Field.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia memperkirakan kebakaran bawah tanah dapat terus berlangsung sampai hujan turun pada Oktober atau November.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pemerintah Indonesia menggunakan pengamatan satelit NASA dan NOAA untuk memantau kebakaran aktif hampir secara langsung. MODIS dan Visible Infrared Imaging Radiometer Suite atau VIIRS menjadi dua instrumen utama yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Platform pemantauan kebakaran SiPongi milik Kementerian Kehutanan juga memanfaatkan data MODIS dan VIIRS. Sistem tersebut mencatat 946 titik panas pada 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kebakaran terburuk justru sulit terlihat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pemantauan melalui satelit memiliki keterbatasan. MODIS dan VIIRS dapat mengalami kesulitan mendeteksi api yang tertutup asap tebal atau awan, berada di bawah tajuk hutan, maupun membara di dalam lapisan gambut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ketika kebakaran di Indonesia menjadi semakin intens, jumlah api yang terdeteksi MODIS atau VIIRS terkadang justru menurun. Hal itu terjadi karena asap kebakaran menghalangi pandangan satelit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Mark Cochrane, ahli ekologi dari University of Maryland Center for Environmental Science, mengatakan peristiwa asap terburuk secara paradoks dapat menjadi kondisi yang paling sulit diamati dari luar angkasa menggunakan MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Cochrane telah melakukan penelitian lapangan mengenai kebakaran gambut di Indonesia selama hampir satu dekade.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kerentanan terbentuk sejak beberapa dekade lalu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebagian kerentanan Indonesia terhadap kebakaran saat ini dapat ditelusuri hingga beberapa dekade lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Menurut Cochrane, pembangunan kanal irigasi secara luas dan pengeringan rawa gambut pada dekade 1990-an telah menurunkan muka air di kawasan lahan basah. Sebagian pembangunan tersebut dilakukan untuk membuka kawasan pertanian padi berskala besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Penurunan muka air membuat bentang alam menjadi lebih mudah terbakar. Perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan lainnya juga tersebar luas di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Setelah musim kebakaran yang sangat buruk pada 2015, pemerintah dan sejumlah organisasi berusaha membalikkan sebagian kerusakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                El Ni\u00f1o memperkuat musim kering<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kebakaran hutan dan lahan terjadi setiap tahun di Indonesia. Namun, beberapa musim kebakaran paling merusak dalam beberapa dekade terakhir berlangsung ketika terjadi El Ni\u00f1o, terutama pada 1997 dan 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pada Agustus 2026, Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat atau NOAA menyatakan El Ni\u00f1o telah terjadi dan sedang menguat. Pola iklim tersebut biasanya menyebabkan penurunan curah hujan secara tajam di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kondisi pengeringan dapat menjadi lebih parah ketika El Ni\u00f1o berlangsung bersamaan dengan fase positif Indian Ocean Dipole atau IOD. Fase positif IOD juga sedang terjadi pada periode tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Peneliti Universitas Columbia, Robert Field, mengatakan aktivitas kebakaran di Indonesia meningkat tajam meskipun musim kebakaran baru berlangsung sekitar tiga pekan. Polanya dinilai serupa dengan situasi pada 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Menurut Field, El Ni\u00f1o yang kuat membuat musim kemarau menjadi lebih kering di daerah-daerah rawan kebakaran. Kondisi tersebut kemudian memperburuk aktivitas kebakaran, sebagaimana telah diperkirakan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Perbandingan dengan 2015 menjadi perhatian karena kebakaran pada tahun itu berlangsung lebih dari tiga bulan. Kebakaran tersebut menghasilkan sekitar 1,75 miliar ton emisi setara gas rumah kaca, lebih besar dibandingkan emisi tahunan Jepang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Hingga 2 September 2026, kebakaran di Indonesia telah berlangsung selama sekitar satu bulan. Emisi yang dihasilkan diperkirakan telah mencapai sekitar 10 persen dari jumlah emisi selama krisis kebakaran 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Api dapat bertahan hingga hujan datang<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Indonesia mengalami kekeringan parah dan meluas pada 2026, menyerupai keadaan pada 2015. Data badan meteorologi Indonesia menunjukkan sekitar 90 persen wilayah negara menerima sedikit hujan atau tidak mengalami hujan pada awal Agustus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dalam kondisi normal, endapan gambut di Kalimantan, Sumatra, dan Papua terlalu basah untuk memungkinkan api bergerak di bawah tanah. Kekeringan mengubah keadaan tersebut dan memungkinkan api masuk ke lapisan gambut serta terus membara di bawah permukaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cKetika api masuk ke bawah tanah, api itu tidak akan berhenti,\u201d kata Field.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia memperkirakan kebakaran bawah tanah dapat terus berlangsung sampai hujan turun pada Oktober atau November.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pemerintah Indonesia menggunakan pengamatan satelit NASA dan NOAA untuk memantau kebakaran aktif hampir secara langsung. MODIS dan Visible Infrared Imaging Radiometer Suite atau VIIRS menjadi dua instrumen utama yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Platform pemantauan kebakaran SiPongi milik Kementerian Kehutanan juga memanfaatkan data MODIS dan VIIRS. Sistem tersebut mencatat 946 titik panas pada 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kebakaran terburuk justru sulit terlihat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pemantauan melalui satelit memiliki keterbatasan. MODIS dan VIIRS dapat mengalami kesulitan mendeteksi api yang tertutup asap tebal atau awan, berada di bawah tajuk hutan, maupun membara di dalam lapisan gambut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ketika kebakaran di Indonesia menjadi semakin intens, jumlah api yang terdeteksi MODIS atau VIIRS terkadang justru menurun. Hal itu terjadi karena asap kebakaran menghalangi pandangan satelit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Mark Cochrane, ahli ekologi dari University of Maryland Center for Environmental Science, mengatakan peristiwa asap terburuk secara paradoks dapat menjadi kondisi yang paling sulit diamati dari luar angkasa menggunakan MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Cochrane telah melakukan penelitian lapangan mengenai kebakaran gambut di Indonesia selama hampir satu dekade.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kerentanan terbentuk sejak beberapa dekade lalu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sebagian kerentanan Indonesia terhadap kebakaran saat ini dapat ditelusuri hingga beberapa dekade lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Menurut Cochrane, pembangunan kanal irigasi secara luas dan pengeringan rawa gambut pada dekade 1990-an telah menurunkan muka air di kawasan lahan basah. Sebagian pembangunan tersebut dilakukan untuk membuka kawasan pertanian padi berskala besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Penurunan muka air membuat bentang alam menjadi lebih mudah terbakar. Perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan lainnya juga tersebar luas di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Setelah musim kebakaran yang sangat buruk pada 2015, pemerintah dan sejumlah organisasi berusaha membalikkan sebagian kerusakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"\"<\/figure>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          El Ni\u00f1o memperkuat musim kering<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kebakaran hutan dan lahan terjadi setiap tahun di Indonesia. Namun, beberapa musim kebakaran paling merusak dalam beberapa dekade terakhir berlangsung ketika terjadi El Ni\u00f1o, terutama pada 1997 dan 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pada Agustus 2026, Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat atau NOAA menyatakan El Ni\u00f1o telah terjadi dan sedang menguat. Pola iklim tersebut biasanya menyebabkan penurunan curah hujan secara tajam di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kondisi pengeringan dapat menjadi lebih parah ketika El Ni\u00f1o berlangsung bersamaan dengan fase positif Indian Ocean Dipole atau IOD. Fase positif IOD juga sedang terjadi pada periode tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Peneliti Universitas Columbia, Robert Field, mengatakan aktivitas kebakaran di Indonesia meningkat tajam meskipun musim kebakaran baru berlangsung sekitar tiga pekan. Polanya dinilai serupa dengan situasi pada 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Menurut Field, El Ni\u00f1o yang kuat membuat musim kemarau menjadi lebih kering di daerah-daerah rawan kebakaran. Kondisi tersebut kemudian memperburuk aktivitas kebakaran, sebagaimana telah diperkirakan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Perbandingan dengan 2015 menjadi perhatian karena kebakaran pada tahun itu berlangsung lebih dari tiga bulan. Kebakaran tersebut menghasilkan sekitar 1,75 miliar ton emisi setara gas rumah kaca, lebih besar dibandingkan emisi tahunan Jepang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Hingga 2 September 2026, kebakaran di Indonesia telah berlangsung selama sekitar satu bulan. Emisi yang dihasilkan diperkirakan telah mencapai sekitar 10 persen dari jumlah emisi selama krisis kebakaran 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Api dapat bertahan hingga hujan datang<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Indonesia mengalami kekeringan parah dan meluas pada 2026, menyerupai keadaan pada 2015. Data badan meteorologi Indonesia menunjukkan sekitar 90 persen wilayah negara menerima sedikit hujan atau tidak mengalami hujan pada awal Agustus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dalam kondisi normal, endapan gambut di Kalimantan, Sumatra, dan Papua terlalu basah untuk memungkinkan api bergerak di bawah tanah. Kekeringan mengubah keadaan tersebut dan memungkinkan api masuk ke lapisan gambut serta terus membara di bawah permukaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cKetika api masuk ke bawah tanah, api itu tidak akan berhenti,\u201d kata Field.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia memperkirakan kebakaran bawah tanah dapat terus berlangsung sampai hujan turun pada Oktober atau November.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pemerintah Indonesia menggunakan pengamatan satelit NASA dan NOAA untuk memantau kebakaran aktif hampir secara langsung. MODIS dan Visible Infrared Imaging Radiometer Suite atau VIIRS menjadi dua instrumen utama yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Platform pemantauan kebakaran SiPongi milik Kementerian Kehutanan juga memanfaatkan data MODIS dan VIIRS. Sistem tersebut mencatat 946 titik panas pada 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kebakaran terburuk justru sulit terlihat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pemantauan melalui satelit memiliki keterbatasan. MODIS dan VIIRS dapat mengalami kesulitan mendeteksi api yang tertutup asap tebal atau awan, berada di bawah tajuk hutan, maupun membara di dalam lapisan gambut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ketika kebakaran di Indonesia menjadi semakin intens, jumlah api yang terdeteksi MODIS atau VIIRS terkadang justru menurun. Hal itu terjadi karena asap kebakaran menghalangi pandangan satelit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Mark Cochrane, ahli ekologi dari University of Maryland Center for Environmental Science, mengatakan peristiwa asap terburuk secara paradoks dapat menjadi kondisi yang paling sulit diamati dari luar angkasa menggunakan MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Cochrane telah melakukan penelitian lapangan mengenai kebakaran gambut di Indonesia selama hampir satu dekade.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kerentanan terbentuk sejak beberapa dekade lalu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebagian kerentanan Indonesia terhadap kebakaran saat ini dapat ditelusuri hingga beberapa dekade lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Menurut Cochrane, pembangunan kanal irigasi secara luas dan pengeringan rawa gambut pada dekade 1990-an telah menurunkan muka air di kawasan lahan basah. Sebagian pembangunan tersebut dilakukan untuk membuka kawasan pertanian padi berskala besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Penurunan muka air membuat bentang alam menjadi lebih mudah terbakar. Perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan lainnya juga tersebar luas di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Setelah musim kebakaran yang sangat buruk pada 2015, pemerintah dan sejumlah organisasi berusaha membalikkan sebagian kerusakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pada kondisi normal, bentang alam tersebut berada dalam keadaan basah. Namun, kekeringan parah dapat membuat lahan gambut mengering dan terbakar. Selama tiga dekade terakhir, kondisi serupa berulang kali memicu kebakaran berkepanjangan yang menyelimuti wilayah luas dengan asap selama berminggu-minggu serta mengganggu kehidupan jutaan orang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"\"<\/figure>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    El Ni\u00f1o memperkuat musim kering<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kebakaran hutan dan lahan terjadi setiap tahun di Indonesia. Namun, beberapa musim kebakaran paling merusak dalam beberapa dekade terakhir berlangsung ketika terjadi El Ni\u00f1o, terutama pada 1997 dan 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pada Agustus 2026, Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat atau NOAA menyatakan El Ni\u00f1o telah terjadi dan sedang menguat. Pola iklim tersebut biasanya menyebabkan penurunan curah hujan secara tajam di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kondisi pengeringan dapat menjadi lebih parah ketika El Ni\u00f1o berlangsung bersamaan dengan fase positif Indian Ocean Dipole atau IOD. Fase positif IOD juga sedang terjadi pada periode tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Peneliti Universitas Columbia, Robert Field, mengatakan aktivitas kebakaran di Indonesia meningkat tajam meskipun musim kebakaran baru berlangsung sekitar tiga pekan. Polanya dinilai serupa dengan situasi pada 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Menurut Field, El Ni\u00f1o yang kuat membuat musim kemarau menjadi lebih kering di daerah-daerah rawan kebakaran. Kondisi tersebut kemudian memperburuk aktivitas kebakaran, sebagaimana telah diperkirakan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Perbandingan dengan 2015 menjadi perhatian karena kebakaran pada tahun itu berlangsung lebih dari tiga bulan. Kebakaran tersebut menghasilkan sekitar 1,75 miliar ton emisi setara gas rumah kaca, lebih besar dibandingkan emisi tahunan Jepang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Hingga 2 September 2026, kebakaran di Indonesia telah berlangsung selama sekitar satu bulan. Emisi yang dihasilkan diperkirakan telah mencapai sekitar 10 persen dari jumlah emisi selama krisis kebakaran 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Api dapat bertahan hingga hujan datang<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Indonesia mengalami kekeringan parah dan meluas pada 2026, menyerupai keadaan pada 2015. Data badan meteorologi Indonesia menunjukkan sekitar 90 persen wilayah negara menerima sedikit hujan atau tidak mengalami hujan pada awal Agustus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dalam kondisi normal, endapan gambut di Kalimantan, Sumatra, dan Papua terlalu basah untuk memungkinkan api bergerak di bawah tanah. Kekeringan mengubah keadaan tersebut dan memungkinkan api masuk ke lapisan gambut serta terus membara di bawah permukaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cKetika api masuk ke bawah tanah, api itu tidak akan berhenti,\u201d kata Field.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia memperkirakan kebakaran bawah tanah dapat terus berlangsung sampai hujan turun pada Oktober atau November.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pemerintah Indonesia menggunakan pengamatan satelit NASA dan NOAA untuk memantau kebakaran aktif hampir secara langsung. MODIS dan Visible Infrared Imaging Radiometer Suite atau VIIRS menjadi dua instrumen utama yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Platform pemantauan kebakaran SiPongi milik Kementerian Kehutanan juga memanfaatkan data MODIS dan VIIRS. Sistem tersebut mencatat 946 titik panas pada 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kebakaran terburuk justru sulit terlihat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pemantauan melalui satelit memiliki keterbatasan. MODIS dan VIIRS dapat mengalami kesulitan mendeteksi api yang tertutup asap tebal atau awan, berada di bawah tajuk hutan, maupun membara di dalam lapisan gambut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ketika kebakaran di Indonesia menjadi semakin intens, jumlah api yang terdeteksi MODIS atau VIIRS terkadang justru menurun. Hal itu terjadi karena asap kebakaran menghalangi pandangan satelit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Mark Cochrane, ahli ekologi dari University of Maryland Center for Environmental Science, mengatakan peristiwa asap terburuk secara paradoks dapat menjadi kondisi yang paling sulit diamati dari luar angkasa menggunakan MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Cochrane telah melakukan penelitian lapangan mengenai kebakaran gambut di Indonesia selama hampir satu dekade.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kerentanan terbentuk sejak beberapa dekade lalu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sebagian kerentanan Indonesia terhadap kebakaran saat ini dapat ditelusuri hingga beberapa dekade lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Menurut Cochrane, pembangunan kanal irigasi secara luas dan pengeringan rawa gambut pada dekade 1990-an telah menurunkan muka air di kawasan lahan basah. Sebagian pembangunan tersebut dilakukan untuk membuka kawasan pertanian padi berskala besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Penurunan muka air membuat bentang alam menjadi lebih mudah terbakar. Perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan lainnya juga tersebar luas di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Setelah musim kebakaran yang sangat buruk pada 2015, pemerintah dan sejumlah organisasi berusaha membalikkan sebagian kerusakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kebakaran gambut merupakan persoalan berulang bagi Indonesia. Negara ini memiliki sekitar 36 persen dari seluruh lahan gambut tropis dunia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pada kondisi normal, bentang alam tersebut berada dalam keadaan basah. Namun, kekeringan parah dapat membuat lahan gambut mengering dan terbakar. Selama tiga dekade terakhir, kondisi serupa berulang kali memicu kebakaran berkepanjangan yang menyelimuti wilayah luas dengan asap selama berminggu-minggu serta mengganggu kehidupan jutaan orang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"\"<\/figure>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              El Ni\u00f1o memperkuat musim kering<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kebakaran hutan dan lahan terjadi setiap tahun di Indonesia. Namun, beberapa musim kebakaran paling merusak dalam beberapa dekade terakhir berlangsung ketika terjadi El Ni\u00f1o, terutama pada 1997 dan 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pada Agustus 2026, Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat atau NOAA menyatakan El Ni\u00f1o telah terjadi dan sedang menguat. Pola iklim tersebut biasanya menyebabkan penurunan curah hujan secara tajam di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kondisi pengeringan dapat menjadi lebih parah ketika El Ni\u00f1o berlangsung bersamaan dengan fase positif Indian Ocean Dipole atau IOD. Fase positif IOD juga sedang terjadi pada periode tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Peneliti Universitas Columbia, Robert Field, mengatakan aktivitas kebakaran di Indonesia meningkat tajam meskipun musim kebakaran baru berlangsung sekitar tiga pekan. Polanya dinilai serupa dengan situasi pada 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Menurut Field, El Ni\u00f1o yang kuat membuat musim kemarau menjadi lebih kering di daerah-daerah rawan kebakaran. Kondisi tersebut kemudian memperburuk aktivitas kebakaran, sebagaimana telah diperkirakan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Perbandingan dengan 2015 menjadi perhatian karena kebakaran pada tahun itu berlangsung lebih dari tiga bulan. Kebakaran tersebut menghasilkan sekitar 1,75 miliar ton emisi setara gas rumah kaca, lebih besar dibandingkan emisi tahunan Jepang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Hingga 2 September 2026, kebakaran di Indonesia telah berlangsung selama sekitar satu bulan. Emisi yang dihasilkan diperkirakan telah mencapai sekitar 10 persen dari jumlah emisi selama krisis kebakaran 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Api dapat bertahan hingga hujan datang<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Indonesia mengalami kekeringan parah dan meluas pada 2026, menyerupai keadaan pada 2015. Data badan meteorologi Indonesia menunjukkan sekitar 90 persen wilayah negara menerima sedikit hujan atau tidak mengalami hujan pada awal Agustus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dalam kondisi normal, endapan gambut di Kalimantan, Sumatra, dan Papua terlalu basah untuk memungkinkan api bergerak di bawah tanah. Kekeringan mengubah keadaan tersebut dan memungkinkan api masuk ke lapisan gambut serta terus membara di bawah permukaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cKetika api masuk ke bawah tanah, api itu tidak akan berhenti,\u201d kata Field.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia memperkirakan kebakaran bawah tanah dapat terus berlangsung sampai hujan turun pada Oktober atau November.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pemerintah Indonesia menggunakan pengamatan satelit NASA dan NOAA untuk memantau kebakaran aktif hampir secara langsung. MODIS dan Visible Infrared Imaging Radiometer Suite atau VIIRS menjadi dua instrumen utama yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Platform pemantauan kebakaran SiPongi milik Kementerian Kehutanan juga memanfaatkan data MODIS dan VIIRS. Sistem tersebut mencatat 946 titik panas pada 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kebakaran terburuk justru sulit terlihat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pemantauan melalui satelit memiliki keterbatasan. MODIS dan VIIRS dapat mengalami kesulitan mendeteksi api yang tertutup asap tebal atau awan, berada di bawah tajuk hutan, maupun membara di dalam lapisan gambut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ketika kebakaran di Indonesia menjadi semakin intens, jumlah api yang terdeteksi MODIS atau VIIRS terkadang justru menurun. Hal itu terjadi karena asap kebakaran menghalangi pandangan satelit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Mark Cochrane, ahli ekologi dari University of Maryland Center for Environmental Science, mengatakan peristiwa asap terburuk secara paradoks dapat menjadi kondisi yang paling sulit diamati dari luar angkasa menggunakan MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Cochrane telah melakukan penelitian lapangan mengenai kebakaran gambut di Indonesia selama hampir satu dekade.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kerentanan terbentuk sejak beberapa dekade lalu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebagian kerentanan Indonesia terhadap kebakaran saat ini dapat ditelusuri hingga beberapa dekade lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Menurut Cochrane, pembangunan kanal irigasi secara luas dan pengeringan rawa gambut pada dekade 1990-an telah menurunkan muka air di kawasan lahan basah. Sebagian pembangunan tersebut dilakukan untuk membuka kawasan pertanian padi berskala besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Penurunan muka air membuat bentang alam menjadi lebih mudah terbakar. Perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan lainnya juga tersebar luas di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Setelah musim kebakaran yang sangat buruk pada 2015, pemerintah dan sejumlah organisasi berusaha membalikkan sebagian kerusakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Namun, satu titik tidak selalu mewakili satu kebakaran. Satu peristiwa kebakaran dapat menghasilkan beberapa deteksi sekaligus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kebakaran gambut merupakan persoalan berulang bagi Indonesia. Negara ini memiliki sekitar 36 persen dari seluruh lahan gambut tropis dunia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pada kondisi normal, bentang alam tersebut berada dalam keadaan basah. Namun, kekeringan parah dapat membuat lahan gambut mengering dan terbakar. Selama tiga dekade terakhir, kondisi serupa berulang kali memicu kebakaran berkepanjangan yang menyelimuti wilayah luas dengan asap selama berminggu-minggu serta mengganggu kehidupan jutaan orang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"\"<\/figure>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        El Ni\u00f1o memperkuat musim kering<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kebakaran hutan dan lahan terjadi setiap tahun di Indonesia. Namun, beberapa musim kebakaran paling merusak dalam beberapa dekade terakhir berlangsung ketika terjadi El Ni\u00f1o, terutama pada 1997 dan 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pada Agustus 2026, Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat atau NOAA menyatakan El Ni\u00f1o telah terjadi dan sedang menguat. Pola iklim tersebut biasanya menyebabkan penurunan curah hujan secara tajam di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kondisi pengeringan dapat menjadi lebih parah ketika El Ni\u00f1o berlangsung bersamaan dengan fase positif Indian Ocean Dipole atau IOD. Fase positif IOD juga sedang terjadi pada periode tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Peneliti Universitas Columbia, Robert Field, mengatakan aktivitas kebakaran di Indonesia meningkat tajam meskipun musim kebakaran baru berlangsung sekitar tiga pekan. Polanya dinilai serupa dengan situasi pada 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Menurut Field, El Ni\u00f1o yang kuat membuat musim kemarau menjadi lebih kering di daerah-daerah rawan kebakaran. Kondisi tersebut kemudian memperburuk aktivitas kebakaran, sebagaimana telah diperkirakan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Perbandingan dengan 2015 menjadi perhatian karena kebakaran pada tahun itu berlangsung lebih dari tiga bulan. Kebakaran tersebut menghasilkan sekitar 1,75 miliar ton emisi setara gas rumah kaca, lebih besar dibandingkan emisi tahunan Jepang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Hingga 2 September 2026, kebakaran di Indonesia telah berlangsung selama sekitar satu bulan. Emisi yang dihasilkan diperkirakan telah mencapai sekitar 10 persen dari jumlah emisi selama krisis kebakaran 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Api dapat bertahan hingga hujan datang<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Indonesia mengalami kekeringan parah dan meluas pada 2026, menyerupai keadaan pada 2015. Data badan meteorologi Indonesia menunjukkan sekitar 90 persen wilayah negara menerima sedikit hujan atau tidak mengalami hujan pada awal Agustus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dalam kondisi normal, endapan gambut di Kalimantan, Sumatra, dan Papua terlalu basah untuk memungkinkan api bergerak di bawah tanah. Kekeringan mengubah keadaan tersebut dan memungkinkan api masuk ke lapisan gambut serta terus membara di bawah permukaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cKetika api masuk ke bawah tanah, api itu tidak akan berhenti,\u201d kata Field.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia memperkirakan kebakaran bawah tanah dapat terus berlangsung sampai hujan turun pada Oktober atau November.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pemerintah Indonesia menggunakan pengamatan satelit NASA dan NOAA untuk memantau kebakaran aktif hampir secara langsung. MODIS dan Visible Infrared Imaging Radiometer Suite atau VIIRS menjadi dua instrumen utama yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Platform pemantauan kebakaran SiPongi milik Kementerian Kehutanan juga memanfaatkan data MODIS dan VIIRS. Sistem tersebut mencatat 946 titik panas pada 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kebakaran terburuk justru sulit terlihat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pemantauan melalui satelit memiliki keterbatasan. MODIS dan VIIRS dapat mengalami kesulitan mendeteksi api yang tertutup asap tebal atau awan, berada di bawah tajuk hutan, maupun membara di dalam lapisan gambut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ketika kebakaran di Indonesia menjadi semakin intens, jumlah api yang terdeteksi MODIS atau VIIRS terkadang justru menurun. Hal itu terjadi karena asap kebakaran menghalangi pandangan satelit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Mark Cochrane, ahli ekologi dari University of Maryland Center for Environmental Science, mengatakan peristiwa asap terburuk secara paradoks dapat menjadi kondisi yang paling sulit diamati dari luar angkasa menggunakan MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Cochrane telah melakukan penelitian lapangan mengenai kebakaran gambut di Indonesia selama hampir satu dekade.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kerentanan terbentuk sejak beberapa dekade lalu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sebagian kerentanan Indonesia terhadap kebakaran saat ini dapat ditelusuri hingga beberapa dekade lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Menurut Cochrane, pembangunan kanal irigasi secara luas dan pengeringan rawa gambut pada dekade 1990-an telah menurunkan muka air di kawasan lahan basah. Sebagian pembangunan tersebut dilakukan untuk membuka kawasan pertanian padi berskala besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Penurunan muka air membuat bentang alam menjadi lebih mudah terbakar. Perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan lainnya juga tersebar luas di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Setelah musim kebakaran yang sangat buruk pada 2015, pemerintah dan sejumlah organisasi berusaha membalikkan sebagian kerusakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam peta yang menyertai pengamatan tersebut, setiap titik merah menunjukkan satu deteksi kebakaran. Artinya, sensor satelit dan algoritma telah menemukan piksel dengan anomali suhu yang berkaitan dengan kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Namun, satu titik tidak selalu mewakili satu kebakaran. Satu peristiwa kebakaran dapat menghasilkan beberapa deteksi sekaligus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kebakaran gambut merupakan persoalan berulang bagi Indonesia. Negara ini memiliki sekitar 36 persen dari seluruh lahan gambut tropis dunia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pada kondisi normal, bentang alam tersebut berada dalam keadaan basah. Namun, kekeringan parah dapat membuat lahan gambut mengering dan terbakar. Selama tiga dekade terakhir, kondisi serupa berulang kali memicu kebakaran berkepanjangan yang menyelimuti wilayah luas dengan asap selama berminggu-minggu serta mengganggu kehidupan jutaan orang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"\"<\/figure>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  El Ni\u00f1o memperkuat musim kering<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kebakaran hutan dan lahan terjadi setiap tahun di Indonesia. Namun, beberapa musim kebakaran paling merusak dalam beberapa dekade terakhir berlangsung ketika terjadi El Ni\u00f1o, terutama pada 1997 dan 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pada Agustus 2026, Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat atau NOAA menyatakan El Ni\u00f1o telah terjadi dan sedang menguat. Pola iklim tersebut biasanya menyebabkan penurunan curah hujan secara tajam di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kondisi pengeringan dapat menjadi lebih parah ketika El Ni\u00f1o berlangsung bersamaan dengan fase positif Indian Ocean Dipole atau IOD. Fase positif IOD juga sedang terjadi pada periode tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Peneliti Universitas Columbia, Robert Field, mengatakan aktivitas kebakaran di Indonesia meningkat tajam meskipun musim kebakaran baru berlangsung sekitar tiga pekan. Polanya dinilai serupa dengan situasi pada 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menurut Field, El Ni\u00f1o yang kuat membuat musim kemarau menjadi lebih kering di daerah-daerah rawan kebakaran. Kondisi tersebut kemudian memperburuk aktivitas kebakaran, sebagaimana telah diperkirakan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Perbandingan dengan 2015 menjadi perhatian karena kebakaran pada tahun itu berlangsung lebih dari tiga bulan. Kebakaran tersebut menghasilkan sekitar 1,75 miliar ton emisi setara gas rumah kaca, lebih besar dibandingkan emisi tahunan Jepang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Hingga 2 September 2026, kebakaran di Indonesia telah berlangsung selama sekitar satu bulan. Emisi yang dihasilkan diperkirakan telah mencapai sekitar 10 persen dari jumlah emisi selama krisis kebakaran 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Api dapat bertahan hingga hujan datang<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Indonesia mengalami kekeringan parah dan meluas pada 2026, menyerupai keadaan pada 2015. Data badan meteorologi Indonesia menunjukkan sekitar 90 persen wilayah negara menerima sedikit hujan atau tidak mengalami hujan pada awal Agustus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam kondisi normal, endapan gambut di Kalimantan, Sumatra, dan Papua terlalu basah untuk memungkinkan api bergerak di bawah tanah. Kekeringan mengubah keadaan tersebut dan memungkinkan api masuk ke lapisan gambut serta terus membara di bawah permukaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cKetika api masuk ke bawah tanah, api itu tidak akan berhenti,\u201d kata Field.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia memperkirakan kebakaran bawah tanah dapat terus berlangsung sampai hujan turun pada Oktober atau November.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pemerintah Indonesia menggunakan pengamatan satelit NASA dan NOAA untuk memantau kebakaran aktif hampir secara langsung. MODIS dan Visible Infrared Imaging Radiometer Suite atau VIIRS menjadi dua instrumen utama yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Platform pemantauan kebakaran SiPongi milik Kementerian Kehutanan juga memanfaatkan data MODIS dan VIIRS. Sistem tersebut mencatat 946 titik panas pada 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kebakaran terburuk justru sulit terlihat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pemantauan melalui satelit memiliki keterbatasan. MODIS dan VIIRS dapat mengalami kesulitan mendeteksi api yang tertutup asap tebal atau awan, berada di bawah tajuk hutan, maupun membara di dalam lapisan gambut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ketika kebakaran di Indonesia menjadi semakin intens, jumlah api yang terdeteksi MODIS atau VIIRS terkadang justru menurun. Hal itu terjadi karena asap kebakaran menghalangi pandangan satelit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Mark Cochrane, ahli ekologi dari University of Maryland Center for Environmental Science, mengatakan peristiwa asap terburuk secara paradoks dapat menjadi kondisi yang paling sulit diamati dari luar angkasa menggunakan MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Cochrane telah melakukan penelitian lapangan mengenai kebakaran gambut di Indonesia selama hampir satu dekade.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kerentanan terbentuk sejak beberapa dekade lalu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebagian kerentanan Indonesia terhadap kebakaran saat ini dapat ditelusuri hingga beberapa dekade lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menurut Cochrane, pembangunan kanal irigasi secara luas dan pengeringan rawa gambut pada dekade 1990-an telah menurunkan muka air di kawasan lahan basah. Sebagian pembangunan tersebut dilakukan untuk membuka kawasan pertanian padi berskala besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Penurunan muka air membuat bentang alam menjadi lebih mudah terbakar. Perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan lainnya juga tersebar luas di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Setelah musim kebakaran yang sangat buruk pada 2015, pemerintah dan sejumlah organisasi berusaha membalikkan sebagian kerusakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Musim kebakaran Indonesia 2026 telah berlangsung ketika instrumen Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer atau MODIS pada satelit Aqua milik NASA mengambil gambar wilayah Indonesia pada 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dalam peta yang menyertai pengamatan tersebut, setiap titik merah menunjukkan satu deteksi kebakaran. Artinya, sensor satelit dan algoritma telah menemukan piksel dengan anomali suhu yang berkaitan dengan kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Namun, satu titik tidak selalu mewakili satu kebakaran. Satu peristiwa kebakaran dapat menghasilkan beberapa deteksi sekaligus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kebakaran gambut merupakan persoalan berulang bagi Indonesia. Negara ini memiliki sekitar 36 persen dari seluruh lahan gambut tropis dunia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pada kondisi normal, bentang alam tersebut berada dalam keadaan basah. Namun, kekeringan parah dapat membuat lahan gambut mengering dan terbakar. Selama tiga dekade terakhir, kondisi serupa berulang kali memicu kebakaran berkepanjangan yang menyelimuti wilayah luas dengan asap selama berminggu-minggu serta mengganggu kehidupan jutaan orang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"\"<\/figure>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            El Ni\u00f1o memperkuat musim kering<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kebakaran hutan dan lahan terjadi setiap tahun di Indonesia. Namun, beberapa musim kebakaran paling merusak dalam beberapa dekade terakhir berlangsung ketika terjadi El Ni\u00f1o, terutama pada 1997 dan 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pada Agustus 2026, Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat atau NOAA menyatakan El Ni\u00f1o telah terjadi dan sedang menguat. Pola iklim tersebut biasanya menyebabkan penurunan curah hujan secara tajam di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kondisi pengeringan dapat menjadi lebih parah ketika El Ni\u00f1o berlangsung bersamaan dengan fase positif Indian Ocean Dipole atau IOD. Fase positif IOD juga sedang terjadi pada periode tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Peneliti Universitas Columbia, Robert Field, mengatakan aktivitas kebakaran di Indonesia meningkat tajam meskipun musim kebakaran baru berlangsung sekitar tiga pekan. Polanya dinilai serupa dengan situasi pada 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Menurut Field, El Ni\u00f1o yang kuat membuat musim kemarau menjadi lebih kering di daerah-daerah rawan kebakaran. Kondisi tersebut kemudian memperburuk aktivitas kebakaran, sebagaimana telah diperkirakan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Perbandingan dengan 2015 menjadi perhatian karena kebakaran pada tahun itu berlangsung lebih dari tiga bulan. Kebakaran tersebut menghasilkan sekitar 1,75 miliar ton emisi setara gas rumah kaca, lebih besar dibandingkan emisi tahunan Jepang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Hingga 2 September 2026, kebakaran di Indonesia telah berlangsung selama sekitar satu bulan. Emisi yang dihasilkan diperkirakan telah mencapai sekitar 10 persen dari jumlah emisi selama krisis kebakaran 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Api dapat bertahan hingga hujan datang<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Indonesia mengalami kekeringan parah dan meluas pada 2026, menyerupai keadaan pada 2015. Data badan meteorologi Indonesia menunjukkan sekitar 90 persen wilayah negara menerima sedikit hujan atau tidak mengalami hujan pada awal Agustus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dalam kondisi normal, endapan gambut di Kalimantan, Sumatra, dan Papua terlalu basah untuk memungkinkan api bergerak di bawah tanah. Kekeringan mengubah keadaan tersebut dan memungkinkan api masuk ke lapisan gambut serta terus membara di bawah permukaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cKetika api masuk ke bawah tanah, api itu tidak akan berhenti,\u201d kata Field.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia memperkirakan kebakaran bawah tanah dapat terus berlangsung sampai hujan turun pada Oktober atau November.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pemerintah Indonesia menggunakan pengamatan satelit NASA dan NOAA untuk memantau kebakaran aktif hampir secara langsung. MODIS dan Visible Infrared Imaging Radiometer Suite atau VIIRS menjadi dua instrumen utama yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Platform pemantauan kebakaran SiPongi milik Kementerian Kehutanan juga memanfaatkan data MODIS dan VIIRS. Sistem tersebut mencatat 946 titik panas pada 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kebakaran terburuk justru sulit terlihat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pemantauan melalui satelit memiliki keterbatasan. MODIS dan VIIRS dapat mengalami kesulitan mendeteksi api yang tertutup asap tebal atau awan, berada di bawah tajuk hutan, maupun membara di dalam lapisan gambut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ketika kebakaran di Indonesia menjadi semakin intens, jumlah api yang terdeteksi MODIS atau VIIRS terkadang justru menurun. Hal itu terjadi karena asap kebakaran menghalangi pandangan satelit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Mark Cochrane, ahli ekologi dari University of Maryland Center for Environmental Science, mengatakan peristiwa asap terburuk secara paradoks dapat menjadi kondisi yang paling sulit diamati dari luar angkasa menggunakan MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Cochrane telah melakukan penelitian lapangan mengenai kebakaran gambut di Indonesia selama hampir satu dekade.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kerentanan terbentuk sejak beberapa dekade lalu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sebagian kerentanan Indonesia terhadap kebakaran saat ini dapat ditelusuri hingga beberapa dekade lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Menurut Cochrane, pembangunan kanal irigasi secara luas dan pengeringan rawa gambut pada dekade 1990-an telah menurunkan muka air di kawasan lahan basah. Sebagian pembangunan tersebut dilakukan untuk membuka kawasan pertanian padi berskala besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Penurunan muka air membuat bentang alam menjadi lebih mudah terbakar. Perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan lainnya juga tersebar luas di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Setelah musim kebakaran yang sangat buruk pada 2015, pemerintah dan sejumlah organisasi berusaha membalikkan sebagian kerusakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Musim kebakaran mulai terlihat dari satelit<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Musim kebakaran Indonesia 2026 telah berlangsung ketika instrumen Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer atau MODIS pada satelit Aqua milik NASA mengambil gambar wilayah Indonesia pada 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam peta yang menyertai pengamatan tersebut, setiap titik merah menunjukkan satu deteksi kebakaran. Artinya, sensor satelit dan algoritma telah menemukan piksel dengan anomali suhu yang berkaitan dengan kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Namun, satu titik tidak selalu mewakili satu kebakaran. Satu peristiwa kebakaran dapat menghasilkan beberapa deteksi sekaligus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kebakaran gambut merupakan persoalan berulang bagi Indonesia. Negara ini memiliki sekitar 36 persen dari seluruh lahan gambut tropis dunia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pada kondisi normal, bentang alam tersebut berada dalam keadaan basah. Namun, kekeringan parah dapat membuat lahan gambut mengering dan terbakar. Selama tiga dekade terakhir, kondisi serupa berulang kali memicu kebakaran berkepanjangan yang menyelimuti wilayah luas dengan asap selama berminggu-minggu serta mengganggu kehidupan jutaan orang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"\"<\/figure>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      El Ni\u00f1o memperkuat musim kering<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kebakaran hutan dan lahan terjadi setiap tahun di Indonesia. Namun, beberapa musim kebakaran paling merusak dalam beberapa dekade terakhir berlangsung ketika terjadi El Ni\u00f1o, terutama pada 1997 dan 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pada Agustus 2026, Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat atau NOAA menyatakan El Ni\u00f1o telah terjadi dan sedang menguat. Pola iklim tersebut biasanya menyebabkan penurunan curah hujan secara tajam di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kondisi pengeringan dapat menjadi lebih parah ketika El Ni\u00f1o berlangsung bersamaan dengan fase positif Indian Ocean Dipole atau IOD. Fase positif IOD juga sedang terjadi pada periode tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Peneliti Universitas Columbia, Robert Field, mengatakan aktivitas kebakaran di Indonesia meningkat tajam meskipun musim kebakaran baru berlangsung sekitar tiga pekan. Polanya dinilai serupa dengan situasi pada 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Menurut Field, El Ni\u00f1o yang kuat membuat musim kemarau menjadi lebih kering di daerah-daerah rawan kebakaran. Kondisi tersebut kemudian memperburuk aktivitas kebakaran, sebagaimana telah diperkirakan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Perbandingan dengan 2015 menjadi perhatian karena kebakaran pada tahun itu berlangsung lebih dari tiga bulan. Kebakaran tersebut menghasilkan sekitar 1,75 miliar ton emisi setara gas rumah kaca, lebih besar dibandingkan emisi tahunan Jepang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Hingga 2 September 2026, kebakaran di Indonesia telah berlangsung selama sekitar satu bulan. Emisi yang dihasilkan diperkirakan telah mencapai sekitar 10 persen dari jumlah emisi selama krisis kebakaran 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Api dapat bertahan hingga hujan datang<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Indonesia mengalami kekeringan parah dan meluas pada 2026, menyerupai keadaan pada 2015. Data badan meteorologi Indonesia menunjukkan sekitar 90 persen wilayah negara menerima sedikit hujan atau tidak mengalami hujan pada awal Agustus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam kondisi normal, endapan gambut di Kalimantan, Sumatra, dan Papua terlalu basah untuk memungkinkan api bergerak di bawah tanah. Kekeringan mengubah keadaan tersebut dan memungkinkan api masuk ke lapisan gambut serta terus membara di bawah permukaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cKetika api masuk ke bawah tanah, api itu tidak akan berhenti,\u201d kata Field.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia memperkirakan kebakaran bawah tanah dapat terus berlangsung sampai hujan turun pada Oktober atau November.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pemerintah Indonesia menggunakan pengamatan satelit NASA dan NOAA untuk memantau kebakaran aktif hampir secara langsung. MODIS dan Visible Infrared Imaging Radiometer Suite atau VIIRS menjadi dua instrumen utama yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Platform pemantauan kebakaran SiPongi milik Kementerian Kehutanan juga memanfaatkan data MODIS dan VIIRS. Sistem tersebut mencatat 946 titik panas pada 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kebakaran terburuk justru sulit terlihat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pemantauan melalui satelit memiliki keterbatasan. MODIS dan VIIRS dapat mengalami kesulitan mendeteksi api yang tertutup asap tebal atau awan, berada di bawah tajuk hutan, maupun membara di dalam lapisan gambut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ketika kebakaran di Indonesia menjadi semakin intens, jumlah api yang terdeteksi MODIS atau VIIRS terkadang justru menurun. Hal itu terjadi karena asap kebakaran menghalangi pandangan satelit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Mark Cochrane, ahli ekologi dari University of Maryland Center for Environmental Science, mengatakan peristiwa asap terburuk secara paradoks dapat menjadi kondisi yang paling sulit diamati dari luar angkasa menggunakan MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Cochrane telah melakukan penelitian lapangan mengenai kebakaran gambut di Indonesia selama hampir satu dekade.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kerentanan terbentuk sejak beberapa dekade lalu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebagian kerentanan Indonesia terhadap kebakaran saat ini dapat ditelusuri hingga beberapa dekade lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Menurut Cochrane, pembangunan kanal irigasi secara luas dan pengeringan rawa gambut pada dekade 1990-an telah menurunkan muka air di kawasan lahan basah. Sebagian pembangunan tersebut dilakukan untuk membuka kawasan pertanian padi berskala besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Penurunan muka air membuat bentang alam menjadi lebih mudah terbakar. Perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan lainnya juga tersebar luas di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Setelah musim kebakaran yang sangat buruk pada 2015, pemerintah dan sejumlah organisasi berusaha membalikkan sebagian kerusakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kebakaran gambut juga menghasilkan sulfur dioksida lima kali lebih banyak, karbon organik tiga kali lebih banyak, serta metana dan karbon monoksida dua kali lebih banyak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Musim kebakaran mulai terlihat dari satelit<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Musim kebakaran Indonesia 2026 telah berlangsung ketika instrumen Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer atau MODIS pada satelit Aqua milik NASA mengambil gambar wilayah Indonesia pada 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dalam peta yang menyertai pengamatan tersebut, setiap titik merah menunjukkan satu deteksi kebakaran. Artinya, sensor satelit dan algoritma telah menemukan piksel dengan anomali suhu yang berkaitan dengan kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Namun, satu titik tidak selalu mewakili satu kebakaran. Satu peristiwa kebakaran dapat menghasilkan beberapa deteksi sekaligus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kebakaran gambut merupakan persoalan berulang bagi Indonesia. Negara ini memiliki sekitar 36 persen dari seluruh lahan gambut tropis dunia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pada kondisi normal, bentang alam tersebut berada dalam keadaan basah. Namun, kekeringan parah dapat membuat lahan gambut mengering dan terbakar. Selama tiga dekade terakhir, kondisi serupa berulang kali memicu kebakaran berkepanjangan yang menyelimuti wilayah luas dengan asap selama berminggu-minggu serta mengganggu kehidupan jutaan orang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"\"<\/figure>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                El Ni\u00f1o memperkuat musim kering<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kebakaran hutan dan lahan terjadi setiap tahun di Indonesia. Namun, beberapa musim kebakaran paling merusak dalam beberapa dekade terakhir berlangsung ketika terjadi El Ni\u00f1o, terutama pada 1997 dan 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pada Agustus 2026, Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat atau NOAA menyatakan El Ni\u00f1o telah terjadi dan sedang menguat. Pola iklim tersebut biasanya menyebabkan penurunan curah hujan secara tajam di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kondisi pengeringan dapat menjadi lebih parah ketika El Ni\u00f1o berlangsung bersamaan dengan fase positif Indian Ocean Dipole atau IOD. Fase positif IOD juga sedang terjadi pada periode tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Peneliti Universitas Columbia, Robert Field, mengatakan aktivitas kebakaran di Indonesia meningkat tajam meskipun musim kebakaran baru berlangsung sekitar tiga pekan. Polanya dinilai serupa dengan situasi pada 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Menurut Field, El Ni\u00f1o yang kuat membuat musim kemarau menjadi lebih kering di daerah-daerah rawan kebakaran. Kondisi tersebut kemudian memperburuk aktivitas kebakaran, sebagaimana telah diperkirakan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Perbandingan dengan 2015 menjadi perhatian karena kebakaran pada tahun itu berlangsung lebih dari tiga bulan. Kebakaran tersebut menghasilkan sekitar 1,75 miliar ton emisi setara gas rumah kaca, lebih besar dibandingkan emisi tahunan Jepang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Hingga 2 September 2026, kebakaran di Indonesia telah berlangsung selama sekitar satu bulan. Emisi yang dihasilkan diperkirakan telah mencapai sekitar 10 persen dari jumlah emisi selama krisis kebakaran 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Api dapat bertahan hingga hujan datang<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Indonesia mengalami kekeringan parah dan meluas pada 2026, menyerupai keadaan pada 2015. Data badan meteorologi Indonesia menunjukkan sekitar 90 persen wilayah negara menerima sedikit hujan atau tidak mengalami hujan pada awal Agustus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dalam kondisi normal, endapan gambut di Kalimantan, Sumatra, dan Papua terlalu basah untuk memungkinkan api bergerak di bawah tanah. Kekeringan mengubah keadaan tersebut dan memungkinkan api masuk ke lapisan gambut serta terus membara di bawah permukaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cKetika api masuk ke bawah tanah, api itu tidak akan berhenti,\u201d kata Field.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia memperkirakan kebakaran bawah tanah dapat terus berlangsung sampai hujan turun pada Oktober atau November.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pemerintah Indonesia menggunakan pengamatan satelit NASA dan NOAA untuk memantau kebakaran aktif hampir secara langsung. MODIS dan Visible Infrared Imaging Radiometer Suite atau VIIRS menjadi dua instrumen utama yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Platform pemantauan kebakaran SiPongi milik Kementerian Kehutanan juga memanfaatkan data MODIS dan VIIRS. Sistem tersebut mencatat 946 titik panas pada 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kebakaran terburuk justru sulit terlihat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pemantauan melalui satelit memiliki keterbatasan. MODIS dan VIIRS dapat mengalami kesulitan mendeteksi api yang tertutup asap tebal atau awan, berada di bawah tajuk hutan, maupun membara di dalam lapisan gambut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ketika kebakaran di Indonesia menjadi semakin intens, jumlah api yang terdeteksi MODIS atau VIIRS terkadang justru menurun. Hal itu terjadi karena asap kebakaran menghalangi pandangan satelit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Mark Cochrane, ahli ekologi dari University of Maryland Center for Environmental Science, mengatakan peristiwa asap terburuk secara paradoks dapat menjadi kondisi yang paling sulit diamati dari luar angkasa menggunakan MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Cochrane telah melakukan penelitian lapangan mengenai kebakaran gambut di Indonesia selama hampir satu dekade.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kerentanan terbentuk sejak beberapa dekade lalu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sebagian kerentanan Indonesia terhadap kebakaran saat ini dapat ditelusuri hingga beberapa dekade lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Menurut Cochrane, pembangunan kanal irigasi secara luas dan pengeringan rawa gambut pada dekade 1990-an telah menurunkan muka air di kawasan lahan basah. Sebagian pembangunan tersebut dilakukan untuk membuka kawasan pertanian padi berskala besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Penurunan muka air membuat bentang alam menjadi lebih mudah terbakar. Perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan lainnya juga tersebar luas di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Setelah musim kebakaran yang sangat buruk pada 2015, pemerintah dan sejumlah organisasi berusaha membalikkan sebagian kerusakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Laman 2 of 7 1 2 3 … 7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berdasarkan salah satu estimasi yang dikutip dalam laporan ScienceDaily<\/a>, kebakaran gambut menghasilkan partikel halus tiga kali lebih banyak dibandingkan kebakaran hutan tropis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kebakaran gambut juga menghasilkan sulfur dioksida lima kali lebih banyak, karbon organik tiga kali lebih banyak, serta metana dan karbon monoksida dua kali lebih banyak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Musim kebakaran mulai terlihat dari satelit<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Musim kebakaran Indonesia 2026 telah berlangsung ketika instrumen Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer atau MODIS pada satelit Aqua milik NASA mengambil gambar wilayah Indonesia pada 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dalam peta yang menyertai pengamatan tersebut, setiap titik merah menunjukkan satu deteksi kebakaran. Artinya, sensor satelit dan algoritma telah menemukan piksel dengan anomali suhu yang berkaitan dengan kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Namun, satu titik tidak selalu mewakili satu kebakaran. Satu peristiwa kebakaran dapat menghasilkan beberapa deteksi sekaligus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kebakaran gambut merupakan persoalan berulang bagi Indonesia. Negara ini memiliki sekitar 36 persen dari seluruh lahan gambut tropis dunia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pada kondisi normal, bentang alam tersebut berada dalam keadaan basah. Namun, kekeringan parah dapat membuat lahan gambut mengering dan terbakar. Selama tiga dekade terakhir, kondisi serupa berulang kali memicu kebakaran berkepanjangan yang menyelimuti wilayah luas dengan asap selama berminggu-minggu serta mengganggu kehidupan jutaan orang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"\"<\/figure>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          El Ni\u00f1o memperkuat musim kering<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kebakaran hutan dan lahan terjadi setiap tahun di Indonesia. Namun, beberapa musim kebakaran paling merusak dalam beberapa dekade terakhir berlangsung ketika terjadi El Ni\u00f1o, terutama pada 1997 dan 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pada Agustus 2026, Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat atau NOAA menyatakan El Ni\u00f1o telah terjadi dan sedang menguat. Pola iklim tersebut biasanya menyebabkan penurunan curah hujan secara tajam di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kondisi pengeringan dapat menjadi lebih parah ketika El Ni\u00f1o berlangsung bersamaan dengan fase positif Indian Ocean Dipole atau IOD. Fase positif IOD juga sedang terjadi pada periode tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Peneliti Universitas Columbia, Robert Field, mengatakan aktivitas kebakaran di Indonesia meningkat tajam meskipun musim kebakaran baru berlangsung sekitar tiga pekan. Polanya dinilai serupa dengan situasi pada 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Menurut Field, El Ni\u00f1o yang kuat membuat musim kemarau menjadi lebih kering di daerah-daerah rawan kebakaran. Kondisi tersebut kemudian memperburuk aktivitas kebakaran, sebagaimana telah diperkirakan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Perbandingan dengan 2015 menjadi perhatian karena kebakaran pada tahun itu berlangsung lebih dari tiga bulan. Kebakaran tersebut menghasilkan sekitar 1,75 miliar ton emisi setara gas rumah kaca, lebih besar dibandingkan emisi tahunan Jepang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Hingga 2 September 2026, kebakaran di Indonesia telah berlangsung selama sekitar satu bulan. Emisi yang dihasilkan diperkirakan telah mencapai sekitar 10 persen dari jumlah emisi selama krisis kebakaran 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Api dapat bertahan hingga hujan datang<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Indonesia mengalami kekeringan parah dan meluas pada 2026, menyerupai keadaan pada 2015. Data badan meteorologi Indonesia menunjukkan sekitar 90 persen wilayah negara menerima sedikit hujan atau tidak mengalami hujan pada awal Agustus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dalam kondisi normal, endapan gambut di Kalimantan, Sumatra, dan Papua terlalu basah untuk memungkinkan api bergerak di bawah tanah. Kekeringan mengubah keadaan tersebut dan memungkinkan api masuk ke lapisan gambut serta terus membara di bawah permukaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cKetika api masuk ke bawah tanah, api itu tidak akan berhenti,\u201d kata Field.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia memperkirakan kebakaran bawah tanah dapat terus berlangsung sampai hujan turun pada Oktober atau November.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pemerintah Indonesia menggunakan pengamatan satelit NASA dan NOAA untuk memantau kebakaran aktif hampir secara langsung. MODIS dan Visible Infrared Imaging Radiometer Suite atau VIIRS menjadi dua instrumen utama yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Platform pemantauan kebakaran SiPongi milik Kementerian Kehutanan juga memanfaatkan data MODIS dan VIIRS. Sistem tersebut mencatat 946 titik panas pada 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kebakaran terburuk justru sulit terlihat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pemantauan melalui satelit memiliki keterbatasan. MODIS dan VIIRS dapat mengalami kesulitan mendeteksi api yang tertutup asap tebal atau awan, berada di bawah tajuk hutan, maupun membara di dalam lapisan gambut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ketika kebakaran di Indonesia menjadi semakin intens, jumlah api yang terdeteksi MODIS atau VIIRS terkadang justru menurun. Hal itu terjadi karena asap kebakaran menghalangi pandangan satelit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Mark Cochrane, ahli ekologi dari University of Maryland Center for Environmental Science, mengatakan peristiwa asap terburuk secara paradoks dapat menjadi kondisi yang paling sulit diamati dari luar angkasa menggunakan MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Cochrane telah melakukan penelitian lapangan mengenai kebakaran gambut di Indonesia selama hampir satu dekade.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kerentanan terbentuk sejak beberapa dekade lalu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebagian kerentanan Indonesia terhadap kebakaran saat ini dapat ditelusuri hingga beberapa dekade lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Menurut Cochrane, pembangunan kanal irigasi secara luas dan pengeringan rawa gambut pada dekade 1990-an telah menurunkan muka air di kawasan lahan basah. Sebagian pembangunan tersebut dilakukan untuk membuka kawasan pertanian padi berskala besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Penurunan muka air membuat bentang alam menjadi lebih mudah terbakar. Perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan lainnya juga tersebar luas di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Setelah musim kebakaran yang sangat buruk pada 2015, pemerintah dan sejumlah organisasi berusaha membalikkan sebagian kerusakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Api dapat terus bergerak di bawah permukaan tanah. Kondisi tersebut membuat kebakaran gambut sangat sulit dipadamkan sekaligus menghasilkan polusi dalam jumlah besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berdasarkan salah satu estimasi yang dikutip dalam laporan ScienceDaily<\/a>, kebakaran gambut menghasilkan partikel halus tiga kali lebih banyak dibandingkan kebakaran hutan tropis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kebakaran gambut juga menghasilkan sulfur dioksida lima kali lebih banyak, karbon organik tiga kali lebih banyak, serta metana dan karbon monoksida dua kali lebih banyak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Musim kebakaran mulai terlihat dari satelit<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Musim kebakaran Indonesia 2026 telah berlangsung ketika instrumen Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer atau MODIS pada satelit Aqua milik NASA mengambil gambar wilayah Indonesia pada 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dalam peta yang menyertai pengamatan tersebut, setiap titik merah menunjukkan satu deteksi kebakaran. Artinya, sensor satelit dan algoritma telah menemukan piksel dengan anomali suhu yang berkaitan dengan kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Namun, satu titik tidak selalu mewakili satu kebakaran. Satu peristiwa kebakaran dapat menghasilkan beberapa deteksi sekaligus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kebakaran gambut merupakan persoalan berulang bagi Indonesia. Negara ini memiliki sekitar 36 persen dari seluruh lahan gambut tropis dunia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pada kondisi normal, bentang alam tersebut berada dalam keadaan basah. Namun, kekeringan parah dapat membuat lahan gambut mengering dan terbakar. Selama tiga dekade terakhir, kondisi serupa berulang kali memicu kebakaran berkepanjangan yang menyelimuti wilayah luas dengan asap selama berminggu-minggu serta mengganggu kehidupan jutaan orang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"\"<\/figure>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    El Ni\u00f1o memperkuat musim kering<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kebakaran hutan dan lahan terjadi setiap tahun di Indonesia. Namun, beberapa musim kebakaran paling merusak dalam beberapa dekade terakhir berlangsung ketika terjadi El Ni\u00f1o, terutama pada 1997 dan 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pada Agustus 2026, Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat atau NOAA menyatakan El Ni\u00f1o telah terjadi dan sedang menguat. Pola iklim tersebut biasanya menyebabkan penurunan curah hujan secara tajam di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kondisi pengeringan dapat menjadi lebih parah ketika El Ni\u00f1o berlangsung bersamaan dengan fase positif Indian Ocean Dipole atau IOD. Fase positif IOD juga sedang terjadi pada periode tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Peneliti Universitas Columbia, Robert Field, mengatakan aktivitas kebakaran di Indonesia meningkat tajam meskipun musim kebakaran baru berlangsung sekitar tiga pekan. Polanya dinilai serupa dengan situasi pada 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Menurut Field, El Ni\u00f1o yang kuat membuat musim kemarau menjadi lebih kering di daerah-daerah rawan kebakaran. Kondisi tersebut kemudian memperburuk aktivitas kebakaran, sebagaimana telah diperkirakan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Perbandingan dengan 2015 menjadi perhatian karena kebakaran pada tahun itu berlangsung lebih dari tiga bulan. Kebakaran tersebut menghasilkan sekitar 1,75 miliar ton emisi setara gas rumah kaca, lebih besar dibandingkan emisi tahunan Jepang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Hingga 2 September 2026, kebakaran di Indonesia telah berlangsung selama sekitar satu bulan. Emisi yang dihasilkan diperkirakan telah mencapai sekitar 10 persen dari jumlah emisi selama krisis kebakaran 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Api dapat bertahan hingga hujan datang<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Indonesia mengalami kekeringan parah dan meluas pada 2026, menyerupai keadaan pada 2015. Data badan meteorologi Indonesia menunjukkan sekitar 90 persen wilayah negara menerima sedikit hujan atau tidak mengalami hujan pada awal Agustus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dalam kondisi normal, endapan gambut di Kalimantan, Sumatra, dan Papua terlalu basah untuk memungkinkan api bergerak di bawah tanah. Kekeringan mengubah keadaan tersebut dan memungkinkan api masuk ke lapisan gambut serta terus membara di bawah permukaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cKetika api masuk ke bawah tanah, api itu tidak akan berhenti,\u201d kata Field.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia memperkirakan kebakaran bawah tanah dapat terus berlangsung sampai hujan turun pada Oktober atau November.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pemerintah Indonesia menggunakan pengamatan satelit NASA dan NOAA untuk memantau kebakaran aktif hampir secara langsung. MODIS dan Visible Infrared Imaging Radiometer Suite atau VIIRS menjadi dua instrumen utama yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Platform pemantauan kebakaran SiPongi milik Kementerian Kehutanan juga memanfaatkan data MODIS dan VIIRS. Sistem tersebut mencatat 946 titik panas pada 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kebakaran terburuk justru sulit terlihat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pemantauan melalui satelit memiliki keterbatasan. MODIS dan VIIRS dapat mengalami kesulitan mendeteksi api yang tertutup asap tebal atau awan, berada di bawah tajuk hutan, maupun membara di dalam lapisan gambut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ketika kebakaran di Indonesia menjadi semakin intens, jumlah api yang terdeteksi MODIS atau VIIRS terkadang justru menurun. Hal itu terjadi karena asap kebakaran menghalangi pandangan satelit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Mark Cochrane, ahli ekologi dari University of Maryland Center for Environmental Science, mengatakan peristiwa asap terburuk secara paradoks dapat menjadi kondisi yang paling sulit diamati dari luar angkasa menggunakan MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Cochrane telah melakukan penelitian lapangan mengenai kebakaran gambut di Indonesia selama hampir satu dekade.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kerentanan terbentuk sejak beberapa dekade lalu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sebagian kerentanan Indonesia terhadap kebakaran saat ini dapat ditelusuri hingga beberapa dekade lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Menurut Cochrane, pembangunan kanal irigasi secara luas dan pengeringan rawa gambut pada dekade 1990-an telah menurunkan muka air di kawasan lahan basah. Sebagian pembangunan tersebut dilakukan untuk membuka kawasan pertanian padi berskala besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Penurunan muka air membuat bentang alam menjadi lebih mudah terbakar. Perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan lainnya juga tersebar luas di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Setelah musim kebakaran yang sangat buruk pada 2015, pemerintah dan sejumlah organisasi berusaha membalikkan sebagian kerusakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              PROBACA.COM <\/strong>- Kebakaran gambut tropis merupakan salah satu jenis kebakaran paling berbahaya dan sulit ditangani. Tidak seperti kebakaran yang menjalar cepat melalui pohon dan tumbuhan, api gambut membara di dalam tanah lahan basah yang telah mengering serta tumpukan gambut dalam suhu relatif rendah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Api dapat terus bergerak di bawah permukaan tanah. Kondisi tersebut membuat kebakaran gambut sangat sulit dipadamkan sekaligus menghasilkan polusi dalam jumlah besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berdasarkan salah satu estimasi yang dikutip dalam laporan ScienceDaily<\/a>, kebakaran gambut menghasilkan partikel halus tiga kali lebih banyak dibandingkan kebakaran hutan tropis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kebakaran gambut juga menghasilkan sulfur dioksida lima kali lebih banyak, karbon organik tiga kali lebih banyak, serta metana dan karbon monoksida dua kali lebih banyak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Musim kebakaran mulai terlihat dari satelit<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Musim kebakaran Indonesia 2026 telah berlangsung ketika instrumen Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer atau MODIS pada satelit Aqua milik NASA mengambil gambar wilayah Indonesia pada 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dalam peta yang menyertai pengamatan tersebut, setiap titik merah menunjukkan satu deteksi kebakaran. Artinya, sensor satelit dan algoritma telah menemukan piksel dengan anomali suhu yang berkaitan dengan kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Namun, satu titik tidak selalu mewakili satu kebakaran. Satu peristiwa kebakaran dapat menghasilkan beberapa deteksi sekaligus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kebakaran gambut merupakan persoalan berulang bagi Indonesia. Negara ini memiliki sekitar 36 persen dari seluruh lahan gambut tropis dunia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pada kondisi normal, bentang alam tersebut berada dalam keadaan basah. Namun, kekeringan parah dapat membuat lahan gambut mengering dan terbakar. Selama tiga dekade terakhir, kondisi serupa berulang kali memicu kebakaran berkepanjangan yang menyelimuti wilayah luas dengan asap selama berminggu-minggu serta mengganggu kehidupan jutaan orang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"\"<\/figure>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              El Ni\u00f1o memperkuat musim kering<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kebakaran hutan dan lahan terjadi setiap tahun di Indonesia. Namun, beberapa musim kebakaran paling merusak dalam beberapa dekade terakhir berlangsung ketika terjadi El Ni\u00f1o, terutama pada 1997 dan 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pada Agustus 2026, Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat atau NOAA menyatakan El Ni\u00f1o telah terjadi dan sedang menguat. Pola iklim tersebut biasanya menyebabkan penurunan curah hujan secara tajam di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kondisi pengeringan dapat menjadi lebih parah ketika El Ni\u00f1o berlangsung bersamaan dengan fase positif Indian Ocean Dipole atau IOD. Fase positif IOD juga sedang terjadi pada periode tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Peneliti Universitas Columbia, Robert Field, mengatakan aktivitas kebakaran di Indonesia meningkat tajam meskipun musim kebakaran baru berlangsung sekitar tiga pekan. Polanya dinilai serupa dengan situasi pada 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Menurut Field, El Ni\u00f1o yang kuat membuat musim kemarau menjadi lebih kering di daerah-daerah rawan kebakaran. Kondisi tersebut kemudian memperburuk aktivitas kebakaran, sebagaimana telah diperkirakan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Perbandingan dengan 2015 menjadi perhatian karena kebakaran pada tahun itu berlangsung lebih dari tiga bulan. Kebakaran tersebut menghasilkan sekitar 1,75 miliar ton emisi setara gas rumah kaca, lebih besar dibandingkan emisi tahunan Jepang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Hingga 2 September 2026, kebakaran di Indonesia telah berlangsung selama sekitar satu bulan. Emisi yang dihasilkan diperkirakan telah mencapai sekitar 10 persen dari jumlah emisi selama krisis kebakaran 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Api dapat bertahan hingga hujan datang<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Indonesia mengalami kekeringan parah dan meluas pada 2026, menyerupai keadaan pada 2015. Data badan meteorologi Indonesia menunjukkan sekitar 90 persen wilayah negara menerima sedikit hujan atau tidak mengalami hujan pada awal Agustus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dalam kondisi normal, endapan gambut di Kalimantan, Sumatra, dan Papua terlalu basah untuk memungkinkan api bergerak di bawah tanah. Kekeringan mengubah keadaan tersebut dan memungkinkan api masuk ke lapisan gambut serta terus membara di bawah permukaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cKetika api masuk ke bawah tanah, api itu tidak akan berhenti,\u201d kata Field.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia memperkirakan kebakaran bawah tanah dapat terus berlangsung sampai hujan turun pada Oktober atau November.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pemerintah Indonesia menggunakan pengamatan satelit NASA dan NOAA untuk memantau kebakaran aktif hampir secara langsung. MODIS dan Visible Infrared Imaging Radiometer Suite atau VIIRS menjadi dua instrumen utama yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Platform pemantauan kebakaran SiPongi milik Kementerian Kehutanan juga memanfaatkan data MODIS dan VIIRS. Sistem tersebut mencatat 946 titik panas pada 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kebakaran terburuk justru sulit terlihat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pemantauan melalui satelit memiliki keterbatasan. MODIS dan VIIRS dapat mengalami kesulitan mendeteksi api yang tertutup asap tebal atau awan, berada di bawah tajuk hutan, maupun membara di dalam lapisan gambut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ketika kebakaran di Indonesia menjadi semakin intens, jumlah api yang terdeteksi MODIS atau VIIRS terkadang justru menurun. Hal itu terjadi karena asap kebakaran menghalangi pandangan satelit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Mark Cochrane, ahli ekologi dari University of Maryland Center for Environmental Science, mengatakan peristiwa asap terburuk secara paradoks dapat menjadi kondisi yang paling sulit diamati dari luar angkasa menggunakan MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Cochrane telah melakukan penelitian lapangan mengenai kebakaran gambut di Indonesia selama hampir satu dekade.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kerentanan terbentuk sejak beberapa dekade lalu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebagian kerentanan Indonesia terhadap kebakaran saat ini dapat ditelusuri hingga beberapa dekade lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Menurut Cochrane, pembangunan kanal irigasi secara luas dan pengeringan rawa gambut pada dekade 1990-an telah menurunkan muka air di kawasan lahan basah. Sebagian pembangunan tersebut dilakukan untuk membuka kawasan pertanian padi berskala besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Penurunan muka air membuat bentang alam menjadi lebih mudah terbakar. Perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan lainnya juga tersebar luas di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Setelah musim kebakaran yang sangat buruk pada 2015, pemerintah dan sejumlah organisasi berusaha membalikkan sebagian kerusakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cSelain itu, Wisuda BIPA Angkatan I di Universitas Majma'ah menjadi sinyal optimisme inisiasi kerja sama yang lebih maju dalam bidang bahasa dan budaya Indonesia antara Indonesia dan Arab Saudi,\u201d tutup Irfan. (*)<\/p>\n","post_title":"Jembatan Budaya Dua Negara: Universitas Majma\u2019ah Gelar Wisuda Perdana Kursus Bahasa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jembatan-budaya-dua-negara-universitas-majmaah-gelar-wisuda-perdana-kursus-bahasa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-10 09:46:05","post_modified_gmt":"2026-09-10 01:46:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3271","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3148,"post_author":"1","post_date":"2026-09-07 23:07:21","post_date_gmt":"2026-09-07 15:07:21","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        PROBACA.COM <\/strong>- Kebakaran gambut tropis merupakan salah satu jenis kebakaran paling berbahaya dan sulit ditangani. Tidak seperti kebakaran yang menjalar cepat melalui pohon dan tumbuhan, api gambut membara di dalam tanah lahan basah yang telah mengering serta tumpukan gambut dalam suhu relatif rendah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Api dapat terus bergerak di bawah permukaan tanah. Kondisi tersebut membuat kebakaran gambut sangat sulit dipadamkan sekaligus menghasilkan polusi dalam jumlah besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berdasarkan salah satu estimasi yang dikutip dalam laporan ScienceDaily<\/a>, kebakaran gambut menghasilkan partikel halus tiga kali lebih banyak dibandingkan kebakaran hutan tropis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kebakaran gambut juga menghasilkan sulfur dioksida lima kali lebih banyak, karbon organik tiga kali lebih banyak, serta metana dan karbon monoksida dua kali lebih banyak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Musim kebakaran mulai terlihat dari satelit<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Musim kebakaran Indonesia 2026 telah berlangsung ketika instrumen Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer atau MODIS pada satelit Aqua milik NASA mengambil gambar wilayah Indonesia pada 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dalam peta yang menyertai pengamatan tersebut, setiap titik merah menunjukkan satu deteksi kebakaran. Artinya, sensor satelit dan algoritma telah menemukan piksel dengan anomali suhu yang berkaitan dengan kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Namun, satu titik tidak selalu mewakili satu kebakaran. Satu peristiwa kebakaran dapat menghasilkan beberapa deteksi sekaligus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kebakaran gambut merupakan persoalan berulang bagi Indonesia. Negara ini memiliki sekitar 36 persen dari seluruh lahan gambut tropis dunia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pada kondisi normal, bentang alam tersebut berada dalam keadaan basah. Namun, kekeringan parah dapat membuat lahan gambut mengering dan terbakar. Selama tiga dekade terakhir, kondisi serupa berulang kali memicu kebakaran berkepanjangan yang menyelimuti wilayah luas dengan asap selama berminggu-minggu serta mengganggu kehidupan jutaan orang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"\"<\/figure>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        El Ni\u00f1o memperkuat musim kering<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kebakaran hutan dan lahan terjadi setiap tahun di Indonesia. Namun, beberapa musim kebakaran paling merusak dalam beberapa dekade terakhir berlangsung ketika terjadi El Ni\u00f1o, terutama pada 1997 dan 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pada Agustus 2026, Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat atau NOAA menyatakan El Ni\u00f1o telah terjadi dan sedang menguat. Pola iklim tersebut biasanya menyebabkan penurunan curah hujan secara tajam di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kondisi pengeringan dapat menjadi lebih parah ketika El Ni\u00f1o berlangsung bersamaan dengan fase positif Indian Ocean Dipole atau IOD. Fase positif IOD juga sedang terjadi pada periode tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Peneliti Universitas Columbia, Robert Field, mengatakan aktivitas kebakaran di Indonesia meningkat tajam meskipun musim kebakaran baru berlangsung sekitar tiga pekan. Polanya dinilai serupa dengan situasi pada 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Menurut Field, El Ni\u00f1o yang kuat membuat musim kemarau menjadi lebih kering di daerah-daerah rawan kebakaran. Kondisi tersebut kemudian memperburuk aktivitas kebakaran, sebagaimana telah diperkirakan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Perbandingan dengan 2015 menjadi perhatian karena kebakaran pada tahun itu berlangsung lebih dari tiga bulan. Kebakaran tersebut menghasilkan sekitar 1,75 miliar ton emisi setara gas rumah kaca, lebih besar dibandingkan emisi tahunan Jepang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Hingga 2 September 2026, kebakaran di Indonesia telah berlangsung selama sekitar satu bulan. Emisi yang dihasilkan diperkirakan telah mencapai sekitar 10 persen dari jumlah emisi selama krisis kebakaran 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Api dapat bertahan hingga hujan datang<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Indonesia mengalami kekeringan parah dan meluas pada 2026, menyerupai keadaan pada 2015. Data badan meteorologi Indonesia menunjukkan sekitar 90 persen wilayah negara menerima sedikit hujan atau tidak mengalami hujan pada awal Agustus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dalam kondisi normal, endapan gambut di Kalimantan, Sumatra, dan Papua terlalu basah untuk memungkinkan api bergerak di bawah tanah. Kekeringan mengubah keadaan tersebut dan memungkinkan api masuk ke lapisan gambut serta terus membara di bawah permukaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cKetika api masuk ke bawah tanah, api itu tidak akan berhenti,\u201d kata Field.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia memperkirakan kebakaran bawah tanah dapat terus berlangsung sampai hujan turun pada Oktober atau November.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pemerintah Indonesia menggunakan pengamatan satelit NASA dan NOAA untuk memantau kebakaran aktif hampir secara langsung. MODIS dan Visible Infrared Imaging Radiometer Suite atau VIIRS menjadi dua instrumen utama yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Platform pemantauan kebakaran SiPongi milik Kementerian Kehutanan juga memanfaatkan data MODIS dan VIIRS. Sistem tersebut mencatat 946 titik panas pada 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kebakaran terburuk justru sulit terlihat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pemantauan melalui satelit memiliki keterbatasan. MODIS dan VIIRS dapat mengalami kesulitan mendeteksi api yang tertutup asap tebal atau awan, berada di bawah tajuk hutan, maupun membara di dalam lapisan gambut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ketika kebakaran di Indonesia menjadi semakin intens, jumlah api yang terdeteksi MODIS atau VIIRS terkadang justru menurun. Hal itu terjadi karena asap kebakaran menghalangi pandangan satelit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Mark Cochrane, ahli ekologi dari University of Maryland Center for Environmental Science, mengatakan peristiwa asap terburuk secara paradoks dapat menjadi kondisi yang paling sulit diamati dari luar angkasa menggunakan MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Cochrane telah melakukan penelitian lapangan mengenai kebakaran gambut di Indonesia selama hampir satu dekade.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kerentanan terbentuk sejak beberapa dekade lalu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sebagian kerentanan Indonesia terhadap kebakaran saat ini dapat ditelusuri hingga beberapa dekade lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Menurut Cochrane, pembangunan kanal irigasi secara luas dan pengeringan rawa gambut pada dekade 1990-an telah menurunkan muka air di kawasan lahan basah. Sebagian pembangunan tersebut dilakukan untuk membuka kawasan pertanian padi berskala besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Penurunan muka air membuat bentang alam menjadi lebih mudah terbakar. Perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan lainnya juga tersebar luas di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Setelah musim kebakaran yang sangat buruk pada 2015, pemerintah dan sejumlah organisasi berusaha membalikkan sebagian kerusakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Program BIPA merupakan program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah lewat, yang secara berkelanjutan mendorong tumbuhnya penutur asing Bahasa Indonesia di kancah global. Progam BIPA turut difasilitasi salah satunya oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) kolaborasi dengan Perwakilan RI di negara akreditasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cSelain itu, Wisuda BIPA Angkatan I di Universitas Majma'ah menjadi sinyal optimisme inisiasi kerja sama yang lebih maju dalam bidang bahasa dan budaya Indonesia antara Indonesia dan Arab Saudi,\u201d tutup Irfan. (*)<\/p>\n","post_title":"Jembatan Budaya Dua Negara: Universitas Majma\u2019ah Gelar Wisuda Perdana Kursus Bahasa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jembatan-budaya-dua-negara-universitas-majmaah-gelar-wisuda-perdana-kursus-bahasa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-10 09:46:05","post_modified_gmt":"2026-09-10 01:46:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3271","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3148,"post_author":"1","post_date":"2026-09-07 23:07:21","post_date_gmt":"2026-09-07 15:07:21","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  PROBACA.COM <\/strong>- Kebakaran gambut tropis merupakan salah satu jenis kebakaran paling berbahaya dan sulit ditangani. Tidak seperti kebakaran yang menjalar cepat melalui pohon dan tumbuhan, api gambut membara di dalam tanah lahan basah yang telah mengering serta tumpukan gambut dalam suhu relatif rendah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Api dapat terus bergerak di bawah permukaan tanah. Kondisi tersebut membuat kebakaran gambut sangat sulit dipadamkan sekaligus menghasilkan polusi dalam jumlah besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berdasarkan salah satu estimasi yang dikutip dalam laporan ScienceDaily<\/a>, kebakaran gambut menghasilkan partikel halus tiga kali lebih banyak dibandingkan kebakaran hutan tropis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kebakaran gambut juga menghasilkan sulfur dioksida lima kali lebih banyak, karbon organik tiga kali lebih banyak, serta metana dan karbon monoksida dua kali lebih banyak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Musim kebakaran mulai terlihat dari satelit<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Musim kebakaran Indonesia 2026 telah berlangsung ketika instrumen Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer atau MODIS pada satelit Aqua milik NASA mengambil gambar wilayah Indonesia pada 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam peta yang menyertai pengamatan tersebut, setiap titik merah menunjukkan satu deteksi kebakaran. Artinya, sensor satelit dan algoritma telah menemukan piksel dengan anomali suhu yang berkaitan dengan kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Namun, satu titik tidak selalu mewakili satu kebakaran. Satu peristiwa kebakaran dapat menghasilkan beberapa deteksi sekaligus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kebakaran gambut merupakan persoalan berulang bagi Indonesia. Negara ini memiliki sekitar 36 persen dari seluruh lahan gambut tropis dunia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pada kondisi normal, bentang alam tersebut berada dalam keadaan basah. Namun, kekeringan parah dapat membuat lahan gambut mengering dan terbakar. Selama tiga dekade terakhir, kondisi serupa berulang kali memicu kebakaran berkepanjangan yang menyelimuti wilayah luas dengan asap selama berminggu-minggu serta mengganggu kehidupan jutaan orang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"\"<\/figure>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  El Ni\u00f1o memperkuat musim kering<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kebakaran hutan dan lahan terjadi setiap tahun di Indonesia. Namun, beberapa musim kebakaran paling merusak dalam beberapa dekade terakhir berlangsung ketika terjadi El Ni\u00f1o, terutama pada 1997 dan 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pada Agustus 2026, Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat atau NOAA menyatakan El Ni\u00f1o telah terjadi dan sedang menguat. Pola iklim tersebut biasanya menyebabkan penurunan curah hujan secara tajam di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kondisi pengeringan dapat menjadi lebih parah ketika El Ni\u00f1o berlangsung bersamaan dengan fase positif Indian Ocean Dipole atau IOD. Fase positif IOD juga sedang terjadi pada periode tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Peneliti Universitas Columbia, Robert Field, mengatakan aktivitas kebakaran di Indonesia meningkat tajam meskipun musim kebakaran baru berlangsung sekitar tiga pekan. Polanya dinilai serupa dengan situasi pada 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menurut Field, El Ni\u00f1o yang kuat membuat musim kemarau menjadi lebih kering di daerah-daerah rawan kebakaran. Kondisi tersebut kemudian memperburuk aktivitas kebakaran, sebagaimana telah diperkirakan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Perbandingan dengan 2015 menjadi perhatian karena kebakaran pada tahun itu berlangsung lebih dari tiga bulan. Kebakaran tersebut menghasilkan sekitar 1,75 miliar ton emisi setara gas rumah kaca, lebih besar dibandingkan emisi tahunan Jepang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Hingga 2 September 2026, kebakaran di Indonesia telah berlangsung selama sekitar satu bulan. Emisi yang dihasilkan diperkirakan telah mencapai sekitar 10 persen dari jumlah emisi selama krisis kebakaran 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Api dapat bertahan hingga hujan datang<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Indonesia mengalami kekeringan parah dan meluas pada 2026, menyerupai keadaan pada 2015. Data badan meteorologi Indonesia menunjukkan sekitar 90 persen wilayah negara menerima sedikit hujan atau tidak mengalami hujan pada awal Agustus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam kondisi normal, endapan gambut di Kalimantan, Sumatra, dan Papua terlalu basah untuk memungkinkan api bergerak di bawah tanah. Kekeringan mengubah keadaan tersebut dan memungkinkan api masuk ke lapisan gambut serta terus membara di bawah permukaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cKetika api masuk ke bawah tanah, api itu tidak akan berhenti,\u201d kata Field.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia memperkirakan kebakaran bawah tanah dapat terus berlangsung sampai hujan turun pada Oktober atau November.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pemerintah Indonesia menggunakan pengamatan satelit NASA dan NOAA untuk memantau kebakaran aktif hampir secara langsung. MODIS dan Visible Infrared Imaging Radiometer Suite atau VIIRS menjadi dua instrumen utama yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Platform pemantauan kebakaran SiPongi milik Kementerian Kehutanan juga memanfaatkan data MODIS dan VIIRS. Sistem tersebut mencatat 946 titik panas pada 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kebakaran terburuk justru sulit terlihat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pemantauan melalui satelit memiliki keterbatasan. MODIS dan VIIRS dapat mengalami kesulitan mendeteksi api yang tertutup asap tebal atau awan, berada di bawah tajuk hutan, maupun membara di dalam lapisan gambut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ketika kebakaran di Indonesia menjadi semakin intens, jumlah api yang terdeteksi MODIS atau VIIRS terkadang justru menurun. Hal itu terjadi karena asap kebakaran menghalangi pandangan satelit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Mark Cochrane, ahli ekologi dari University of Maryland Center for Environmental Science, mengatakan peristiwa asap terburuk secara paradoks dapat menjadi kondisi yang paling sulit diamati dari luar angkasa menggunakan MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Cochrane telah melakukan penelitian lapangan mengenai kebakaran gambut di Indonesia selama hampir satu dekade.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kerentanan terbentuk sejak beberapa dekade lalu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebagian kerentanan Indonesia terhadap kebakaran saat ini dapat ditelusuri hingga beberapa dekade lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menurut Cochrane, pembangunan kanal irigasi secara luas dan pengeringan rawa gambut pada dekade 1990-an telah menurunkan muka air di kawasan lahan basah. Sebagian pembangunan tersebut dilakukan untuk membuka kawasan pertanian padi berskala besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Penurunan muka air membuat bentang alam menjadi lebih mudah terbakar. Perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan lainnya juga tersebar luas di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Setelah musim kebakaran yang sangat buruk pada 2015, pemerintah dan sejumlah organisasi berusaha membalikkan sebagian kerusakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cGunakanlah bahasa Indonesia setiap kali ada kesempatan, dan ceritakan pengalaman anda sekalian dalam mempelajarinya kepada keluarga, teman-teman, dan masyarakat  sekitar,\u201d tegas Dubes.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Program BIPA merupakan program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah lewat, yang secara berkelanjutan mendorong tumbuhnya penutur asing Bahasa Indonesia di kancah global. Progam BIPA turut difasilitasi salah satunya oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) kolaborasi dengan Perwakilan RI di negara akreditasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cSelain itu, Wisuda BIPA Angkatan I di Universitas Majma'ah menjadi sinyal optimisme inisiasi kerja sama yang lebih maju dalam bidang bahasa dan budaya Indonesia antara Indonesia dan Arab Saudi,\u201d tutup Irfan. (*)<\/p>\n","post_title":"Jembatan Budaya Dua Negara: Universitas Majma\u2019ah Gelar Wisuda Perdana Kursus Bahasa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jembatan-budaya-dua-negara-universitas-majmaah-gelar-wisuda-perdana-kursus-bahasa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-10 09:46:05","post_modified_gmt":"2026-09-10 01:46:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3271","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3148,"post_author":"1","post_date":"2026-09-07 23:07:21","post_date_gmt":"2026-09-07 15:07:21","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            PROBACA.COM <\/strong>- Kebakaran gambut tropis merupakan salah satu jenis kebakaran paling berbahaya dan sulit ditangani. Tidak seperti kebakaran yang menjalar cepat melalui pohon dan tumbuhan, api gambut membara di dalam tanah lahan basah yang telah mengering serta tumpukan gambut dalam suhu relatif rendah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Api dapat terus bergerak di bawah permukaan tanah. Kondisi tersebut membuat kebakaran gambut sangat sulit dipadamkan sekaligus menghasilkan polusi dalam jumlah besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berdasarkan salah satu estimasi yang dikutip dalam laporan ScienceDaily<\/a>, kebakaran gambut menghasilkan partikel halus tiga kali lebih banyak dibandingkan kebakaran hutan tropis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kebakaran gambut juga menghasilkan sulfur dioksida lima kali lebih banyak, karbon organik tiga kali lebih banyak, serta metana dan karbon monoksida dua kali lebih banyak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Musim kebakaran mulai terlihat dari satelit<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Musim kebakaran Indonesia 2026 telah berlangsung ketika instrumen Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer atau MODIS pada satelit Aqua milik NASA mengambil gambar wilayah Indonesia pada 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dalam peta yang menyertai pengamatan tersebut, setiap titik merah menunjukkan satu deteksi kebakaran. Artinya, sensor satelit dan algoritma telah menemukan piksel dengan anomali suhu yang berkaitan dengan kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Namun, satu titik tidak selalu mewakili satu kebakaran. Satu peristiwa kebakaran dapat menghasilkan beberapa deteksi sekaligus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kebakaran gambut merupakan persoalan berulang bagi Indonesia. Negara ini memiliki sekitar 36 persen dari seluruh lahan gambut tropis dunia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pada kondisi normal, bentang alam tersebut berada dalam keadaan basah. Namun, kekeringan parah dapat membuat lahan gambut mengering dan terbakar. Selama tiga dekade terakhir, kondisi serupa berulang kali memicu kebakaran berkepanjangan yang menyelimuti wilayah luas dengan asap selama berminggu-minggu serta mengganggu kehidupan jutaan orang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"\"<\/figure>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            El Ni\u00f1o memperkuat musim kering<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kebakaran hutan dan lahan terjadi setiap tahun di Indonesia. Namun, beberapa musim kebakaran paling merusak dalam beberapa dekade terakhir berlangsung ketika terjadi El Ni\u00f1o, terutama pada 1997 dan 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pada Agustus 2026, Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat atau NOAA menyatakan El Ni\u00f1o telah terjadi dan sedang menguat. Pola iklim tersebut biasanya menyebabkan penurunan curah hujan secara tajam di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kondisi pengeringan dapat menjadi lebih parah ketika El Ni\u00f1o berlangsung bersamaan dengan fase positif Indian Ocean Dipole atau IOD. Fase positif IOD juga sedang terjadi pada periode tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Peneliti Universitas Columbia, Robert Field, mengatakan aktivitas kebakaran di Indonesia meningkat tajam meskipun musim kebakaran baru berlangsung sekitar tiga pekan. Polanya dinilai serupa dengan situasi pada 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Menurut Field, El Ni\u00f1o yang kuat membuat musim kemarau menjadi lebih kering di daerah-daerah rawan kebakaran. Kondisi tersebut kemudian memperburuk aktivitas kebakaran, sebagaimana telah diperkirakan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Perbandingan dengan 2015 menjadi perhatian karena kebakaran pada tahun itu berlangsung lebih dari tiga bulan. Kebakaran tersebut menghasilkan sekitar 1,75 miliar ton emisi setara gas rumah kaca, lebih besar dibandingkan emisi tahunan Jepang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Hingga 2 September 2026, kebakaran di Indonesia telah berlangsung selama sekitar satu bulan. Emisi yang dihasilkan diperkirakan telah mencapai sekitar 10 persen dari jumlah emisi selama krisis kebakaran 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Api dapat bertahan hingga hujan datang<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Indonesia mengalami kekeringan parah dan meluas pada 2026, menyerupai keadaan pada 2015. Data badan meteorologi Indonesia menunjukkan sekitar 90 persen wilayah negara menerima sedikit hujan atau tidak mengalami hujan pada awal Agustus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dalam kondisi normal, endapan gambut di Kalimantan, Sumatra, dan Papua terlalu basah untuk memungkinkan api bergerak di bawah tanah. Kekeringan mengubah keadaan tersebut dan memungkinkan api masuk ke lapisan gambut serta terus membara di bawah permukaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cKetika api masuk ke bawah tanah, api itu tidak akan berhenti,\u201d kata Field.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia memperkirakan kebakaran bawah tanah dapat terus berlangsung sampai hujan turun pada Oktober atau November.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pemerintah Indonesia menggunakan pengamatan satelit NASA dan NOAA untuk memantau kebakaran aktif hampir secara langsung. MODIS dan Visible Infrared Imaging Radiometer Suite atau VIIRS menjadi dua instrumen utama yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Platform pemantauan kebakaran SiPongi milik Kementerian Kehutanan juga memanfaatkan data MODIS dan VIIRS. Sistem tersebut mencatat 946 titik panas pada 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kebakaran terburuk justru sulit terlihat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pemantauan melalui satelit memiliki keterbatasan. MODIS dan VIIRS dapat mengalami kesulitan mendeteksi api yang tertutup asap tebal atau awan, berada di bawah tajuk hutan, maupun membara di dalam lapisan gambut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ketika kebakaran di Indonesia menjadi semakin intens, jumlah api yang terdeteksi MODIS atau VIIRS terkadang justru menurun. Hal itu terjadi karena asap kebakaran menghalangi pandangan satelit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Mark Cochrane, ahli ekologi dari University of Maryland Center for Environmental Science, mengatakan peristiwa asap terburuk secara paradoks dapat menjadi kondisi yang paling sulit diamati dari luar angkasa menggunakan MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Cochrane telah melakukan penelitian lapangan mengenai kebakaran gambut di Indonesia selama hampir satu dekade.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kerentanan terbentuk sejak beberapa dekade lalu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sebagian kerentanan Indonesia terhadap kebakaran saat ini dapat ditelusuri hingga beberapa dekade lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Menurut Cochrane, pembangunan kanal irigasi secara luas dan pengeringan rawa gambut pada dekade 1990-an telah menurunkan muka air di kawasan lahan basah. Sebagian pembangunan tersebut dilakukan untuk membuka kawasan pertanian padi berskala besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Penurunan muka air membuat bentang alam menjadi lebih mudah terbakar. Perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan lainnya juga tersebar luas di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Setelah musim kebakaran yang sangat buruk pada 2015, pemerintah dan sejumlah organisasi berusaha membalikkan sebagian kerusakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pesan terakhir disampaikan Dubes Abdul kepada para peserta kursus, agar terus belajar, mencoba, dan berlatih menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cGunakanlah bahasa Indonesia setiap kali ada kesempatan, dan ceritakan pengalaman anda sekalian dalam mempelajarinya kepada keluarga, teman-teman, dan masyarakat  sekitar,\u201d tegas Dubes.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Program BIPA merupakan program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah lewat, yang secara berkelanjutan mendorong tumbuhnya penutur asing Bahasa Indonesia di kancah global. Progam BIPA turut difasilitasi salah satunya oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) kolaborasi dengan Perwakilan RI di negara akreditasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cSelain itu, Wisuda BIPA Angkatan I di Universitas Majma'ah menjadi sinyal optimisme inisiasi kerja sama yang lebih maju dalam bidang bahasa dan budaya Indonesia antara Indonesia dan Arab Saudi,\u201d tutup Irfan. (*)<\/p>\n","post_title":"Jembatan Budaya Dua Negara: Universitas Majma\u2019ah Gelar Wisuda Perdana Kursus Bahasa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jembatan-budaya-dua-negara-universitas-majmaah-gelar-wisuda-perdana-kursus-bahasa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-10 09:46:05","post_modified_gmt":"2026-09-10 01:46:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3271","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3148,"post_author":"1","post_date":"2026-09-07 23:07:21","post_date_gmt":"2026-09-07 15:07:21","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      PROBACA.COM <\/strong>- Kebakaran gambut tropis merupakan salah satu jenis kebakaran paling berbahaya dan sulit ditangani. Tidak seperti kebakaran yang menjalar cepat melalui pohon dan tumbuhan, api gambut membara di dalam tanah lahan basah yang telah mengering serta tumpukan gambut dalam suhu relatif rendah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Api dapat terus bergerak di bawah permukaan tanah. Kondisi tersebut membuat kebakaran gambut sangat sulit dipadamkan sekaligus menghasilkan polusi dalam jumlah besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berdasarkan salah satu estimasi yang dikutip dalam laporan ScienceDaily<\/a>, kebakaran gambut menghasilkan partikel halus tiga kali lebih banyak dibandingkan kebakaran hutan tropis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kebakaran gambut juga menghasilkan sulfur dioksida lima kali lebih banyak, karbon organik tiga kali lebih banyak, serta metana dan karbon monoksida dua kali lebih banyak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Musim kebakaran mulai terlihat dari satelit<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Musim kebakaran Indonesia 2026 telah berlangsung ketika instrumen Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer atau MODIS pada satelit Aqua milik NASA mengambil gambar wilayah Indonesia pada 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam peta yang menyertai pengamatan tersebut, setiap titik merah menunjukkan satu deteksi kebakaran. Artinya, sensor satelit dan algoritma telah menemukan piksel dengan anomali suhu yang berkaitan dengan kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Namun, satu titik tidak selalu mewakili satu kebakaran. Satu peristiwa kebakaran dapat menghasilkan beberapa deteksi sekaligus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kebakaran gambut merupakan persoalan berulang bagi Indonesia. Negara ini memiliki sekitar 36 persen dari seluruh lahan gambut tropis dunia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pada kondisi normal, bentang alam tersebut berada dalam keadaan basah. Namun, kekeringan parah dapat membuat lahan gambut mengering dan terbakar. Selama tiga dekade terakhir, kondisi serupa berulang kali memicu kebakaran berkepanjangan yang menyelimuti wilayah luas dengan asap selama berminggu-minggu serta mengganggu kehidupan jutaan orang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"\"<\/figure>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      El Ni\u00f1o memperkuat musim kering<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kebakaran hutan dan lahan terjadi setiap tahun di Indonesia. Namun, beberapa musim kebakaran paling merusak dalam beberapa dekade terakhir berlangsung ketika terjadi El Ni\u00f1o, terutama pada 1997 dan 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pada Agustus 2026, Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat atau NOAA menyatakan El Ni\u00f1o telah terjadi dan sedang menguat. Pola iklim tersebut biasanya menyebabkan penurunan curah hujan secara tajam di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kondisi pengeringan dapat menjadi lebih parah ketika El Ni\u00f1o berlangsung bersamaan dengan fase positif Indian Ocean Dipole atau IOD. Fase positif IOD juga sedang terjadi pada periode tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Peneliti Universitas Columbia, Robert Field, mengatakan aktivitas kebakaran di Indonesia meningkat tajam meskipun musim kebakaran baru berlangsung sekitar tiga pekan. Polanya dinilai serupa dengan situasi pada 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Menurut Field, El Ni\u00f1o yang kuat membuat musim kemarau menjadi lebih kering di daerah-daerah rawan kebakaran. Kondisi tersebut kemudian memperburuk aktivitas kebakaran, sebagaimana telah diperkirakan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Perbandingan dengan 2015 menjadi perhatian karena kebakaran pada tahun itu berlangsung lebih dari tiga bulan. Kebakaran tersebut menghasilkan sekitar 1,75 miliar ton emisi setara gas rumah kaca, lebih besar dibandingkan emisi tahunan Jepang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Hingga 2 September 2026, kebakaran di Indonesia telah berlangsung selama sekitar satu bulan. Emisi yang dihasilkan diperkirakan telah mencapai sekitar 10 persen dari jumlah emisi selama krisis kebakaran 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Api dapat bertahan hingga hujan datang<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Indonesia mengalami kekeringan parah dan meluas pada 2026, menyerupai keadaan pada 2015. Data badan meteorologi Indonesia menunjukkan sekitar 90 persen wilayah negara menerima sedikit hujan atau tidak mengalami hujan pada awal Agustus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam kondisi normal, endapan gambut di Kalimantan, Sumatra, dan Papua terlalu basah untuk memungkinkan api bergerak di bawah tanah. Kekeringan mengubah keadaan tersebut dan memungkinkan api masuk ke lapisan gambut serta terus membara di bawah permukaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cKetika api masuk ke bawah tanah, api itu tidak akan berhenti,\u201d kata Field.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia memperkirakan kebakaran bawah tanah dapat terus berlangsung sampai hujan turun pada Oktober atau November.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pemerintah Indonesia menggunakan pengamatan satelit NASA dan NOAA untuk memantau kebakaran aktif hampir secara langsung. MODIS dan Visible Infrared Imaging Radiometer Suite atau VIIRS menjadi dua instrumen utama yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Platform pemantauan kebakaran SiPongi milik Kementerian Kehutanan juga memanfaatkan data MODIS dan VIIRS. Sistem tersebut mencatat 946 titik panas pada 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kebakaran terburuk justru sulit terlihat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pemantauan melalui satelit memiliki keterbatasan. MODIS dan VIIRS dapat mengalami kesulitan mendeteksi api yang tertutup asap tebal atau awan, berada di bawah tajuk hutan, maupun membara di dalam lapisan gambut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ketika kebakaran di Indonesia menjadi semakin intens, jumlah api yang terdeteksi MODIS atau VIIRS terkadang justru menurun. Hal itu terjadi karena asap kebakaran menghalangi pandangan satelit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Mark Cochrane, ahli ekologi dari University of Maryland Center for Environmental Science, mengatakan peristiwa asap terburuk secara paradoks dapat menjadi kondisi yang paling sulit diamati dari luar angkasa menggunakan MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Cochrane telah melakukan penelitian lapangan mengenai kebakaran gambut di Indonesia selama hampir satu dekade.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kerentanan terbentuk sejak beberapa dekade lalu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebagian kerentanan Indonesia terhadap kebakaran saat ini dapat ditelusuri hingga beberapa dekade lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Menurut Cochrane, pembangunan kanal irigasi secara luas dan pengeringan rawa gambut pada dekade 1990-an telah menurunkan muka air di kawasan lahan basah. Sebagian pembangunan tersebut dilakukan untuk membuka kawasan pertanian padi berskala besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Penurunan muka air membuat bentang alam menjadi lebih mudah terbakar. Perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan lainnya juga tersebar luas di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Setelah musim kebakaran yang sangat buruk pada 2015, pemerintah dan sejumlah organisasi berusaha membalikkan sebagian kerusakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cAnda semua telah mempelajari kosakata, tata bahasa, percakapan, membaca, dan menulis dalam bahasa Indonesia. Yang lebih penting lagi, anda semua telah mengenal Indonesia melalui budaya, tradisi, serta kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Bagi kami, kehadiran Anda dalam program ini merupakan sebuah kebanggaan sekaligus pengalaman yang sangat berharga dan istimewa,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pesan terakhir disampaikan Dubes Abdul kepada para peserta kursus, agar terus belajar, mencoba, dan berlatih menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cGunakanlah bahasa Indonesia setiap kali ada kesempatan, dan ceritakan pengalaman anda sekalian dalam mempelajarinya kepada keluarga, teman-teman, dan masyarakat  sekitar,\u201d tegas Dubes.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Program BIPA merupakan program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah lewat, yang secara berkelanjutan mendorong tumbuhnya penutur asing Bahasa Indonesia di kancah global. Progam BIPA turut difasilitasi salah satunya oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) kolaborasi dengan Perwakilan RI di negara akreditasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cSelain itu, Wisuda BIPA Angkatan I di Universitas Majma'ah menjadi sinyal optimisme inisiasi kerja sama yang lebih maju dalam bidang bahasa dan budaya Indonesia antara Indonesia dan Arab Saudi,\u201d tutup Irfan. (*)<\/p>\n","post_title":"Jembatan Budaya Dua Negara: Universitas Majma\u2019ah Gelar Wisuda Perdana Kursus Bahasa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jembatan-budaya-dua-negara-universitas-majmaah-gelar-wisuda-perdana-kursus-bahasa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-10 09:46:05","post_modified_gmt":"2026-09-10 01:46:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3271","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3148,"post_author":"1","post_date":"2026-09-07 23:07:21","post_date_gmt":"2026-09-07 15:07:21","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                PROBACA.COM <\/strong>- Kebakaran gambut tropis merupakan salah satu jenis kebakaran paling berbahaya dan sulit ditangani. Tidak seperti kebakaran yang menjalar cepat melalui pohon dan tumbuhan, api gambut membara di dalam tanah lahan basah yang telah mengering serta tumpukan gambut dalam suhu relatif rendah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Api dapat terus bergerak di bawah permukaan tanah. Kondisi tersebut membuat kebakaran gambut sangat sulit dipadamkan sekaligus menghasilkan polusi dalam jumlah besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berdasarkan salah satu estimasi yang dikutip dalam laporan ScienceDaily<\/a>, kebakaran gambut menghasilkan partikel halus tiga kali lebih banyak dibandingkan kebakaran hutan tropis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kebakaran gambut juga menghasilkan sulfur dioksida lima kali lebih banyak, karbon organik tiga kali lebih banyak, serta metana dan karbon monoksida dua kali lebih banyak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Musim kebakaran mulai terlihat dari satelit<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Musim kebakaran Indonesia 2026 telah berlangsung ketika instrumen Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer atau MODIS pada satelit Aqua milik NASA mengambil gambar wilayah Indonesia pada 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dalam peta yang menyertai pengamatan tersebut, setiap titik merah menunjukkan satu deteksi kebakaran. Artinya, sensor satelit dan algoritma telah menemukan piksel dengan anomali suhu yang berkaitan dengan kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Namun, satu titik tidak selalu mewakili satu kebakaran. Satu peristiwa kebakaran dapat menghasilkan beberapa deteksi sekaligus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kebakaran gambut merupakan persoalan berulang bagi Indonesia. Negara ini memiliki sekitar 36 persen dari seluruh lahan gambut tropis dunia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pada kondisi normal, bentang alam tersebut berada dalam keadaan basah. Namun, kekeringan parah dapat membuat lahan gambut mengering dan terbakar. Selama tiga dekade terakhir, kondisi serupa berulang kali memicu kebakaran berkepanjangan yang menyelimuti wilayah luas dengan asap selama berminggu-minggu serta mengganggu kehidupan jutaan orang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"\"<\/figure>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                El Ni\u00f1o memperkuat musim kering<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kebakaran hutan dan lahan terjadi setiap tahun di Indonesia. Namun, beberapa musim kebakaran paling merusak dalam beberapa dekade terakhir berlangsung ketika terjadi El Ni\u00f1o, terutama pada 1997 dan 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pada Agustus 2026, Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat atau NOAA menyatakan El Ni\u00f1o telah terjadi dan sedang menguat. Pola iklim tersebut biasanya menyebabkan penurunan curah hujan secara tajam di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kondisi pengeringan dapat menjadi lebih parah ketika El Ni\u00f1o berlangsung bersamaan dengan fase positif Indian Ocean Dipole atau IOD. Fase positif IOD juga sedang terjadi pada periode tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Peneliti Universitas Columbia, Robert Field, mengatakan aktivitas kebakaran di Indonesia meningkat tajam meskipun musim kebakaran baru berlangsung sekitar tiga pekan. Polanya dinilai serupa dengan situasi pada 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Menurut Field, El Ni\u00f1o yang kuat membuat musim kemarau menjadi lebih kering di daerah-daerah rawan kebakaran. Kondisi tersebut kemudian memperburuk aktivitas kebakaran, sebagaimana telah diperkirakan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Perbandingan dengan 2015 menjadi perhatian karena kebakaran pada tahun itu berlangsung lebih dari tiga bulan. Kebakaran tersebut menghasilkan sekitar 1,75 miliar ton emisi setara gas rumah kaca, lebih besar dibandingkan emisi tahunan Jepang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Hingga 2 September 2026, kebakaran di Indonesia telah berlangsung selama sekitar satu bulan. Emisi yang dihasilkan diperkirakan telah mencapai sekitar 10 persen dari jumlah emisi selama krisis kebakaran 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Api dapat bertahan hingga hujan datang<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Indonesia mengalami kekeringan parah dan meluas pada 2026, menyerupai keadaan pada 2015. Data badan meteorologi Indonesia menunjukkan sekitar 90 persen wilayah negara menerima sedikit hujan atau tidak mengalami hujan pada awal Agustus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dalam kondisi normal, endapan gambut di Kalimantan, Sumatra, dan Papua terlalu basah untuk memungkinkan api bergerak di bawah tanah. Kekeringan mengubah keadaan tersebut dan memungkinkan api masuk ke lapisan gambut serta terus membara di bawah permukaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cKetika api masuk ke bawah tanah, api itu tidak akan berhenti,\u201d kata Field.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia memperkirakan kebakaran bawah tanah dapat terus berlangsung sampai hujan turun pada Oktober atau November.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pemerintah Indonesia menggunakan pengamatan satelit NASA dan NOAA untuk memantau kebakaran aktif hampir secara langsung. MODIS dan Visible Infrared Imaging Radiometer Suite atau VIIRS menjadi dua instrumen utama yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Platform pemantauan kebakaran SiPongi milik Kementerian Kehutanan juga memanfaatkan data MODIS dan VIIRS. Sistem tersebut mencatat 946 titik panas pada 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kebakaran terburuk justru sulit terlihat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pemantauan melalui satelit memiliki keterbatasan. MODIS dan VIIRS dapat mengalami kesulitan mendeteksi api yang tertutup asap tebal atau awan, berada di bawah tajuk hutan, maupun membara di dalam lapisan gambut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ketika kebakaran di Indonesia menjadi semakin intens, jumlah api yang terdeteksi MODIS atau VIIRS terkadang justru menurun. Hal itu terjadi karena asap kebakaran menghalangi pandangan satelit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Mark Cochrane, ahli ekologi dari University of Maryland Center for Environmental Science, mengatakan peristiwa asap terburuk secara paradoks dapat menjadi kondisi yang paling sulit diamati dari luar angkasa menggunakan MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Cochrane telah melakukan penelitian lapangan mengenai kebakaran gambut di Indonesia selama hampir satu dekade.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kerentanan terbentuk sejak beberapa dekade lalu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sebagian kerentanan Indonesia terhadap kebakaran saat ini dapat ditelusuri hingga beberapa dekade lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Menurut Cochrane, pembangunan kanal irigasi secara luas dan pengeringan rawa gambut pada dekade 1990-an telah menurunkan muka air di kawasan lahan basah. Sebagian pembangunan tersebut dilakukan untuk membuka kawasan pertanian padi berskala besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Penurunan muka air membuat bentang alam menjadi lebih mudah terbakar. Perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan lainnya juga tersebar luas di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Setelah musim kebakaran yang sangat buruk pada 2015, pemerintah dan sejumlah organisasi berusaha membalikkan sebagian kerusakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kepada para peserta kursus, Dubes Abdul mengungkapkan kebanggaan karena telah mempelajari bahasa dan budaya Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cAnda semua telah mempelajari kosakata, tata bahasa, percakapan, membaca, dan menulis dalam bahasa Indonesia. Yang lebih penting lagi, anda semua telah mengenal Indonesia melalui budaya, tradisi, serta kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Bagi kami, kehadiran Anda dalam program ini merupakan sebuah kebanggaan sekaligus pengalaman yang sangat berharga dan istimewa,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pesan terakhir disampaikan Dubes Abdul kepada para peserta kursus, agar terus belajar, mencoba, dan berlatih menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cGunakanlah bahasa Indonesia setiap kali ada kesempatan, dan ceritakan pengalaman anda sekalian dalam mempelajarinya kepada keluarga, teman-teman, dan masyarakat  sekitar,\u201d tegas Dubes.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Program BIPA merupakan program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah lewat, yang secara berkelanjutan mendorong tumbuhnya penutur asing Bahasa Indonesia di kancah global. Progam BIPA turut difasilitasi salah satunya oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) kolaborasi dengan Perwakilan RI di negara akreditasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cSelain itu, Wisuda BIPA Angkatan I di Universitas Majma'ah menjadi sinyal optimisme inisiasi kerja sama yang lebih maju dalam bidang bahasa dan budaya Indonesia antara Indonesia dan Arab Saudi,\u201d tutup Irfan. (*)<\/p>\n","post_title":"Jembatan Budaya Dua Negara: Universitas Majma\u2019ah Gelar Wisuda Perdana Kursus Bahasa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jembatan-budaya-dua-negara-universitas-majmaah-gelar-wisuda-perdana-kursus-bahasa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-10 09:46:05","post_modified_gmt":"2026-09-10 01:46:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3271","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3148,"post_author":"1","post_date":"2026-09-07 23:07:21","post_date_gmt":"2026-09-07 15:07:21","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          PROBACA.COM <\/strong>- Kebakaran gambut tropis merupakan salah satu jenis kebakaran paling berbahaya dan sulit ditangani. Tidak seperti kebakaran yang menjalar cepat melalui pohon dan tumbuhan, api gambut membara di dalam tanah lahan basah yang telah mengering serta tumpukan gambut dalam suhu relatif rendah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Api dapat terus bergerak di bawah permukaan tanah. Kondisi tersebut membuat kebakaran gambut sangat sulit dipadamkan sekaligus menghasilkan polusi dalam jumlah besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berdasarkan salah satu estimasi yang dikutip dalam laporan ScienceDaily<\/a>, kebakaran gambut menghasilkan partikel halus tiga kali lebih banyak dibandingkan kebakaran hutan tropis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kebakaran gambut juga menghasilkan sulfur dioksida lima kali lebih banyak, karbon organik tiga kali lebih banyak, serta metana dan karbon monoksida dua kali lebih banyak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Musim kebakaran mulai terlihat dari satelit<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Musim kebakaran Indonesia 2026 telah berlangsung ketika instrumen Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer atau MODIS pada satelit Aqua milik NASA mengambil gambar wilayah Indonesia pada 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dalam peta yang menyertai pengamatan tersebut, setiap titik merah menunjukkan satu deteksi kebakaran. Artinya, sensor satelit dan algoritma telah menemukan piksel dengan anomali suhu yang berkaitan dengan kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Namun, satu titik tidak selalu mewakili satu kebakaran. Satu peristiwa kebakaran dapat menghasilkan beberapa deteksi sekaligus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kebakaran gambut merupakan persoalan berulang bagi Indonesia. Negara ini memiliki sekitar 36 persen dari seluruh lahan gambut tropis dunia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pada kondisi normal, bentang alam tersebut berada dalam keadaan basah. Namun, kekeringan parah dapat membuat lahan gambut mengering dan terbakar. Selama tiga dekade terakhir, kondisi serupa berulang kali memicu kebakaran berkepanjangan yang menyelimuti wilayah luas dengan asap selama berminggu-minggu serta mengganggu kehidupan jutaan orang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"\"<\/figure>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          El Ni\u00f1o memperkuat musim kering<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kebakaran hutan dan lahan terjadi setiap tahun di Indonesia. Namun, beberapa musim kebakaran paling merusak dalam beberapa dekade terakhir berlangsung ketika terjadi El Ni\u00f1o, terutama pada 1997 dan 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pada Agustus 2026, Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat atau NOAA menyatakan El Ni\u00f1o telah terjadi dan sedang menguat. Pola iklim tersebut biasanya menyebabkan penurunan curah hujan secara tajam di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kondisi pengeringan dapat menjadi lebih parah ketika El Ni\u00f1o berlangsung bersamaan dengan fase positif Indian Ocean Dipole atau IOD. Fase positif IOD juga sedang terjadi pada periode tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Peneliti Universitas Columbia, Robert Field, mengatakan aktivitas kebakaran di Indonesia meningkat tajam meskipun musim kebakaran baru berlangsung sekitar tiga pekan. Polanya dinilai serupa dengan situasi pada 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Menurut Field, El Ni\u00f1o yang kuat membuat musim kemarau menjadi lebih kering di daerah-daerah rawan kebakaran. Kondisi tersebut kemudian memperburuk aktivitas kebakaran, sebagaimana telah diperkirakan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Perbandingan dengan 2015 menjadi perhatian karena kebakaran pada tahun itu berlangsung lebih dari tiga bulan. Kebakaran tersebut menghasilkan sekitar 1,75 miliar ton emisi setara gas rumah kaca, lebih besar dibandingkan emisi tahunan Jepang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Hingga 2 September 2026, kebakaran di Indonesia telah berlangsung selama sekitar satu bulan. Emisi yang dihasilkan diperkirakan telah mencapai sekitar 10 persen dari jumlah emisi selama krisis kebakaran 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Api dapat bertahan hingga hujan datang<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Indonesia mengalami kekeringan parah dan meluas pada 2026, menyerupai keadaan pada 2015. Data badan meteorologi Indonesia menunjukkan sekitar 90 persen wilayah negara menerima sedikit hujan atau tidak mengalami hujan pada awal Agustus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dalam kondisi normal, endapan gambut di Kalimantan, Sumatra, dan Papua terlalu basah untuk memungkinkan api bergerak di bawah tanah. Kekeringan mengubah keadaan tersebut dan memungkinkan api masuk ke lapisan gambut serta terus membara di bawah permukaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cKetika api masuk ke bawah tanah, api itu tidak akan berhenti,\u201d kata Field.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia memperkirakan kebakaran bawah tanah dapat terus berlangsung sampai hujan turun pada Oktober atau November.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pemerintah Indonesia menggunakan pengamatan satelit NASA dan NOAA untuk memantau kebakaran aktif hampir secara langsung. MODIS dan Visible Infrared Imaging Radiometer Suite atau VIIRS menjadi dua instrumen utama yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Platform pemantauan kebakaran SiPongi milik Kementerian Kehutanan juga memanfaatkan data MODIS dan VIIRS. Sistem tersebut mencatat 946 titik panas pada 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kebakaran terburuk justru sulit terlihat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pemantauan melalui satelit memiliki keterbatasan. MODIS dan VIIRS dapat mengalami kesulitan mendeteksi api yang tertutup asap tebal atau awan, berada di bawah tajuk hutan, maupun membara di dalam lapisan gambut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ketika kebakaran di Indonesia menjadi semakin intens, jumlah api yang terdeteksi MODIS atau VIIRS terkadang justru menurun. Hal itu terjadi karena asap kebakaran menghalangi pandangan satelit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Mark Cochrane, ahli ekologi dari University of Maryland Center for Environmental Science, mengatakan peristiwa asap terburuk secara paradoks dapat menjadi kondisi yang paling sulit diamati dari luar angkasa menggunakan MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Cochrane telah melakukan penelitian lapangan mengenai kebakaran gambut di Indonesia selama hampir satu dekade.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kerentanan terbentuk sejak beberapa dekade lalu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebagian kerentanan Indonesia terhadap kebakaran saat ini dapat ditelusuri hingga beberapa dekade lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Menurut Cochrane, pembangunan kanal irigasi secara luas dan pengeringan rawa gambut pada dekade 1990-an telah menurunkan muka air di kawasan lahan basah. Sebagian pembangunan tersebut dilakukan untuk membuka kawasan pertanian padi berskala besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Penurunan muka air membuat bentang alam menjadi lebih mudah terbakar. Perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan lainnya juga tersebar luas di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Setelah musim kebakaran yang sangat buruk pada 2015, pemerintah dan sejumlah organisasi berusaha membalikkan sebagian kerusakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cKami melihat betapa baiknya pengelolaan program, betapa hangatnya keramahan yang diberikan, serta besarnya perhatian kepada seluruh peserta. Semua itu menjadikan pengalaman kami dalam pembelajaran bahasa Indonesia dan pengenalan budaya Indonesia sebagai pengalaman yang indah dan istimewa,\u201d tekan Abdul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kepada para peserta kursus, Dubes Abdul mengungkapkan kebanggaan karena telah mempelajari bahasa dan budaya Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cAnda semua telah mempelajari kosakata, tata bahasa, percakapan, membaca, dan menulis dalam bahasa Indonesia. Yang lebih penting lagi, anda semua telah mengenal Indonesia melalui budaya, tradisi, serta kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Bagi kami, kehadiran Anda dalam program ini merupakan sebuah kebanggaan sekaligus pengalaman yang sangat berharga dan istimewa,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pesan terakhir disampaikan Dubes Abdul kepada para peserta kursus, agar terus belajar, mencoba, dan berlatih menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cGunakanlah bahasa Indonesia setiap kali ada kesempatan, dan ceritakan pengalaman anda sekalian dalam mempelajarinya kepada keluarga, teman-teman, dan masyarakat  sekitar,\u201d tegas Dubes.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Program BIPA merupakan program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah lewat, yang secara berkelanjutan mendorong tumbuhnya penutur asing Bahasa Indonesia di kancah global. Progam BIPA turut difasilitasi salah satunya oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) kolaborasi dengan Perwakilan RI di negara akreditasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cSelain itu, Wisuda BIPA Angkatan I di Universitas Majma'ah menjadi sinyal optimisme inisiasi kerja sama yang lebih maju dalam bidang bahasa dan budaya Indonesia antara Indonesia dan Arab Saudi,\u201d tutup Irfan. (*)<\/p>\n","post_title":"Jembatan Budaya Dua Negara: Universitas Majma\u2019ah Gelar Wisuda Perdana Kursus Bahasa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jembatan-budaya-dua-negara-universitas-majmaah-gelar-wisuda-perdana-kursus-bahasa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-10 09:46:05","post_modified_gmt":"2026-09-10 01:46:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3271","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3148,"post_author":"1","post_date":"2026-09-07 23:07:21","post_date_gmt":"2026-09-07 15:07:21","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    PROBACA.COM <\/strong>- Kebakaran gambut tropis merupakan salah satu jenis kebakaran paling berbahaya dan sulit ditangani. Tidak seperti kebakaran yang menjalar cepat melalui pohon dan tumbuhan, api gambut membara di dalam tanah lahan basah yang telah mengering serta tumpukan gambut dalam suhu relatif rendah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Api dapat terus bergerak di bawah permukaan tanah. Kondisi tersebut membuat kebakaran gambut sangat sulit dipadamkan sekaligus menghasilkan polusi dalam jumlah besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berdasarkan salah satu estimasi yang dikutip dalam laporan ScienceDaily<\/a>, kebakaran gambut menghasilkan partikel halus tiga kali lebih banyak dibandingkan kebakaran hutan tropis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kebakaran gambut juga menghasilkan sulfur dioksida lima kali lebih banyak, karbon organik tiga kali lebih banyak, serta metana dan karbon monoksida dua kali lebih banyak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Musim kebakaran mulai terlihat dari satelit<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Musim kebakaran Indonesia 2026 telah berlangsung ketika instrumen Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer atau MODIS pada satelit Aqua milik NASA mengambil gambar wilayah Indonesia pada 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dalam peta yang menyertai pengamatan tersebut, setiap titik merah menunjukkan satu deteksi kebakaran. Artinya, sensor satelit dan algoritma telah menemukan piksel dengan anomali suhu yang berkaitan dengan kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Namun, satu titik tidak selalu mewakili satu kebakaran. Satu peristiwa kebakaran dapat menghasilkan beberapa deteksi sekaligus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kebakaran gambut merupakan persoalan berulang bagi Indonesia. Negara ini memiliki sekitar 36 persen dari seluruh lahan gambut tropis dunia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pada kondisi normal, bentang alam tersebut berada dalam keadaan basah. Namun, kekeringan parah dapat membuat lahan gambut mengering dan terbakar. Selama tiga dekade terakhir, kondisi serupa berulang kali memicu kebakaran berkepanjangan yang menyelimuti wilayah luas dengan asap selama berminggu-minggu serta mengganggu kehidupan jutaan orang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"\"<\/figure>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    El Ni\u00f1o memperkuat musim kering<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kebakaran hutan dan lahan terjadi setiap tahun di Indonesia. Namun, beberapa musim kebakaran paling merusak dalam beberapa dekade terakhir berlangsung ketika terjadi El Ni\u00f1o, terutama pada 1997 dan 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pada Agustus 2026, Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat atau NOAA menyatakan El Ni\u00f1o telah terjadi dan sedang menguat. Pola iklim tersebut biasanya menyebabkan penurunan curah hujan secara tajam di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kondisi pengeringan dapat menjadi lebih parah ketika El Ni\u00f1o berlangsung bersamaan dengan fase positif Indian Ocean Dipole atau IOD. Fase positif IOD juga sedang terjadi pada periode tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Peneliti Universitas Columbia, Robert Field, mengatakan aktivitas kebakaran di Indonesia meningkat tajam meskipun musim kebakaran baru berlangsung sekitar tiga pekan. Polanya dinilai serupa dengan situasi pada 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Menurut Field, El Ni\u00f1o yang kuat membuat musim kemarau menjadi lebih kering di daerah-daerah rawan kebakaran. Kondisi tersebut kemudian memperburuk aktivitas kebakaran, sebagaimana telah diperkirakan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Perbandingan dengan 2015 menjadi perhatian karena kebakaran pada tahun itu berlangsung lebih dari tiga bulan. Kebakaran tersebut menghasilkan sekitar 1,75 miliar ton emisi setara gas rumah kaca, lebih besar dibandingkan emisi tahunan Jepang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Hingga 2 September 2026, kebakaran di Indonesia telah berlangsung selama sekitar satu bulan. Emisi yang dihasilkan diperkirakan telah mencapai sekitar 10 persen dari jumlah emisi selama krisis kebakaran 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Api dapat bertahan hingga hujan datang<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Indonesia mengalami kekeringan parah dan meluas pada 2026, menyerupai keadaan pada 2015. Data badan meteorologi Indonesia menunjukkan sekitar 90 persen wilayah negara menerima sedikit hujan atau tidak mengalami hujan pada awal Agustus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dalam kondisi normal, endapan gambut di Kalimantan, Sumatra, dan Papua terlalu basah untuk memungkinkan api bergerak di bawah tanah. Kekeringan mengubah keadaan tersebut dan memungkinkan api masuk ke lapisan gambut serta terus membara di bawah permukaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cKetika api masuk ke bawah tanah, api itu tidak akan berhenti,\u201d kata Field.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia memperkirakan kebakaran bawah tanah dapat terus berlangsung sampai hujan turun pada Oktober atau November.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pemerintah Indonesia menggunakan pengamatan satelit NASA dan NOAA untuk memantau kebakaran aktif hampir secara langsung. MODIS dan Visible Infrared Imaging Radiometer Suite atau VIIRS menjadi dua instrumen utama yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Platform pemantauan kebakaran SiPongi milik Kementerian Kehutanan juga memanfaatkan data MODIS dan VIIRS. Sistem tersebut mencatat 946 titik panas pada 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kebakaran terburuk justru sulit terlihat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pemantauan melalui satelit memiliki keterbatasan. MODIS dan VIIRS dapat mengalami kesulitan mendeteksi api yang tertutup asap tebal atau awan, berada di bawah tajuk hutan, maupun membara di dalam lapisan gambut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ketika kebakaran di Indonesia menjadi semakin intens, jumlah api yang terdeteksi MODIS atau VIIRS terkadang justru menurun. Hal itu terjadi karena asap kebakaran menghalangi pandangan satelit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Mark Cochrane, ahli ekologi dari University of Maryland Center for Environmental Science, mengatakan peristiwa asap terburuk secara paradoks dapat menjadi kondisi yang paling sulit diamati dari luar angkasa menggunakan MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Cochrane telah melakukan penelitian lapangan mengenai kebakaran gambut di Indonesia selama hampir satu dekade.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kerentanan terbentuk sejak beberapa dekade lalu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sebagian kerentanan Indonesia terhadap kebakaran saat ini dapat ditelusuri hingga beberapa dekade lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Menurut Cochrane, pembangunan kanal irigasi secara luas dan pengeringan rawa gambut pada dekade 1990-an telah menurunkan muka air di kawasan lahan basah. Sebagian pembangunan tersebut dilakukan untuk membuka kawasan pertanian padi berskala besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Penurunan muka air membuat bentang alam menjadi lebih mudah terbakar. Perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan lainnya juga tersebar luas di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Setelah musim kebakaran yang sangat buruk pada 2015, pemerintah dan sejumlah organisasi berusaha membalikkan sebagian kerusakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dubes Abdul menilai program yang telah berjalan ini sangat baik dan menjadi pengalaman pembelajaran bahasa Indonesia dan pengenalan budaya yang indah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cKami melihat betapa baiknya pengelolaan program, betapa hangatnya keramahan yang diberikan, serta besarnya perhatian kepada seluruh peserta. Semua itu menjadikan pengalaman kami dalam pembelajaran bahasa Indonesia dan pengenalan budaya Indonesia sebagai pengalaman yang indah dan istimewa,\u201d tekan Abdul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kepada para peserta kursus, Dubes Abdul mengungkapkan kebanggaan karena telah mempelajari bahasa dan budaya Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cAnda semua telah mempelajari kosakata, tata bahasa, percakapan, membaca, dan menulis dalam bahasa Indonesia. Yang lebih penting lagi, anda semua telah mengenal Indonesia melalui budaya, tradisi, serta kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Bagi kami, kehadiran Anda dalam program ini merupakan sebuah kebanggaan sekaligus pengalaman yang sangat berharga dan istimewa,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pesan terakhir disampaikan Dubes Abdul kepada para peserta kursus, agar terus belajar, mencoba, dan berlatih menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cGunakanlah bahasa Indonesia setiap kali ada kesempatan, dan ceritakan pengalaman anda sekalian dalam mempelajarinya kepada keluarga, teman-teman, dan masyarakat  sekitar,\u201d tegas Dubes.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Program BIPA merupakan program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah lewat, yang secara berkelanjutan mendorong tumbuhnya penutur asing Bahasa Indonesia di kancah global. Progam BIPA turut difasilitasi salah satunya oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) kolaborasi dengan Perwakilan RI di negara akreditasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cSelain itu, Wisuda BIPA Angkatan I di Universitas Majma'ah menjadi sinyal optimisme inisiasi kerja sama yang lebih maju dalam bidang bahasa dan budaya Indonesia antara Indonesia dan Arab Saudi,\u201d tutup Irfan. (*)<\/p>\n","post_title":"Jembatan Budaya Dua Negara: Universitas Majma\u2019ah Gelar Wisuda Perdana Kursus Bahasa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jembatan-budaya-dua-negara-universitas-majmaah-gelar-wisuda-perdana-kursus-bahasa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-10 09:46:05","post_modified_gmt":"2026-09-10 01:46:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3271","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3148,"post_author":"1","post_date":"2026-09-07 23:07:21","post_date_gmt":"2026-09-07 15:07:21","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              PROBACA.COM <\/strong>- Kebakaran gambut tropis merupakan salah satu jenis kebakaran paling berbahaya dan sulit ditangani. Tidak seperti kebakaran yang menjalar cepat melalui pohon dan tumbuhan, api gambut membara di dalam tanah lahan basah yang telah mengering serta tumpukan gambut dalam suhu relatif rendah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Api dapat terus bergerak di bawah permukaan tanah. Kondisi tersebut membuat kebakaran gambut sangat sulit dipadamkan sekaligus menghasilkan polusi dalam jumlah besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berdasarkan salah satu estimasi yang dikutip dalam laporan ScienceDaily<\/a>, kebakaran gambut menghasilkan partikel halus tiga kali lebih banyak dibandingkan kebakaran hutan tropis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kebakaran gambut juga menghasilkan sulfur dioksida lima kali lebih banyak, karbon organik tiga kali lebih banyak, serta metana dan karbon monoksida dua kali lebih banyak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Musim kebakaran mulai terlihat dari satelit<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Musim kebakaran Indonesia 2026 telah berlangsung ketika instrumen Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer atau MODIS pada satelit Aqua milik NASA mengambil gambar wilayah Indonesia pada 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dalam peta yang menyertai pengamatan tersebut, setiap titik merah menunjukkan satu deteksi kebakaran. Artinya, sensor satelit dan algoritma telah menemukan piksel dengan anomali suhu yang berkaitan dengan kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Namun, satu titik tidak selalu mewakili satu kebakaran. Satu peristiwa kebakaran dapat menghasilkan beberapa deteksi sekaligus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kebakaran gambut merupakan persoalan berulang bagi Indonesia. Negara ini memiliki sekitar 36 persen dari seluruh lahan gambut tropis dunia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pada kondisi normal, bentang alam tersebut berada dalam keadaan basah. Namun, kekeringan parah dapat membuat lahan gambut mengering dan terbakar. Selama tiga dekade terakhir, kondisi serupa berulang kali memicu kebakaran berkepanjangan yang menyelimuti wilayah luas dengan asap selama berminggu-minggu serta mengganggu kehidupan jutaan orang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"\"<\/figure>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              El Ni\u00f1o memperkuat musim kering<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kebakaran hutan dan lahan terjadi setiap tahun di Indonesia. Namun, beberapa musim kebakaran paling merusak dalam beberapa dekade terakhir berlangsung ketika terjadi El Ni\u00f1o, terutama pada 1997 dan 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pada Agustus 2026, Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat atau NOAA menyatakan El Ni\u00f1o telah terjadi dan sedang menguat. Pola iklim tersebut biasanya menyebabkan penurunan curah hujan secara tajam di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kondisi pengeringan dapat menjadi lebih parah ketika El Ni\u00f1o berlangsung bersamaan dengan fase positif Indian Ocean Dipole atau IOD. Fase positif IOD juga sedang terjadi pada periode tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Peneliti Universitas Columbia, Robert Field, mengatakan aktivitas kebakaran di Indonesia meningkat tajam meskipun musim kebakaran baru berlangsung sekitar tiga pekan. Polanya dinilai serupa dengan situasi pada 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Menurut Field, El Ni\u00f1o yang kuat membuat musim kemarau menjadi lebih kering di daerah-daerah rawan kebakaran. Kondisi tersebut kemudian memperburuk aktivitas kebakaran, sebagaimana telah diperkirakan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Perbandingan dengan 2015 menjadi perhatian karena kebakaran pada tahun itu berlangsung lebih dari tiga bulan. Kebakaran tersebut menghasilkan sekitar 1,75 miliar ton emisi setara gas rumah kaca, lebih besar dibandingkan emisi tahunan Jepang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Hingga 2 September 2026, kebakaran di Indonesia telah berlangsung selama sekitar satu bulan. Emisi yang dihasilkan diperkirakan telah mencapai sekitar 10 persen dari jumlah emisi selama krisis kebakaran 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Api dapat bertahan hingga hujan datang<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Indonesia mengalami kekeringan parah dan meluas pada 2026, menyerupai keadaan pada 2015. Data badan meteorologi Indonesia menunjukkan sekitar 90 persen wilayah negara menerima sedikit hujan atau tidak mengalami hujan pada awal Agustus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dalam kondisi normal, endapan gambut di Kalimantan, Sumatra, dan Papua terlalu basah untuk memungkinkan api bergerak di bawah tanah. Kekeringan mengubah keadaan tersebut dan memungkinkan api masuk ke lapisan gambut serta terus membara di bawah permukaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cKetika api masuk ke bawah tanah, api itu tidak akan berhenti,\u201d kata Field.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia memperkirakan kebakaran bawah tanah dapat terus berlangsung sampai hujan turun pada Oktober atau November.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pemerintah Indonesia menggunakan pengamatan satelit NASA dan NOAA untuk memantau kebakaran aktif hampir secara langsung. MODIS dan Visible Infrared Imaging Radiometer Suite atau VIIRS menjadi dua instrumen utama yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Platform pemantauan kebakaran SiPongi milik Kementerian Kehutanan juga memanfaatkan data MODIS dan VIIRS. Sistem tersebut mencatat 946 titik panas pada 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kebakaran terburuk justru sulit terlihat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pemantauan melalui satelit memiliki keterbatasan. MODIS dan VIIRS dapat mengalami kesulitan mendeteksi api yang tertutup asap tebal atau awan, berada di bawah tajuk hutan, maupun membara di dalam lapisan gambut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ketika kebakaran di Indonesia menjadi semakin intens, jumlah api yang terdeteksi MODIS atau VIIRS terkadang justru menurun. Hal itu terjadi karena asap kebakaran menghalangi pandangan satelit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Mark Cochrane, ahli ekologi dari University of Maryland Center for Environmental Science, mengatakan peristiwa asap terburuk secara paradoks dapat menjadi kondisi yang paling sulit diamati dari luar angkasa menggunakan MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Cochrane telah melakukan penelitian lapangan mengenai kebakaran gambut di Indonesia selama hampir satu dekade.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kerentanan terbentuk sejak beberapa dekade lalu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebagian kerentanan Indonesia terhadap kebakaran saat ini dapat ditelusuri hingga beberapa dekade lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Menurut Cochrane, pembangunan kanal irigasi secara luas dan pengeringan rawa gambut pada dekade 1990-an telah menurunkan muka air di kawasan lahan basah. Sebagian pembangunan tersebut dilakukan untuk membuka kawasan pertanian padi berskala besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Penurunan muka air membuat bentang alam menjadi lebih mudah terbakar. Perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan lainnya juga tersebar luas di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Setelah musim kebakaran yang sangat buruk pada 2015, pemerintah dan sejumlah organisasi berusaha membalikkan sebagian kerusakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Abdul Aziz, mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Rektor Universitas Majma\u2019ah, seluruh pimpinan, para direktur, dosen, dan seluruh staf Universitas Majma\u2019ah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dubes Abdul menilai program yang telah berjalan ini sangat baik dan menjadi pengalaman pembelajaran bahasa Indonesia dan pengenalan budaya yang indah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cKami melihat betapa baiknya pengelolaan program, betapa hangatnya keramahan yang diberikan, serta besarnya perhatian kepada seluruh peserta. Semua itu menjadikan pengalaman kami dalam pembelajaran bahasa Indonesia dan pengenalan budaya Indonesia sebagai pengalaman yang indah dan istimewa,\u201d tekan Abdul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kepada para peserta kursus, Dubes Abdul mengungkapkan kebanggaan karena telah mempelajari bahasa dan budaya Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cAnda semua telah mempelajari kosakata, tata bahasa, percakapan, membaca, dan menulis dalam bahasa Indonesia. Yang lebih penting lagi, anda semua telah mengenal Indonesia melalui budaya, tradisi, serta kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Bagi kami, kehadiran Anda dalam program ini merupakan sebuah kebanggaan sekaligus pengalaman yang sangat berharga dan istimewa,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pesan terakhir disampaikan Dubes Abdul kepada para peserta kursus, agar terus belajar, mencoba, dan berlatih menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cGunakanlah bahasa Indonesia setiap kali ada kesempatan, dan ceritakan pengalaman anda sekalian dalam mempelajarinya kepada keluarga, teman-teman, dan masyarakat  sekitar,\u201d tegas Dubes.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Program BIPA merupakan program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah lewat, yang secara berkelanjutan mendorong tumbuhnya penutur asing Bahasa Indonesia di kancah global. Progam BIPA turut difasilitasi salah satunya oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) kolaborasi dengan Perwakilan RI di negara akreditasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cSelain itu, Wisuda BIPA Angkatan I di Universitas Majma'ah menjadi sinyal optimisme inisiasi kerja sama yang lebih maju dalam bidang bahasa dan budaya Indonesia antara Indonesia dan Arab Saudi,\u201d tutup Irfan. (*)<\/p>\n","post_title":"Jembatan Budaya Dua Negara: Universitas Majma\u2019ah Gelar Wisuda Perdana Kursus Bahasa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jembatan-budaya-dua-negara-universitas-majmaah-gelar-wisuda-perdana-kursus-bahasa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-10 09:46:05","post_modified_gmt":"2026-09-10 01:46:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3271","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3148,"post_author":"1","post_date":"2026-09-07 23:07:21","post_date_gmt":"2026-09-07 15:07:21","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        PROBACA.COM <\/strong>- Kebakaran gambut tropis merupakan salah satu jenis kebakaran paling berbahaya dan sulit ditangani. Tidak seperti kebakaran yang menjalar cepat melalui pohon dan tumbuhan, api gambut membara di dalam tanah lahan basah yang telah mengering serta tumpukan gambut dalam suhu relatif rendah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Api dapat terus bergerak di bawah permukaan tanah. Kondisi tersebut membuat kebakaran gambut sangat sulit dipadamkan sekaligus menghasilkan polusi dalam jumlah besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berdasarkan salah satu estimasi yang dikutip dalam laporan ScienceDaily<\/a>, kebakaran gambut menghasilkan partikel halus tiga kali lebih banyak dibandingkan kebakaran hutan tropis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kebakaran gambut juga menghasilkan sulfur dioksida lima kali lebih banyak, karbon organik tiga kali lebih banyak, serta metana dan karbon monoksida dua kali lebih banyak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Musim kebakaran mulai terlihat dari satelit<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Musim kebakaran Indonesia 2026 telah berlangsung ketika instrumen Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer atau MODIS pada satelit Aqua milik NASA mengambil gambar wilayah Indonesia pada 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dalam peta yang menyertai pengamatan tersebut, setiap titik merah menunjukkan satu deteksi kebakaran. Artinya, sensor satelit dan algoritma telah menemukan piksel dengan anomali suhu yang berkaitan dengan kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Namun, satu titik tidak selalu mewakili satu kebakaran. Satu peristiwa kebakaran dapat menghasilkan beberapa deteksi sekaligus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kebakaran gambut merupakan persoalan berulang bagi Indonesia. Negara ini memiliki sekitar 36 persen dari seluruh lahan gambut tropis dunia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pada kondisi normal, bentang alam tersebut berada dalam keadaan basah. Namun, kekeringan parah dapat membuat lahan gambut mengering dan terbakar. Selama tiga dekade terakhir, kondisi serupa berulang kali memicu kebakaran berkepanjangan yang menyelimuti wilayah luas dengan asap selama berminggu-minggu serta mengganggu kehidupan jutaan orang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"\"<\/figure>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        El Ni\u00f1o memperkuat musim kering<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kebakaran hutan dan lahan terjadi setiap tahun di Indonesia. Namun, beberapa musim kebakaran paling merusak dalam beberapa dekade terakhir berlangsung ketika terjadi El Ni\u00f1o, terutama pada 1997 dan 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pada Agustus 2026, Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat atau NOAA menyatakan El Ni\u00f1o telah terjadi dan sedang menguat. Pola iklim tersebut biasanya menyebabkan penurunan curah hujan secara tajam di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kondisi pengeringan dapat menjadi lebih parah ketika El Ni\u00f1o berlangsung bersamaan dengan fase positif Indian Ocean Dipole atau IOD. Fase positif IOD juga sedang terjadi pada periode tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Peneliti Universitas Columbia, Robert Field, mengatakan aktivitas kebakaran di Indonesia meningkat tajam meskipun musim kebakaran baru berlangsung sekitar tiga pekan. Polanya dinilai serupa dengan situasi pada 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Menurut Field, El Ni\u00f1o yang kuat membuat musim kemarau menjadi lebih kering di daerah-daerah rawan kebakaran. Kondisi tersebut kemudian memperburuk aktivitas kebakaran, sebagaimana telah diperkirakan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Perbandingan dengan 2015 menjadi perhatian karena kebakaran pada tahun itu berlangsung lebih dari tiga bulan. Kebakaran tersebut menghasilkan sekitar 1,75 miliar ton emisi setara gas rumah kaca, lebih besar dibandingkan emisi tahunan Jepang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Hingga 2 September 2026, kebakaran di Indonesia telah berlangsung selama sekitar satu bulan. Emisi yang dihasilkan diperkirakan telah mencapai sekitar 10 persen dari jumlah emisi selama krisis kebakaran 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Api dapat bertahan hingga hujan datang<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Indonesia mengalami kekeringan parah dan meluas pada 2026, menyerupai keadaan pada 2015. Data badan meteorologi Indonesia menunjukkan sekitar 90 persen wilayah negara menerima sedikit hujan atau tidak mengalami hujan pada awal Agustus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dalam kondisi normal, endapan gambut di Kalimantan, Sumatra, dan Papua terlalu basah untuk memungkinkan api bergerak di bawah tanah. Kekeringan mengubah keadaan tersebut dan memungkinkan api masuk ke lapisan gambut serta terus membara di bawah permukaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cKetika api masuk ke bawah tanah, api itu tidak akan berhenti,\u201d kata Field.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia memperkirakan kebakaran bawah tanah dapat terus berlangsung sampai hujan turun pada Oktober atau November.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pemerintah Indonesia menggunakan pengamatan satelit NASA dan NOAA untuk memantau kebakaran aktif hampir secara langsung. MODIS dan Visible Infrared Imaging Radiometer Suite atau VIIRS menjadi dua instrumen utama yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Platform pemantauan kebakaran SiPongi milik Kementerian Kehutanan juga memanfaatkan data MODIS dan VIIRS. Sistem tersebut mencatat 946 titik panas pada 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kebakaran terburuk justru sulit terlihat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pemantauan melalui satelit memiliki keterbatasan. MODIS dan VIIRS dapat mengalami kesulitan mendeteksi api yang tertutup asap tebal atau awan, berada di bawah tajuk hutan, maupun membara di dalam lapisan gambut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ketika kebakaran di Indonesia menjadi semakin intens, jumlah api yang terdeteksi MODIS atau VIIRS terkadang justru menurun. Hal itu terjadi karena asap kebakaran menghalangi pandangan satelit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Mark Cochrane, ahli ekologi dari University of Maryland Center for Environmental Science, mengatakan peristiwa asap terburuk secara paradoks dapat menjadi kondisi yang paling sulit diamati dari luar angkasa menggunakan MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Cochrane telah melakukan penelitian lapangan mengenai kebakaran gambut di Indonesia selama hampir satu dekade.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kerentanan terbentuk sejak beberapa dekade lalu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sebagian kerentanan Indonesia terhadap kebakaran saat ini dapat ditelusuri hingga beberapa dekade lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Menurut Cochrane, pembangunan kanal irigasi secara luas dan pengeringan rawa gambut pada dekade 1990-an telah menurunkan muka air di kawasan lahan basah. Sebagian pembangunan tersebut dilakukan untuk membuka kawasan pertanian padi berskala besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Penurunan muka air membuat bentang alam menjadi lebih mudah terbakar. Perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan lainnya juga tersebar luas di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Setelah musim kebakaran yang sangat buruk pada 2015, pemerintah dan sejumlah organisasi berusaha membalikkan sebagian kerusakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cSelain itu, hubungan antara Indonesia dengan Arab Saudi sudah berlangsung sejak lama, dengan adanya pembelajaran bahasa Indonesia ini, akan membawa nilai positif dan kemajuan bersama. Hubungan Indonesia dengan Arab Saudi sudah lama, semoga dengan adanya kursus bahasa Indonesia ini membawa kebaikan,\u201d sambung Saleh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Abdul Aziz, mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Rektor Universitas Majma\u2019ah, seluruh pimpinan, para direktur, dosen, dan seluruh staf Universitas Majma\u2019ah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dubes Abdul menilai program yang telah berjalan ini sangat baik dan menjadi pengalaman pembelajaran bahasa Indonesia dan pengenalan budaya yang indah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cKami melihat betapa baiknya pengelolaan program, betapa hangatnya keramahan yang diberikan, serta besarnya perhatian kepada seluruh peserta. Semua itu menjadikan pengalaman kami dalam pembelajaran bahasa Indonesia dan pengenalan budaya Indonesia sebagai pengalaman yang indah dan istimewa,\u201d tekan Abdul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kepada para peserta kursus, Dubes Abdul mengungkapkan kebanggaan karena telah mempelajari bahasa dan budaya Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cAnda semua telah mempelajari kosakata, tata bahasa, percakapan, membaca, dan menulis dalam bahasa Indonesia. Yang lebih penting lagi, anda semua telah mengenal Indonesia melalui budaya, tradisi, serta kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Bagi kami, kehadiran Anda dalam program ini merupakan sebuah kebanggaan sekaligus pengalaman yang sangat berharga dan istimewa,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pesan terakhir disampaikan Dubes Abdul kepada para peserta kursus, agar terus belajar, mencoba, dan berlatih menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cGunakanlah bahasa Indonesia setiap kali ada kesempatan, dan ceritakan pengalaman anda sekalian dalam mempelajarinya kepada keluarga, teman-teman, dan masyarakat  sekitar,\u201d tegas Dubes.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Program BIPA merupakan program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah lewat, yang secara berkelanjutan mendorong tumbuhnya penutur asing Bahasa Indonesia di kancah global. Progam BIPA turut difasilitasi salah satunya oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) kolaborasi dengan Perwakilan RI di negara akreditasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cSelain itu, Wisuda BIPA Angkatan I di Universitas Majma'ah menjadi sinyal optimisme inisiasi kerja sama yang lebih maju dalam bidang bahasa dan budaya Indonesia antara Indonesia dan Arab Saudi,\u201d tutup Irfan. (*)<\/p>\n","post_title":"Jembatan Budaya Dua Negara: Universitas Majma\u2019ah Gelar Wisuda Perdana Kursus Bahasa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jembatan-budaya-dua-negara-universitas-majmaah-gelar-wisuda-perdana-kursus-bahasa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-10 09:46:05","post_modified_gmt":"2026-09-10 01:46:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3271","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3148,"post_author":"1","post_date":"2026-09-07 23:07:21","post_date_gmt":"2026-09-07 15:07:21","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  PROBACA.COM <\/strong>- Kebakaran gambut tropis merupakan salah satu jenis kebakaran paling berbahaya dan sulit ditangani. Tidak seperti kebakaran yang menjalar cepat melalui pohon dan tumbuhan, api gambut membara di dalam tanah lahan basah yang telah mengering serta tumpukan gambut dalam suhu relatif rendah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Api dapat terus bergerak di bawah permukaan tanah. Kondisi tersebut membuat kebakaran gambut sangat sulit dipadamkan sekaligus menghasilkan polusi dalam jumlah besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berdasarkan salah satu estimasi yang dikutip dalam laporan ScienceDaily<\/a>, kebakaran gambut menghasilkan partikel halus tiga kali lebih banyak dibandingkan kebakaran hutan tropis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kebakaran gambut juga menghasilkan sulfur dioksida lima kali lebih banyak, karbon organik tiga kali lebih banyak, serta metana dan karbon monoksida dua kali lebih banyak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Musim kebakaran mulai terlihat dari satelit<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Musim kebakaran Indonesia 2026 telah berlangsung ketika instrumen Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer atau MODIS pada satelit Aqua milik NASA mengambil gambar wilayah Indonesia pada 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam peta yang menyertai pengamatan tersebut, setiap titik merah menunjukkan satu deteksi kebakaran. Artinya, sensor satelit dan algoritma telah menemukan piksel dengan anomali suhu yang berkaitan dengan kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Namun, satu titik tidak selalu mewakili satu kebakaran. Satu peristiwa kebakaran dapat menghasilkan beberapa deteksi sekaligus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kebakaran gambut merupakan persoalan berulang bagi Indonesia. Negara ini memiliki sekitar 36 persen dari seluruh lahan gambut tropis dunia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pada kondisi normal, bentang alam tersebut berada dalam keadaan basah. Namun, kekeringan parah dapat membuat lahan gambut mengering dan terbakar. Selama tiga dekade terakhir, kondisi serupa berulang kali memicu kebakaran berkepanjangan yang menyelimuti wilayah luas dengan asap selama berminggu-minggu serta mengganggu kehidupan jutaan orang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"\"<\/figure>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  El Ni\u00f1o memperkuat musim kering<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kebakaran hutan dan lahan terjadi setiap tahun di Indonesia. Namun, beberapa musim kebakaran paling merusak dalam beberapa dekade terakhir berlangsung ketika terjadi El Ni\u00f1o, terutama pada 1997 dan 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pada Agustus 2026, Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat atau NOAA menyatakan El Ni\u00f1o telah terjadi dan sedang menguat. Pola iklim tersebut biasanya menyebabkan penurunan curah hujan secara tajam di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kondisi pengeringan dapat menjadi lebih parah ketika El Ni\u00f1o berlangsung bersamaan dengan fase positif Indian Ocean Dipole atau IOD. Fase positif IOD juga sedang terjadi pada periode tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Peneliti Universitas Columbia, Robert Field, mengatakan aktivitas kebakaran di Indonesia meningkat tajam meskipun musim kebakaran baru berlangsung sekitar tiga pekan. Polanya dinilai serupa dengan situasi pada 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menurut Field, El Ni\u00f1o yang kuat membuat musim kemarau menjadi lebih kering di daerah-daerah rawan kebakaran. Kondisi tersebut kemudian memperburuk aktivitas kebakaran, sebagaimana telah diperkirakan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Perbandingan dengan 2015 menjadi perhatian karena kebakaran pada tahun itu berlangsung lebih dari tiga bulan. Kebakaran tersebut menghasilkan sekitar 1,75 miliar ton emisi setara gas rumah kaca, lebih besar dibandingkan emisi tahunan Jepang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Hingga 2 September 2026, kebakaran di Indonesia telah berlangsung selama sekitar satu bulan. Emisi yang dihasilkan diperkirakan telah mencapai sekitar 10 persen dari jumlah emisi selama krisis kebakaran 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Api dapat bertahan hingga hujan datang<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Indonesia mengalami kekeringan parah dan meluas pada 2026, menyerupai keadaan pada 2015. Data badan meteorologi Indonesia menunjukkan sekitar 90 persen wilayah negara menerima sedikit hujan atau tidak mengalami hujan pada awal Agustus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam kondisi normal, endapan gambut di Kalimantan, Sumatra, dan Papua terlalu basah untuk memungkinkan api bergerak di bawah tanah. Kekeringan mengubah keadaan tersebut dan memungkinkan api masuk ke lapisan gambut serta terus membara di bawah permukaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cKetika api masuk ke bawah tanah, api itu tidak akan berhenti,\u201d kata Field.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia memperkirakan kebakaran bawah tanah dapat terus berlangsung sampai hujan turun pada Oktober atau November.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pemerintah Indonesia menggunakan pengamatan satelit NASA dan NOAA untuk memantau kebakaran aktif hampir secara langsung. MODIS dan Visible Infrared Imaging Radiometer Suite atau VIIRS menjadi dua instrumen utama yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Platform pemantauan kebakaran SiPongi milik Kementerian Kehutanan juga memanfaatkan data MODIS dan VIIRS. Sistem tersebut mencatat 946 titik panas pada 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kebakaran terburuk justru sulit terlihat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pemantauan melalui satelit memiliki keterbatasan. MODIS dan VIIRS dapat mengalami kesulitan mendeteksi api yang tertutup asap tebal atau awan, berada di bawah tajuk hutan, maupun membara di dalam lapisan gambut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ketika kebakaran di Indonesia menjadi semakin intens, jumlah api yang terdeteksi MODIS atau VIIRS terkadang justru menurun. Hal itu terjadi karena asap kebakaran menghalangi pandangan satelit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Mark Cochrane, ahli ekologi dari University of Maryland Center for Environmental Science, mengatakan peristiwa asap terburuk secara paradoks dapat menjadi kondisi yang paling sulit diamati dari luar angkasa menggunakan MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Cochrane telah melakukan penelitian lapangan mengenai kebakaran gambut di Indonesia selama hampir satu dekade.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kerentanan terbentuk sejak beberapa dekade lalu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebagian kerentanan Indonesia terhadap kebakaran saat ini dapat ditelusuri hingga beberapa dekade lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menurut Cochrane, pembangunan kanal irigasi secara luas dan pengeringan rawa gambut pada dekade 1990-an telah menurunkan muka air di kawasan lahan basah. Sebagian pembangunan tersebut dilakukan untuk membuka kawasan pertanian padi berskala besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Penurunan muka air membuat bentang alam menjadi lebih mudah terbakar. Perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan lainnya juga tersebar luas di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Setelah musim kebakaran yang sangat buruk pada 2015, pemerintah dan sejumlah organisasi berusaha membalikkan sebagian kerusakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cBersyukur program ini berjalan lancar. Harapannya akan menjadi jembatan budaya antara Indonesia dengan Arab Saudi,\u201d tutur Saleh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cSelain itu, hubungan antara Indonesia dengan Arab Saudi sudah berlangsung sejak lama, dengan adanya pembelajaran bahasa Indonesia ini, akan membawa nilai positif dan kemajuan bersama. Hubungan Indonesia dengan Arab Saudi sudah lama, semoga dengan adanya kursus bahasa Indonesia ini membawa kebaikan,\u201d sambung Saleh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Abdul Aziz, mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Rektor Universitas Majma\u2019ah, seluruh pimpinan, para direktur, dosen, dan seluruh staf Universitas Majma\u2019ah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dubes Abdul menilai program yang telah berjalan ini sangat baik dan menjadi pengalaman pembelajaran bahasa Indonesia dan pengenalan budaya yang indah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cKami melihat betapa baiknya pengelolaan program, betapa hangatnya keramahan yang diberikan, serta besarnya perhatian kepada seluruh peserta. Semua itu menjadikan pengalaman kami dalam pembelajaran bahasa Indonesia dan pengenalan budaya Indonesia sebagai pengalaman yang indah dan istimewa,\u201d tekan Abdul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kepada para peserta kursus, Dubes Abdul mengungkapkan kebanggaan karena telah mempelajari bahasa dan budaya Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cAnda semua telah mempelajari kosakata, tata bahasa, percakapan, membaca, dan menulis dalam bahasa Indonesia. Yang lebih penting lagi, anda semua telah mengenal Indonesia melalui budaya, tradisi, serta kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Bagi kami, kehadiran Anda dalam program ini merupakan sebuah kebanggaan sekaligus pengalaman yang sangat berharga dan istimewa,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pesan terakhir disampaikan Dubes Abdul kepada para peserta kursus, agar terus belajar, mencoba, dan berlatih menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cGunakanlah bahasa Indonesia setiap kali ada kesempatan, dan ceritakan pengalaman anda sekalian dalam mempelajarinya kepada keluarga, teman-teman, dan masyarakat  sekitar,\u201d tegas Dubes.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Program BIPA merupakan program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah lewat, yang secara berkelanjutan mendorong tumbuhnya penutur asing Bahasa Indonesia di kancah global. Progam BIPA turut difasilitasi salah satunya oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) kolaborasi dengan Perwakilan RI di negara akreditasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cSelain itu, Wisuda BIPA Angkatan I di Universitas Majma'ah menjadi sinyal optimisme inisiasi kerja sama yang lebih maju dalam bidang bahasa dan budaya Indonesia antara Indonesia dan Arab Saudi,\u201d tutup Irfan. (*)<\/p>\n","post_title":"Jembatan Budaya Dua Negara: Universitas Majma\u2019ah Gelar Wisuda Perdana Kursus Bahasa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jembatan-budaya-dua-negara-universitas-majmaah-gelar-wisuda-perdana-kursus-bahasa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-10 09:46:05","post_modified_gmt":"2026-09-10 01:46:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3271","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3148,"post_author":"1","post_date":"2026-09-07 23:07:21","post_date_gmt":"2026-09-07 15:07:21","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            PROBACA.COM <\/strong>- Kebakaran gambut tropis merupakan salah satu jenis kebakaran paling berbahaya dan sulit ditangani. Tidak seperti kebakaran yang menjalar cepat melalui pohon dan tumbuhan, api gambut membara di dalam tanah lahan basah yang telah mengering serta tumpukan gambut dalam suhu relatif rendah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Api dapat terus bergerak di bawah permukaan tanah. Kondisi tersebut membuat kebakaran gambut sangat sulit dipadamkan sekaligus menghasilkan polusi dalam jumlah besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berdasarkan salah satu estimasi yang dikutip dalam laporan ScienceDaily<\/a>, kebakaran gambut menghasilkan partikel halus tiga kali lebih banyak dibandingkan kebakaran hutan tropis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kebakaran gambut juga menghasilkan sulfur dioksida lima kali lebih banyak, karbon organik tiga kali lebih banyak, serta metana dan karbon monoksida dua kali lebih banyak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Musim kebakaran mulai terlihat dari satelit<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Musim kebakaran Indonesia 2026 telah berlangsung ketika instrumen Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer atau MODIS pada satelit Aqua milik NASA mengambil gambar wilayah Indonesia pada 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dalam peta yang menyertai pengamatan tersebut, setiap titik merah menunjukkan satu deteksi kebakaran. Artinya, sensor satelit dan algoritma telah menemukan piksel dengan anomali suhu yang berkaitan dengan kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Namun, satu titik tidak selalu mewakili satu kebakaran. Satu peristiwa kebakaran dapat menghasilkan beberapa deteksi sekaligus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kebakaran gambut merupakan persoalan berulang bagi Indonesia. Negara ini memiliki sekitar 36 persen dari seluruh lahan gambut tropis dunia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pada kondisi normal, bentang alam tersebut berada dalam keadaan basah. Namun, kekeringan parah dapat membuat lahan gambut mengering dan terbakar. Selama tiga dekade terakhir, kondisi serupa berulang kali memicu kebakaran berkepanjangan yang menyelimuti wilayah luas dengan asap selama berminggu-minggu serta mengganggu kehidupan jutaan orang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"\"<\/figure>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            El Ni\u00f1o memperkuat musim kering<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kebakaran hutan dan lahan terjadi setiap tahun di Indonesia. Namun, beberapa musim kebakaran paling merusak dalam beberapa dekade terakhir berlangsung ketika terjadi El Ni\u00f1o, terutama pada 1997 dan 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pada Agustus 2026, Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat atau NOAA menyatakan El Ni\u00f1o telah terjadi dan sedang menguat. Pola iklim tersebut biasanya menyebabkan penurunan curah hujan secara tajam di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kondisi pengeringan dapat menjadi lebih parah ketika El Ni\u00f1o berlangsung bersamaan dengan fase positif Indian Ocean Dipole atau IOD. Fase positif IOD juga sedang terjadi pada periode tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Peneliti Universitas Columbia, Robert Field, mengatakan aktivitas kebakaran di Indonesia meningkat tajam meskipun musim kebakaran baru berlangsung sekitar tiga pekan. Polanya dinilai serupa dengan situasi pada 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Menurut Field, El Ni\u00f1o yang kuat membuat musim kemarau menjadi lebih kering di daerah-daerah rawan kebakaran. Kondisi tersebut kemudian memperburuk aktivitas kebakaran, sebagaimana telah diperkirakan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Perbandingan dengan 2015 menjadi perhatian karena kebakaran pada tahun itu berlangsung lebih dari tiga bulan. Kebakaran tersebut menghasilkan sekitar 1,75 miliar ton emisi setara gas rumah kaca, lebih besar dibandingkan emisi tahunan Jepang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Hingga 2 September 2026, kebakaran di Indonesia telah berlangsung selama sekitar satu bulan. Emisi yang dihasilkan diperkirakan telah mencapai sekitar 10 persen dari jumlah emisi selama krisis kebakaran 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Api dapat bertahan hingga hujan datang<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Indonesia mengalami kekeringan parah dan meluas pada 2026, menyerupai keadaan pada 2015. Data badan meteorologi Indonesia menunjukkan sekitar 90 persen wilayah negara menerima sedikit hujan atau tidak mengalami hujan pada awal Agustus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dalam kondisi normal, endapan gambut di Kalimantan, Sumatra, dan Papua terlalu basah untuk memungkinkan api bergerak di bawah tanah. Kekeringan mengubah keadaan tersebut dan memungkinkan api masuk ke lapisan gambut serta terus membara di bawah permukaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cKetika api masuk ke bawah tanah, api itu tidak akan berhenti,\u201d kata Field.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia memperkirakan kebakaran bawah tanah dapat terus berlangsung sampai hujan turun pada Oktober atau November.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pemerintah Indonesia menggunakan pengamatan satelit NASA dan NOAA untuk memantau kebakaran aktif hampir secara langsung. MODIS dan Visible Infrared Imaging Radiometer Suite atau VIIRS menjadi dua instrumen utama yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Platform pemantauan kebakaran SiPongi milik Kementerian Kehutanan juga memanfaatkan data MODIS dan VIIRS. Sistem tersebut mencatat 946 titik panas pada 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kebakaran terburuk justru sulit terlihat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pemantauan melalui satelit memiliki keterbatasan. MODIS dan VIIRS dapat mengalami kesulitan mendeteksi api yang tertutup asap tebal atau awan, berada di bawah tajuk hutan, maupun membara di dalam lapisan gambut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ketika kebakaran di Indonesia menjadi semakin intens, jumlah api yang terdeteksi MODIS atau VIIRS terkadang justru menurun. Hal itu terjadi karena asap kebakaran menghalangi pandangan satelit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Mark Cochrane, ahli ekologi dari University of Maryland Center for Environmental Science, mengatakan peristiwa asap terburuk secara paradoks dapat menjadi kondisi yang paling sulit diamati dari luar angkasa menggunakan MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Cochrane telah melakukan penelitian lapangan mengenai kebakaran gambut di Indonesia selama hampir satu dekade.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kerentanan terbentuk sejak beberapa dekade lalu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sebagian kerentanan Indonesia terhadap kebakaran saat ini dapat ditelusuri hingga beberapa dekade lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Menurut Cochrane, pembangunan kanal irigasi secara luas dan pengeringan rawa gambut pada dekade 1990-an telah menurunkan muka air di kawasan lahan basah. Sebagian pembangunan tersebut dilakukan untuk membuka kawasan pertanian padi berskala besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Penurunan muka air membuat bentang alam menjadi lebih mudah terbakar. Perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan lainnya juga tersebar luas di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Setelah musim kebakaran yang sangat buruk pada 2015, pemerintah dan sejumlah organisasi berusaha membalikkan sebagian kerusakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sementara itu, Rektor Universitas Majma\u2019ah, Saleh bin Abdullah Al Mezel, mengatakan bahwa dirinya bersyukur atas terlaksananya program ini dengan baik dan bisa menjadi jembatan komunikasi dan budaya antar kedua negara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cBersyukur program ini berjalan lancar. Harapannya akan menjadi jembatan budaya antara Indonesia dengan Arab Saudi,\u201d tutur Saleh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cSelain itu, hubungan antara Indonesia dengan Arab Saudi sudah berlangsung sejak lama, dengan adanya pembelajaran bahasa Indonesia ini, akan membawa nilai positif dan kemajuan bersama. Hubungan Indonesia dengan Arab Saudi sudah lama, semoga dengan adanya kursus bahasa Indonesia ini membawa kebaikan,\u201d sambung Saleh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Abdul Aziz, mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Rektor Universitas Majma\u2019ah, seluruh pimpinan, para direktur, dosen, dan seluruh staf Universitas Majma\u2019ah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dubes Abdul menilai program yang telah berjalan ini sangat baik dan menjadi pengalaman pembelajaran bahasa Indonesia dan pengenalan budaya yang indah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cKami melihat betapa baiknya pengelolaan program, betapa hangatnya keramahan yang diberikan, serta besarnya perhatian kepada seluruh peserta. Semua itu menjadikan pengalaman kami dalam pembelajaran bahasa Indonesia dan pengenalan budaya Indonesia sebagai pengalaman yang indah dan istimewa,\u201d tekan Abdul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kepada para peserta kursus, Dubes Abdul mengungkapkan kebanggaan karena telah mempelajari bahasa dan budaya Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cAnda semua telah mempelajari kosakata, tata bahasa, percakapan, membaca, dan menulis dalam bahasa Indonesia. Yang lebih penting lagi, anda semua telah mengenal Indonesia melalui budaya, tradisi, serta kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Bagi kami, kehadiran Anda dalam program ini merupakan sebuah kebanggaan sekaligus pengalaman yang sangat berharga dan istimewa,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pesan terakhir disampaikan Dubes Abdul kepada para peserta kursus, agar terus belajar, mencoba, dan berlatih menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cGunakanlah bahasa Indonesia setiap kali ada kesempatan, dan ceritakan pengalaman anda sekalian dalam mempelajarinya kepada keluarga, teman-teman, dan masyarakat  sekitar,\u201d tegas Dubes.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Program BIPA merupakan program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah lewat, yang secara berkelanjutan mendorong tumbuhnya penutur asing Bahasa Indonesia di kancah global. Progam BIPA turut difasilitasi salah satunya oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) kolaborasi dengan Perwakilan RI di negara akreditasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cSelain itu, Wisuda BIPA Angkatan I di Universitas Majma'ah menjadi sinyal optimisme inisiasi kerja sama yang lebih maju dalam bidang bahasa dan budaya Indonesia antara Indonesia dan Arab Saudi,\u201d tutup Irfan. (*)<\/p>\n","post_title":"Jembatan Budaya Dua Negara: Universitas Majma\u2019ah Gelar Wisuda Perdana Kursus Bahasa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jembatan-budaya-dua-negara-universitas-majmaah-gelar-wisuda-perdana-kursus-bahasa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-10 09:46:05","post_modified_gmt":"2026-09-10 01:46:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3271","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3148,"post_author":"1","post_date":"2026-09-07 23:07:21","post_date_gmt":"2026-09-07 15:07:21","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      PROBACA.COM <\/strong>- Kebakaran gambut tropis merupakan salah satu jenis kebakaran paling berbahaya dan sulit ditangani. Tidak seperti kebakaran yang menjalar cepat melalui pohon dan tumbuhan, api gambut membara di dalam tanah lahan basah yang telah mengering serta tumpukan gambut dalam suhu relatif rendah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Api dapat terus bergerak di bawah permukaan tanah. Kondisi tersebut membuat kebakaran gambut sangat sulit dipadamkan sekaligus menghasilkan polusi dalam jumlah besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berdasarkan salah satu estimasi yang dikutip dalam laporan ScienceDaily<\/a>, kebakaran gambut menghasilkan partikel halus tiga kali lebih banyak dibandingkan kebakaran hutan tropis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kebakaran gambut juga menghasilkan sulfur dioksida lima kali lebih banyak, karbon organik tiga kali lebih banyak, serta metana dan karbon monoksida dua kali lebih banyak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Musim kebakaran mulai terlihat dari satelit<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Musim kebakaran Indonesia 2026 telah berlangsung ketika instrumen Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer atau MODIS pada satelit Aqua milik NASA mengambil gambar wilayah Indonesia pada 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam peta yang menyertai pengamatan tersebut, setiap titik merah menunjukkan satu deteksi kebakaran. Artinya, sensor satelit dan algoritma telah menemukan piksel dengan anomali suhu yang berkaitan dengan kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Namun, satu titik tidak selalu mewakili satu kebakaran. Satu peristiwa kebakaran dapat menghasilkan beberapa deteksi sekaligus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kebakaran gambut merupakan persoalan berulang bagi Indonesia. Negara ini memiliki sekitar 36 persen dari seluruh lahan gambut tropis dunia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pada kondisi normal, bentang alam tersebut berada dalam keadaan basah. Namun, kekeringan parah dapat membuat lahan gambut mengering dan terbakar. Selama tiga dekade terakhir, kondisi serupa berulang kali memicu kebakaran berkepanjangan yang menyelimuti wilayah luas dengan asap selama berminggu-minggu serta mengganggu kehidupan jutaan orang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"\"<\/figure>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      El Ni\u00f1o memperkuat musim kering<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kebakaran hutan dan lahan terjadi setiap tahun di Indonesia. Namun, beberapa musim kebakaran paling merusak dalam beberapa dekade terakhir berlangsung ketika terjadi El Ni\u00f1o, terutama pada 1997 dan 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pada Agustus 2026, Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat atau NOAA menyatakan El Ni\u00f1o telah terjadi dan sedang menguat. Pola iklim tersebut biasanya menyebabkan penurunan curah hujan secara tajam di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kondisi pengeringan dapat menjadi lebih parah ketika El Ni\u00f1o berlangsung bersamaan dengan fase positif Indian Ocean Dipole atau IOD. Fase positif IOD juga sedang terjadi pada periode tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Peneliti Universitas Columbia, Robert Field, mengatakan aktivitas kebakaran di Indonesia meningkat tajam meskipun musim kebakaran baru berlangsung sekitar tiga pekan. Polanya dinilai serupa dengan situasi pada 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Menurut Field, El Ni\u00f1o yang kuat membuat musim kemarau menjadi lebih kering di daerah-daerah rawan kebakaran. Kondisi tersebut kemudian memperburuk aktivitas kebakaran, sebagaimana telah diperkirakan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Perbandingan dengan 2015 menjadi perhatian karena kebakaran pada tahun itu berlangsung lebih dari tiga bulan. Kebakaran tersebut menghasilkan sekitar 1,75 miliar ton emisi setara gas rumah kaca, lebih besar dibandingkan emisi tahunan Jepang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Hingga 2 September 2026, kebakaran di Indonesia telah berlangsung selama sekitar satu bulan. Emisi yang dihasilkan diperkirakan telah mencapai sekitar 10 persen dari jumlah emisi selama krisis kebakaran 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Api dapat bertahan hingga hujan datang<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Indonesia mengalami kekeringan parah dan meluas pada 2026, menyerupai keadaan pada 2015. Data badan meteorologi Indonesia menunjukkan sekitar 90 persen wilayah negara menerima sedikit hujan atau tidak mengalami hujan pada awal Agustus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam kondisi normal, endapan gambut di Kalimantan, Sumatra, dan Papua terlalu basah untuk memungkinkan api bergerak di bawah tanah. Kekeringan mengubah keadaan tersebut dan memungkinkan api masuk ke lapisan gambut serta terus membara di bawah permukaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cKetika api masuk ke bawah tanah, api itu tidak akan berhenti,\u201d kata Field.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia memperkirakan kebakaran bawah tanah dapat terus berlangsung sampai hujan turun pada Oktober atau November.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pemerintah Indonesia menggunakan pengamatan satelit NASA dan NOAA untuk memantau kebakaran aktif hampir secara langsung. MODIS dan Visible Infrared Imaging Radiometer Suite atau VIIRS menjadi dua instrumen utama yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Platform pemantauan kebakaran SiPongi milik Kementerian Kehutanan juga memanfaatkan data MODIS dan VIIRS. Sistem tersebut mencatat 946 titik panas pada 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kebakaran terburuk justru sulit terlihat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pemantauan melalui satelit memiliki keterbatasan. MODIS dan VIIRS dapat mengalami kesulitan mendeteksi api yang tertutup asap tebal atau awan, berada di bawah tajuk hutan, maupun membara di dalam lapisan gambut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ketika kebakaran di Indonesia menjadi semakin intens, jumlah api yang terdeteksi MODIS atau VIIRS terkadang justru menurun. Hal itu terjadi karena asap kebakaran menghalangi pandangan satelit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Mark Cochrane, ahli ekologi dari University of Maryland Center for Environmental Science, mengatakan peristiwa asap terburuk secara paradoks dapat menjadi kondisi yang paling sulit diamati dari luar angkasa menggunakan MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Cochrane telah melakukan penelitian lapangan mengenai kebakaran gambut di Indonesia selama hampir satu dekade.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kerentanan terbentuk sejak beberapa dekade lalu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebagian kerentanan Indonesia terhadap kebakaran saat ini dapat ditelusuri hingga beberapa dekade lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Menurut Cochrane, pembangunan kanal irigasi secara luas dan pengeringan rawa gambut pada dekade 1990-an telah menurunkan muka air di kawasan lahan basah. Sebagian pembangunan tersebut dilakukan untuk membuka kawasan pertanian padi berskala besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Penurunan muka air membuat bentang alam menjadi lebih mudah terbakar. Perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan lainnya juga tersebar luas di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Setelah musim kebakaran yang sangat buruk pada 2015, pemerintah dan sejumlah organisasi berusaha membalikkan sebagian kerusakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Atdikbud KBRI Riyadh, Muhammad Irfan Helmy, mengatakan bahwa bahasa Indonesia mudah dipelajari. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya warga Arab Saudi yang berminat mengikuti kursus ini. \"Penghargaan peserta  yang lulus dalam program BIPA Universitas Majmaah  ini menjadi bukti bahwa bahasa Indonesia diminati oleh warga Arab Saudi karena mudah dipelajari,\u201d ungkap Irfan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sementara itu, Rektor Universitas Majma\u2019ah, Saleh bin Abdullah Al Mezel, mengatakan bahwa dirinya bersyukur atas terlaksananya program ini dengan baik dan bisa menjadi jembatan komunikasi dan budaya antar kedua negara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cBersyukur program ini berjalan lancar. Harapannya akan menjadi jembatan budaya antara Indonesia dengan Arab Saudi,\u201d tutur Saleh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cSelain itu, hubungan antara Indonesia dengan Arab Saudi sudah berlangsung sejak lama, dengan adanya pembelajaran bahasa Indonesia ini, akan membawa nilai positif dan kemajuan bersama. Hubungan Indonesia dengan Arab Saudi sudah lama, semoga dengan adanya kursus bahasa Indonesia ini membawa kebaikan,\u201d sambung Saleh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Abdul Aziz, mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Rektor Universitas Majma\u2019ah, seluruh pimpinan, para direktur, dosen, dan seluruh staf Universitas Majma\u2019ah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dubes Abdul menilai program yang telah berjalan ini sangat baik dan menjadi pengalaman pembelajaran bahasa Indonesia dan pengenalan budaya yang indah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cKami melihat betapa baiknya pengelolaan program, betapa hangatnya keramahan yang diberikan, serta besarnya perhatian kepada seluruh peserta. Semua itu menjadikan pengalaman kami dalam pembelajaran bahasa Indonesia dan pengenalan budaya Indonesia sebagai pengalaman yang indah dan istimewa,\u201d tekan Abdul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kepada para peserta kursus, Dubes Abdul mengungkapkan kebanggaan karena telah mempelajari bahasa dan budaya Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cAnda semua telah mempelajari kosakata, tata bahasa, percakapan, membaca, dan menulis dalam bahasa Indonesia. Yang lebih penting lagi, anda semua telah mengenal Indonesia melalui budaya, tradisi, serta kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Bagi kami, kehadiran Anda dalam program ini merupakan sebuah kebanggaan sekaligus pengalaman yang sangat berharga dan istimewa,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pesan terakhir disampaikan Dubes Abdul kepada para peserta kursus, agar terus belajar, mencoba, dan berlatih menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cGunakanlah bahasa Indonesia setiap kali ada kesempatan, dan ceritakan pengalaman anda sekalian dalam mempelajarinya kepada keluarga, teman-teman, dan masyarakat  sekitar,\u201d tegas Dubes.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Program BIPA merupakan program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah lewat, yang secara berkelanjutan mendorong tumbuhnya penutur asing Bahasa Indonesia di kancah global. Progam BIPA turut difasilitasi salah satunya oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) kolaborasi dengan Perwakilan RI di negara akreditasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cSelain itu, Wisuda BIPA Angkatan I di Universitas Majma'ah menjadi sinyal optimisme inisiasi kerja sama yang lebih maju dalam bidang bahasa dan budaya Indonesia antara Indonesia dan Arab Saudi,\u201d tutup Irfan. (*)<\/p>\n","post_title":"Jembatan Budaya Dua Negara: Universitas Majma\u2019ah Gelar Wisuda Perdana Kursus Bahasa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jembatan-budaya-dua-negara-universitas-majmaah-gelar-wisuda-perdana-kursus-bahasa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-10 09:46:05","post_modified_gmt":"2026-09-10 01:46:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3271","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3148,"post_author":"1","post_date":"2026-09-07 23:07:21","post_date_gmt":"2026-09-07 15:07:21","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                PROBACA.COM <\/strong>- Kebakaran gambut tropis merupakan salah satu jenis kebakaran paling berbahaya dan sulit ditangani. Tidak seperti kebakaran yang menjalar cepat melalui pohon dan tumbuhan, api gambut membara di dalam tanah lahan basah yang telah mengering serta tumpukan gambut dalam suhu relatif rendah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Api dapat terus bergerak di bawah permukaan tanah. Kondisi tersebut membuat kebakaran gambut sangat sulit dipadamkan sekaligus menghasilkan polusi dalam jumlah besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berdasarkan salah satu estimasi yang dikutip dalam laporan ScienceDaily<\/a>, kebakaran gambut menghasilkan partikel halus tiga kali lebih banyak dibandingkan kebakaran hutan tropis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kebakaran gambut juga menghasilkan sulfur dioksida lima kali lebih banyak, karbon organik tiga kali lebih banyak, serta metana dan karbon monoksida dua kali lebih banyak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Musim kebakaran mulai terlihat dari satelit<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Musim kebakaran Indonesia 2026 telah berlangsung ketika instrumen Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer atau MODIS pada satelit Aqua milik NASA mengambil gambar wilayah Indonesia pada 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dalam peta yang menyertai pengamatan tersebut, setiap titik merah menunjukkan satu deteksi kebakaran. Artinya, sensor satelit dan algoritma telah menemukan piksel dengan anomali suhu yang berkaitan dengan kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Namun, satu titik tidak selalu mewakili satu kebakaran. Satu peristiwa kebakaran dapat menghasilkan beberapa deteksi sekaligus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kebakaran gambut merupakan persoalan berulang bagi Indonesia. Negara ini memiliki sekitar 36 persen dari seluruh lahan gambut tropis dunia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pada kondisi normal, bentang alam tersebut berada dalam keadaan basah. Namun, kekeringan parah dapat membuat lahan gambut mengering dan terbakar. Selama tiga dekade terakhir, kondisi serupa berulang kali memicu kebakaran berkepanjangan yang menyelimuti wilayah luas dengan asap selama berminggu-minggu serta mengganggu kehidupan jutaan orang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"\"<\/figure>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                El Ni\u00f1o memperkuat musim kering<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kebakaran hutan dan lahan terjadi setiap tahun di Indonesia. Namun, beberapa musim kebakaran paling merusak dalam beberapa dekade terakhir berlangsung ketika terjadi El Ni\u00f1o, terutama pada 1997 dan 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pada Agustus 2026, Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat atau NOAA menyatakan El Ni\u00f1o telah terjadi dan sedang menguat. Pola iklim tersebut biasanya menyebabkan penurunan curah hujan secara tajam di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kondisi pengeringan dapat menjadi lebih parah ketika El Ni\u00f1o berlangsung bersamaan dengan fase positif Indian Ocean Dipole atau IOD. Fase positif IOD juga sedang terjadi pada periode tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Peneliti Universitas Columbia, Robert Field, mengatakan aktivitas kebakaran di Indonesia meningkat tajam meskipun musim kebakaran baru berlangsung sekitar tiga pekan. Polanya dinilai serupa dengan situasi pada 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Menurut Field, El Ni\u00f1o yang kuat membuat musim kemarau menjadi lebih kering di daerah-daerah rawan kebakaran. Kondisi tersebut kemudian memperburuk aktivitas kebakaran, sebagaimana telah diperkirakan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Perbandingan dengan 2015 menjadi perhatian karena kebakaran pada tahun itu berlangsung lebih dari tiga bulan. Kebakaran tersebut menghasilkan sekitar 1,75 miliar ton emisi setara gas rumah kaca, lebih besar dibandingkan emisi tahunan Jepang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Hingga 2 September 2026, kebakaran di Indonesia telah berlangsung selama sekitar satu bulan. Emisi yang dihasilkan diperkirakan telah mencapai sekitar 10 persen dari jumlah emisi selama krisis kebakaran 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Api dapat bertahan hingga hujan datang<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Indonesia mengalami kekeringan parah dan meluas pada 2026, menyerupai keadaan pada 2015. Data badan meteorologi Indonesia menunjukkan sekitar 90 persen wilayah negara menerima sedikit hujan atau tidak mengalami hujan pada awal Agustus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dalam kondisi normal, endapan gambut di Kalimantan, Sumatra, dan Papua terlalu basah untuk memungkinkan api bergerak di bawah tanah. Kekeringan mengubah keadaan tersebut dan memungkinkan api masuk ke lapisan gambut serta terus membara di bawah permukaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cKetika api masuk ke bawah tanah, api itu tidak akan berhenti,\u201d kata Field.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia memperkirakan kebakaran bawah tanah dapat terus berlangsung sampai hujan turun pada Oktober atau November.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pemerintah Indonesia menggunakan pengamatan satelit NASA dan NOAA untuk memantau kebakaran aktif hampir secara langsung. MODIS dan Visible Infrared Imaging Radiometer Suite atau VIIRS menjadi dua instrumen utama yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Platform pemantauan kebakaran SiPongi milik Kementerian Kehutanan juga memanfaatkan data MODIS dan VIIRS. Sistem tersebut mencatat 946 titik panas pada 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kebakaran terburuk justru sulit terlihat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pemantauan melalui satelit memiliki keterbatasan. MODIS dan VIIRS dapat mengalami kesulitan mendeteksi api yang tertutup asap tebal atau awan, berada di bawah tajuk hutan, maupun membara di dalam lapisan gambut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ketika kebakaran di Indonesia menjadi semakin intens, jumlah api yang terdeteksi MODIS atau VIIRS terkadang justru menurun. Hal itu terjadi karena asap kebakaran menghalangi pandangan satelit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Mark Cochrane, ahli ekologi dari University of Maryland Center for Environmental Science, mengatakan peristiwa asap terburuk secara paradoks dapat menjadi kondisi yang paling sulit diamati dari luar angkasa menggunakan MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Cochrane telah melakukan penelitian lapangan mengenai kebakaran gambut di Indonesia selama hampir satu dekade.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kerentanan terbentuk sejak beberapa dekade lalu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sebagian kerentanan Indonesia terhadap kebakaran saat ini dapat ditelusuri hingga beberapa dekade lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Menurut Cochrane, pembangunan kanal irigasi secara luas dan pengeringan rawa gambut pada dekade 1990-an telah menurunkan muka air di kawasan lahan basah. Sebagian pembangunan tersebut dilakukan untuk membuka kawasan pertanian padi berskala besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Penurunan muka air membuat bentang alam menjadi lebih mudah terbakar. Perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan lainnya juga tersebar luas di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Setelah musim kebakaran yang sangat buruk pada 2015, pemerintah dan sejumlah organisasi berusaha membalikkan sebagian kerusakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Hadir pada kegiatan ini Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Abdul Aziz, Rektor Universitas Majma\u2019ah Saleh bin Abdullah Al Mezel, Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Riyadh Muhammad Irfan Helmy, pengajar BIPA, dosen Universitas Majma\u2019ah, peserta kursus BIPA, serta tamu undangan lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Atdikbud KBRI Riyadh, Muhammad Irfan Helmy, mengatakan bahwa bahasa Indonesia mudah dipelajari. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya warga Arab Saudi yang berminat mengikuti kursus ini. \"Penghargaan peserta  yang lulus dalam program BIPA Universitas Majmaah  ini menjadi bukti bahwa bahasa Indonesia diminati oleh warga Arab Saudi karena mudah dipelajari,\u201d ungkap Irfan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sementara itu, Rektor Universitas Majma\u2019ah, Saleh bin Abdullah Al Mezel, mengatakan bahwa dirinya bersyukur atas terlaksananya program ini dengan baik dan bisa menjadi jembatan komunikasi dan budaya antar kedua negara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cBersyukur program ini berjalan lancar. Harapannya akan menjadi jembatan budaya antara Indonesia dengan Arab Saudi,\u201d tutur Saleh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cSelain itu, hubungan antara Indonesia dengan Arab Saudi sudah berlangsung sejak lama, dengan adanya pembelajaran bahasa Indonesia ini, akan membawa nilai positif dan kemajuan bersama. Hubungan Indonesia dengan Arab Saudi sudah lama, semoga dengan adanya kursus bahasa Indonesia ini membawa kebaikan,\u201d sambung Saleh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Abdul Aziz, mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Rektor Universitas Majma\u2019ah, seluruh pimpinan, para direktur, dosen, dan seluruh staf Universitas Majma\u2019ah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dubes Abdul menilai program yang telah berjalan ini sangat baik dan menjadi pengalaman pembelajaran bahasa Indonesia dan pengenalan budaya yang indah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cKami melihat betapa baiknya pengelolaan program, betapa hangatnya keramahan yang diberikan, serta besarnya perhatian kepada seluruh peserta. Semua itu menjadikan pengalaman kami dalam pembelajaran bahasa Indonesia dan pengenalan budaya Indonesia sebagai pengalaman yang indah dan istimewa,\u201d tekan Abdul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kepada para peserta kursus, Dubes Abdul mengungkapkan kebanggaan karena telah mempelajari bahasa dan budaya Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cAnda semua telah mempelajari kosakata, tata bahasa, percakapan, membaca, dan menulis dalam bahasa Indonesia. Yang lebih penting lagi, anda semua telah mengenal Indonesia melalui budaya, tradisi, serta kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Bagi kami, kehadiran Anda dalam program ini merupakan sebuah kebanggaan sekaligus pengalaman yang sangat berharga dan istimewa,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pesan terakhir disampaikan Dubes Abdul kepada para peserta kursus, agar terus belajar, mencoba, dan berlatih menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cGunakanlah bahasa Indonesia setiap kali ada kesempatan, dan ceritakan pengalaman anda sekalian dalam mempelajarinya kepada keluarga, teman-teman, dan masyarakat  sekitar,\u201d tegas Dubes.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Program BIPA merupakan program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah lewat, yang secara berkelanjutan mendorong tumbuhnya penutur asing Bahasa Indonesia di kancah global. Progam BIPA turut difasilitasi salah satunya oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) kolaborasi dengan Perwakilan RI di negara akreditasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cSelain itu, Wisuda BIPA Angkatan I di Universitas Majma'ah menjadi sinyal optimisme inisiasi kerja sama yang lebih maju dalam bidang bahasa dan budaya Indonesia antara Indonesia dan Arab Saudi,\u201d tutup Irfan. (*)<\/p>\n","post_title":"Jembatan Budaya Dua Negara: Universitas Majma\u2019ah Gelar Wisuda Perdana Kursus Bahasa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jembatan-budaya-dua-negara-universitas-majmaah-gelar-wisuda-perdana-kursus-bahasa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-10 09:46:05","post_modified_gmt":"2026-09-10 01:46:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3271","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3148,"post_author":"1","post_date":"2026-09-07 23:07:21","post_date_gmt":"2026-09-07 15:07:21","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          PROBACA.COM <\/strong>- Kebakaran gambut tropis merupakan salah satu jenis kebakaran paling berbahaya dan sulit ditangani. Tidak seperti kebakaran yang menjalar cepat melalui pohon dan tumbuhan, api gambut membara di dalam tanah lahan basah yang telah mengering serta tumpukan gambut dalam suhu relatif rendah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Api dapat terus bergerak di bawah permukaan tanah. Kondisi tersebut membuat kebakaran gambut sangat sulit dipadamkan sekaligus menghasilkan polusi dalam jumlah besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berdasarkan salah satu estimasi yang dikutip dalam laporan ScienceDaily<\/a>, kebakaran gambut menghasilkan partikel halus tiga kali lebih banyak dibandingkan kebakaran hutan tropis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kebakaran gambut juga menghasilkan sulfur dioksida lima kali lebih banyak, karbon organik tiga kali lebih banyak, serta metana dan karbon monoksida dua kali lebih banyak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Musim kebakaran mulai terlihat dari satelit<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Musim kebakaran Indonesia 2026 telah berlangsung ketika instrumen Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer atau MODIS pada satelit Aqua milik NASA mengambil gambar wilayah Indonesia pada 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dalam peta yang menyertai pengamatan tersebut, setiap titik merah menunjukkan satu deteksi kebakaran. Artinya, sensor satelit dan algoritma telah menemukan piksel dengan anomali suhu yang berkaitan dengan kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Namun, satu titik tidak selalu mewakili satu kebakaran. Satu peristiwa kebakaran dapat menghasilkan beberapa deteksi sekaligus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kebakaran gambut merupakan persoalan berulang bagi Indonesia. Negara ini memiliki sekitar 36 persen dari seluruh lahan gambut tropis dunia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pada kondisi normal, bentang alam tersebut berada dalam keadaan basah. Namun, kekeringan parah dapat membuat lahan gambut mengering dan terbakar. Selama tiga dekade terakhir, kondisi serupa berulang kali memicu kebakaran berkepanjangan yang menyelimuti wilayah luas dengan asap selama berminggu-minggu serta mengganggu kehidupan jutaan orang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"\"<\/figure>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          El Ni\u00f1o memperkuat musim kering<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kebakaran hutan dan lahan terjadi setiap tahun di Indonesia. Namun, beberapa musim kebakaran paling merusak dalam beberapa dekade terakhir berlangsung ketika terjadi El Ni\u00f1o, terutama pada 1997 dan 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pada Agustus 2026, Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat atau NOAA menyatakan El Ni\u00f1o telah terjadi dan sedang menguat. Pola iklim tersebut biasanya menyebabkan penurunan curah hujan secara tajam di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kondisi pengeringan dapat menjadi lebih parah ketika El Ni\u00f1o berlangsung bersamaan dengan fase positif Indian Ocean Dipole atau IOD. Fase positif IOD juga sedang terjadi pada periode tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Peneliti Universitas Columbia, Robert Field, mengatakan aktivitas kebakaran di Indonesia meningkat tajam meskipun musim kebakaran baru berlangsung sekitar tiga pekan. Polanya dinilai serupa dengan situasi pada 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Menurut Field, El Ni\u00f1o yang kuat membuat musim kemarau menjadi lebih kering di daerah-daerah rawan kebakaran. Kondisi tersebut kemudian memperburuk aktivitas kebakaran, sebagaimana telah diperkirakan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Perbandingan dengan 2015 menjadi perhatian karena kebakaran pada tahun itu berlangsung lebih dari tiga bulan. Kebakaran tersebut menghasilkan sekitar 1,75 miliar ton emisi setara gas rumah kaca, lebih besar dibandingkan emisi tahunan Jepang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Hingga 2 September 2026, kebakaran di Indonesia telah berlangsung selama sekitar satu bulan. Emisi yang dihasilkan diperkirakan telah mencapai sekitar 10 persen dari jumlah emisi selama krisis kebakaran 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Api dapat bertahan hingga hujan datang<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Indonesia mengalami kekeringan parah dan meluas pada 2026, menyerupai keadaan pada 2015. Data badan meteorologi Indonesia menunjukkan sekitar 90 persen wilayah negara menerima sedikit hujan atau tidak mengalami hujan pada awal Agustus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dalam kondisi normal, endapan gambut di Kalimantan, Sumatra, dan Papua terlalu basah untuk memungkinkan api bergerak di bawah tanah. Kekeringan mengubah keadaan tersebut dan memungkinkan api masuk ke lapisan gambut serta terus membara di bawah permukaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cKetika api masuk ke bawah tanah, api itu tidak akan berhenti,\u201d kata Field.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia memperkirakan kebakaran bawah tanah dapat terus berlangsung sampai hujan turun pada Oktober atau November.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pemerintah Indonesia menggunakan pengamatan satelit NASA dan NOAA untuk memantau kebakaran aktif hampir secara langsung. MODIS dan Visible Infrared Imaging Radiometer Suite atau VIIRS menjadi dua instrumen utama yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Platform pemantauan kebakaran SiPongi milik Kementerian Kehutanan juga memanfaatkan data MODIS dan VIIRS. Sistem tersebut mencatat 946 titik panas pada 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kebakaran terburuk justru sulit terlihat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pemantauan melalui satelit memiliki keterbatasan. MODIS dan VIIRS dapat mengalami kesulitan mendeteksi api yang tertutup asap tebal atau awan, berada di bawah tajuk hutan, maupun membara di dalam lapisan gambut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ketika kebakaran di Indonesia menjadi semakin intens, jumlah api yang terdeteksi MODIS atau VIIRS terkadang justru menurun. Hal itu terjadi karena asap kebakaran menghalangi pandangan satelit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Mark Cochrane, ahli ekologi dari University of Maryland Center for Environmental Science, mengatakan peristiwa asap terburuk secara paradoks dapat menjadi kondisi yang paling sulit diamati dari luar angkasa menggunakan MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Cochrane telah melakukan penelitian lapangan mengenai kebakaran gambut di Indonesia selama hampir satu dekade.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kerentanan terbentuk sejak beberapa dekade lalu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebagian kerentanan Indonesia terhadap kebakaran saat ini dapat ditelusuri hingga beberapa dekade lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Menurut Cochrane, pembangunan kanal irigasi secara luas dan pengeringan rawa gambut pada dekade 1990-an telah menurunkan muka air di kawasan lahan basah. Sebagian pembangunan tersebut dilakukan untuk membuka kawasan pertanian padi berskala besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Penurunan muka air membuat bentang alam menjadi lebih mudah terbakar. Perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan lainnya juga tersebar luas di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Setelah musim kebakaran yang sangat buruk pada 2015, pemerintah dan sejumlah organisasi berusaha membalikkan sebagian kerusakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    RIYAD, PROBACA.COM \u2013 Program pengajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Arab (BIPA) kerja sama antara KBRI Riyadh dengan Universitas Majma\u2019ah sukses dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2026. Acara wisuda 49 peserta angkatan pertama ini dilakukan di aula Universitas Majma\u2019ah pada tanggal 6 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Hadir pada kegiatan ini Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Abdul Aziz, Rektor Universitas Majma\u2019ah Saleh bin Abdullah Al Mezel, Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Riyadh Muhammad Irfan Helmy, pengajar BIPA, dosen Universitas Majma\u2019ah, peserta kursus BIPA, serta tamu undangan lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Atdikbud KBRI Riyadh, Muhammad Irfan Helmy, mengatakan bahwa bahasa Indonesia mudah dipelajari. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya warga Arab Saudi yang berminat mengikuti kursus ini. \"Penghargaan peserta  yang lulus dalam program BIPA Universitas Majmaah  ini menjadi bukti bahwa bahasa Indonesia diminati oleh warga Arab Saudi karena mudah dipelajari,\u201d ungkap Irfan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sementara itu, Rektor Universitas Majma\u2019ah, Saleh bin Abdullah Al Mezel, mengatakan bahwa dirinya bersyukur atas terlaksananya program ini dengan baik dan bisa menjadi jembatan komunikasi dan budaya antar kedua negara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cBersyukur program ini berjalan lancar. Harapannya akan menjadi jembatan budaya antara Indonesia dengan Arab Saudi,\u201d tutur Saleh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cSelain itu, hubungan antara Indonesia dengan Arab Saudi sudah berlangsung sejak lama, dengan adanya pembelajaran bahasa Indonesia ini, akan membawa nilai positif dan kemajuan bersama. Hubungan Indonesia dengan Arab Saudi sudah lama, semoga dengan adanya kursus bahasa Indonesia ini membawa kebaikan,\u201d sambung Saleh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Abdul Aziz, mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Rektor Universitas Majma\u2019ah, seluruh pimpinan, para direktur, dosen, dan seluruh staf Universitas Majma\u2019ah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dubes Abdul menilai program yang telah berjalan ini sangat baik dan menjadi pengalaman pembelajaran bahasa Indonesia dan pengenalan budaya yang indah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cKami melihat betapa baiknya pengelolaan program, betapa hangatnya keramahan yang diberikan, serta besarnya perhatian kepada seluruh peserta. Semua itu menjadikan pengalaman kami dalam pembelajaran bahasa Indonesia dan pengenalan budaya Indonesia sebagai pengalaman yang indah dan istimewa,\u201d tekan Abdul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kepada para peserta kursus, Dubes Abdul mengungkapkan kebanggaan karena telah mempelajari bahasa dan budaya Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cAnda semua telah mempelajari kosakata, tata bahasa, percakapan, membaca, dan menulis dalam bahasa Indonesia. Yang lebih penting lagi, anda semua telah mengenal Indonesia melalui budaya, tradisi, serta kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Bagi kami, kehadiran Anda dalam program ini merupakan sebuah kebanggaan sekaligus pengalaman yang sangat berharga dan istimewa,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pesan terakhir disampaikan Dubes Abdul kepada para peserta kursus, agar terus belajar, mencoba, dan berlatih menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cGunakanlah bahasa Indonesia setiap kali ada kesempatan, dan ceritakan pengalaman anda sekalian dalam mempelajarinya kepada keluarga, teman-teman, dan masyarakat  sekitar,\u201d tegas Dubes.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Program BIPA merupakan program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah lewat, yang secara berkelanjutan mendorong tumbuhnya penutur asing Bahasa Indonesia di kancah global. Progam BIPA turut difasilitasi salah satunya oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) kolaborasi dengan Perwakilan RI di negara akreditasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cSelain itu, Wisuda BIPA Angkatan I di Universitas Majma'ah menjadi sinyal optimisme inisiasi kerja sama yang lebih maju dalam bidang bahasa dan budaya Indonesia antara Indonesia dan Arab Saudi,\u201d tutup Irfan. (*)<\/p>\n","post_title":"Jembatan Budaya Dua Negara: Universitas Majma\u2019ah Gelar Wisuda Perdana Kursus Bahasa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jembatan-budaya-dua-negara-universitas-majmaah-gelar-wisuda-perdana-kursus-bahasa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-10 09:46:05","post_modified_gmt":"2026-09-10 01:46:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3271","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3148,"post_author":"1","post_date":"2026-09-07 23:07:21","post_date_gmt":"2026-09-07 15:07:21","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    PROBACA.COM <\/strong>- Kebakaran gambut tropis merupakan salah satu jenis kebakaran paling berbahaya dan sulit ditangani. Tidak seperti kebakaran yang menjalar cepat melalui pohon dan tumbuhan, api gambut membara di dalam tanah lahan basah yang telah mengering serta tumpukan gambut dalam suhu relatif rendah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Api dapat terus bergerak di bawah permukaan tanah. Kondisi tersebut membuat kebakaran gambut sangat sulit dipadamkan sekaligus menghasilkan polusi dalam jumlah besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berdasarkan salah satu estimasi yang dikutip dalam laporan ScienceDaily<\/a>, kebakaran gambut menghasilkan partikel halus tiga kali lebih banyak dibandingkan kebakaran hutan tropis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kebakaran gambut juga menghasilkan sulfur dioksida lima kali lebih banyak, karbon organik tiga kali lebih banyak, serta metana dan karbon monoksida dua kali lebih banyak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Musim kebakaran mulai terlihat dari satelit<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Musim kebakaran Indonesia 2026 telah berlangsung ketika instrumen Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer atau MODIS pada satelit Aqua milik NASA mengambil gambar wilayah Indonesia pada 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dalam peta yang menyertai pengamatan tersebut, setiap titik merah menunjukkan satu deteksi kebakaran. Artinya, sensor satelit dan algoritma telah menemukan piksel dengan anomali suhu yang berkaitan dengan kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Namun, satu titik tidak selalu mewakili satu kebakaran. Satu peristiwa kebakaran dapat menghasilkan beberapa deteksi sekaligus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kebakaran gambut merupakan persoalan berulang bagi Indonesia. Negara ini memiliki sekitar 36 persen dari seluruh lahan gambut tropis dunia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pada kondisi normal, bentang alam tersebut berada dalam keadaan basah. Namun, kekeringan parah dapat membuat lahan gambut mengering dan terbakar. Selama tiga dekade terakhir, kondisi serupa berulang kali memicu kebakaran berkepanjangan yang menyelimuti wilayah luas dengan asap selama berminggu-minggu serta mengganggu kehidupan jutaan orang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"\"<\/figure>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    El Ni\u00f1o memperkuat musim kering<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kebakaran hutan dan lahan terjadi setiap tahun di Indonesia. Namun, beberapa musim kebakaran paling merusak dalam beberapa dekade terakhir berlangsung ketika terjadi El Ni\u00f1o, terutama pada 1997 dan 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pada Agustus 2026, Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat atau NOAA menyatakan El Ni\u00f1o telah terjadi dan sedang menguat. Pola iklim tersebut biasanya menyebabkan penurunan curah hujan secara tajam di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kondisi pengeringan dapat menjadi lebih parah ketika El Ni\u00f1o berlangsung bersamaan dengan fase positif Indian Ocean Dipole atau IOD. Fase positif IOD juga sedang terjadi pada periode tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Peneliti Universitas Columbia, Robert Field, mengatakan aktivitas kebakaran di Indonesia meningkat tajam meskipun musim kebakaran baru berlangsung sekitar tiga pekan. Polanya dinilai serupa dengan situasi pada 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Menurut Field, El Ni\u00f1o yang kuat membuat musim kemarau menjadi lebih kering di daerah-daerah rawan kebakaran. Kondisi tersebut kemudian memperburuk aktivitas kebakaran, sebagaimana telah diperkirakan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Perbandingan dengan 2015 menjadi perhatian karena kebakaran pada tahun itu berlangsung lebih dari tiga bulan. Kebakaran tersebut menghasilkan sekitar 1,75 miliar ton emisi setara gas rumah kaca, lebih besar dibandingkan emisi tahunan Jepang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Hingga 2 September 2026, kebakaran di Indonesia telah berlangsung selama sekitar satu bulan. Emisi yang dihasilkan diperkirakan telah mencapai sekitar 10 persen dari jumlah emisi selama krisis kebakaran 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Api dapat bertahan hingga hujan datang<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Indonesia mengalami kekeringan parah dan meluas pada 2026, menyerupai keadaan pada 2015. Data badan meteorologi Indonesia menunjukkan sekitar 90 persen wilayah negara menerima sedikit hujan atau tidak mengalami hujan pada awal Agustus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dalam kondisi normal, endapan gambut di Kalimantan, Sumatra, dan Papua terlalu basah untuk memungkinkan api bergerak di bawah tanah. Kekeringan mengubah keadaan tersebut dan memungkinkan api masuk ke lapisan gambut serta terus membara di bawah permukaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cKetika api masuk ke bawah tanah, api itu tidak akan berhenti,\u201d kata Field.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia memperkirakan kebakaran bawah tanah dapat terus berlangsung sampai hujan turun pada Oktober atau November.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pemerintah Indonesia menggunakan pengamatan satelit NASA dan NOAA untuk memantau kebakaran aktif hampir secara langsung. MODIS dan Visible Infrared Imaging Radiometer Suite atau VIIRS menjadi dua instrumen utama yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Platform pemantauan kebakaran SiPongi milik Kementerian Kehutanan juga memanfaatkan data MODIS dan VIIRS. Sistem tersebut mencatat 946 titik panas pada 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kebakaran terburuk justru sulit terlihat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pemantauan melalui satelit memiliki keterbatasan. MODIS dan VIIRS dapat mengalami kesulitan mendeteksi api yang tertutup asap tebal atau awan, berada di bawah tajuk hutan, maupun membara di dalam lapisan gambut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ketika kebakaran di Indonesia menjadi semakin intens, jumlah api yang terdeteksi MODIS atau VIIRS terkadang justru menurun. Hal itu terjadi karena asap kebakaran menghalangi pandangan satelit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Mark Cochrane, ahli ekologi dari University of Maryland Center for Environmental Science, mengatakan peristiwa asap terburuk secara paradoks dapat menjadi kondisi yang paling sulit diamati dari luar angkasa menggunakan MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Cochrane telah melakukan penelitian lapangan mengenai kebakaran gambut di Indonesia selama hampir satu dekade.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kerentanan terbentuk sejak beberapa dekade lalu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sebagian kerentanan Indonesia terhadap kebakaran saat ini dapat ditelusuri hingga beberapa dekade lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Menurut Cochrane, pembangunan kanal irigasi secara luas dan pengeringan rawa gambut pada dekade 1990-an telah menurunkan muka air di kawasan lahan basah. Sebagian pembangunan tersebut dilakukan untuk membuka kawasan pertanian padi berskala besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Penurunan muka air membuat bentang alam menjadi lebih mudah terbakar. Perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan lainnya juga tersebar luas di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Setelah musim kebakaran yang sangat buruk pada 2015, pemerintah dan sejumlah organisasi berusaha membalikkan sebagian kerusakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebaliknya, terhadap truk dump merah yang terbukti membawa muatan solar tanpa izin sekitar 500 liter, pihak kepolisian telah melakukan penyitaan dan saat ini tengah melengkapi proses penyidikan hukum lebih lanjut. ***<\/p>\n","post_title":"Urai Antrian BBM di Kotamobagu, Forkopimda Berlakukan Barkode Sekali Sehari","post_excerpt":"Hasil sidak Pemkot Kotamobagu bersama Forkopimda ke SPBU hasilkan kebijakan demi kelancaran distribusi BBM.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"urai-antrian-bbm-di-kotamobagu-forkopimda-berlakukan-barkode-sekali-sehari","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-11 14:12:54","post_modified_gmt":"2026-09-11 06:12:54","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3301","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3271,"post_author":"3","post_date":"2026-09-10 09:46:03","post_date_gmt":"2026-09-10 01:46:03","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              RIYAD, PROBACA.COM \u2013 Program pengajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Arab (BIPA) kerja sama antara KBRI Riyadh dengan Universitas Majma\u2019ah sukses dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2026. Acara wisuda 49 peserta angkatan pertama ini dilakukan di aula Universitas Majma\u2019ah pada tanggal 6 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Hadir pada kegiatan ini Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Abdul Aziz, Rektor Universitas Majma\u2019ah Saleh bin Abdullah Al Mezel, Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Riyadh Muhammad Irfan Helmy, pengajar BIPA, dosen Universitas Majma\u2019ah, peserta kursus BIPA, serta tamu undangan lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Atdikbud KBRI Riyadh, Muhammad Irfan Helmy, mengatakan bahwa bahasa Indonesia mudah dipelajari. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya warga Arab Saudi yang berminat mengikuti kursus ini. \"Penghargaan peserta  yang lulus dalam program BIPA Universitas Majmaah  ini menjadi bukti bahwa bahasa Indonesia diminati oleh warga Arab Saudi karena mudah dipelajari,\u201d ungkap Irfan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sementara itu, Rektor Universitas Majma\u2019ah, Saleh bin Abdullah Al Mezel, mengatakan bahwa dirinya bersyukur atas terlaksananya program ini dengan baik dan bisa menjadi jembatan komunikasi dan budaya antar kedua negara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cBersyukur program ini berjalan lancar. Harapannya akan menjadi jembatan budaya antara Indonesia dengan Arab Saudi,\u201d tutur Saleh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cSelain itu, hubungan antara Indonesia dengan Arab Saudi sudah berlangsung sejak lama, dengan adanya pembelajaran bahasa Indonesia ini, akan membawa nilai positif dan kemajuan bersama. Hubungan Indonesia dengan Arab Saudi sudah lama, semoga dengan adanya kursus bahasa Indonesia ini membawa kebaikan,\u201d sambung Saleh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Abdul Aziz, mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Rektor Universitas Majma\u2019ah, seluruh pimpinan, para direktur, dosen, dan seluruh staf Universitas Majma\u2019ah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dubes Abdul menilai program yang telah berjalan ini sangat baik dan menjadi pengalaman pembelajaran bahasa Indonesia dan pengenalan budaya yang indah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cKami melihat betapa baiknya pengelolaan program, betapa hangatnya keramahan yang diberikan, serta besarnya perhatian kepada seluruh peserta. Semua itu menjadikan pengalaman kami dalam pembelajaran bahasa Indonesia dan pengenalan budaya Indonesia sebagai pengalaman yang indah dan istimewa,\u201d tekan Abdul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kepada para peserta kursus, Dubes Abdul mengungkapkan kebanggaan karena telah mempelajari bahasa dan budaya Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cAnda semua telah mempelajari kosakata, tata bahasa, percakapan, membaca, dan menulis dalam bahasa Indonesia. Yang lebih penting lagi, anda semua telah mengenal Indonesia melalui budaya, tradisi, serta kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Bagi kami, kehadiran Anda dalam program ini merupakan sebuah kebanggaan sekaligus pengalaman yang sangat berharga dan istimewa,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pesan terakhir disampaikan Dubes Abdul kepada para peserta kursus, agar terus belajar, mencoba, dan berlatih menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cGunakanlah bahasa Indonesia setiap kali ada kesempatan, dan ceritakan pengalaman anda sekalian dalam mempelajarinya kepada keluarga, teman-teman, dan masyarakat  sekitar,\u201d tegas Dubes.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Program BIPA merupakan program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah lewat, yang secara berkelanjutan mendorong tumbuhnya penutur asing Bahasa Indonesia di kancah global. Progam BIPA turut difasilitasi salah satunya oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) kolaborasi dengan Perwakilan RI di negara akreditasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cSelain itu, Wisuda BIPA Angkatan I di Universitas Majma'ah menjadi sinyal optimisme inisiasi kerja sama yang lebih maju dalam bidang bahasa dan budaya Indonesia antara Indonesia dan Arab Saudi,\u201d tutup Irfan. (*)<\/p>\n","post_title":"Jembatan Budaya Dua Negara: Universitas Majma\u2019ah Gelar Wisuda Perdana Kursus Bahasa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jembatan-budaya-dua-negara-universitas-majmaah-gelar-wisuda-perdana-kursus-bahasa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-10 09:46:05","post_modified_gmt":"2026-09-10 01:46:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3271","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3148,"post_author":"1","post_date":"2026-09-07 23:07:21","post_date_gmt":"2026-09-07 15:07:21","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              PROBACA.COM <\/strong>- Kebakaran gambut tropis merupakan salah satu jenis kebakaran paling berbahaya dan sulit ditangani. Tidak seperti kebakaran yang menjalar cepat melalui pohon dan tumbuhan, api gambut membara di dalam tanah lahan basah yang telah mengering serta tumpukan gambut dalam suhu relatif rendah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Api dapat terus bergerak di bawah permukaan tanah. Kondisi tersebut membuat kebakaran gambut sangat sulit dipadamkan sekaligus menghasilkan polusi dalam jumlah besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berdasarkan salah satu estimasi yang dikutip dalam laporan ScienceDaily<\/a>, kebakaran gambut menghasilkan partikel halus tiga kali lebih banyak dibandingkan kebakaran hutan tropis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kebakaran gambut juga menghasilkan sulfur dioksida lima kali lebih banyak, karbon organik tiga kali lebih banyak, serta metana dan karbon monoksida dua kali lebih banyak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Musim kebakaran mulai terlihat dari satelit<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Musim kebakaran Indonesia 2026 telah berlangsung ketika instrumen Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer atau MODIS pada satelit Aqua milik NASA mengambil gambar wilayah Indonesia pada 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dalam peta yang menyertai pengamatan tersebut, setiap titik merah menunjukkan satu deteksi kebakaran. Artinya, sensor satelit dan algoritma telah menemukan piksel dengan anomali suhu yang berkaitan dengan kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Namun, satu titik tidak selalu mewakili satu kebakaran. Satu peristiwa kebakaran dapat menghasilkan beberapa deteksi sekaligus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kebakaran gambut merupakan persoalan berulang bagi Indonesia. Negara ini memiliki sekitar 36 persen dari seluruh lahan gambut tropis dunia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pada kondisi normal, bentang alam tersebut berada dalam keadaan basah. Namun, kekeringan parah dapat membuat lahan gambut mengering dan terbakar. Selama tiga dekade terakhir, kondisi serupa berulang kali memicu kebakaran berkepanjangan yang menyelimuti wilayah luas dengan asap selama berminggu-minggu serta mengganggu kehidupan jutaan orang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"\"<\/figure>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              El Ni\u00f1o memperkuat musim kering<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kebakaran hutan dan lahan terjadi setiap tahun di Indonesia. Namun, beberapa musim kebakaran paling merusak dalam beberapa dekade terakhir berlangsung ketika terjadi El Ni\u00f1o, terutama pada 1997 dan 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pada Agustus 2026, Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat atau NOAA menyatakan El Ni\u00f1o telah terjadi dan sedang menguat. Pola iklim tersebut biasanya menyebabkan penurunan curah hujan secara tajam di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kondisi pengeringan dapat menjadi lebih parah ketika El Ni\u00f1o berlangsung bersamaan dengan fase positif Indian Ocean Dipole atau IOD. Fase positif IOD juga sedang terjadi pada periode tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Peneliti Universitas Columbia, Robert Field, mengatakan aktivitas kebakaran di Indonesia meningkat tajam meskipun musim kebakaran baru berlangsung sekitar tiga pekan. Polanya dinilai serupa dengan situasi pada 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Menurut Field, El Ni\u00f1o yang kuat membuat musim kemarau menjadi lebih kering di daerah-daerah rawan kebakaran. Kondisi tersebut kemudian memperburuk aktivitas kebakaran, sebagaimana telah diperkirakan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Perbandingan dengan 2015 menjadi perhatian karena kebakaran pada tahun itu berlangsung lebih dari tiga bulan. Kebakaran tersebut menghasilkan sekitar 1,75 miliar ton emisi setara gas rumah kaca, lebih besar dibandingkan emisi tahunan Jepang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Hingga 2 September 2026, kebakaran di Indonesia telah berlangsung selama sekitar satu bulan. Emisi yang dihasilkan diperkirakan telah mencapai sekitar 10 persen dari jumlah emisi selama krisis kebakaran 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Api dapat bertahan hingga hujan datang<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Indonesia mengalami kekeringan parah dan meluas pada 2026, menyerupai keadaan pada 2015. Data badan meteorologi Indonesia menunjukkan sekitar 90 persen wilayah negara menerima sedikit hujan atau tidak mengalami hujan pada awal Agustus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dalam kondisi normal, endapan gambut di Kalimantan, Sumatra, dan Papua terlalu basah untuk memungkinkan api bergerak di bawah tanah. Kekeringan mengubah keadaan tersebut dan memungkinkan api masuk ke lapisan gambut serta terus membara di bawah permukaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cKetika api masuk ke bawah tanah, api itu tidak akan berhenti,\u201d kata Field.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia memperkirakan kebakaran bawah tanah dapat terus berlangsung sampai hujan turun pada Oktober atau November.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pemerintah Indonesia menggunakan pengamatan satelit NASA dan NOAA untuk memantau kebakaran aktif hampir secara langsung. MODIS dan Visible Infrared Imaging Radiometer Suite atau VIIRS menjadi dua instrumen utama yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Platform pemantauan kebakaran SiPongi milik Kementerian Kehutanan juga memanfaatkan data MODIS dan VIIRS. Sistem tersebut mencatat 946 titik panas pada 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kebakaran terburuk justru sulit terlihat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pemantauan melalui satelit memiliki keterbatasan. MODIS dan VIIRS dapat mengalami kesulitan mendeteksi api yang tertutup asap tebal atau awan, berada di bawah tajuk hutan, maupun membara di dalam lapisan gambut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ketika kebakaran di Indonesia menjadi semakin intens, jumlah api yang terdeteksi MODIS atau VIIRS terkadang justru menurun. Hal itu terjadi karena asap kebakaran menghalangi pandangan satelit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Mark Cochrane, ahli ekologi dari University of Maryland Center for Environmental Science, mengatakan peristiwa asap terburuk secara paradoks dapat menjadi kondisi yang paling sulit diamati dari luar angkasa menggunakan MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Cochrane telah melakukan penelitian lapangan mengenai kebakaran gambut di Indonesia selama hampir satu dekade.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kerentanan terbentuk sejak beberapa dekade lalu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebagian kerentanan Indonesia terhadap kebakaran saat ini dapat ditelusuri hingga beberapa dekade lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Menurut Cochrane, pembangunan kanal irigasi secara luas dan pengeringan rawa gambut pada dekade 1990-an telah menurunkan muka air di kawasan lahan basah. Sebagian pembangunan tersebut dilakukan untuk membuka kawasan pertanian padi berskala besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Penurunan muka air membuat bentang alam menjadi lebih mudah terbakar. Perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan lainnya juga tersebar luas di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Setelah musim kebakaran yang sangat buruk pada 2015, pemerintah dan sejumlah organisasi berusaha membalikkan sebagian kerusakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Menanggapi isu viral mengenai keberadaan truk dump kuning, Wakapolres meluruskan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan kendaraan tersebut tidak bermuatan solar dan tidak terbukti memiliki niat pelanggaran (mens rea) saat diperiksa, sehingga tidak dilakukan penahanan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sebaliknya, terhadap truk dump merah yang terbukti membawa muatan solar tanpa izin sekitar 500 liter, pihak kepolisian telah melakukan penyitaan dan saat ini tengah melengkapi proses penyidikan hukum lebih lanjut. ***<\/p>\n","post_title":"Urai Antrian BBM di Kotamobagu, Forkopimda Berlakukan Barkode Sekali Sehari","post_excerpt":"Hasil sidak Pemkot Kotamobagu bersama Forkopimda ke SPBU hasilkan kebijakan demi kelancaran distribusi BBM.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"urai-antrian-bbm-di-kotamobagu-forkopimda-berlakukan-barkode-sekali-sehari","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-11 14:12:54","post_modified_gmt":"2026-09-11 06:12:54","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3301","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3271,"post_author":"3","post_date":"2026-09-10 09:46:03","post_date_gmt":"2026-09-10 01:46:03","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        RIYAD, PROBACA.COM \u2013 Program pengajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Arab (BIPA) kerja sama antara KBRI Riyadh dengan Universitas Majma\u2019ah sukses dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2026. Acara wisuda 49 peserta angkatan pertama ini dilakukan di aula Universitas Majma\u2019ah pada tanggal 6 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Hadir pada kegiatan ini Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Abdul Aziz, Rektor Universitas Majma\u2019ah Saleh bin Abdullah Al Mezel, Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Riyadh Muhammad Irfan Helmy, pengajar BIPA, dosen Universitas Majma\u2019ah, peserta kursus BIPA, serta tamu undangan lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Atdikbud KBRI Riyadh, Muhammad Irfan Helmy, mengatakan bahwa bahasa Indonesia mudah dipelajari. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya warga Arab Saudi yang berminat mengikuti kursus ini. \"Penghargaan peserta  yang lulus dalam program BIPA Universitas Majmaah  ini menjadi bukti bahwa bahasa Indonesia diminati oleh warga Arab Saudi karena mudah dipelajari,\u201d ungkap Irfan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sementara itu, Rektor Universitas Majma\u2019ah, Saleh bin Abdullah Al Mezel, mengatakan bahwa dirinya bersyukur atas terlaksananya program ini dengan baik dan bisa menjadi jembatan komunikasi dan budaya antar kedua negara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cBersyukur program ini berjalan lancar. Harapannya akan menjadi jembatan budaya antara Indonesia dengan Arab Saudi,\u201d tutur Saleh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cSelain itu, hubungan antara Indonesia dengan Arab Saudi sudah berlangsung sejak lama, dengan adanya pembelajaran bahasa Indonesia ini, akan membawa nilai positif dan kemajuan bersama. Hubungan Indonesia dengan Arab Saudi sudah lama, semoga dengan adanya kursus bahasa Indonesia ini membawa kebaikan,\u201d sambung Saleh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Abdul Aziz, mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Rektor Universitas Majma\u2019ah, seluruh pimpinan, para direktur, dosen, dan seluruh staf Universitas Majma\u2019ah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dubes Abdul menilai program yang telah berjalan ini sangat baik dan menjadi pengalaman pembelajaran bahasa Indonesia dan pengenalan budaya yang indah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cKami melihat betapa baiknya pengelolaan program, betapa hangatnya keramahan yang diberikan, serta besarnya perhatian kepada seluruh peserta. Semua itu menjadikan pengalaman kami dalam pembelajaran bahasa Indonesia dan pengenalan budaya Indonesia sebagai pengalaman yang indah dan istimewa,\u201d tekan Abdul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kepada para peserta kursus, Dubes Abdul mengungkapkan kebanggaan karena telah mempelajari bahasa dan budaya Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cAnda semua telah mempelajari kosakata, tata bahasa, percakapan, membaca, dan menulis dalam bahasa Indonesia. Yang lebih penting lagi, anda semua telah mengenal Indonesia melalui budaya, tradisi, serta kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Bagi kami, kehadiran Anda dalam program ini merupakan sebuah kebanggaan sekaligus pengalaman yang sangat berharga dan istimewa,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pesan terakhir disampaikan Dubes Abdul kepada para peserta kursus, agar terus belajar, mencoba, dan berlatih menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cGunakanlah bahasa Indonesia setiap kali ada kesempatan, dan ceritakan pengalaman anda sekalian dalam mempelajarinya kepada keluarga, teman-teman, dan masyarakat  sekitar,\u201d tegas Dubes.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Program BIPA merupakan program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah lewat, yang secara berkelanjutan mendorong tumbuhnya penutur asing Bahasa Indonesia di kancah global. Progam BIPA turut difasilitasi salah satunya oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) kolaborasi dengan Perwakilan RI di negara akreditasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cSelain itu, Wisuda BIPA Angkatan I di Universitas Majma'ah menjadi sinyal optimisme inisiasi kerja sama yang lebih maju dalam bidang bahasa dan budaya Indonesia antara Indonesia dan Arab Saudi,\u201d tutup Irfan. (*)<\/p>\n","post_title":"Jembatan Budaya Dua Negara: Universitas Majma\u2019ah Gelar Wisuda Perdana Kursus Bahasa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jembatan-budaya-dua-negara-universitas-majmaah-gelar-wisuda-perdana-kursus-bahasa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-10 09:46:05","post_modified_gmt":"2026-09-10 01:46:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3271","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3148,"post_author":"1","post_date":"2026-09-07 23:07:21","post_date_gmt":"2026-09-07 15:07:21","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        PROBACA.COM <\/strong>- Kebakaran gambut tropis merupakan salah satu jenis kebakaran paling berbahaya dan sulit ditangani. Tidak seperti kebakaran yang menjalar cepat melalui pohon dan tumbuhan, api gambut membara di dalam tanah lahan basah yang telah mengering serta tumpukan gambut dalam suhu relatif rendah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Api dapat terus bergerak di bawah permukaan tanah. Kondisi tersebut membuat kebakaran gambut sangat sulit dipadamkan sekaligus menghasilkan polusi dalam jumlah besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berdasarkan salah satu estimasi yang dikutip dalam laporan ScienceDaily<\/a>, kebakaran gambut menghasilkan partikel halus tiga kali lebih banyak dibandingkan kebakaran hutan tropis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kebakaran gambut juga menghasilkan sulfur dioksida lima kali lebih banyak, karbon organik tiga kali lebih banyak, serta metana dan karbon monoksida dua kali lebih banyak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Musim kebakaran mulai terlihat dari satelit<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Musim kebakaran Indonesia 2026 telah berlangsung ketika instrumen Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer atau MODIS pada satelit Aqua milik NASA mengambil gambar wilayah Indonesia pada 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dalam peta yang menyertai pengamatan tersebut, setiap titik merah menunjukkan satu deteksi kebakaran. Artinya, sensor satelit dan algoritma telah menemukan piksel dengan anomali suhu yang berkaitan dengan kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Namun, satu titik tidak selalu mewakili satu kebakaran. Satu peristiwa kebakaran dapat menghasilkan beberapa deteksi sekaligus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kebakaran gambut merupakan persoalan berulang bagi Indonesia. Negara ini memiliki sekitar 36 persen dari seluruh lahan gambut tropis dunia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pada kondisi normal, bentang alam tersebut berada dalam keadaan basah. Namun, kekeringan parah dapat membuat lahan gambut mengering dan terbakar. Selama tiga dekade terakhir, kondisi serupa berulang kali memicu kebakaran berkepanjangan yang menyelimuti wilayah luas dengan asap selama berminggu-minggu serta mengganggu kehidupan jutaan orang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"\"<\/figure>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        El Ni\u00f1o memperkuat musim kering<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kebakaran hutan dan lahan terjadi setiap tahun di Indonesia. Namun, beberapa musim kebakaran paling merusak dalam beberapa dekade terakhir berlangsung ketika terjadi El Ni\u00f1o, terutama pada 1997 dan 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pada Agustus 2026, Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat atau NOAA menyatakan El Ni\u00f1o telah terjadi dan sedang menguat. Pola iklim tersebut biasanya menyebabkan penurunan curah hujan secara tajam di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kondisi pengeringan dapat menjadi lebih parah ketika El Ni\u00f1o berlangsung bersamaan dengan fase positif Indian Ocean Dipole atau IOD. Fase positif IOD juga sedang terjadi pada periode tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Peneliti Universitas Columbia, Robert Field, mengatakan aktivitas kebakaran di Indonesia meningkat tajam meskipun musim kebakaran baru berlangsung sekitar tiga pekan. Polanya dinilai serupa dengan situasi pada 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Menurut Field, El Ni\u00f1o yang kuat membuat musim kemarau menjadi lebih kering di daerah-daerah rawan kebakaran. Kondisi tersebut kemudian memperburuk aktivitas kebakaran, sebagaimana telah diperkirakan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Perbandingan dengan 2015 menjadi perhatian karena kebakaran pada tahun itu berlangsung lebih dari tiga bulan. Kebakaran tersebut menghasilkan sekitar 1,75 miliar ton emisi setara gas rumah kaca, lebih besar dibandingkan emisi tahunan Jepang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Hingga 2 September 2026, kebakaran di Indonesia telah berlangsung selama sekitar satu bulan. Emisi yang dihasilkan diperkirakan telah mencapai sekitar 10 persen dari jumlah emisi selama krisis kebakaran 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Api dapat bertahan hingga hujan datang<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Indonesia mengalami kekeringan parah dan meluas pada 2026, menyerupai keadaan pada 2015. Data badan meteorologi Indonesia menunjukkan sekitar 90 persen wilayah negara menerima sedikit hujan atau tidak mengalami hujan pada awal Agustus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dalam kondisi normal, endapan gambut di Kalimantan, Sumatra, dan Papua terlalu basah untuk memungkinkan api bergerak di bawah tanah. Kekeringan mengubah keadaan tersebut dan memungkinkan api masuk ke lapisan gambut serta terus membara di bawah permukaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cKetika api masuk ke bawah tanah, api itu tidak akan berhenti,\u201d kata Field.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia memperkirakan kebakaran bawah tanah dapat terus berlangsung sampai hujan turun pada Oktober atau November.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pemerintah Indonesia menggunakan pengamatan satelit NASA dan NOAA untuk memantau kebakaran aktif hampir secara langsung. MODIS dan Visible Infrared Imaging Radiometer Suite atau VIIRS menjadi dua instrumen utama yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Platform pemantauan kebakaran SiPongi milik Kementerian Kehutanan juga memanfaatkan data MODIS dan VIIRS. Sistem tersebut mencatat 946 titik panas pada 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kebakaran terburuk justru sulit terlihat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pemantauan melalui satelit memiliki keterbatasan. MODIS dan VIIRS dapat mengalami kesulitan mendeteksi api yang tertutup asap tebal atau awan, berada di bawah tajuk hutan, maupun membara di dalam lapisan gambut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ketika kebakaran di Indonesia menjadi semakin intens, jumlah api yang terdeteksi MODIS atau VIIRS terkadang justru menurun. Hal itu terjadi karena asap kebakaran menghalangi pandangan satelit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Mark Cochrane, ahli ekologi dari University of Maryland Center for Environmental Science, mengatakan peristiwa asap terburuk secara paradoks dapat menjadi kondisi yang paling sulit diamati dari luar angkasa menggunakan MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Cochrane telah melakukan penelitian lapangan mengenai kebakaran gambut di Indonesia selama hampir satu dekade.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kerentanan terbentuk sejak beberapa dekade lalu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sebagian kerentanan Indonesia terhadap kebakaran saat ini dapat ditelusuri hingga beberapa dekade lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Menurut Cochrane, pembangunan kanal irigasi secara luas dan pengeringan rawa gambut pada dekade 1990-an telah menurunkan muka air di kawasan lahan basah. Sebagian pembangunan tersebut dilakukan untuk membuka kawasan pertanian padi berskala besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Penurunan muka air membuat bentang alam menjadi lebih mudah terbakar. Perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan lainnya juga tersebar luas di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Setelah musim kebakaran yang sangat buruk pada 2015, pemerintah dan sejumlah organisasi berusaha membalikkan sebagian kerusakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u200bWakapolres Kotamobagu, Kompol Romel Pontoh yang turut menyertai memberikan penjelasan resmi terkait penanganan dugaan penyalahgunaan BBM di wilayah hukumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menanggapi isu viral mengenai keberadaan truk dump kuning, Wakapolres meluruskan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan kendaraan tersebut tidak bermuatan solar dan tidak terbukti memiliki niat pelanggaran (mens rea) saat diperiksa, sehingga tidak dilakukan penahanan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebaliknya, terhadap truk dump merah yang terbukti membawa muatan solar tanpa izin sekitar 500 liter, pihak kepolisian telah melakukan penyitaan dan saat ini tengah melengkapi proses penyidikan hukum lebih lanjut. ***<\/p>\n","post_title":"Urai Antrian BBM di Kotamobagu, Forkopimda Berlakukan Barkode Sekali Sehari","post_excerpt":"Hasil sidak Pemkot Kotamobagu bersama Forkopimda ke SPBU hasilkan kebijakan demi kelancaran distribusi BBM.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"urai-antrian-bbm-di-kotamobagu-forkopimda-berlakukan-barkode-sekali-sehari","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-11 14:12:54","post_modified_gmt":"2026-09-11 06:12:54","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3301","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3271,"post_author":"3","post_date":"2026-09-10 09:46:03","post_date_gmt":"2026-09-10 01:46:03","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  RIYAD, PROBACA.COM \u2013 Program pengajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Arab (BIPA) kerja sama antara KBRI Riyadh dengan Universitas Majma\u2019ah sukses dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2026. Acara wisuda 49 peserta angkatan pertama ini dilakukan di aula Universitas Majma\u2019ah pada tanggal 6 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Hadir pada kegiatan ini Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Abdul Aziz, Rektor Universitas Majma\u2019ah Saleh bin Abdullah Al Mezel, Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Riyadh Muhammad Irfan Helmy, pengajar BIPA, dosen Universitas Majma\u2019ah, peserta kursus BIPA, serta tamu undangan lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Atdikbud KBRI Riyadh, Muhammad Irfan Helmy, mengatakan bahwa bahasa Indonesia mudah dipelajari. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya warga Arab Saudi yang berminat mengikuti kursus ini. \"Penghargaan peserta  yang lulus dalam program BIPA Universitas Majmaah  ini menjadi bukti bahwa bahasa Indonesia diminati oleh warga Arab Saudi karena mudah dipelajari,\u201d ungkap Irfan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sementara itu, Rektor Universitas Majma\u2019ah, Saleh bin Abdullah Al Mezel, mengatakan bahwa dirinya bersyukur atas terlaksananya program ini dengan baik dan bisa menjadi jembatan komunikasi dan budaya antar kedua negara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cBersyukur program ini berjalan lancar. Harapannya akan menjadi jembatan budaya antara Indonesia dengan Arab Saudi,\u201d tutur Saleh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cSelain itu, hubungan antara Indonesia dengan Arab Saudi sudah berlangsung sejak lama, dengan adanya pembelajaran bahasa Indonesia ini, akan membawa nilai positif dan kemajuan bersama. Hubungan Indonesia dengan Arab Saudi sudah lama, semoga dengan adanya kursus bahasa Indonesia ini membawa kebaikan,\u201d sambung Saleh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Abdul Aziz, mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Rektor Universitas Majma\u2019ah, seluruh pimpinan, para direktur, dosen, dan seluruh staf Universitas Majma\u2019ah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dubes Abdul menilai program yang telah berjalan ini sangat baik dan menjadi pengalaman pembelajaran bahasa Indonesia dan pengenalan budaya yang indah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cKami melihat betapa baiknya pengelolaan program, betapa hangatnya keramahan yang diberikan, serta besarnya perhatian kepada seluruh peserta. Semua itu menjadikan pengalaman kami dalam pembelajaran bahasa Indonesia dan pengenalan budaya Indonesia sebagai pengalaman yang indah dan istimewa,\u201d tekan Abdul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kepada para peserta kursus, Dubes Abdul mengungkapkan kebanggaan karena telah mempelajari bahasa dan budaya Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cAnda semua telah mempelajari kosakata, tata bahasa, percakapan, membaca, dan menulis dalam bahasa Indonesia. Yang lebih penting lagi, anda semua telah mengenal Indonesia melalui budaya, tradisi, serta kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Bagi kami, kehadiran Anda dalam program ini merupakan sebuah kebanggaan sekaligus pengalaman yang sangat berharga dan istimewa,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pesan terakhir disampaikan Dubes Abdul kepada para peserta kursus, agar terus belajar, mencoba, dan berlatih menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cGunakanlah bahasa Indonesia setiap kali ada kesempatan, dan ceritakan pengalaman anda sekalian dalam mempelajarinya kepada keluarga, teman-teman, dan masyarakat  sekitar,\u201d tegas Dubes.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Program BIPA merupakan program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah lewat, yang secara berkelanjutan mendorong tumbuhnya penutur asing Bahasa Indonesia di kancah global. Progam BIPA turut difasilitasi salah satunya oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) kolaborasi dengan Perwakilan RI di negara akreditasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cSelain itu, Wisuda BIPA Angkatan I di Universitas Majma'ah menjadi sinyal optimisme inisiasi kerja sama yang lebih maju dalam bidang bahasa dan budaya Indonesia antara Indonesia dan Arab Saudi,\u201d tutup Irfan. (*)<\/p>\n","post_title":"Jembatan Budaya Dua Negara: Universitas Majma\u2019ah Gelar Wisuda Perdana Kursus Bahasa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jembatan-budaya-dua-negara-universitas-majmaah-gelar-wisuda-perdana-kursus-bahasa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-10 09:46:05","post_modified_gmt":"2026-09-10 01:46:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3271","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3148,"post_author":"1","post_date":"2026-09-07 23:07:21","post_date_gmt":"2026-09-07 15:07:21","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  PROBACA.COM <\/strong>- Kebakaran gambut tropis merupakan salah satu jenis kebakaran paling berbahaya dan sulit ditangani. Tidak seperti kebakaran yang menjalar cepat melalui pohon dan tumbuhan, api gambut membara di dalam tanah lahan basah yang telah mengering serta tumpukan gambut dalam suhu relatif rendah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Api dapat terus bergerak di bawah permukaan tanah. Kondisi tersebut membuat kebakaran gambut sangat sulit dipadamkan sekaligus menghasilkan polusi dalam jumlah besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berdasarkan salah satu estimasi yang dikutip dalam laporan ScienceDaily<\/a>, kebakaran gambut menghasilkan partikel halus tiga kali lebih banyak dibandingkan kebakaran hutan tropis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kebakaran gambut juga menghasilkan sulfur dioksida lima kali lebih banyak, karbon organik tiga kali lebih banyak, serta metana dan karbon monoksida dua kali lebih banyak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Musim kebakaran mulai terlihat dari satelit<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Musim kebakaran Indonesia 2026 telah berlangsung ketika instrumen Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer atau MODIS pada satelit Aqua milik NASA mengambil gambar wilayah Indonesia pada 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam peta yang menyertai pengamatan tersebut, setiap titik merah menunjukkan satu deteksi kebakaran. Artinya, sensor satelit dan algoritma telah menemukan piksel dengan anomali suhu yang berkaitan dengan kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Namun, satu titik tidak selalu mewakili satu kebakaran. Satu peristiwa kebakaran dapat menghasilkan beberapa deteksi sekaligus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kebakaran gambut merupakan persoalan berulang bagi Indonesia. Negara ini memiliki sekitar 36 persen dari seluruh lahan gambut tropis dunia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pada kondisi normal, bentang alam tersebut berada dalam keadaan basah. Namun, kekeringan parah dapat membuat lahan gambut mengering dan terbakar. Selama tiga dekade terakhir, kondisi serupa berulang kali memicu kebakaran berkepanjangan yang menyelimuti wilayah luas dengan asap selama berminggu-minggu serta mengganggu kehidupan jutaan orang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"\"<\/figure>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  El Ni\u00f1o memperkuat musim kering<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kebakaran hutan dan lahan terjadi setiap tahun di Indonesia. Namun, beberapa musim kebakaran paling merusak dalam beberapa dekade terakhir berlangsung ketika terjadi El Ni\u00f1o, terutama pada 1997 dan 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pada Agustus 2026, Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat atau NOAA menyatakan El Ni\u00f1o telah terjadi dan sedang menguat. Pola iklim tersebut biasanya menyebabkan penurunan curah hujan secara tajam di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kondisi pengeringan dapat menjadi lebih parah ketika El Ni\u00f1o berlangsung bersamaan dengan fase positif Indian Ocean Dipole atau IOD. Fase positif IOD juga sedang terjadi pada periode tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Peneliti Universitas Columbia, Robert Field, mengatakan aktivitas kebakaran di Indonesia meningkat tajam meskipun musim kebakaran baru berlangsung sekitar tiga pekan. Polanya dinilai serupa dengan situasi pada 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menurut Field, El Ni\u00f1o yang kuat membuat musim kemarau menjadi lebih kering di daerah-daerah rawan kebakaran. Kondisi tersebut kemudian memperburuk aktivitas kebakaran, sebagaimana telah diperkirakan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Perbandingan dengan 2015 menjadi perhatian karena kebakaran pada tahun itu berlangsung lebih dari tiga bulan. Kebakaran tersebut menghasilkan sekitar 1,75 miliar ton emisi setara gas rumah kaca, lebih besar dibandingkan emisi tahunan Jepang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Hingga 2 September 2026, kebakaran di Indonesia telah berlangsung selama sekitar satu bulan. Emisi yang dihasilkan diperkirakan telah mencapai sekitar 10 persen dari jumlah emisi selama krisis kebakaran 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Api dapat bertahan hingga hujan datang<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Indonesia mengalami kekeringan parah dan meluas pada 2026, menyerupai keadaan pada 2015. Data badan meteorologi Indonesia menunjukkan sekitar 90 persen wilayah negara menerima sedikit hujan atau tidak mengalami hujan pada awal Agustus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam kondisi normal, endapan gambut di Kalimantan, Sumatra, dan Papua terlalu basah untuk memungkinkan api bergerak di bawah tanah. Kekeringan mengubah keadaan tersebut dan memungkinkan api masuk ke lapisan gambut serta terus membara di bawah permukaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cKetika api masuk ke bawah tanah, api itu tidak akan berhenti,\u201d kata Field.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia memperkirakan kebakaran bawah tanah dapat terus berlangsung sampai hujan turun pada Oktober atau November.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pemerintah Indonesia menggunakan pengamatan satelit NASA dan NOAA untuk memantau kebakaran aktif hampir secara langsung. MODIS dan Visible Infrared Imaging Radiometer Suite atau VIIRS menjadi dua instrumen utama yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Platform pemantauan kebakaran SiPongi milik Kementerian Kehutanan juga memanfaatkan data MODIS dan VIIRS. Sistem tersebut mencatat 946 titik panas pada 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kebakaran terburuk justru sulit terlihat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pemantauan melalui satelit memiliki keterbatasan. MODIS dan VIIRS dapat mengalami kesulitan mendeteksi api yang tertutup asap tebal atau awan, berada di bawah tajuk hutan, maupun membara di dalam lapisan gambut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ketika kebakaran di Indonesia menjadi semakin intens, jumlah api yang terdeteksi MODIS atau VIIRS terkadang justru menurun. Hal itu terjadi karena asap kebakaran menghalangi pandangan satelit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Mark Cochrane, ahli ekologi dari University of Maryland Center for Environmental Science, mengatakan peristiwa asap terburuk secara paradoks dapat menjadi kondisi yang paling sulit diamati dari luar angkasa menggunakan MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Cochrane telah melakukan penelitian lapangan mengenai kebakaran gambut di Indonesia selama hampir satu dekade.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kerentanan terbentuk sejak beberapa dekade lalu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebagian kerentanan Indonesia terhadap kebakaran saat ini dapat ditelusuri hingga beberapa dekade lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menurut Cochrane, pembangunan kanal irigasi secara luas dan pengeringan rawa gambut pada dekade 1990-an telah menurunkan muka air di kawasan lahan basah. Sebagian pembangunan tersebut dilakukan untuk membuka kawasan pertanian padi berskala besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Penurunan muka air membuat bentang alam menjadi lebih mudah terbakar. Perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan lainnya juga tersebar luas di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Setelah musim kebakaran yang sangat buruk pada 2015, pemerintah dan sejumlah organisasi berusaha membalikkan sebagian kerusakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u200b\u201dLangkah yang sudah dilakukan oleh pemerintah atas dasar kesepakatan Forkopimda ini merupakan langkah yang kenyataannya berhasil karena sudah bisa menguraikan antrean-antrean, dan ketersediaan BBM sudah bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Keberhasilan ini perlu didukung oleh semua pihak, termasuk media, untuk mensosialisasikan SOP yang ada agar tidak ada lagi antrean dan semua masyarakat mendapatkan BBM,\u201d tutur Kajari Kotamobagu, Tasjrifin Mulyana Abdul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u200bWakapolres Kotamobagu, Kompol Romel Pontoh yang turut menyertai memberikan penjelasan resmi terkait penanganan dugaan penyalahgunaan BBM di wilayah hukumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Menanggapi isu viral mengenai keberadaan truk dump kuning, Wakapolres meluruskan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan kendaraan tersebut tidak bermuatan solar dan tidak terbukti memiliki niat pelanggaran (mens rea) saat diperiksa, sehingga tidak dilakukan penahanan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sebaliknya, terhadap truk dump merah yang terbukti membawa muatan solar tanpa izin sekitar 500 liter, pihak kepolisian telah melakukan penyitaan dan saat ini tengah melengkapi proses penyidikan hukum lebih lanjut. ***<\/p>\n","post_title":"Urai Antrian BBM di Kotamobagu, Forkopimda Berlakukan Barkode Sekali Sehari","post_excerpt":"Hasil sidak Pemkot Kotamobagu bersama Forkopimda ke SPBU hasilkan kebijakan demi kelancaran distribusi BBM.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"urai-antrian-bbm-di-kotamobagu-forkopimda-berlakukan-barkode-sekali-sehari","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-11 14:12:54","post_modified_gmt":"2026-09-11 06:12:54","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3301","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3271,"post_author":"3","post_date":"2026-09-10 09:46:03","post_date_gmt":"2026-09-10 01:46:03","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            RIYAD, PROBACA.COM \u2013 Program pengajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Arab (BIPA) kerja sama antara KBRI Riyadh dengan Universitas Majma\u2019ah sukses dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2026. Acara wisuda 49 peserta angkatan pertama ini dilakukan di aula Universitas Majma\u2019ah pada tanggal 6 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Hadir pada kegiatan ini Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Abdul Aziz, Rektor Universitas Majma\u2019ah Saleh bin Abdullah Al Mezel, Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Riyadh Muhammad Irfan Helmy, pengajar BIPA, dosen Universitas Majma\u2019ah, peserta kursus BIPA, serta tamu undangan lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Atdikbud KBRI Riyadh, Muhammad Irfan Helmy, mengatakan bahwa bahasa Indonesia mudah dipelajari. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya warga Arab Saudi yang berminat mengikuti kursus ini. \"Penghargaan peserta  yang lulus dalam program BIPA Universitas Majmaah  ini menjadi bukti bahwa bahasa Indonesia diminati oleh warga Arab Saudi karena mudah dipelajari,\u201d ungkap Irfan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sementara itu, Rektor Universitas Majma\u2019ah, Saleh bin Abdullah Al Mezel, mengatakan bahwa dirinya bersyukur atas terlaksananya program ini dengan baik dan bisa menjadi jembatan komunikasi dan budaya antar kedua negara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cBersyukur program ini berjalan lancar. Harapannya akan menjadi jembatan budaya antara Indonesia dengan Arab Saudi,\u201d tutur Saleh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cSelain itu, hubungan antara Indonesia dengan Arab Saudi sudah berlangsung sejak lama, dengan adanya pembelajaran bahasa Indonesia ini, akan membawa nilai positif dan kemajuan bersama. Hubungan Indonesia dengan Arab Saudi sudah lama, semoga dengan adanya kursus bahasa Indonesia ini membawa kebaikan,\u201d sambung Saleh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Abdul Aziz, mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Rektor Universitas Majma\u2019ah, seluruh pimpinan, para direktur, dosen, dan seluruh staf Universitas Majma\u2019ah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dubes Abdul menilai program yang telah berjalan ini sangat baik dan menjadi pengalaman pembelajaran bahasa Indonesia dan pengenalan budaya yang indah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cKami melihat betapa baiknya pengelolaan program, betapa hangatnya keramahan yang diberikan, serta besarnya perhatian kepada seluruh peserta. Semua itu menjadikan pengalaman kami dalam pembelajaran bahasa Indonesia dan pengenalan budaya Indonesia sebagai pengalaman yang indah dan istimewa,\u201d tekan Abdul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kepada para peserta kursus, Dubes Abdul mengungkapkan kebanggaan karena telah mempelajari bahasa dan budaya Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cAnda semua telah mempelajari kosakata, tata bahasa, percakapan, membaca, dan menulis dalam bahasa Indonesia. Yang lebih penting lagi, anda semua telah mengenal Indonesia melalui budaya, tradisi, serta kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Bagi kami, kehadiran Anda dalam program ini merupakan sebuah kebanggaan sekaligus pengalaman yang sangat berharga dan istimewa,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pesan terakhir disampaikan Dubes Abdul kepada para peserta kursus, agar terus belajar, mencoba, dan berlatih menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cGunakanlah bahasa Indonesia setiap kali ada kesempatan, dan ceritakan pengalaman anda sekalian dalam mempelajarinya kepada keluarga, teman-teman, dan masyarakat  sekitar,\u201d tegas Dubes.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Program BIPA merupakan program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah lewat, yang secara berkelanjutan mendorong tumbuhnya penutur asing Bahasa Indonesia di kancah global. Progam BIPA turut difasilitasi salah satunya oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) kolaborasi dengan Perwakilan RI di negara akreditasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cSelain itu, Wisuda BIPA Angkatan I di Universitas Majma'ah menjadi sinyal optimisme inisiasi kerja sama yang lebih maju dalam bidang bahasa dan budaya Indonesia antara Indonesia dan Arab Saudi,\u201d tutup Irfan. (*)<\/p>\n","post_title":"Jembatan Budaya Dua Negara: Universitas Majma\u2019ah Gelar Wisuda Perdana Kursus Bahasa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jembatan-budaya-dua-negara-universitas-majmaah-gelar-wisuda-perdana-kursus-bahasa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-10 09:46:05","post_modified_gmt":"2026-09-10 01:46:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3271","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3148,"post_author":"1","post_date":"2026-09-07 23:07:21","post_date_gmt":"2026-09-07 15:07:21","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            PROBACA.COM <\/strong>- Kebakaran gambut tropis merupakan salah satu jenis kebakaran paling berbahaya dan sulit ditangani. Tidak seperti kebakaran yang menjalar cepat melalui pohon dan tumbuhan, api gambut membara di dalam tanah lahan basah yang telah mengering serta tumpukan gambut dalam suhu relatif rendah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Api dapat terus bergerak di bawah permukaan tanah. Kondisi tersebut membuat kebakaran gambut sangat sulit dipadamkan sekaligus menghasilkan polusi dalam jumlah besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berdasarkan salah satu estimasi yang dikutip dalam laporan ScienceDaily<\/a>, kebakaran gambut menghasilkan partikel halus tiga kali lebih banyak dibandingkan kebakaran hutan tropis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kebakaran gambut juga menghasilkan sulfur dioksida lima kali lebih banyak, karbon organik tiga kali lebih banyak, serta metana dan karbon monoksida dua kali lebih banyak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Musim kebakaran mulai terlihat dari satelit<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Musim kebakaran Indonesia 2026 telah berlangsung ketika instrumen Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer atau MODIS pada satelit Aqua milik NASA mengambil gambar wilayah Indonesia pada 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dalam peta yang menyertai pengamatan tersebut, setiap titik merah menunjukkan satu deteksi kebakaran. Artinya, sensor satelit dan algoritma telah menemukan piksel dengan anomali suhu yang berkaitan dengan kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Namun, satu titik tidak selalu mewakili satu kebakaran. Satu peristiwa kebakaran dapat menghasilkan beberapa deteksi sekaligus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kebakaran gambut merupakan persoalan berulang bagi Indonesia. Negara ini memiliki sekitar 36 persen dari seluruh lahan gambut tropis dunia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pada kondisi normal, bentang alam tersebut berada dalam keadaan basah. Namun, kekeringan parah dapat membuat lahan gambut mengering dan terbakar. Selama tiga dekade terakhir, kondisi serupa berulang kali memicu kebakaran berkepanjangan yang menyelimuti wilayah luas dengan asap selama berminggu-minggu serta mengganggu kehidupan jutaan orang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"\"<\/figure>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            El Ni\u00f1o memperkuat musim kering<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kebakaran hutan dan lahan terjadi setiap tahun di Indonesia. Namun, beberapa musim kebakaran paling merusak dalam beberapa dekade terakhir berlangsung ketika terjadi El Ni\u00f1o, terutama pada 1997 dan 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pada Agustus 2026, Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat atau NOAA menyatakan El Ni\u00f1o telah terjadi dan sedang menguat. Pola iklim tersebut biasanya menyebabkan penurunan curah hujan secara tajam di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kondisi pengeringan dapat menjadi lebih parah ketika El Ni\u00f1o berlangsung bersamaan dengan fase positif Indian Ocean Dipole atau IOD. Fase positif IOD juga sedang terjadi pada periode tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Peneliti Universitas Columbia, Robert Field, mengatakan aktivitas kebakaran di Indonesia meningkat tajam meskipun musim kebakaran baru berlangsung sekitar tiga pekan. Polanya dinilai serupa dengan situasi pada 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Menurut Field, El Ni\u00f1o yang kuat membuat musim kemarau menjadi lebih kering di daerah-daerah rawan kebakaran. Kondisi tersebut kemudian memperburuk aktivitas kebakaran, sebagaimana telah diperkirakan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Perbandingan dengan 2015 menjadi perhatian karena kebakaran pada tahun itu berlangsung lebih dari tiga bulan. Kebakaran tersebut menghasilkan sekitar 1,75 miliar ton emisi setara gas rumah kaca, lebih besar dibandingkan emisi tahunan Jepang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Hingga 2 September 2026, kebakaran di Indonesia telah berlangsung selama sekitar satu bulan. Emisi yang dihasilkan diperkirakan telah mencapai sekitar 10 persen dari jumlah emisi selama krisis kebakaran 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Api dapat bertahan hingga hujan datang<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Indonesia mengalami kekeringan parah dan meluas pada 2026, menyerupai keadaan pada 2015. Data badan meteorologi Indonesia menunjukkan sekitar 90 persen wilayah negara menerima sedikit hujan atau tidak mengalami hujan pada awal Agustus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dalam kondisi normal, endapan gambut di Kalimantan, Sumatra, dan Papua terlalu basah untuk memungkinkan api bergerak di bawah tanah. Kekeringan mengubah keadaan tersebut dan memungkinkan api masuk ke lapisan gambut serta terus membara di bawah permukaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cKetika api masuk ke bawah tanah, api itu tidak akan berhenti,\u201d kata Field.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia memperkirakan kebakaran bawah tanah dapat terus berlangsung sampai hujan turun pada Oktober atau November.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pemerintah Indonesia menggunakan pengamatan satelit NASA dan NOAA untuk memantau kebakaran aktif hampir secara langsung. MODIS dan Visible Infrared Imaging Radiometer Suite atau VIIRS menjadi dua instrumen utama yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Platform pemantauan kebakaran SiPongi milik Kementerian Kehutanan juga memanfaatkan data MODIS dan VIIRS. Sistem tersebut mencatat 946 titik panas pada 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kebakaran terburuk justru sulit terlihat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pemantauan melalui satelit memiliki keterbatasan. MODIS dan VIIRS dapat mengalami kesulitan mendeteksi api yang tertutup asap tebal atau awan, berada di bawah tajuk hutan, maupun membara di dalam lapisan gambut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ketika kebakaran di Indonesia menjadi semakin intens, jumlah api yang terdeteksi MODIS atau VIIRS terkadang justru menurun. Hal itu terjadi karena asap kebakaran menghalangi pandangan satelit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Mark Cochrane, ahli ekologi dari University of Maryland Center for Environmental Science, mengatakan peristiwa asap terburuk secara paradoks dapat menjadi kondisi yang paling sulit diamati dari luar angkasa menggunakan MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Cochrane telah melakukan penelitian lapangan mengenai kebakaran gambut di Indonesia selama hampir satu dekade.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kerentanan terbentuk sejak beberapa dekade lalu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sebagian kerentanan Indonesia terhadap kebakaran saat ini dapat ditelusuri hingga beberapa dekade lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Menurut Cochrane, pembangunan kanal irigasi secara luas dan pengeringan rawa gambut pada dekade 1990-an telah menurunkan muka air di kawasan lahan basah. Sebagian pembangunan tersebut dilakukan untuk membuka kawasan pertanian padi berskala besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Penurunan muka air membuat bentang alam menjadi lebih mudah terbakar. Perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan lainnya juga tersebar luas di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Setelah musim kebakaran yang sangat buruk pada 2015, pemerintah dan sejumlah organisasi berusaha membalikkan sebagian kerusakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kotamobagu, Tasjrifin Mulyana Abdul, yang turut dalam sidak  mengapresiasi efektivitas SOP dan hasil kesepakatan bersama Forkopimda yang terbukti mampu menekan antrean di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u200b\u201dLangkah yang sudah dilakukan oleh pemerintah atas dasar kesepakatan Forkopimda ini merupakan langkah yang kenyataannya berhasil karena sudah bisa menguraikan antrean-antrean, dan ketersediaan BBM sudah bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Keberhasilan ini perlu didukung oleh semua pihak, termasuk media, untuk mensosialisasikan SOP yang ada agar tidak ada lagi antrean dan semua masyarakat mendapatkan BBM,\u201d tutur Kajari Kotamobagu, Tasjrifin Mulyana Abdul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u200bWakapolres Kotamobagu, Kompol Romel Pontoh yang turut menyertai memberikan penjelasan resmi terkait penanganan dugaan penyalahgunaan BBM di wilayah hukumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Menanggapi isu viral mengenai keberadaan truk dump kuning, Wakapolres meluruskan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan kendaraan tersebut tidak bermuatan solar dan tidak terbukti memiliki niat pelanggaran (mens rea) saat diperiksa, sehingga tidak dilakukan penahanan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebaliknya, terhadap truk dump merah yang terbukti membawa muatan solar tanpa izin sekitar 500 liter, pihak kepolisian telah melakukan penyitaan dan saat ini tengah melengkapi proses penyidikan hukum lebih lanjut. ***<\/p>\n","post_title":"Urai Antrian BBM di Kotamobagu, Forkopimda Berlakukan Barkode Sekali Sehari","post_excerpt":"Hasil sidak Pemkot Kotamobagu bersama Forkopimda ke SPBU hasilkan kebijakan demi kelancaran distribusi BBM.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"urai-antrian-bbm-di-kotamobagu-forkopimda-berlakukan-barkode-sekali-sehari","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-11 14:12:54","post_modified_gmt":"2026-09-11 06:12:54","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3301","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3271,"post_author":"3","post_date":"2026-09-10 09:46:03","post_date_gmt":"2026-09-10 01:46:03","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      RIYAD, PROBACA.COM \u2013 Program pengajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Arab (BIPA) kerja sama antara KBRI Riyadh dengan Universitas Majma\u2019ah sukses dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2026. Acara wisuda 49 peserta angkatan pertama ini dilakukan di aula Universitas Majma\u2019ah pada tanggal 6 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Hadir pada kegiatan ini Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Abdul Aziz, Rektor Universitas Majma\u2019ah Saleh bin Abdullah Al Mezel, Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Riyadh Muhammad Irfan Helmy, pengajar BIPA, dosen Universitas Majma\u2019ah, peserta kursus BIPA, serta tamu undangan lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Atdikbud KBRI Riyadh, Muhammad Irfan Helmy, mengatakan bahwa bahasa Indonesia mudah dipelajari. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya warga Arab Saudi yang berminat mengikuti kursus ini. \"Penghargaan peserta  yang lulus dalam program BIPA Universitas Majmaah  ini menjadi bukti bahwa bahasa Indonesia diminati oleh warga Arab Saudi karena mudah dipelajari,\u201d ungkap Irfan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sementara itu, Rektor Universitas Majma\u2019ah, Saleh bin Abdullah Al Mezel, mengatakan bahwa dirinya bersyukur atas terlaksananya program ini dengan baik dan bisa menjadi jembatan komunikasi dan budaya antar kedua negara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cBersyukur program ini berjalan lancar. Harapannya akan menjadi jembatan budaya antara Indonesia dengan Arab Saudi,\u201d tutur Saleh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cSelain itu, hubungan antara Indonesia dengan Arab Saudi sudah berlangsung sejak lama, dengan adanya pembelajaran bahasa Indonesia ini, akan membawa nilai positif dan kemajuan bersama. Hubungan Indonesia dengan Arab Saudi sudah lama, semoga dengan adanya kursus bahasa Indonesia ini membawa kebaikan,\u201d sambung Saleh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Abdul Aziz, mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Rektor Universitas Majma\u2019ah, seluruh pimpinan, para direktur, dosen, dan seluruh staf Universitas Majma\u2019ah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dubes Abdul menilai program yang telah berjalan ini sangat baik dan menjadi pengalaman pembelajaran bahasa Indonesia dan pengenalan budaya yang indah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cKami melihat betapa baiknya pengelolaan program, betapa hangatnya keramahan yang diberikan, serta besarnya perhatian kepada seluruh peserta. Semua itu menjadikan pengalaman kami dalam pembelajaran bahasa Indonesia dan pengenalan budaya Indonesia sebagai pengalaman yang indah dan istimewa,\u201d tekan Abdul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kepada para peserta kursus, Dubes Abdul mengungkapkan kebanggaan karena telah mempelajari bahasa dan budaya Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cAnda semua telah mempelajari kosakata, tata bahasa, percakapan, membaca, dan menulis dalam bahasa Indonesia. Yang lebih penting lagi, anda semua telah mengenal Indonesia melalui budaya, tradisi, serta kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Bagi kami, kehadiran Anda dalam program ini merupakan sebuah kebanggaan sekaligus pengalaman yang sangat berharga dan istimewa,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pesan terakhir disampaikan Dubes Abdul kepada para peserta kursus, agar terus belajar, mencoba, dan berlatih menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cGunakanlah bahasa Indonesia setiap kali ada kesempatan, dan ceritakan pengalaman anda sekalian dalam mempelajarinya kepada keluarga, teman-teman, dan masyarakat  sekitar,\u201d tegas Dubes.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Program BIPA merupakan program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah lewat, yang secara berkelanjutan mendorong tumbuhnya penutur asing Bahasa Indonesia di kancah global. Progam BIPA turut difasilitasi salah satunya oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) kolaborasi dengan Perwakilan RI di negara akreditasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cSelain itu, Wisuda BIPA Angkatan I di Universitas Majma'ah menjadi sinyal optimisme inisiasi kerja sama yang lebih maju dalam bidang bahasa dan budaya Indonesia antara Indonesia dan Arab Saudi,\u201d tutup Irfan. (*)<\/p>\n","post_title":"Jembatan Budaya Dua Negara: Universitas Majma\u2019ah Gelar Wisuda Perdana Kursus Bahasa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jembatan-budaya-dua-negara-universitas-majmaah-gelar-wisuda-perdana-kursus-bahasa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-10 09:46:05","post_modified_gmt":"2026-09-10 01:46:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3271","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3148,"post_author":"1","post_date":"2026-09-07 23:07:21","post_date_gmt":"2026-09-07 15:07:21","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      PROBACA.COM <\/strong>- Kebakaran gambut tropis merupakan salah satu jenis kebakaran paling berbahaya dan sulit ditangani. Tidak seperti kebakaran yang menjalar cepat melalui pohon dan tumbuhan, api gambut membara di dalam tanah lahan basah yang telah mengering serta tumpukan gambut dalam suhu relatif rendah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Api dapat terus bergerak di bawah permukaan tanah. Kondisi tersebut membuat kebakaran gambut sangat sulit dipadamkan sekaligus menghasilkan polusi dalam jumlah besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berdasarkan salah satu estimasi yang dikutip dalam laporan ScienceDaily<\/a>, kebakaran gambut menghasilkan partikel halus tiga kali lebih banyak dibandingkan kebakaran hutan tropis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kebakaran gambut juga menghasilkan sulfur dioksida lima kali lebih banyak, karbon organik tiga kali lebih banyak, serta metana dan karbon monoksida dua kali lebih banyak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Musim kebakaran mulai terlihat dari satelit<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Musim kebakaran Indonesia 2026 telah berlangsung ketika instrumen Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer atau MODIS pada satelit Aqua milik NASA mengambil gambar wilayah Indonesia pada 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam peta yang menyertai pengamatan tersebut, setiap titik merah menunjukkan satu deteksi kebakaran. Artinya, sensor satelit dan algoritma telah menemukan piksel dengan anomali suhu yang berkaitan dengan kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Namun, satu titik tidak selalu mewakili satu kebakaran. Satu peristiwa kebakaran dapat menghasilkan beberapa deteksi sekaligus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kebakaran gambut merupakan persoalan berulang bagi Indonesia. Negara ini memiliki sekitar 36 persen dari seluruh lahan gambut tropis dunia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pada kondisi normal, bentang alam tersebut berada dalam keadaan basah. Namun, kekeringan parah dapat membuat lahan gambut mengering dan terbakar. Selama tiga dekade terakhir, kondisi serupa berulang kali memicu kebakaran berkepanjangan yang menyelimuti wilayah luas dengan asap selama berminggu-minggu serta mengganggu kehidupan jutaan orang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"\"<\/figure>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      El Ni\u00f1o memperkuat musim kering<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kebakaran hutan dan lahan terjadi setiap tahun di Indonesia. Namun, beberapa musim kebakaran paling merusak dalam beberapa dekade terakhir berlangsung ketika terjadi El Ni\u00f1o, terutama pada 1997 dan 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pada Agustus 2026, Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat atau NOAA menyatakan El Ni\u00f1o telah terjadi dan sedang menguat. Pola iklim tersebut biasanya menyebabkan penurunan curah hujan secara tajam di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kondisi pengeringan dapat menjadi lebih parah ketika El Ni\u00f1o berlangsung bersamaan dengan fase positif Indian Ocean Dipole atau IOD. Fase positif IOD juga sedang terjadi pada periode tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Peneliti Universitas Columbia, Robert Field, mengatakan aktivitas kebakaran di Indonesia meningkat tajam meskipun musim kebakaran baru berlangsung sekitar tiga pekan. Polanya dinilai serupa dengan situasi pada 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Menurut Field, El Ni\u00f1o yang kuat membuat musim kemarau menjadi lebih kering di daerah-daerah rawan kebakaran. Kondisi tersebut kemudian memperburuk aktivitas kebakaran, sebagaimana telah diperkirakan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Perbandingan dengan 2015 menjadi perhatian karena kebakaran pada tahun itu berlangsung lebih dari tiga bulan. Kebakaran tersebut menghasilkan sekitar 1,75 miliar ton emisi setara gas rumah kaca, lebih besar dibandingkan emisi tahunan Jepang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Hingga 2 September 2026, kebakaran di Indonesia telah berlangsung selama sekitar satu bulan. Emisi yang dihasilkan diperkirakan telah mencapai sekitar 10 persen dari jumlah emisi selama krisis kebakaran 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Api dapat bertahan hingga hujan datang<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Indonesia mengalami kekeringan parah dan meluas pada 2026, menyerupai keadaan pada 2015. Data badan meteorologi Indonesia menunjukkan sekitar 90 persen wilayah negara menerima sedikit hujan atau tidak mengalami hujan pada awal Agustus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam kondisi normal, endapan gambut di Kalimantan, Sumatra, dan Papua terlalu basah untuk memungkinkan api bergerak di bawah tanah. Kekeringan mengubah keadaan tersebut dan memungkinkan api masuk ke lapisan gambut serta terus membara di bawah permukaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cKetika api masuk ke bawah tanah, api itu tidak akan berhenti,\u201d kata Field.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia memperkirakan kebakaran bawah tanah dapat terus berlangsung sampai hujan turun pada Oktober atau November.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pemerintah Indonesia menggunakan pengamatan satelit NASA dan NOAA untuk memantau kebakaran aktif hampir secara langsung. MODIS dan Visible Infrared Imaging Radiometer Suite atau VIIRS menjadi dua instrumen utama yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Platform pemantauan kebakaran SiPongi milik Kementerian Kehutanan juga memanfaatkan data MODIS dan VIIRS. Sistem tersebut mencatat 946 titik panas pada 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kebakaran terburuk justru sulit terlihat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pemantauan melalui satelit memiliki keterbatasan. MODIS dan VIIRS dapat mengalami kesulitan mendeteksi api yang tertutup asap tebal atau awan, berada di bawah tajuk hutan, maupun membara di dalam lapisan gambut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ketika kebakaran di Indonesia menjadi semakin intens, jumlah api yang terdeteksi MODIS atau VIIRS terkadang justru menurun. Hal itu terjadi karena asap kebakaran menghalangi pandangan satelit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Mark Cochrane, ahli ekologi dari University of Maryland Center for Environmental Science, mengatakan peristiwa asap terburuk secara paradoks dapat menjadi kondisi yang paling sulit diamati dari luar angkasa menggunakan MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Cochrane telah melakukan penelitian lapangan mengenai kebakaran gambut di Indonesia selama hampir satu dekade.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kerentanan terbentuk sejak beberapa dekade lalu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebagian kerentanan Indonesia terhadap kebakaran saat ini dapat ditelusuri hingga beberapa dekade lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Menurut Cochrane, pembangunan kanal irigasi secara luas dan pengeringan rawa gambut pada dekade 1990-an telah menurunkan muka air di kawasan lahan basah. Sebagian pembangunan tersebut dilakukan untuk membuka kawasan pertanian padi berskala besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Penurunan muka air membuat bentang alam menjadi lebih mudah terbakar. Perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan lainnya juga tersebar luas di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Setelah musim kebakaran yang sangat buruk pada 2015, pemerintah dan sejumlah organisasi berusaha membalikkan sebagian kerusakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Namun aturan tersebut fleksibel  bagi warga yang hendak melakukan perjalanan antarkota seperti ke Manado, di mana pengisian susulan dapat dilakukan di SPBU sepanjang jalur lintas. Kebijakan ini terbukti efektif mengurai penumpukan kendaraan di kedua SPBU tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                 Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kotamobagu, Tasjrifin Mulyana Abdul, yang turut dalam sidak  mengapresiasi efektivitas SOP dan hasil kesepakatan bersama Forkopimda yang terbukti mampu menekan antrean di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u200b\u201dLangkah yang sudah dilakukan oleh pemerintah atas dasar kesepakatan Forkopimda ini merupakan langkah yang kenyataannya berhasil karena sudah bisa menguraikan antrean-antrean, dan ketersediaan BBM sudah bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Keberhasilan ini perlu didukung oleh semua pihak, termasuk media, untuk mensosialisasikan SOP yang ada agar tidak ada lagi antrean dan semua masyarakat mendapatkan BBM,\u201d tutur Kajari Kotamobagu, Tasjrifin Mulyana Abdul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u200bWakapolres Kotamobagu, Kompol Romel Pontoh yang turut menyertai memberikan penjelasan resmi terkait penanganan dugaan penyalahgunaan BBM di wilayah hukumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Menanggapi isu viral mengenai keberadaan truk dump kuning, Wakapolres meluruskan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan kendaraan tersebut tidak bermuatan solar dan tidak terbukti memiliki niat pelanggaran (mens rea) saat diperiksa, sehingga tidak dilakukan penahanan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sebaliknya, terhadap truk dump merah yang terbukti membawa muatan solar tanpa izin sekitar 500 liter, pihak kepolisian telah melakukan penyitaan dan saat ini tengah melengkapi proses penyidikan hukum lebih lanjut. ***<\/p>\n","post_title":"Urai Antrian BBM di Kotamobagu, Forkopimda Berlakukan Barkode Sekali Sehari","post_excerpt":"Hasil sidak Pemkot Kotamobagu bersama Forkopimda ke SPBU hasilkan kebijakan demi kelancaran distribusi BBM.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"urai-antrian-bbm-di-kotamobagu-forkopimda-berlakukan-barkode-sekali-sehari","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-11 14:12:54","post_modified_gmt":"2026-09-11 06:12:54","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3301","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3271,"post_author":"3","post_date":"2026-09-10 09:46:03","post_date_gmt":"2026-09-10 01:46:03","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                RIYAD, PROBACA.COM \u2013 Program pengajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Arab (BIPA) kerja sama antara KBRI Riyadh dengan Universitas Majma\u2019ah sukses dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2026. Acara wisuda 49 peserta angkatan pertama ini dilakukan di aula Universitas Majma\u2019ah pada tanggal 6 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Hadir pada kegiatan ini Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Abdul Aziz, Rektor Universitas Majma\u2019ah Saleh bin Abdullah Al Mezel, Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Riyadh Muhammad Irfan Helmy, pengajar BIPA, dosen Universitas Majma\u2019ah, peserta kursus BIPA, serta tamu undangan lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Atdikbud KBRI Riyadh, Muhammad Irfan Helmy, mengatakan bahwa bahasa Indonesia mudah dipelajari. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya warga Arab Saudi yang berminat mengikuti kursus ini. \"Penghargaan peserta  yang lulus dalam program BIPA Universitas Majmaah  ini menjadi bukti bahwa bahasa Indonesia diminati oleh warga Arab Saudi karena mudah dipelajari,\u201d ungkap Irfan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sementara itu, Rektor Universitas Majma\u2019ah, Saleh bin Abdullah Al Mezel, mengatakan bahwa dirinya bersyukur atas terlaksananya program ini dengan baik dan bisa menjadi jembatan komunikasi dan budaya antar kedua negara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cBersyukur program ini berjalan lancar. Harapannya akan menjadi jembatan budaya antara Indonesia dengan Arab Saudi,\u201d tutur Saleh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cSelain itu, hubungan antara Indonesia dengan Arab Saudi sudah berlangsung sejak lama, dengan adanya pembelajaran bahasa Indonesia ini, akan membawa nilai positif dan kemajuan bersama. Hubungan Indonesia dengan Arab Saudi sudah lama, semoga dengan adanya kursus bahasa Indonesia ini membawa kebaikan,\u201d sambung Saleh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Abdul Aziz, mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Rektor Universitas Majma\u2019ah, seluruh pimpinan, para direktur, dosen, dan seluruh staf Universitas Majma\u2019ah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dubes Abdul menilai program yang telah berjalan ini sangat baik dan menjadi pengalaman pembelajaran bahasa Indonesia dan pengenalan budaya yang indah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cKami melihat betapa baiknya pengelolaan program, betapa hangatnya keramahan yang diberikan, serta besarnya perhatian kepada seluruh peserta. Semua itu menjadikan pengalaman kami dalam pembelajaran bahasa Indonesia dan pengenalan budaya Indonesia sebagai pengalaman yang indah dan istimewa,\u201d tekan Abdul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kepada para peserta kursus, Dubes Abdul mengungkapkan kebanggaan karena telah mempelajari bahasa dan budaya Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cAnda semua telah mempelajari kosakata, tata bahasa, percakapan, membaca, dan menulis dalam bahasa Indonesia. Yang lebih penting lagi, anda semua telah mengenal Indonesia melalui budaya, tradisi, serta kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Bagi kami, kehadiran Anda dalam program ini merupakan sebuah kebanggaan sekaligus pengalaman yang sangat berharga dan istimewa,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pesan terakhir disampaikan Dubes Abdul kepada para peserta kursus, agar terus belajar, mencoba, dan berlatih menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cGunakanlah bahasa Indonesia setiap kali ada kesempatan, dan ceritakan pengalaman anda sekalian dalam mempelajarinya kepada keluarga, teman-teman, dan masyarakat  sekitar,\u201d tegas Dubes.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Program BIPA merupakan program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah lewat, yang secara berkelanjutan mendorong tumbuhnya penutur asing Bahasa Indonesia di kancah global. Progam BIPA turut difasilitasi salah satunya oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) kolaborasi dengan Perwakilan RI di negara akreditasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cSelain itu, Wisuda BIPA Angkatan I di Universitas Majma'ah menjadi sinyal optimisme inisiasi kerja sama yang lebih maju dalam bidang bahasa dan budaya Indonesia antara Indonesia dan Arab Saudi,\u201d tutup Irfan. (*)<\/p>\n","post_title":"Jembatan Budaya Dua Negara: Universitas Majma\u2019ah Gelar Wisuda Perdana Kursus Bahasa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jembatan-budaya-dua-negara-universitas-majmaah-gelar-wisuda-perdana-kursus-bahasa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-10 09:46:05","post_modified_gmt":"2026-09-10 01:46:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3271","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3148,"post_author":"1","post_date":"2026-09-07 23:07:21","post_date_gmt":"2026-09-07 15:07:21","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                PROBACA.COM <\/strong>- Kebakaran gambut tropis merupakan salah satu jenis kebakaran paling berbahaya dan sulit ditangani. Tidak seperti kebakaran yang menjalar cepat melalui pohon dan tumbuhan, api gambut membara di dalam tanah lahan basah yang telah mengering serta tumpukan gambut dalam suhu relatif rendah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Api dapat terus bergerak di bawah permukaan tanah. Kondisi tersebut membuat kebakaran gambut sangat sulit dipadamkan sekaligus menghasilkan polusi dalam jumlah besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berdasarkan salah satu estimasi yang dikutip dalam laporan ScienceDaily<\/a>, kebakaran gambut menghasilkan partikel halus tiga kali lebih banyak dibandingkan kebakaran hutan tropis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kebakaran gambut juga menghasilkan sulfur dioksida lima kali lebih banyak, karbon organik tiga kali lebih banyak, serta metana dan karbon monoksida dua kali lebih banyak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Musim kebakaran mulai terlihat dari satelit<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Musim kebakaran Indonesia 2026 telah berlangsung ketika instrumen Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer atau MODIS pada satelit Aqua milik NASA mengambil gambar wilayah Indonesia pada 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dalam peta yang menyertai pengamatan tersebut, setiap titik merah menunjukkan satu deteksi kebakaran. Artinya, sensor satelit dan algoritma telah menemukan piksel dengan anomali suhu yang berkaitan dengan kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Namun, satu titik tidak selalu mewakili satu kebakaran. Satu peristiwa kebakaran dapat menghasilkan beberapa deteksi sekaligus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kebakaran gambut merupakan persoalan berulang bagi Indonesia. Negara ini memiliki sekitar 36 persen dari seluruh lahan gambut tropis dunia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pada kondisi normal, bentang alam tersebut berada dalam keadaan basah. Namun, kekeringan parah dapat membuat lahan gambut mengering dan terbakar. Selama tiga dekade terakhir, kondisi serupa berulang kali memicu kebakaran berkepanjangan yang menyelimuti wilayah luas dengan asap selama berminggu-minggu serta mengganggu kehidupan jutaan orang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"\"<\/figure>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                El Ni\u00f1o memperkuat musim kering<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kebakaran hutan dan lahan terjadi setiap tahun di Indonesia. Namun, beberapa musim kebakaran paling merusak dalam beberapa dekade terakhir berlangsung ketika terjadi El Ni\u00f1o, terutama pada 1997 dan 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pada Agustus 2026, Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat atau NOAA menyatakan El Ni\u00f1o telah terjadi dan sedang menguat. Pola iklim tersebut biasanya menyebabkan penurunan curah hujan secara tajam di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kondisi pengeringan dapat menjadi lebih parah ketika El Ni\u00f1o berlangsung bersamaan dengan fase positif Indian Ocean Dipole atau IOD. Fase positif IOD juga sedang terjadi pada periode tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Peneliti Universitas Columbia, Robert Field, mengatakan aktivitas kebakaran di Indonesia meningkat tajam meskipun musim kebakaran baru berlangsung sekitar tiga pekan. Polanya dinilai serupa dengan situasi pada 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Menurut Field, El Ni\u00f1o yang kuat membuat musim kemarau menjadi lebih kering di daerah-daerah rawan kebakaran. Kondisi tersebut kemudian memperburuk aktivitas kebakaran, sebagaimana telah diperkirakan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Perbandingan dengan 2015 menjadi perhatian karena kebakaran pada tahun itu berlangsung lebih dari tiga bulan. Kebakaran tersebut menghasilkan sekitar 1,75 miliar ton emisi setara gas rumah kaca, lebih besar dibandingkan emisi tahunan Jepang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Hingga 2 September 2026, kebakaran di Indonesia telah berlangsung selama sekitar satu bulan. Emisi yang dihasilkan diperkirakan telah mencapai sekitar 10 persen dari jumlah emisi selama krisis kebakaran 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Api dapat bertahan hingga hujan datang<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Indonesia mengalami kekeringan parah dan meluas pada 2026, menyerupai keadaan pada 2015. Data badan meteorologi Indonesia menunjukkan sekitar 90 persen wilayah negara menerima sedikit hujan atau tidak mengalami hujan pada awal Agustus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dalam kondisi normal, endapan gambut di Kalimantan, Sumatra, dan Papua terlalu basah untuk memungkinkan api bergerak di bawah tanah. Kekeringan mengubah keadaan tersebut dan memungkinkan api masuk ke lapisan gambut serta terus membara di bawah permukaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cKetika api masuk ke bawah tanah, api itu tidak akan berhenti,\u201d kata Field.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia memperkirakan kebakaran bawah tanah dapat terus berlangsung sampai hujan turun pada Oktober atau November.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pemerintah Indonesia menggunakan pengamatan satelit NASA dan NOAA untuk memantau kebakaran aktif hampir secara langsung. MODIS dan Visible Infrared Imaging Radiometer Suite atau VIIRS menjadi dua instrumen utama yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Platform pemantauan kebakaran SiPongi milik Kementerian Kehutanan juga memanfaatkan data MODIS dan VIIRS. Sistem tersebut mencatat 946 titik panas pada 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kebakaran terburuk justru sulit terlihat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pemantauan melalui satelit memiliki keterbatasan. MODIS dan VIIRS dapat mengalami kesulitan mendeteksi api yang tertutup asap tebal atau awan, berada di bawah tajuk hutan, maupun membara di dalam lapisan gambut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ketika kebakaran di Indonesia menjadi semakin intens, jumlah api yang terdeteksi MODIS atau VIIRS terkadang justru menurun. Hal itu terjadi karena asap kebakaran menghalangi pandangan satelit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Mark Cochrane, ahli ekologi dari University of Maryland Center for Environmental Science, mengatakan peristiwa asap terburuk secara paradoks dapat menjadi kondisi yang paling sulit diamati dari luar angkasa menggunakan MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Cochrane telah melakukan penelitian lapangan mengenai kebakaran gambut di Indonesia selama hampir satu dekade.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kerentanan terbentuk sejak beberapa dekade lalu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sebagian kerentanan Indonesia terhadap kebakaran saat ini dapat ditelusuri hingga beberapa dekade lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Menurut Cochrane, pembangunan kanal irigasi secara luas dan pengeringan rawa gambut pada dekade 1990-an telah menurunkan muka air di kawasan lahan basah. Sebagian pembangunan tersebut dilakukan untuk membuka kawasan pertanian padi berskala besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Penurunan muka air membuat bentang alam menjadi lebih mudah terbakar. Perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan lainnya juga tersebar luas di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Setelah musim kebakaran yang sangat buruk pada 2015, pemerintah dan sejumlah organisasi berusaha membalikkan sebagian kerusakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dari sidak tersebut,  Forkopimda menyepakati skema penggunaan barcode dengan pembatasan pengisian BBM sebanyak satu kali sehari khusus untuk area Kotamobagu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Namun aturan tersebut fleksibel  bagi warga yang hendak melakukan perjalanan antarkota seperti ke Manado, di mana pengisian susulan dapat dilakukan di SPBU sepanjang jalur lintas. Kebijakan ini terbukti efektif mengurai penumpukan kendaraan di kedua SPBU tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kotamobagu, Tasjrifin Mulyana Abdul, yang turut dalam sidak  mengapresiasi efektivitas SOP dan hasil kesepakatan bersama Forkopimda yang terbukti mampu menekan antrean di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u200b\u201dLangkah yang sudah dilakukan oleh pemerintah atas dasar kesepakatan Forkopimda ini merupakan langkah yang kenyataannya berhasil karena sudah bisa menguraikan antrean-antrean, dan ketersediaan BBM sudah bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Keberhasilan ini perlu didukung oleh semua pihak, termasuk media, untuk mensosialisasikan SOP yang ada agar tidak ada lagi antrean dan semua masyarakat mendapatkan BBM,\u201d tutur Kajari Kotamobagu, Tasjrifin Mulyana Abdul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u200bWakapolres Kotamobagu, Kompol Romel Pontoh yang turut menyertai memberikan penjelasan resmi terkait penanganan dugaan penyalahgunaan BBM di wilayah hukumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Menanggapi isu viral mengenai keberadaan truk dump kuning, Wakapolres meluruskan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan kendaraan tersebut tidak bermuatan solar dan tidak terbukti memiliki niat pelanggaran (mens rea) saat diperiksa, sehingga tidak dilakukan penahanan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebaliknya, terhadap truk dump merah yang terbukti membawa muatan solar tanpa izin sekitar 500 liter, pihak kepolisian telah melakukan penyitaan dan saat ini tengah melengkapi proses penyidikan hukum lebih lanjut. ***<\/p>\n","post_title":"Urai Antrian BBM di Kotamobagu, Forkopimda Berlakukan Barkode Sekali Sehari","post_excerpt":"Hasil sidak Pemkot Kotamobagu bersama Forkopimda ke SPBU hasilkan kebijakan demi kelancaran distribusi BBM.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"urai-antrian-bbm-di-kotamobagu-forkopimda-berlakukan-barkode-sekali-sehari","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-11 14:12:54","post_modified_gmt":"2026-09-11 06:12:54","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3301","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3271,"post_author":"3","post_date":"2026-09-10 09:46:03","post_date_gmt":"2026-09-10 01:46:03","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          RIYAD, PROBACA.COM \u2013 Program pengajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Arab (BIPA) kerja sama antara KBRI Riyadh dengan Universitas Majma\u2019ah sukses dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2026. Acara wisuda 49 peserta angkatan pertama ini dilakukan di aula Universitas Majma\u2019ah pada tanggal 6 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Hadir pada kegiatan ini Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Abdul Aziz, Rektor Universitas Majma\u2019ah Saleh bin Abdullah Al Mezel, Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Riyadh Muhammad Irfan Helmy, pengajar BIPA, dosen Universitas Majma\u2019ah, peserta kursus BIPA, serta tamu undangan lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Atdikbud KBRI Riyadh, Muhammad Irfan Helmy, mengatakan bahwa bahasa Indonesia mudah dipelajari. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya warga Arab Saudi yang berminat mengikuti kursus ini. \"Penghargaan peserta  yang lulus dalam program BIPA Universitas Majmaah  ini menjadi bukti bahwa bahasa Indonesia diminati oleh warga Arab Saudi karena mudah dipelajari,\u201d ungkap Irfan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sementara itu, Rektor Universitas Majma\u2019ah, Saleh bin Abdullah Al Mezel, mengatakan bahwa dirinya bersyukur atas terlaksananya program ini dengan baik dan bisa menjadi jembatan komunikasi dan budaya antar kedua negara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cBersyukur program ini berjalan lancar. Harapannya akan menjadi jembatan budaya antara Indonesia dengan Arab Saudi,\u201d tutur Saleh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cSelain itu, hubungan antara Indonesia dengan Arab Saudi sudah berlangsung sejak lama, dengan adanya pembelajaran bahasa Indonesia ini, akan membawa nilai positif dan kemajuan bersama. Hubungan Indonesia dengan Arab Saudi sudah lama, semoga dengan adanya kursus bahasa Indonesia ini membawa kebaikan,\u201d sambung Saleh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Abdul Aziz, mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Rektor Universitas Majma\u2019ah, seluruh pimpinan, para direktur, dosen, dan seluruh staf Universitas Majma\u2019ah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dubes Abdul menilai program yang telah berjalan ini sangat baik dan menjadi pengalaman pembelajaran bahasa Indonesia dan pengenalan budaya yang indah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cKami melihat betapa baiknya pengelolaan program, betapa hangatnya keramahan yang diberikan, serta besarnya perhatian kepada seluruh peserta. Semua itu menjadikan pengalaman kami dalam pembelajaran bahasa Indonesia dan pengenalan budaya Indonesia sebagai pengalaman yang indah dan istimewa,\u201d tekan Abdul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kepada para peserta kursus, Dubes Abdul mengungkapkan kebanggaan karena telah mempelajari bahasa dan budaya Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cAnda semua telah mempelajari kosakata, tata bahasa, percakapan, membaca, dan menulis dalam bahasa Indonesia. Yang lebih penting lagi, anda semua telah mengenal Indonesia melalui budaya, tradisi, serta kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Bagi kami, kehadiran Anda dalam program ini merupakan sebuah kebanggaan sekaligus pengalaman yang sangat berharga dan istimewa,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pesan terakhir disampaikan Dubes Abdul kepada para peserta kursus, agar terus belajar, mencoba, dan berlatih menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cGunakanlah bahasa Indonesia setiap kali ada kesempatan, dan ceritakan pengalaman anda sekalian dalam mempelajarinya kepada keluarga, teman-teman, dan masyarakat  sekitar,\u201d tegas Dubes.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Program BIPA merupakan program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah lewat, yang secara berkelanjutan mendorong tumbuhnya penutur asing Bahasa Indonesia di kancah global. Progam BIPA turut difasilitasi salah satunya oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) kolaborasi dengan Perwakilan RI di negara akreditasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cSelain itu, Wisuda BIPA Angkatan I di Universitas Majma'ah menjadi sinyal optimisme inisiasi kerja sama yang lebih maju dalam bidang bahasa dan budaya Indonesia antara Indonesia dan Arab Saudi,\u201d tutup Irfan. (*)<\/p>\n","post_title":"Jembatan Budaya Dua Negara: Universitas Majma\u2019ah Gelar Wisuda Perdana Kursus Bahasa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jembatan-budaya-dua-negara-universitas-majmaah-gelar-wisuda-perdana-kursus-bahasa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-10 09:46:05","post_modified_gmt":"2026-09-10 01:46:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3271","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3148,"post_author":"1","post_date":"2026-09-07 23:07:21","post_date_gmt":"2026-09-07 15:07:21","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          PROBACA.COM <\/strong>- Kebakaran gambut tropis merupakan salah satu jenis kebakaran paling berbahaya dan sulit ditangani. Tidak seperti kebakaran yang menjalar cepat melalui pohon dan tumbuhan, api gambut membara di dalam tanah lahan basah yang telah mengering serta tumpukan gambut dalam suhu relatif rendah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Api dapat terus bergerak di bawah permukaan tanah. Kondisi tersebut membuat kebakaran gambut sangat sulit dipadamkan sekaligus menghasilkan polusi dalam jumlah besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berdasarkan salah satu estimasi yang dikutip dalam laporan ScienceDaily<\/a>, kebakaran gambut menghasilkan partikel halus tiga kali lebih banyak dibandingkan kebakaran hutan tropis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kebakaran gambut juga menghasilkan sulfur dioksida lima kali lebih banyak, karbon organik tiga kali lebih banyak, serta metana dan karbon monoksida dua kali lebih banyak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Musim kebakaran mulai terlihat dari satelit<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Musim kebakaran Indonesia 2026 telah berlangsung ketika instrumen Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer atau MODIS pada satelit Aqua milik NASA mengambil gambar wilayah Indonesia pada 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dalam peta yang menyertai pengamatan tersebut, setiap titik merah menunjukkan satu deteksi kebakaran. Artinya, sensor satelit dan algoritma telah menemukan piksel dengan anomali suhu yang berkaitan dengan kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Namun, satu titik tidak selalu mewakili satu kebakaran. Satu peristiwa kebakaran dapat menghasilkan beberapa deteksi sekaligus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kebakaran gambut merupakan persoalan berulang bagi Indonesia. Negara ini memiliki sekitar 36 persen dari seluruh lahan gambut tropis dunia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pada kondisi normal, bentang alam tersebut berada dalam keadaan basah. Namun, kekeringan parah dapat membuat lahan gambut mengering dan terbakar. Selama tiga dekade terakhir, kondisi serupa berulang kali memicu kebakaran berkepanjangan yang menyelimuti wilayah luas dengan asap selama berminggu-minggu serta mengganggu kehidupan jutaan orang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"\"<\/figure>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          El Ni\u00f1o memperkuat musim kering<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kebakaran hutan dan lahan terjadi setiap tahun di Indonesia. Namun, beberapa musim kebakaran paling merusak dalam beberapa dekade terakhir berlangsung ketika terjadi El Ni\u00f1o, terutama pada 1997 dan 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pada Agustus 2026, Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat atau NOAA menyatakan El Ni\u00f1o telah terjadi dan sedang menguat. Pola iklim tersebut biasanya menyebabkan penurunan curah hujan secara tajam di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kondisi pengeringan dapat menjadi lebih parah ketika El Ni\u00f1o berlangsung bersamaan dengan fase positif Indian Ocean Dipole atau IOD. Fase positif IOD juga sedang terjadi pada periode tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Peneliti Universitas Columbia, Robert Field, mengatakan aktivitas kebakaran di Indonesia meningkat tajam meskipun musim kebakaran baru berlangsung sekitar tiga pekan. Polanya dinilai serupa dengan situasi pada 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Menurut Field, El Ni\u00f1o yang kuat membuat musim kemarau menjadi lebih kering di daerah-daerah rawan kebakaran. Kondisi tersebut kemudian memperburuk aktivitas kebakaran, sebagaimana telah diperkirakan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Perbandingan dengan 2015 menjadi perhatian karena kebakaran pada tahun itu berlangsung lebih dari tiga bulan. Kebakaran tersebut menghasilkan sekitar 1,75 miliar ton emisi setara gas rumah kaca, lebih besar dibandingkan emisi tahunan Jepang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Hingga 2 September 2026, kebakaran di Indonesia telah berlangsung selama sekitar satu bulan. Emisi yang dihasilkan diperkirakan telah mencapai sekitar 10 persen dari jumlah emisi selama krisis kebakaran 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Api dapat bertahan hingga hujan datang<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Indonesia mengalami kekeringan parah dan meluas pada 2026, menyerupai keadaan pada 2015. Data badan meteorologi Indonesia menunjukkan sekitar 90 persen wilayah negara menerima sedikit hujan atau tidak mengalami hujan pada awal Agustus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dalam kondisi normal, endapan gambut di Kalimantan, Sumatra, dan Papua terlalu basah untuk memungkinkan api bergerak di bawah tanah. Kekeringan mengubah keadaan tersebut dan memungkinkan api masuk ke lapisan gambut serta terus membara di bawah permukaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cKetika api masuk ke bawah tanah, api itu tidak akan berhenti,\u201d kata Field.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia memperkirakan kebakaran bawah tanah dapat terus berlangsung sampai hujan turun pada Oktober atau November.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pemerintah Indonesia menggunakan pengamatan satelit NASA dan NOAA untuk memantau kebakaran aktif hampir secara langsung. MODIS dan Visible Infrared Imaging Radiometer Suite atau VIIRS menjadi dua instrumen utama yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Platform pemantauan kebakaran SiPongi milik Kementerian Kehutanan juga memanfaatkan data MODIS dan VIIRS. Sistem tersebut mencatat 946 titik panas pada 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kebakaran terburuk justru sulit terlihat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pemantauan melalui satelit memiliki keterbatasan. MODIS dan VIIRS dapat mengalami kesulitan mendeteksi api yang tertutup asap tebal atau awan, berada di bawah tajuk hutan, maupun membara di dalam lapisan gambut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ketika kebakaran di Indonesia menjadi semakin intens, jumlah api yang terdeteksi MODIS atau VIIRS terkadang justru menurun. Hal itu terjadi karena asap kebakaran menghalangi pandangan satelit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Mark Cochrane, ahli ekologi dari University of Maryland Center for Environmental Science, mengatakan peristiwa asap terburuk secara paradoks dapat menjadi kondisi yang paling sulit diamati dari luar angkasa menggunakan MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Cochrane telah melakukan penelitian lapangan mengenai kebakaran gambut di Indonesia selama hampir satu dekade.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Kerentanan terbentuk sejak beberapa dekade lalu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebagian kerentanan Indonesia terhadap kebakaran saat ini dapat ditelusuri hingga beberapa dekade lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Menurut Cochrane, pembangunan kanal irigasi secara luas dan pengeringan rawa gambut pada dekade 1990-an telah menurunkan muka air di kawasan lahan basah. Sebagian pembangunan tersebut dilakukan untuk membuka kawasan pertanian padi berskala besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Penurunan muka air membuat bentang alam menjadi lebih mudah terbakar. Perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan lainnya juga tersebar luas di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Setelah musim kebakaran yang sangat buruk pada 2015, pemerintah dan sejumlah organisasi berusaha membalikkan sebagian kerusakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berapapun jumlah yang disalurkan, katanya kalau kita tidak bijaksana, tentu ini tidak akan pernah cukup.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dari sidak tersebut,  Forkopimda menyepakati skema penggunaan barcode dengan pembatasan pengisian BBM sebanyak satu kali sehari khusus untuk area Kotamobagu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Namun aturan tersebut fleksibel  bagi warga yang hendak melakukan perjalanan antarkota seperti ke Manado, di mana pengisian susulan dapat dilakukan di SPBU sepanjang jalur lintas. Kebijakan ini terbukti efektif mengurai penumpukan kendaraan di kedua SPBU tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                     Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kotamobagu, Tasjrifin Mulyana Abdul, yang turut dalam sidak  mengapresiasi efektivitas SOP dan hasil kesepakatan bersama Forkopimda yang terbukti mampu menekan antrean di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u200b\u201dLangkah yang sudah dilakukan oleh pemerintah atas dasar kesepakatan Forkopimda ini merupakan langkah yang kenyataannya berhasil karena sudah bisa menguraikan antrean-antrean, dan ketersediaan BBM sudah bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Keberhasilan ini perlu didukung oleh semua pihak, termasuk media, untuk mensosialisasikan SOP yang ada agar tidak ada lagi antrean dan semua masyarakat mendapatkan BBM,\u201d tutur Kajari Kotamobagu, Tasjrifin Mulyana Abdul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u200bWakapolres Kotamobagu, Kompol Romel Pontoh yang turut menyertai memberikan penjelasan resmi terkait penanganan dugaan penyalahgunaan BBM di wilayah hukumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Menanggapi isu viral mengenai keberadaan truk dump kuning, Wakapolres meluruskan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan kendaraan tersebut tidak bermuatan solar dan tidak terbukti memiliki niat pelanggaran (mens rea) saat diperiksa, sehingga tidak dilakukan penahanan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sebaliknya, terhadap truk dump merah yang terbukti membawa muatan solar tanpa izin sekitar 500 liter, pihak kepolisian telah melakukan penyitaan dan saat ini tengah melengkapi proses penyidikan hukum lebih lanjut. ***<\/p>\n","post_title":"Urai Antrian BBM di Kotamobagu, Forkopimda Berlakukan Barkode Sekali Sehari","post_excerpt":"Hasil sidak Pemkot Kotamobagu bersama Forkopimda ke SPBU hasilkan kebijakan demi kelancaran distribusi BBM.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"urai-antrian-bbm-di-kotamobagu-forkopimda-berlakukan-barkode-sekali-sehari","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-11 14:12:54","post_modified_gmt":"2026-09-11 06:12:54","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3301","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3271,"post_author":"3","post_date":"2026-09-10 09:46:03","post_date_gmt":"2026-09-10 01:46:03","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    RIYAD, PROBACA.COM \u2013 Program pengajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Arab (BIPA) kerja sama antara KBRI Riyadh dengan Universitas Majma\u2019ah sukses dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2026. Acara wisuda 49 peserta angkatan pertama ini dilakukan di aula Universitas Majma\u2019ah pada tanggal 6 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Hadir pada kegiatan ini Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Abdul Aziz, Rektor Universitas Majma\u2019ah Saleh bin Abdullah Al Mezel, Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Riyadh Muhammad Irfan Helmy, pengajar BIPA, dosen Universitas Majma\u2019ah, peserta kursus BIPA, serta tamu undangan lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Atdikbud KBRI Riyadh, Muhammad Irfan Helmy, mengatakan bahwa bahasa Indonesia mudah dipelajari. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya warga Arab Saudi yang berminat mengikuti kursus ini. \"Penghargaan peserta  yang lulus dalam program BIPA Universitas Majmaah  ini menjadi bukti bahwa bahasa Indonesia diminati oleh warga Arab Saudi karena mudah dipelajari,\u201d ungkap Irfan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sementara itu, Rektor Universitas Majma\u2019ah, Saleh bin Abdullah Al Mezel, mengatakan bahwa dirinya bersyukur atas terlaksananya program ini dengan baik dan bisa menjadi jembatan komunikasi dan budaya antar kedua negara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cBersyukur program ini berjalan lancar. Harapannya akan menjadi jembatan budaya antara Indonesia dengan Arab Saudi,\u201d tutur Saleh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cSelain itu, hubungan antara Indonesia dengan Arab Saudi sudah berlangsung sejak lama, dengan adanya pembelajaran bahasa Indonesia ini, akan membawa nilai positif dan kemajuan bersama. Hubungan Indonesia dengan Arab Saudi sudah lama, semoga dengan adanya kursus bahasa Indonesia ini membawa kebaikan,\u201d sambung Saleh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Abdul Aziz, mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Rektor Universitas Majma\u2019ah, seluruh pimpinan, para direktur, dosen, dan seluruh staf Universitas Majma\u2019ah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dubes Abdul menilai program yang telah berjalan ini sangat baik dan menjadi pengalaman pembelajaran bahasa Indonesia dan pengenalan budaya yang indah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cKami melihat betapa baiknya pengelolaan program, betapa hangatnya keramahan yang diberikan, serta besarnya perhatian kepada seluruh peserta. Semua itu menjadikan pengalaman kami dalam pembelajaran bahasa Indonesia dan pengenalan budaya Indonesia sebagai pengalaman yang indah dan istimewa,\u201d tekan Abdul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kepada para peserta kursus, Dubes Abdul mengungkapkan kebanggaan karena telah mempelajari bahasa dan budaya Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cAnda semua telah mempelajari kosakata, tata bahasa, percakapan, membaca, dan menulis dalam bahasa Indonesia. Yang lebih penting lagi, anda semua telah mengenal Indonesia melalui budaya, tradisi, serta kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Bagi kami, kehadiran Anda dalam program ini merupakan sebuah kebanggaan sekaligus pengalaman yang sangat berharga dan istimewa,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pesan terakhir disampaikan Dubes Abdul kepada para peserta kursus, agar terus belajar, mencoba, dan berlatih menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cGunakanlah bahasa Indonesia setiap kali ada kesempatan, dan ceritakan pengalaman anda sekalian dalam mempelajarinya kepada keluarga, teman-teman, dan masyarakat  sekitar,\u201d tegas Dubes.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Program BIPA merupakan program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah lewat, yang secara berkelanjutan mendorong tumbuhnya penutur asing Bahasa Indonesia di kancah global. Progam BIPA turut difasilitasi salah satunya oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) kolaborasi dengan Perwakilan RI di negara akreditasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cSelain itu, Wisuda BIPA Angkatan I di Universitas Majma'ah menjadi sinyal optimisme inisiasi kerja sama yang lebih maju dalam bidang bahasa dan budaya Indonesia antara Indonesia dan Arab Saudi,\u201d tutup Irfan. (*)<\/p>\n","post_title":"Jembatan Budaya Dua Negara: Universitas Majma\u2019ah Gelar Wisuda Perdana Kursus Bahasa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jembatan-budaya-dua-negara-universitas-majmaah-gelar-wisuda-perdana-kursus-bahasa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-10 09:46:05","post_modified_gmt":"2026-09-10 01:46:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3271","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3148,"post_author":"1","post_date":"2026-09-07 23:07:21","post_date_gmt":"2026-09-07 15:07:21","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    PROBACA.COM <\/strong>- Kebakaran gambut tropis merupakan salah satu jenis kebakaran paling berbahaya dan sulit ditangani. Tidak seperti kebakaran yang menjalar cepat melalui pohon dan tumbuhan, api gambut membara di dalam tanah lahan basah yang telah mengering serta tumpukan gambut dalam suhu relatif rendah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Api dapat terus bergerak di bawah permukaan tanah. Kondisi tersebut membuat kebakaran gambut sangat sulit dipadamkan sekaligus menghasilkan polusi dalam jumlah besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berdasarkan salah satu estimasi yang dikutip dalam laporan ScienceDaily<\/a>, kebakaran gambut menghasilkan partikel halus tiga kali lebih banyak dibandingkan kebakaran hutan tropis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kebakaran gambut juga menghasilkan sulfur dioksida lima kali lebih banyak, karbon organik tiga kali lebih banyak, serta metana dan karbon monoksida dua kali lebih banyak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Musim kebakaran mulai terlihat dari satelit<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Musim kebakaran Indonesia 2026 telah berlangsung ketika instrumen Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer atau MODIS pada satelit Aqua milik NASA mengambil gambar wilayah Indonesia pada 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dalam peta yang menyertai pengamatan tersebut, setiap titik merah menunjukkan satu deteksi kebakaran. Artinya, sensor satelit dan algoritma telah menemukan piksel dengan anomali suhu yang berkaitan dengan kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Namun, satu titik tidak selalu mewakili satu kebakaran. Satu peristiwa kebakaran dapat menghasilkan beberapa deteksi sekaligus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kebakaran gambut merupakan persoalan berulang bagi Indonesia. Negara ini memiliki sekitar 36 persen dari seluruh lahan gambut tropis dunia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pada kondisi normal, bentang alam tersebut berada dalam keadaan basah. Namun, kekeringan parah dapat membuat lahan gambut mengering dan terbakar. Selama tiga dekade terakhir, kondisi serupa berulang kali memicu kebakaran berkepanjangan yang menyelimuti wilayah luas dengan asap selama berminggu-minggu serta mengganggu kehidupan jutaan orang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"\"<\/figure>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    El Ni\u00f1o memperkuat musim kering<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kebakaran hutan dan lahan terjadi setiap tahun di Indonesia. Namun, beberapa musim kebakaran paling merusak dalam beberapa dekade terakhir berlangsung ketika terjadi El Ni\u00f1o, terutama pada 1997 dan 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pada Agustus 2026, Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat atau NOAA menyatakan El Ni\u00f1o telah terjadi dan sedang menguat. Pola iklim tersebut biasanya menyebabkan penurunan curah hujan secara tajam di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kondisi pengeringan dapat menjadi lebih parah ketika El Ni\u00f1o berlangsung bersamaan dengan fase positif Indian Ocean Dipole atau IOD. Fase positif IOD juga sedang terjadi pada periode tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Peneliti Universitas Columbia, Robert Field, mengatakan aktivitas kebakaran di Indonesia meningkat tajam meskipun musim kebakaran baru berlangsung sekitar tiga pekan. Polanya dinilai serupa dengan situasi pada 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Menurut Field, El Ni\u00f1o yang kuat membuat musim kemarau menjadi lebih kering di daerah-daerah rawan kebakaran. Kondisi tersebut kemudian memperburuk aktivitas kebakaran, sebagaimana telah diperkirakan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Perbandingan dengan 2015 menjadi perhatian karena kebakaran pada tahun itu berlangsung lebih dari tiga bulan. Kebakaran tersebut menghasilkan sekitar 1,75 miliar ton emisi setara gas rumah kaca, lebih besar dibandingkan emisi tahunan Jepang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Hingga 2 September 2026, kebakaran di Indonesia telah berlangsung selama sekitar satu bulan. Emisi yang dihasilkan diperkirakan telah mencapai sekitar 10 persen dari jumlah emisi selama krisis kebakaran 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Api dapat bertahan hingga hujan datang<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Indonesia mengalami kekeringan parah dan meluas pada 2026, menyerupai keadaan pada 2015. Data badan meteorologi Indonesia menunjukkan sekitar 90 persen wilayah negara menerima sedikit hujan atau tidak mengalami hujan pada awal Agustus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dalam kondisi normal, endapan gambut di Kalimantan, Sumatra, dan Papua terlalu basah untuk memungkinkan api bergerak di bawah tanah. Kekeringan mengubah keadaan tersebut dan memungkinkan api masuk ke lapisan gambut serta terus membara di bawah permukaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \u201cKetika api masuk ke bawah tanah, api itu tidak akan berhenti,\u201d kata Field.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ia memperkirakan kebakaran bawah tanah dapat terus berlangsung sampai hujan turun pada Oktober atau November.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pemerintah Indonesia menggunakan pengamatan satelit NASA dan NOAA untuk memantau kebakaran aktif hampir secara langsung. MODIS dan Visible Infrared Imaging Radiometer Suite atau VIIRS menjadi dua instrumen utama yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Platform pemantauan kebakaran SiPongi milik Kementerian Kehutanan juga memanfaatkan data MODIS dan VIIRS. Sistem tersebut mencatat 946 titik panas pada 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kebakaran terburuk justru sulit terlihat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pemantauan melalui satelit memiliki keterbatasan. MODIS dan VIIRS dapat mengalami kesulitan mendeteksi api yang tertutup asap tebal atau awan, berada di bawah tajuk hutan, maupun membara di dalam lapisan gambut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ketika kebakaran di Indonesia menjadi semakin intens, jumlah api yang terdeteksi MODIS atau VIIRS terkadang justru menurun. Hal itu terjadi karena asap kebakaran menghalangi pandangan satelit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Mark Cochrane, ahli ekologi dari University of Maryland Center for Environmental Science, mengatakan peristiwa asap terburuk secara paradoks dapat menjadi kondisi yang paling sulit diamati dari luar angkasa menggunakan MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Cochrane telah melakukan penelitian lapangan mengenai kebakaran gambut di Indonesia selama hampir satu dekade.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kerentanan terbentuk sejak beberapa dekade lalu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sebagian kerentanan Indonesia terhadap kebakaran saat ini dapat ditelusuri hingga beberapa dekade lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Menurut Cochrane, pembangunan kanal irigasi secara luas dan pengeringan rawa gambut pada dekade 1990-an telah menurunkan muka air di kawasan lahan basah. Sebagian pembangunan tersebut dilakukan untuk membuka kawasan pertanian padi berskala besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Penurunan muka air membuat bentang alam menjadi lebih mudah terbakar. Perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan lainnya juga tersebar luas di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Setelah musim kebakaran yang sangat buruk pada 2015, pemerintah dan sejumlah organisasi berusaha membalikkan sebagian kerusakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u200b\u201dPemerintah pusat itu sudah menjamin. Tinggal bagaimana kita yang ada di daerah, khususnya di Kota Kotamobagu, pemerintah bekerja sama dengan Forkopimda dan seluruh masyarakat untuk bijaksana menyikapi pemakaian bahan bakar ini,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berapapun jumlah yang disalurkan, katanya kalau kita tidak bijaksana, tentu ini tidak akan pernah cukup.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dari sidak tersebut,  Forkopimda menyepakati skema penggunaan barcode dengan pembatasan pengisian BBM sebanyak satu kali sehari khusus untuk area Kotamobagu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Namun aturan tersebut fleksibel  bagi warga yang hendak melakukan perjalanan antarkota seperti ke Manado, di mana pengisian susulan dapat dilakukan di SPBU sepanjang jalur lintas. Kebijakan ini terbukti efektif mengurai penumpukan kendaraan di kedua SPBU tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kotamobagu, Tasjrifin Mulyana Abdul, yang turut dalam sidak  mengapresiasi efektivitas SOP dan hasil kesepakatan bersama Forkopimda yang terbukti mampu menekan antrean di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u200b\u201dLangkah yang sudah dilakukan oleh pemerintah atas dasar kesepakatan Forkopimda ini merupakan langkah yang kenyataannya berhasil karena sudah bisa menguraikan antrean-antrean, dan ketersediaan BBM sudah bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Keberhasilan ini perlu didukung oleh semua pihak, termasuk media, untuk mensosialisasikan SOP yang ada agar tidak ada lagi antrean dan semua masyarakat mendapatkan BBM,\u201d tutur Kajari Kotamobagu, Tasjrifin Mulyana Abdul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u200bWakapolres Kotamobagu, Kompol Romel Pontoh yang turut menyertai memberikan penjelasan resmi terkait penanganan dugaan penyalahgunaan BBM di wilayah hukumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Menanggapi isu viral mengenai keberadaan truk dump kuning, Wakapolres meluruskan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan kendaraan tersebut tidak bermuatan solar dan tidak terbukti memiliki niat pelanggaran (mens rea) saat diperiksa, sehingga tidak dilakukan penahanan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebaliknya, terhadap truk dump merah yang terbukti membawa muatan solar tanpa izin sekitar 500 liter, pihak kepolisian telah melakukan penyitaan dan saat ini tengah melengkapi proses penyidikan hukum lebih lanjut. ***<\/p>\n","post_title":"Urai Antrian BBM di Kotamobagu, Forkopimda Berlakukan Barkode Sekali Sehari","post_excerpt":"Hasil sidak Pemkot Kotamobagu bersama Forkopimda ke SPBU hasilkan kebijakan demi kelancaran distribusi BBM.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"urai-antrian-bbm-di-kotamobagu-forkopimda-berlakukan-barkode-sekali-sehari","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-11 14:12:54","post_modified_gmt":"2026-09-11 06:12:54","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3301","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3271,"post_author":"3","post_date":"2026-09-10 09:46:03","post_date_gmt":"2026-09-10 01:46:03","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              RIYAD, PROBACA.COM \u2013 Program pengajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Arab (BIPA) kerja sama antara KBRI Riyadh dengan Universitas Majma\u2019ah sukses dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2026. Acara wisuda 49 peserta angkatan pertama ini dilakukan di aula Universitas Majma\u2019ah pada tanggal 6 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Hadir pada kegiatan ini Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Abdul Aziz, Rektor Universitas Majma\u2019ah Saleh bin Abdullah Al Mezel, Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Riyadh Muhammad Irfan Helmy, pengajar BIPA, dosen Universitas Majma\u2019ah, peserta kursus BIPA, serta tamu undangan lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Atdikbud KBRI Riyadh, Muhammad Irfan Helmy, mengatakan bahwa bahasa Indonesia mudah dipelajari. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya warga Arab Saudi yang berminat mengikuti kursus ini. \"Penghargaan peserta  yang lulus dalam program BIPA Universitas Majmaah  ini menjadi bukti bahwa bahasa Indonesia diminati oleh warga Arab Saudi karena mudah dipelajari,\u201d ungkap Irfan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sementara itu, Rektor Universitas Majma\u2019ah, Saleh bin Abdullah Al Mezel, mengatakan bahwa dirinya bersyukur atas terlaksananya program ini dengan baik dan bisa menjadi jembatan komunikasi dan budaya antar kedua negara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cBersyukur program ini berjalan lancar. Harapannya akan menjadi jembatan budaya antara Indonesia dengan Arab Saudi,\u201d tutur Saleh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cSelain itu, hubungan antara Indonesia dengan Arab Saudi sudah berlangsung sejak lama, dengan adanya pembelajaran bahasa Indonesia ini, akan membawa nilai positif dan kemajuan bersama. Hubungan Indonesia dengan Arab Saudi sudah lama, semoga dengan adanya kursus bahasa Indonesia ini membawa kebaikan,\u201d sambung Saleh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Abdul Aziz, mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Rektor Universitas Majma\u2019ah, seluruh pimpinan, para direktur, dosen, dan seluruh staf Universitas Majma\u2019ah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dubes Abdul menilai program yang telah berjalan ini sangat baik dan menjadi pengalaman pembelajaran bahasa Indonesia dan pengenalan budaya yang indah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cKami melihat betapa baiknya pengelolaan program, betapa hangatnya keramahan yang diberikan, serta besarnya perhatian kepada seluruh peserta. Semua itu menjadikan pengalaman kami dalam pembelajaran bahasa Indonesia dan pengenalan budaya Indonesia sebagai pengalaman yang indah dan istimewa,\u201d tekan Abdul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kepada para peserta kursus, Dubes Abdul mengungkapkan kebanggaan karena telah mempelajari bahasa dan budaya Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cAnda semua telah mempelajari kosakata, tata bahasa, percakapan, membaca, dan menulis dalam bahasa Indonesia. Yang lebih penting lagi, anda semua telah mengenal Indonesia melalui budaya, tradisi, serta kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Bagi kami, kehadiran Anda dalam program ini merupakan sebuah kebanggaan sekaligus pengalaman yang sangat berharga dan istimewa,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pesan terakhir disampaikan Dubes Abdul kepada para peserta kursus, agar terus belajar, mencoba, dan berlatih menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cGunakanlah bahasa Indonesia setiap kali ada kesempatan, dan ceritakan pengalaman anda sekalian dalam mempelajarinya kepada keluarga, teman-teman, dan masyarakat  sekitar,\u201d tegas Dubes.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Program BIPA merupakan program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah lewat, yang secara berkelanjutan mendorong tumbuhnya penutur asing Bahasa Indonesia di kancah global. Progam BIPA turut difasilitasi salah satunya oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) kolaborasi dengan Perwakilan RI di negara akreditasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cSelain itu, Wisuda BIPA Angkatan I di Universitas Majma'ah menjadi sinyal optimisme inisiasi kerja sama yang lebih maju dalam bidang bahasa dan budaya Indonesia antara Indonesia dan Arab Saudi,\u201d tutup Irfan. (*)<\/p>\n","post_title":"Jembatan Budaya Dua Negara: Universitas Majma\u2019ah Gelar Wisuda Perdana Kursus Bahasa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jembatan-budaya-dua-negara-universitas-majmaah-gelar-wisuda-perdana-kursus-bahasa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-10 09:46:05","post_modified_gmt":"2026-09-10 01:46:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3271","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3148,"post_author":"1","post_date":"2026-09-07 23:07:21","post_date_gmt":"2026-09-07 15:07:21","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              PROBACA.COM <\/strong>- Kebakaran gambut tropis merupakan salah satu jenis kebakaran paling berbahaya dan sulit ditangani. Tidak seperti kebakaran yang menjalar cepat melalui pohon dan tumbuhan, api gambut membara di dalam tanah lahan basah yang telah mengering serta tumpukan gambut dalam suhu relatif rendah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Api dapat terus bergerak di bawah permukaan tanah. Kondisi tersebut membuat kebakaran gambut sangat sulit dipadamkan sekaligus menghasilkan polusi dalam jumlah besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berdasarkan salah satu estimasi yang dikutip dalam laporan ScienceDaily<\/a>, kebakaran gambut menghasilkan partikel halus tiga kali lebih banyak dibandingkan kebakaran hutan tropis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kebakaran gambut juga menghasilkan sulfur dioksida lima kali lebih banyak, karbon organik tiga kali lebih banyak, serta metana dan karbon monoksida dua kali lebih banyak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Musim kebakaran mulai terlihat dari satelit<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Musim kebakaran Indonesia 2026 telah berlangsung ketika instrumen Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer atau MODIS pada satelit Aqua milik NASA mengambil gambar wilayah Indonesia pada 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dalam peta yang menyertai pengamatan tersebut, setiap titik merah menunjukkan satu deteksi kebakaran. Artinya, sensor satelit dan algoritma telah menemukan piksel dengan anomali suhu yang berkaitan dengan kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Namun, satu titik tidak selalu mewakili satu kebakaran. Satu peristiwa kebakaran dapat menghasilkan beberapa deteksi sekaligus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kebakaran gambut merupakan persoalan berulang bagi Indonesia. Negara ini memiliki sekitar 36 persen dari seluruh lahan gambut tropis dunia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pada kondisi normal, bentang alam tersebut berada dalam keadaan basah. Namun, kekeringan parah dapat membuat lahan gambut mengering dan terbakar. Selama tiga dekade terakhir, kondisi serupa berulang kali memicu kebakaran berkepanjangan yang menyelimuti wilayah luas dengan asap selama berminggu-minggu serta mengganggu kehidupan jutaan orang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"\"<\/figure>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              El Ni\u00f1o memperkuat musim kering<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kebakaran hutan dan lahan terjadi setiap tahun di Indonesia. Namun, beberapa musim kebakaran paling merusak dalam beberapa dekade terakhir berlangsung ketika terjadi El Ni\u00f1o, terutama pada 1997 dan 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pada Agustus 2026, Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat atau NOAA menyatakan El Ni\u00f1o telah terjadi dan sedang menguat. Pola iklim tersebut biasanya menyebabkan penurunan curah hujan secara tajam di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kondisi pengeringan dapat menjadi lebih parah ketika El Ni\u00f1o berlangsung bersamaan dengan fase positif Indian Ocean Dipole atau IOD. Fase positif IOD juga sedang terjadi pada periode tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Peneliti Universitas Columbia, Robert Field, mengatakan aktivitas kebakaran di Indonesia meningkat tajam meskipun musim kebakaran baru berlangsung sekitar tiga pekan. Polanya dinilai serupa dengan situasi pada 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Menurut Field, El Ni\u00f1o yang kuat membuat musim kemarau menjadi lebih kering di daerah-daerah rawan kebakaran. Kondisi tersebut kemudian memperburuk aktivitas kebakaran, sebagaimana telah diperkirakan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Perbandingan dengan 2015 menjadi perhatian karena kebakaran pada tahun itu berlangsung lebih dari tiga bulan. Kebakaran tersebut menghasilkan sekitar 1,75 miliar ton emisi setara gas rumah kaca, lebih besar dibandingkan emisi tahunan Jepang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Hingga 2 September 2026, kebakaran di Indonesia telah berlangsung selama sekitar satu bulan. Emisi yang dihasilkan diperkirakan telah mencapai sekitar 10 persen dari jumlah emisi selama krisis kebakaran 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Api dapat bertahan hingga hujan datang<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Indonesia mengalami kekeringan parah dan meluas pada 2026, menyerupai keadaan pada 2015. Data badan meteorologi Indonesia menunjukkan sekitar 90 persen wilayah negara menerima sedikit hujan atau tidak mengalami hujan pada awal Agustus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dalam kondisi normal, endapan gambut di Kalimantan, Sumatra, dan Papua terlalu basah untuk memungkinkan api bergerak di bawah tanah. Kekeringan mengubah keadaan tersebut dan memungkinkan api masuk ke lapisan gambut serta terus membara di bawah permukaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cKetika api masuk ke bawah tanah, api itu tidak akan berhenti,\u201d kata Field.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia memperkirakan kebakaran bawah tanah dapat terus berlangsung sampai hujan turun pada Oktober atau November.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pemerintah Indonesia menggunakan pengamatan satelit NASA dan NOAA untuk memantau kebakaran aktif hampir secara langsung. MODIS dan Visible Infrared Imaging Radiometer Suite atau VIIRS menjadi dua instrumen utama yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Platform pemantauan kebakaran SiPongi milik Kementerian Kehutanan juga memanfaatkan data MODIS dan VIIRS. Sistem tersebut mencatat 946 titik panas pada 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kebakaran terburuk justru sulit terlihat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pemantauan melalui satelit memiliki keterbatasan. MODIS dan VIIRS dapat mengalami kesulitan mendeteksi api yang tertutup asap tebal atau awan, berada di bawah tajuk hutan, maupun membara di dalam lapisan gambut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ketika kebakaran di Indonesia menjadi semakin intens, jumlah api yang terdeteksi MODIS atau VIIRS terkadang justru menurun. Hal itu terjadi karena asap kebakaran menghalangi pandangan satelit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Mark Cochrane, ahli ekologi dari University of Maryland Center for Environmental Science, mengatakan peristiwa asap terburuk secara paradoks dapat menjadi kondisi yang paling sulit diamati dari luar angkasa menggunakan MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Cochrane telah melakukan penelitian lapangan mengenai kebakaran gambut di Indonesia selama hampir satu dekade.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Kerentanan terbentuk sejak beberapa dekade lalu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebagian kerentanan Indonesia terhadap kebakaran saat ini dapat ditelusuri hingga beberapa dekade lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Menurut Cochrane, pembangunan kanal irigasi secara luas dan pengeringan rawa gambut pada dekade 1990-an telah menurunkan muka air di kawasan lahan basah. Sebagian pembangunan tersebut dilakukan untuk membuka kawasan pertanian padi berskala besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Penurunan muka air membuat bentang alam menjadi lebih mudah terbakar. Perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan lainnya juga tersebar luas di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Setelah musim kebakaran yang sangat buruk pada 2015, pemerintah dan sejumlah organisasi berusaha membalikkan sebagian kerusakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Menurutnya kunci utama penyelesaian masalah di tingkat daerah terletak pada tata kelola distribusi yang tepat serta kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan bahan bakar secara bijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u200b\u201dPemerintah pusat itu sudah menjamin. Tinggal bagaimana kita yang ada di daerah, khususnya di Kota Kotamobagu, pemerintah bekerja sama dengan Forkopimda dan seluruh masyarakat untuk bijaksana menyikapi pemakaian bahan bakar ini,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berapapun jumlah yang disalurkan, katanya kalau kita tidak bijaksana, tentu ini tidak akan pernah cukup.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dari sidak tersebut,  Forkopimda menyepakati skema penggunaan barcode dengan pembatasan pengisian BBM sebanyak satu kali sehari khusus untuk area Kotamobagu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Namun aturan tersebut fleksibel  bagi warga yang hendak melakukan perjalanan antarkota seperti ke Manado, di mana pengisian susulan dapat dilakukan di SPBU sepanjang jalur lintas. Kebijakan ini terbukti efektif mengurai penumpukan kendaraan di kedua SPBU tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                         Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kotamobagu, Tasjrifin Mulyana Abdul, yang turut dalam sidak  mengapresiasi efektivitas SOP dan hasil kesepakatan bersama Forkopimda yang terbukti mampu menekan antrean di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u200b\u201dLangkah yang sudah dilakukan oleh pemerintah atas dasar kesepakatan Forkopimda ini merupakan langkah yang kenyataannya berhasil karena sudah bisa menguraikan antrean-antrean, dan ketersediaan BBM sudah bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Keberhasilan ini perlu didukung oleh semua pihak, termasuk media, untuk mensosialisasikan SOP yang ada agar tidak ada lagi antrean dan semua masyarakat mendapatkan BBM,\u201d tutur Kajari Kotamobagu, Tasjrifin Mulyana Abdul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u200bWakapolres Kotamobagu, Kompol Romel Pontoh yang turut menyertai memberikan penjelasan resmi terkait penanganan dugaan penyalahgunaan BBM di wilayah hukumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Menanggapi isu viral mengenai keberadaan truk dump kuning, Wakapolres meluruskan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan kendaraan tersebut tidak bermuatan solar dan tidak terbukti memiliki niat pelanggaran (mens rea) saat diperiksa, sehingga tidak dilakukan penahanan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sebaliknya, terhadap truk dump merah yang terbukti membawa muatan solar tanpa izin sekitar 500 liter, pihak kepolisian telah melakukan penyitaan dan saat ini tengah melengkapi proses penyidikan hukum lebih lanjut. ***<\/p>\n","post_title":"Urai Antrian BBM di Kotamobagu, Forkopimda Berlakukan Barkode Sekali Sehari","post_excerpt":"Hasil sidak Pemkot Kotamobagu bersama Forkopimda ke SPBU hasilkan kebijakan demi kelancaran distribusi BBM.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"urai-antrian-bbm-di-kotamobagu-forkopimda-berlakukan-barkode-sekali-sehari","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-11 14:12:54","post_modified_gmt":"2026-09-11 06:12:54","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3301","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3271,"post_author":"3","post_date":"2026-09-10 09:46:03","post_date_gmt":"2026-09-10 01:46:03","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        RIYAD, PROBACA.COM \u2013 Program pengajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Arab (BIPA) kerja sama antara KBRI Riyadh dengan Universitas Majma\u2019ah sukses dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2026. Acara wisuda 49 peserta angkatan pertama ini dilakukan di aula Universitas Majma\u2019ah pada tanggal 6 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Hadir pada kegiatan ini Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Abdul Aziz, Rektor Universitas Majma\u2019ah Saleh bin Abdullah Al Mezel, Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Riyadh Muhammad Irfan Helmy, pengajar BIPA, dosen Universitas Majma\u2019ah, peserta kursus BIPA, serta tamu undangan lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Atdikbud KBRI Riyadh, Muhammad Irfan Helmy, mengatakan bahwa bahasa Indonesia mudah dipelajari. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya warga Arab Saudi yang berminat mengikuti kursus ini. \"Penghargaan peserta  yang lulus dalam program BIPA Universitas Majmaah  ini menjadi bukti bahwa bahasa Indonesia diminati oleh warga Arab Saudi karena mudah dipelajari,\u201d ungkap Irfan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sementara itu, Rektor Universitas Majma\u2019ah, Saleh bin Abdullah Al Mezel, mengatakan bahwa dirinya bersyukur atas terlaksananya program ini dengan baik dan bisa menjadi jembatan komunikasi dan budaya antar kedua negara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cBersyukur program ini berjalan lancar. Harapannya akan menjadi jembatan budaya antara Indonesia dengan Arab Saudi,\u201d tutur Saleh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cSelain itu, hubungan antara Indonesia dengan Arab Saudi sudah berlangsung sejak lama, dengan adanya pembelajaran bahasa Indonesia ini, akan membawa nilai positif dan kemajuan bersama. Hubungan Indonesia dengan Arab Saudi sudah lama, semoga dengan adanya kursus bahasa Indonesia ini membawa kebaikan,\u201d sambung Saleh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Abdul Aziz, mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Rektor Universitas Majma\u2019ah, seluruh pimpinan, para direktur, dosen, dan seluruh staf Universitas Majma\u2019ah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dubes Abdul menilai program yang telah berjalan ini sangat baik dan menjadi pengalaman pembelajaran bahasa Indonesia dan pengenalan budaya yang indah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cKami melihat betapa baiknya pengelolaan program, betapa hangatnya keramahan yang diberikan, serta besarnya perhatian kepada seluruh peserta. Semua itu menjadikan pengalaman kami dalam pembelajaran bahasa Indonesia dan pengenalan budaya Indonesia sebagai pengalaman yang indah dan istimewa,\u201d tekan Abdul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kepada para peserta kursus, Dubes Abdul mengungkapkan kebanggaan karena telah mempelajari bahasa dan budaya Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cAnda semua telah mempelajari kosakata, tata bahasa, percakapan, membaca, dan menulis dalam bahasa Indonesia. Yang lebih penting lagi, anda semua telah mengenal Indonesia melalui budaya, tradisi, serta kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Bagi kami, kehadiran Anda dalam program ini merupakan sebuah kebanggaan sekaligus pengalaman yang sangat berharga dan istimewa,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pesan terakhir disampaikan Dubes Abdul kepada para peserta kursus, agar terus belajar, mencoba, dan berlatih menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cGunakanlah bahasa Indonesia setiap kali ada kesempatan, dan ceritakan pengalaman anda sekalian dalam mempelajarinya kepada keluarga, teman-teman, dan masyarakat  sekitar,\u201d tegas Dubes.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Program BIPA merupakan program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah lewat, yang secara berkelanjutan mendorong tumbuhnya penutur asing Bahasa Indonesia di kancah global. Progam BIPA turut difasilitasi salah satunya oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) kolaborasi dengan Perwakilan RI di negara akreditasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cSelain itu, Wisuda BIPA Angkatan I di Universitas Majma'ah menjadi sinyal optimisme inisiasi kerja sama yang lebih maju dalam bidang bahasa dan budaya Indonesia antara Indonesia dan Arab Saudi,\u201d tutup Irfan. (*)<\/p>\n","post_title":"Jembatan Budaya Dua Negara: Universitas Majma\u2019ah Gelar Wisuda Perdana Kursus Bahasa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jembatan-budaya-dua-negara-universitas-majmaah-gelar-wisuda-perdana-kursus-bahasa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-10 09:46:05","post_modified_gmt":"2026-09-10 01:46:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3271","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3148,"post_author":"1","post_date":"2026-09-07 23:07:21","post_date_gmt":"2026-09-07 15:07:21","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        PROBACA.COM <\/strong>- Kebakaran gambut tropis merupakan salah satu jenis kebakaran paling berbahaya dan sulit ditangani. Tidak seperti kebakaran yang menjalar cepat melalui pohon dan tumbuhan, api gambut membara di dalam tanah lahan basah yang telah mengering serta tumpukan gambut dalam suhu relatif rendah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Api dapat terus bergerak di bawah permukaan tanah. Kondisi tersebut membuat kebakaran gambut sangat sulit dipadamkan sekaligus menghasilkan polusi dalam jumlah besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berdasarkan salah satu estimasi yang dikutip dalam laporan ScienceDaily<\/a>, kebakaran gambut menghasilkan partikel halus tiga kali lebih banyak dibandingkan kebakaran hutan tropis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kebakaran gambut juga menghasilkan sulfur dioksida lima kali lebih banyak, karbon organik tiga kali lebih banyak, serta metana dan karbon monoksida dua kali lebih banyak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Musim kebakaran mulai terlihat dari satelit<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Musim kebakaran Indonesia 2026 telah berlangsung ketika instrumen Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer atau MODIS pada satelit Aqua milik NASA mengambil gambar wilayah Indonesia pada 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dalam peta yang menyertai pengamatan tersebut, setiap titik merah menunjukkan satu deteksi kebakaran. Artinya, sensor satelit dan algoritma telah menemukan piksel dengan anomali suhu yang berkaitan dengan kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Namun, satu titik tidak selalu mewakili satu kebakaran. Satu peristiwa kebakaran dapat menghasilkan beberapa deteksi sekaligus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kebakaran gambut merupakan persoalan berulang bagi Indonesia. Negara ini memiliki sekitar 36 persen dari seluruh lahan gambut tropis dunia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pada kondisi normal, bentang alam tersebut berada dalam keadaan basah. Namun, kekeringan parah dapat membuat lahan gambut mengering dan terbakar. Selama tiga dekade terakhir, kondisi serupa berulang kali memicu kebakaran berkepanjangan yang menyelimuti wilayah luas dengan asap selama berminggu-minggu serta mengganggu kehidupan jutaan orang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"\"<\/figure>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        El Ni\u00f1o memperkuat musim kering<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kebakaran hutan dan lahan terjadi setiap tahun di Indonesia. Namun, beberapa musim kebakaran paling merusak dalam beberapa dekade terakhir berlangsung ketika terjadi El Ni\u00f1o, terutama pada 1997 dan 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pada Agustus 2026, Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat atau NOAA menyatakan El Ni\u00f1o telah terjadi dan sedang menguat. Pola iklim tersebut biasanya menyebabkan penurunan curah hujan secara tajam di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kondisi pengeringan dapat menjadi lebih parah ketika El Ni\u00f1o berlangsung bersamaan dengan fase positif Indian Ocean Dipole atau IOD. Fase positif IOD juga sedang terjadi pada periode tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Peneliti Universitas Columbia, Robert Field, mengatakan aktivitas kebakaran di Indonesia meningkat tajam meskipun musim kebakaran baru berlangsung sekitar tiga pekan. Polanya dinilai serupa dengan situasi pada 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Menurut Field, El Ni\u00f1o yang kuat membuat musim kemarau menjadi lebih kering di daerah-daerah rawan kebakaran. Kondisi tersebut kemudian memperburuk aktivitas kebakaran, sebagaimana telah diperkirakan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Perbandingan dengan 2015 menjadi perhatian karena kebakaran pada tahun itu berlangsung lebih dari tiga bulan. Kebakaran tersebut menghasilkan sekitar 1,75 miliar ton emisi setara gas rumah kaca, lebih besar dibandingkan emisi tahunan Jepang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Hingga 2 September 2026, kebakaran di Indonesia telah berlangsung selama sekitar satu bulan. Emisi yang dihasilkan diperkirakan telah mencapai sekitar 10 persen dari jumlah emisi selama krisis kebakaran 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Api dapat bertahan hingga hujan datang<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Indonesia mengalami kekeringan parah dan meluas pada 2026, menyerupai keadaan pada 2015. Data badan meteorologi Indonesia menunjukkan sekitar 90 persen wilayah negara menerima sedikit hujan atau tidak mengalami hujan pada awal Agustus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dalam kondisi normal, endapan gambut di Kalimantan, Sumatra, dan Papua terlalu basah untuk memungkinkan api bergerak di bawah tanah. Kekeringan mengubah keadaan tersebut dan memungkinkan api masuk ke lapisan gambut serta terus membara di bawah permukaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \u201cKetika api masuk ke bawah tanah, api itu tidak akan berhenti,\u201d kata Field.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ia memperkirakan kebakaran bawah tanah dapat terus berlangsung sampai hujan turun pada Oktober atau November.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pemerintah Indonesia menggunakan pengamatan satelit NASA dan NOAA untuk memantau kebakaran aktif hampir secara langsung. MODIS dan Visible Infrared Imaging Radiometer Suite atau VIIRS menjadi dua instrumen utama yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Platform pemantauan kebakaran SiPongi milik Kementerian Kehutanan juga memanfaatkan data MODIS dan VIIRS. Sistem tersebut mencatat 946 titik panas pada 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kebakaran terburuk justru sulit terlihat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pemantauan melalui satelit memiliki keterbatasan. MODIS dan VIIRS dapat mengalami kesulitan mendeteksi api yang tertutup asap tebal atau awan, berada di bawah tajuk hutan, maupun membara di dalam lapisan gambut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ketika kebakaran di Indonesia menjadi semakin intens, jumlah api yang terdeteksi MODIS atau VIIRS terkadang justru menurun. Hal itu terjadi karena asap kebakaran menghalangi pandangan satelit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Mark Cochrane, ahli ekologi dari University of Maryland Center for Environmental Science, mengatakan peristiwa asap terburuk secara paradoks dapat menjadi kondisi yang paling sulit diamati dari luar angkasa menggunakan MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Cochrane telah melakukan penelitian lapangan mengenai kebakaran gambut di Indonesia selama hampir satu dekade.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Kerentanan terbentuk sejak beberapa dekade lalu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sebagian kerentanan Indonesia terhadap kebakaran saat ini dapat ditelusuri hingga beberapa dekade lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Menurut Cochrane, pembangunan kanal irigasi secara luas dan pengeringan rawa gambut pada dekade 1990-an telah menurunkan muka air di kawasan lahan basah. Sebagian pembangunan tersebut dilakukan untuk membuka kawasan pertanian padi berskala besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Penurunan muka air membuat bentang alam menjadi lebih mudah terbakar. Perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan lainnya juga tersebar luas di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Setelah musim kebakaran yang sangat buruk pada 2015, pemerintah dan sejumlah organisasi berusaha membalikkan sebagian kerusakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Weny menegaskan  bahwa ketersediaan pasokan BBM pada dasarnya telah dijamin penuh oleh pemerintah pusat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menurutnya kunci utama penyelesaian masalah di tingkat daerah terletak pada tata kelola distribusi yang tepat serta kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan bahan bakar secara bijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u200b\u201dPemerintah pusat itu sudah menjamin. Tinggal bagaimana kita yang ada di daerah, khususnya di Kota Kotamobagu, pemerintah bekerja sama dengan Forkopimda dan seluruh masyarakat untuk bijaksana menyikapi pemakaian bahan bakar ini,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berapapun jumlah yang disalurkan, katanya kalau kita tidak bijaksana, tentu ini tidak akan pernah cukup.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dari sidak tersebut,  Forkopimda menyepakati skema penggunaan barcode dengan pembatasan pengisian BBM sebanyak satu kali sehari khusus untuk area Kotamobagu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Namun aturan tersebut fleksibel  bagi warga yang hendak melakukan perjalanan antarkota seperti ke Manado, di mana pengisian susulan dapat dilakukan di SPBU sepanjang jalur lintas. Kebijakan ini terbukti efektif mengurai penumpukan kendaraan di kedua SPBU tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kotamobagu, Tasjrifin Mulyana Abdul, yang turut dalam sidak  mengapresiasi efektivitas SOP dan hasil kesepakatan bersama Forkopimda yang terbukti mampu menekan antrean di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u200b\u201dLangkah yang sudah dilakukan oleh pemerintah atas dasar kesepakatan Forkopimda ini merupakan langkah yang kenyataannya berhasil karena sudah bisa menguraikan antrean-antrean, dan ketersediaan BBM sudah bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Keberhasilan ini perlu didukung oleh semua pihak, termasuk media, untuk mensosialisasikan SOP yang ada agar tidak ada lagi antrean dan semua masyarakat mendapatkan BBM,\u201d tutur Kajari Kotamobagu, Tasjrifin Mulyana Abdul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u200bWakapolres Kotamobagu, Kompol Romel Pontoh yang turut menyertai memberikan penjelasan resmi terkait penanganan dugaan penyalahgunaan BBM di wilayah hukumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menanggapi isu viral mengenai keberadaan truk dump kuning, Wakapolres meluruskan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan kendaraan tersebut tidak bermuatan solar dan tidak terbukti memiliki niat pelanggaran (mens rea) saat diperiksa, sehingga tidak dilakukan penahanan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebaliknya, terhadap truk dump merah yang terbukti membawa muatan solar tanpa izin sekitar 500 liter, pihak kepolisian telah melakukan penyitaan dan saat ini tengah melengkapi proses penyidikan hukum lebih lanjut. ***<\/p>\n","post_title":"Urai Antrian BBM di Kotamobagu, Forkopimda Berlakukan Barkode Sekali Sehari","post_excerpt":"Hasil sidak Pemkot Kotamobagu bersama Forkopimda ke SPBU hasilkan kebijakan demi kelancaran distribusi BBM.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"urai-antrian-bbm-di-kotamobagu-forkopimda-berlakukan-barkode-sekali-sehari","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-11 14:12:54","post_modified_gmt":"2026-09-11 06:12:54","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3301","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3271,"post_author":"3","post_date":"2026-09-10 09:46:03","post_date_gmt":"2026-09-10 01:46:03","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  RIYAD, PROBACA.COM \u2013 Program pengajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Arab (BIPA) kerja sama antara KBRI Riyadh dengan Universitas Majma\u2019ah sukses dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2026. Acara wisuda 49 peserta angkatan pertama ini dilakukan di aula Universitas Majma\u2019ah pada tanggal 6 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Hadir pada kegiatan ini Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Abdul Aziz, Rektor Universitas Majma\u2019ah Saleh bin Abdullah Al Mezel, Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Riyadh Muhammad Irfan Helmy, pengajar BIPA, dosen Universitas Majma\u2019ah, peserta kursus BIPA, serta tamu undangan lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Atdikbud KBRI Riyadh, Muhammad Irfan Helmy, mengatakan bahwa bahasa Indonesia mudah dipelajari. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya warga Arab Saudi yang berminat mengikuti kursus ini. \"Penghargaan peserta  yang lulus dalam program BIPA Universitas Majmaah  ini menjadi bukti bahwa bahasa Indonesia diminati oleh warga Arab Saudi karena mudah dipelajari,\u201d ungkap Irfan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sementara itu, Rektor Universitas Majma\u2019ah, Saleh bin Abdullah Al Mezel, mengatakan bahwa dirinya bersyukur atas terlaksananya program ini dengan baik dan bisa menjadi jembatan komunikasi dan budaya antar kedua negara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cBersyukur program ini berjalan lancar. Harapannya akan menjadi jembatan budaya antara Indonesia dengan Arab Saudi,\u201d tutur Saleh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cSelain itu, hubungan antara Indonesia dengan Arab Saudi sudah berlangsung sejak lama, dengan adanya pembelajaran bahasa Indonesia ini, akan membawa nilai positif dan kemajuan bersama. Hubungan Indonesia dengan Arab Saudi sudah lama, semoga dengan adanya kursus bahasa Indonesia ini membawa kebaikan,\u201d sambung Saleh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Abdul Aziz, mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Rektor Universitas Majma\u2019ah, seluruh pimpinan, para direktur, dosen, dan seluruh staf Universitas Majma\u2019ah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dubes Abdul menilai program yang telah berjalan ini sangat baik dan menjadi pengalaman pembelajaran bahasa Indonesia dan pengenalan budaya yang indah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cKami melihat betapa baiknya pengelolaan program, betapa hangatnya keramahan yang diberikan, serta besarnya perhatian kepada seluruh peserta. Semua itu menjadikan pengalaman kami dalam pembelajaran bahasa Indonesia dan pengenalan budaya Indonesia sebagai pengalaman yang indah dan istimewa,\u201d tekan Abdul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kepada para peserta kursus, Dubes Abdul mengungkapkan kebanggaan karena telah mempelajari bahasa dan budaya Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cAnda semua telah mempelajari kosakata, tata bahasa, percakapan, membaca, dan menulis dalam bahasa Indonesia. Yang lebih penting lagi, anda semua telah mengenal Indonesia melalui budaya, tradisi, serta kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Bagi kami, kehadiran Anda dalam program ini merupakan sebuah kebanggaan sekaligus pengalaman yang sangat berharga dan istimewa,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pesan terakhir disampaikan Dubes Abdul kepada para peserta kursus, agar terus belajar, mencoba, dan berlatih menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cGunakanlah bahasa Indonesia setiap kali ada kesempatan, dan ceritakan pengalaman anda sekalian dalam mempelajarinya kepada keluarga, teman-teman, dan masyarakat  sekitar,\u201d tegas Dubes.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Program BIPA merupakan program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah lewat, yang secara berkelanjutan mendorong tumbuhnya penutur asing Bahasa Indonesia di kancah global. Progam BIPA turut difasilitasi salah satunya oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) kolaborasi dengan Perwakilan RI di negara akreditasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cSelain itu, Wisuda BIPA Angkatan I di Universitas Majma'ah menjadi sinyal optimisme inisiasi kerja sama yang lebih maju dalam bidang bahasa dan budaya Indonesia antara Indonesia dan Arab Saudi,\u201d tutup Irfan. (*)<\/p>\n","post_title":"Jembatan Budaya Dua Negara: Universitas Majma\u2019ah Gelar Wisuda Perdana Kursus Bahasa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jembatan-budaya-dua-negara-universitas-majmaah-gelar-wisuda-perdana-kursus-bahasa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-10 09:46:05","post_modified_gmt":"2026-09-10 01:46:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3271","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3148,"post_author":"1","post_date":"2026-09-07 23:07:21","post_date_gmt":"2026-09-07 15:07:21","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  PROBACA.COM <\/strong>- Kebakaran gambut tropis merupakan salah satu jenis kebakaran paling berbahaya dan sulit ditangani. Tidak seperti kebakaran yang menjalar cepat melalui pohon dan tumbuhan, api gambut membara di dalam tanah lahan basah yang telah mengering serta tumpukan gambut dalam suhu relatif rendah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Api dapat terus bergerak di bawah permukaan tanah. Kondisi tersebut membuat kebakaran gambut sangat sulit dipadamkan sekaligus menghasilkan polusi dalam jumlah besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berdasarkan salah satu estimasi yang dikutip dalam laporan ScienceDaily<\/a>, kebakaran gambut menghasilkan partikel halus tiga kali lebih banyak dibandingkan kebakaran hutan tropis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kebakaran gambut juga menghasilkan sulfur dioksida lima kali lebih banyak, karbon organik tiga kali lebih banyak, serta metana dan karbon monoksida dua kali lebih banyak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Musim kebakaran mulai terlihat dari satelit<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Musim kebakaran Indonesia 2026 telah berlangsung ketika instrumen Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer atau MODIS pada satelit Aqua milik NASA mengambil gambar wilayah Indonesia pada 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam peta yang menyertai pengamatan tersebut, setiap titik merah menunjukkan satu deteksi kebakaran. Artinya, sensor satelit dan algoritma telah menemukan piksel dengan anomali suhu yang berkaitan dengan kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Namun, satu titik tidak selalu mewakili satu kebakaran. Satu peristiwa kebakaran dapat menghasilkan beberapa deteksi sekaligus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kebakaran gambut merupakan persoalan berulang bagi Indonesia. Negara ini memiliki sekitar 36 persen dari seluruh lahan gambut tropis dunia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pada kondisi normal, bentang alam tersebut berada dalam keadaan basah. Namun, kekeringan parah dapat membuat lahan gambut mengering dan terbakar. Selama tiga dekade terakhir, kondisi serupa berulang kali memicu kebakaran berkepanjangan yang menyelimuti wilayah luas dengan asap selama berminggu-minggu serta mengganggu kehidupan jutaan orang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"\"<\/figure>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  El Ni\u00f1o memperkuat musim kering<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kebakaran hutan dan lahan terjadi setiap tahun di Indonesia. Namun, beberapa musim kebakaran paling merusak dalam beberapa dekade terakhir berlangsung ketika terjadi El Ni\u00f1o, terutama pada 1997 dan 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pada Agustus 2026, Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat atau NOAA menyatakan El Ni\u00f1o telah terjadi dan sedang menguat. Pola iklim tersebut biasanya menyebabkan penurunan curah hujan secara tajam di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kondisi pengeringan dapat menjadi lebih parah ketika El Ni\u00f1o berlangsung bersamaan dengan fase positif Indian Ocean Dipole atau IOD. Fase positif IOD juga sedang terjadi pada periode tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Peneliti Universitas Columbia, Robert Field, mengatakan aktivitas kebakaran di Indonesia meningkat tajam meskipun musim kebakaran baru berlangsung sekitar tiga pekan. Polanya dinilai serupa dengan situasi pada 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menurut Field, El Ni\u00f1o yang kuat membuat musim kemarau menjadi lebih kering di daerah-daerah rawan kebakaran. Kondisi tersebut kemudian memperburuk aktivitas kebakaran, sebagaimana telah diperkirakan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Perbandingan dengan 2015 menjadi perhatian karena kebakaran pada tahun itu berlangsung lebih dari tiga bulan. Kebakaran tersebut menghasilkan sekitar 1,75 miliar ton emisi setara gas rumah kaca, lebih besar dibandingkan emisi tahunan Jepang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Hingga 2 September 2026, kebakaran di Indonesia telah berlangsung selama sekitar satu bulan. Emisi yang dihasilkan diperkirakan telah mencapai sekitar 10 persen dari jumlah emisi selama krisis kebakaran 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Api dapat bertahan hingga hujan datang<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Indonesia mengalami kekeringan parah dan meluas pada 2026, menyerupai keadaan pada 2015. Data badan meteorologi Indonesia menunjukkan sekitar 90 persen wilayah negara menerima sedikit hujan atau tidak mengalami hujan pada awal Agustus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam kondisi normal, endapan gambut di Kalimantan, Sumatra, dan Papua terlalu basah untuk memungkinkan api bergerak di bawah tanah. Kekeringan mengubah keadaan tersebut dan memungkinkan api masuk ke lapisan gambut serta terus membara di bawah permukaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cKetika api masuk ke bawah tanah, api itu tidak akan berhenti,\u201d kata Field.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia memperkirakan kebakaran bawah tanah dapat terus berlangsung sampai hujan turun pada Oktober atau November.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pemerintah Indonesia menggunakan pengamatan satelit NASA dan NOAA untuk memantau kebakaran aktif hampir secara langsung. MODIS dan Visible Infrared Imaging Radiometer Suite atau VIIRS menjadi dua instrumen utama yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Platform pemantauan kebakaran SiPongi milik Kementerian Kehutanan juga memanfaatkan data MODIS dan VIIRS. Sistem tersebut mencatat 946 titik panas pada 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kebakaran terburuk justru sulit terlihat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pemantauan melalui satelit memiliki keterbatasan. MODIS dan VIIRS dapat mengalami kesulitan mendeteksi api yang tertutup asap tebal atau awan, berada di bawah tajuk hutan, maupun membara di dalam lapisan gambut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ketika kebakaran di Indonesia menjadi semakin intens, jumlah api yang terdeteksi MODIS atau VIIRS terkadang justru menurun. Hal itu terjadi karena asap kebakaran menghalangi pandangan satelit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Mark Cochrane, ahli ekologi dari University of Maryland Center for Environmental Science, mengatakan peristiwa asap terburuk secara paradoks dapat menjadi kondisi yang paling sulit diamati dari luar angkasa menggunakan MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Cochrane telah melakukan penelitian lapangan mengenai kebakaran gambut di Indonesia selama hampir satu dekade.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kerentanan terbentuk sejak beberapa dekade lalu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebagian kerentanan Indonesia terhadap kebakaran saat ini dapat ditelusuri hingga beberapa dekade lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menurut Cochrane, pembangunan kanal irigasi secara luas dan pengeringan rawa gambut pada dekade 1990-an telah menurunkan muka air di kawasan lahan basah. Sebagian pembangunan tersebut dilakukan untuk membuka kawasan pertanian padi berskala besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Penurunan muka air membuat bentang alam menjadi lebih mudah terbakar. Perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan lainnya juga tersebar luas di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Setelah musim kebakaran yang sangat buruk pada 2015, pemerintah dan sejumlah organisasi berusaha membalikkan sebagian kerusakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dua titik jadi lokasi sidak, yaitu SPBU Kotobangon dan SPBU Mongkonai. Didua lokasi ini, Weny Gaib langsung menemui pengelolah SPBU masing-masing serta kepada pengendara yang mengantri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Weny menegaskan  bahwa ketersediaan pasokan BBM pada dasarnya telah dijamin penuh oleh pemerintah pusat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Menurutnya kunci utama penyelesaian masalah di tingkat daerah terletak pada tata kelola distribusi yang tepat serta kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan bahan bakar secara bijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u200b\u201dPemerintah pusat itu sudah menjamin. Tinggal bagaimana kita yang ada di daerah, khususnya di Kota Kotamobagu, pemerintah bekerja sama dengan Forkopimda dan seluruh masyarakat untuk bijaksana menyikapi pemakaian bahan bakar ini,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berapapun jumlah yang disalurkan, katanya kalau kita tidak bijaksana, tentu ini tidak akan pernah cukup.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dari sidak tersebut,  Forkopimda menyepakati skema penggunaan barcode dengan pembatasan pengisian BBM sebanyak satu kali sehari khusus untuk area Kotamobagu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Namun aturan tersebut fleksibel  bagi warga yang hendak melakukan perjalanan antarkota seperti ke Manado, di mana pengisian susulan dapat dilakukan di SPBU sepanjang jalur lintas. Kebijakan ini terbukti efektif mengurai penumpukan kendaraan di kedua SPBU tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                             Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kotamobagu, Tasjrifin Mulyana Abdul, yang turut dalam sidak  mengapresiasi efektivitas SOP dan hasil kesepakatan bersama Forkopimda yang terbukti mampu menekan antrean di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u200b\u201dLangkah yang sudah dilakukan oleh pemerintah atas dasar kesepakatan Forkopimda ini merupakan langkah yang kenyataannya berhasil karena sudah bisa menguraikan antrean-antrean, dan ketersediaan BBM sudah bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Keberhasilan ini perlu didukung oleh semua pihak, termasuk media, untuk mensosialisasikan SOP yang ada agar tidak ada lagi antrean dan semua masyarakat mendapatkan BBM,\u201d tutur Kajari Kotamobagu, Tasjrifin Mulyana Abdul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u200bWakapolres Kotamobagu, Kompol Romel Pontoh yang turut menyertai memberikan penjelasan resmi terkait penanganan dugaan penyalahgunaan BBM di wilayah hukumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Menanggapi isu viral mengenai keberadaan truk dump kuning, Wakapolres meluruskan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan kendaraan tersebut tidak bermuatan solar dan tidak terbukti memiliki niat pelanggaran (mens rea) saat diperiksa, sehingga tidak dilakukan penahanan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sebaliknya, terhadap truk dump merah yang terbukti membawa muatan solar tanpa izin sekitar 500 liter, pihak kepolisian telah melakukan penyitaan dan saat ini tengah melengkapi proses penyidikan hukum lebih lanjut. ***<\/p>\n","post_title":"Urai Antrian BBM di Kotamobagu, Forkopimda Berlakukan Barkode Sekali Sehari","post_excerpt":"Hasil sidak Pemkot Kotamobagu bersama Forkopimda ke SPBU hasilkan kebijakan demi kelancaran distribusi BBM.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"urai-antrian-bbm-di-kotamobagu-forkopimda-berlakukan-barkode-sekali-sehari","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-11 14:12:54","post_modified_gmt":"2026-09-11 06:12:54","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3301","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3271,"post_author":"3","post_date":"2026-09-10 09:46:03","post_date_gmt":"2026-09-10 01:46:03","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            RIYAD, PROBACA.COM \u2013 Program pengajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Arab (BIPA) kerja sama antara KBRI Riyadh dengan Universitas Majma\u2019ah sukses dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2026. Acara wisuda 49 peserta angkatan pertama ini dilakukan di aula Universitas Majma\u2019ah pada tanggal 6 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Hadir pada kegiatan ini Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Abdul Aziz, Rektor Universitas Majma\u2019ah Saleh bin Abdullah Al Mezel, Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Riyadh Muhammad Irfan Helmy, pengajar BIPA, dosen Universitas Majma\u2019ah, peserta kursus BIPA, serta tamu undangan lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Atdikbud KBRI Riyadh, Muhammad Irfan Helmy, mengatakan bahwa bahasa Indonesia mudah dipelajari. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya warga Arab Saudi yang berminat mengikuti kursus ini. \"Penghargaan peserta  yang lulus dalam program BIPA Universitas Majmaah  ini menjadi bukti bahwa bahasa Indonesia diminati oleh warga Arab Saudi karena mudah dipelajari,\u201d ungkap Irfan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sementara itu, Rektor Universitas Majma\u2019ah, Saleh bin Abdullah Al Mezel, mengatakan bahwa dirinya bersyukur atas terlaksananya program ini dengan baik dan bisa menjadi jembatan komunikasi dan budaya antar kedua negara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cBersyukur program ini berjalan lancar. Harapannya akan menjadi jembatan budaya antara Indonesia dengan Arab Saudi,\u201d tutur Saleh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cSelain itu, hubungan antara Indonesia dengan Arab Saudi sudah berlangsung sejak lama, dengan adanya pembelajaran bahasa Indonesia ini, akan membawa nilai positif dan kemajuan bersama. Hubungan Indonesia dengan Arab Saudi sudah lama, semoga dengan adanya kursus bahasa Indonesia ini membawa kebaikan,\u201d sambung Saleh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Abdul Aziz, mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Rektor Universitas Majma\u2019ah, seluruh pimpinan, para direktur, dosen, dan seluruh staf Universitas Majma\u2019ah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dubes Abdul menilai program yang telah berjalan ini sangat baik dan menjadi pengalaman pembelajaran bahasa Indonesia dan pengenalan budaya yang indah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cKami melihat betapa baiknya pengelolaan program, betapa hangatnya keramahan yang diberikan, serta besarnya perhatian kepada seluruh peserta. Semua itu menjadikan pengalaman kami dalam pembelajaran bahasa Indonesia dan pengenalan budaya Indonesia sebagai pengalaman yang indah dan istimewa,\u201d tekan Abdul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kepada para peserta kursus, Dubes Abdul mengungkapkan kebanggaan karena telah mempelajari bahasa dan budaya Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cAnda semua telah mempelajari kosakata, tata bahasa, percakapan, membaca, dan menulis dalam bahasa Indonesia. Yang lebih penting lagi, anda semua telah mengenal Indonesia melalui budaya, tradisi, serta kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Bagi kami, kehadiran Anda dalam program ini merupakan sebuah kebanggaan sekaligus pengalaman yang sangat berharga dan istimewa,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pesan terakhir disampaikan Dubes Abdul kepada para peserta kursus, agar terus belajar, mencoba, dan berlatih menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cGunakanlah bahasa Indonesia setiap kali ada kesempatan, dan ceritakan pengalaman anda sekalian dalam mempelajarinya kepada keluarga, teman-teman, dan masyarakat  sekitar,\u201d tegas Dubes.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Program BIPA merupakan program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah lewat, yang secara berkelanjutan mendorong tumbuhnya penutur asing Bahasa Indonesia di kancah global. Progam BIPA turut difasilitasi salah satunya oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) kolaborasi dengan Perwakilan RI di negara akreditasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cSelain itu, Wisuda BIPA Angkatan I di Universitas Majma'ah menjadi sinyal optimisme inisiasi kerja sama yang lebih maju dalam bidang bahasa dan budaya Indonesia antara Indonesia dan Arab Saudi,\u201d tutup Irfan. (*)<\/p>\n","post_title":"Jembatan Budaya Dua Negara: Universitas Majma\u2019ah Gelar Wisuda Perdana Kursus Bahasa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jembatan-budaya-dua-negara-universitas-majmaah-gelar-wisuda-perdana-kursus-bahasa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-10 09:46:05","post_modified_gmt":"2026-09-10 01:46:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3271","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3148,"post_author":"1","post_date":"2026-09-07 23:07:21","post_date_gmt":"2026-09-07 15:07:21","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            PROBACA.COM <\/strong>- Kebakaran gambut tropis merupakan salah satu jenis kebakaran paling berbahaya dan sulit ditangani. Tidak seperti kebakaran yang menjalar cepat melalui pohon dan tumbuhan, api gambut membara di dalam tanah lahan basah yang telah mengering serta tumpukan gambut dalam suhu relatif rendah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Api dapat terus bergerak di bawah permukaan tanah. Kondisi tersebut membuat kebakaran gambut sangat sulit dipadamkan sekaligus menghasilkan polusi dalam jumlah besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berdasarkan salah satu estimasi yang dikutip dalam laporan ScienceDaily<\/a>, kebakaran gambut menghasilkan partikel halus tiga kali lebih banyak dibandingkan kebakaran hutan tropis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kebakaran gambut juga menghasilkan sulfur dioksida lima kali lebih banyak, karbon organik tiga kali lebih banyak, serta metana dan karbon monoksida dua kali lebih banyak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Musim kebakaran mulai terlihat dari satelit<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Musim kebakaran Indonesia 2026 telah berlangsung ketika instrumen Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer atau MODIS pada satelit Aqua milik NASA mengambil gambar wilayah Indonesia pada 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dalam peta yang menyertai pengamatan tersebut, setiap titik merah menunjukkan satu deteksi kebakaran. Artinya, sensor satelit dan algoritma telah menemukan piksel dengan anomali suhu yang berkaitan dengan kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Namun, satu titik tidak selalu mewakili satu kebakaran. Satu peristiwa kebakaran dapat menghasilkan beberapa deteksi sekaligus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kebakaran gambut merupakan persoalan berulang bagi Indonesia. Negara ini memiliki sekitar 36 persen dari seluruh lahan gambut tropis dunia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pada kondisi normal, bentang alam tersebut berada dalam keadaan basah. Namun, kekeringan parah dapat membuat lahan gambut mengering dan terbakar. Selama tiga dekade terakhir, kondisi serupa berulang kali memicu kebakaran berkepanjangan yang menyelimuti wilayah luas dengan asap selama berminggu-minggu serta mengganggu kehidupan jutaan orang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"\"<\/figure>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            El Ni\u00f1o memperkuat musim kering<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kebakaran hutan dan lahan terjadi setiap tahun di Indonesia. Namun, beberapa musim kebakaran paling merusak dalam beberapa dekade terakhir berlangsung ketika terjadi El Ni\u00f1o, terutama pada 1997 dan 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pada Agustus 2026, Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat atau NOAA menyatakan El Ni\u00f1o telah terjadi dan sedang menguat. Pola iklim tersebut biasanya menyebabkan penurunan curah hujan secara tajam di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kondisi pengeringan dapat menjadi lebih parah ketika El Ni\u00f1o berlangsung bersamaan dengan fase positif Indian Ocean Dipole atau IOD. Fase positif IOD juga sedang terjadi pada periode tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Peneliti Universitas Columbia, Robert Field, mengatakan aktivitas kebakaran di Indonesia meningkat tajam meskipun musim kebakaran baru berlangsung sekitar tiga pekan. Polanya dinilai serupa dengan situasi pada 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Menurut Field, El Ni\u00f1o yang kuat membuat musim kemarau menjadi lebih kering di daerah-daerah rawan kebakaran. Kondisi tersebut kemudian memperburuk aktivitas kebakaran, sebagaimana telah diperkirakan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Perbandingan dengan 2015 menjadi perhatian karena kebakaran pada tahun itu berlangsung lebih dari tiga bulan. Kebakaran tersebut menghasilkan sekitar 1,75 miliar ton emisi setara gas rumah kaca, lebih besar dibandingkan emisi tahunan Jepang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Hingga 2 September 2026, kebakaran di Indonesia telah berlangsung selama sekitar satu bulan. Emisi yang dihasilkan diperkirakan telah mencapai sekitar 10 persen dari jumlah emisi selama krisis kebakaran 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Api dapat bertahan hingga hujan datang<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Indonesia mengalami kekeringan parah dan meluas pada 2026, menyerupai keadaan pada 2015. Data badan meteorologi Indonesia menunjukkan sekitar 90 persen wilayah negara menerima sedikit hujan atau tidak mengalami hujan pada awal Agustus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dalam kondisi normal, endapan gambut di Kalimantan, Sumatra, dan Papua terlalu basah untuk memungkinkan api bergerak di bawah tanah. Kekeringan mengubah keadaan tersebut dan memungkinkan api masuk ke lapisan gambut serta terus membara di bawah permukaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \u201cKetika api masuk ke bawah tanah, api itu tidak akan berhenti,\u201d kata Field.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ia memperkirakan kebakaran bawah tanah dapat terus berlangsung sampai hujan turun pada Oktober atau November.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pemerintah Indonesia menggunakan pengamatan satelit NASA dan NOAA untuk memantau kebakaran aktif hampir secara langsung. MODIS dan Visible Infrared Imaging Radiometer Suite atau VIIRS menjadi dua instrumen utama yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Platform pemantauan kebakaran SiPongi milik Kementerian Kehutanan juga memanfaatkan data MODIS dan VIIRS. Sistem tersebut mencatat 946 titik panas pada 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kebakaran terburuk justru sulit terlihat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pemantauan melalui satelit memiliki keterbatasan. MODIS dan VIIRS dapat mengalami kesulitan mendeteksi api yang tertutup asap tebal atau awan, berada di bawah tajuk hutan, maupun membara di dalam lapisan gambut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ketika kebakaran di Indonesia menjadi semakin intens, jumlah api yang terdeteksi MODIS atau VIIRS terkadang justru menurun. Hal itu terjadi karena asap kebakaran menghalangi pandangan satelit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Mark Cochrane, ahli ekologi dari University of Maryland Center for Environmental Science, mengatakan peristiwa asap terburuk secara paradoks dapat menjadi kondisi yang paling sulit diamati dari luar angkasa menggunakan MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Cochrane telah melakukan penelitian lapangan mengenai kebakaran gambut di Indonesia selama hampir satu dekade.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Kerentanan terbentuk sejak beberapa dekade lalu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sebagian kerentanan Indonesia terhadap kebakaran saat ini dapat ditelusuri hingga beberapa dekade lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Menurut Cochrane, pembangunan kanal irigasi secara luas dan pengeringan rawa gambut pada dekade 1990-an telah menurunkan muka air di kawasan lahan basah. Sebagian pembangunan tersebut dilakukan untuk membuka kawasan pertanian padi berskala besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Penurunan muka air membuat bentang alam menjadi lebih mudah terbakar. Perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan lainnya juga tersebar luas di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Setelah musim kebakaran yang sangat buruk pada 2015, pemerintah dan sejumlah organisasi berusaha membalikkan sebagian kerusakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      KOTAMOBAGU, PROBACA.COM \u2013 Untuk memastikan kelancaran distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Kotamobagu, Wali Kota Kotamobagu Weny Gaib bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan inspeksi mendadak (sidak), Kamis 10 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dua titik jadi lokasi sidak, yaitu SPBU Kotobangon dan SPBU Mongkonai. Didua lokasi ini, Weny Gaib langsung menemui pengelolah SPBU masing-masing serta kepada pengendara yang mengantri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Weny menegaskan  bahwa ketersediaan pasokan BBM pada dasarnya telah dijamin penuh oleh pemerintah pusat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Menurutnya kunci utama penyelesaian masalah di tingkat daerah terletak pada tata kelola distribusi yang tepat serta kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan bahan bakar secara bijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u200b\u201dPemerintah pusat itu sudah menjamin. Tinggal bagaimana kita yang ada di daerah, khususnya di Kota Kotamobagu, pemerintah bekerja sama dengan Forkopimda dan seluruh masyarakat untuk bijaksana menyikapi pemakaian bahan bakar ini,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berapapun jumlah yang disalurkan, katanya kalau kita tidak bijaksana, tentu ini tidak akan pernah cukup.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dari sidak tersebut,  Forkopimda menyepakati skema penggunaan barcode dengan pembatasan pengisian BBM sebanyak satu kali sehari khusus untuk area Kotamobagu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Namun aturan tersebut fleksibel  bagi warga yang hendak melakukan perjalanan antarkota seperti ke Manado, di mana pengisian susulan dapat dilakukan di SPBU sepanjang jalur lintas. Kebijakan ini terbukti efektif mengurai penumpukan kendaraan di kedua SPBU tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kotamobagu, Tasjrifin Mulyana Abdul, yang turut dalam sidak  mengapresiasi efektivitas SOP dan hasil kesepakatan bersama Forkopimda yang terbukti mampu menekan antrean di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u200b\u201dLangkah yang sudah dilakukan oleh pemerintah atas dasar kesepakatan Forkopimda ini merupakan langkah yang kenyataannya berhasil karena sudah bisa menguraikan antrean-antrean, dan ketersediaan BBM sudah bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Keberhasilan ini perlu didukung oleh semua pihak, termasuk media, untuk mensosialisasikan SOP yang ada agar tidak ada lagi antrean dan semua masyarakat mendapatkan BBM,\u201d tutur Kajari Kotamobagu, Tasjrifin Mulyana Abdul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u200bWakapolres Kotamobagu, Kompol Romel Pontoh yang turut menyertai memberikan penjelasan resmi terkait penanganan dugaan penyalahgunaan BBM di wilayah hukumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Menanggapi isu viral mengenai keberadaan truk dump kuning, Wakapolres meluruskan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan kendaraan tersebut tidak bermuatan solar dan tidak terbukti memiliki niat pelanggaran (mens rea) saat diperiksa, sehingga tidak dilakukan penahanan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebaliknya, terhadap truk dump merah yang terbukti membawa muatan solar tanpa izin sekitar 500 liter, pihak kepolisian telah melakukan penyitaan dan saat ini tengah melengkapi proses penyidikan hukum lebih lanjut. ***<\/p>\n","post_title":"Urai Antrian BBM di Kotamobagu, Forkopimda Berlakukan Barkode Sekali Sehari","post_excerpt":"Hasil sidak Pemkot Kotamobagu bersama Forkopimda ke SPBU hasilkan kebijakan demi kelancaran distribusi BBM.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"urai-antrian-bbm-di-kotamobagu-forkopimda-berlakukan-barkode-sekali-sehari","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-11 14:12:54","post_modified_gmt":"2026-09-11 06:12:54","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3301","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3271,"post_author":"3","post_date":"2026-09-10 09:46:03","post_date_gmt":"2026-09-10 01:46:03","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      RIYAD, PROBACA.COM \u2013 Program pengajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Arab (BIPA) kerja sama antara KBRI Riyadh dengan Universitas Majma\u2019ah sukses dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2026. Acara wisuda 49 peserta angkatan pertama ini dilakukan di aula Universitas Majma\u2019ah pada tanggal 6 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Hadir pada kegiatan ini Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Abdul Aziz, Rektor Universitas Majma\u2019ah Saleh bin Abdullah Al Mezel, Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Riyadh Muhammad Irfan Helmy, pengajar BIPA, dosen Universitas Majma\u2019ah, peserta kursus BIPA, serta tamu undangan lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Atdikbud KBRI Riyadh, Muhammad Irfan Helmy, mengatakan bahwa bahasa Indonesia mudah dipelajari. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya warga Arab Saudi yang berminat mengikuti kursus ini. \"Penghargaan peserta  yang lulus dalam program BIPA Universitas Majmaah  ini menjadi bukti bahwa bahasa Indonesia diminati oleh warga Arab Saudi karena mudah dipelajari,\u201d ungkap Irfan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sementara itu, Rektor Universitas Majma\u2019ah, Saleh bin Abdullah Al Mezel, mengatakan bahwa dirinya bersyukur atas terlaksananya program ini dengan baik dan bisa menjadi jembatan komunikasi dan budaya antar kedua negara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cBersyukur program ini berjalan lancar. Harapannya akan menjadi jembatan budaya antara Indonesia dengan Arab Saudi,\u201d tutur Saleh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cSelain itu, hubungan antara Indonesia dengan Arab Saudi sudah berlangsung sejak lama, dengan adanya pembelajaran bahasa Indonesia ini, akan membawa nilai positif dan kemajuan bersama. Hubungan Indonesia dengan Arab Saudi sudah lama, semoga dengan adanya kursus bahasa Indonesia ini membawa kebaikan,\u201d sambung Saleh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Abdul Aziz, mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Rektor Universitas Majma\u2019ah, seluruh pimpinan, para direktur, dosen, dan seluruh staf Universitas Majma\u2019ah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dubes Abdul menilai program yang telah berjalan ini sangat baik dan menjadi pengalaman pembelajaran bahasa Indonesia dan pengenalan budaya yang indah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cKami melihat betapa baiknya pengelolaan program, betapa hangatnya keramahan yang diberikan, serta besarnya perhatian kepada seluruh peserta. Semua itu menjadikan pengalaman kami dalam pembelajaran bahasa Indonesia dan pengenalan budaya Indonesia sebagai pengalaman yang indah dan istimewa,\u201d tekan Abdul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kepada para peserta kursus, Dubes Abdul mengungkapkan kebanggaan karena telah mempelajari bahasa dan budaya Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cAnda semua telah mempelajari kosakata, tata bahasa, percakapan, membaca, dan menulis dalam bahasa Indonesia. Yang lebih penting lagi, anda semua telah mengenal Indonesia melalui budaya, tradisi, serta kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Bagi kami, kehadiran Anda dalam program ini merupakan sebuah kebanggaan sekaligus pengalaman yang sangat berharga dan istimewa,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pesan terakhir disampaikan Dubes Abdul kepada para peserta kursus, agar terus belajar, mencoba, dan berlatih menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cGunakanlah bahasa Indonesia setiap kali ada kesempatan, dan ceritakan pengalaman anda sekalian dalam mempelajarinya kepada keluarga, teman-teman, dan masyarakat  sekitar,\u201d tegas Dubes.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Program BIPA merupakan program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah lewat, yang secara berkelanjutan mendorong tumbuhnya penutur asing Bahasa Indonesia di kancah global. Progam BIPA turut difasilitasi salah satunya oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) kolaborasi dengan Perwakilan RI di negara akreditasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cSelain itu, Wisuda BIPA Angkatan I di Universitas Majma'ah menjadi sinyal optimisme inisiasi kerja sama yang lebih maju dalam bidang bahasa dan budaya Indonesia antara Indonesia dan Arab Saudi,\u201d tutup Irfan. (*)<\/p>\n","post_title":"Jembatan Budaya Dua Negara: Universitas Majma\u2019ah Gelar Wisuda Perdana Kursus Bahasa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jembatan-budaya-dua-negara-universitas-majmaah-gelar-wisuda-perdana-kursus-bahasa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-10 09:46:05","post_modified_gmt":"2026-09-10 01:46:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3271","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3148,"post_author":"1","post_date":"2026-09-07 23:07:21","post_date_gmt":"2026-09-07 15:07:21","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      PROBACA.COM <\/strong>- Kebakaran gambut tropis merupakan salah satu jenis kebakaran paling berbahaya dan sulit ditangani. Tidak seperti kebakaran yang menjalar cepat melalui pohon dan tumbuhan, api gambut membara di dalam tanah lahan basah yang telah mengering serta tumpukan gambut dalam suhu relatif rendah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Api dapat terus bergerak di bawah permukaan tanah. Kondisi tersebut membuat kebakaran gambut sangat sulit dipadamkan sekaligus menghasilkan polusi dalam jumlah besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berdasarkan salah satu estimasi yang dikutip dalam laporan ScienceDaily<\/a>, kebakaran gambut menghasilkan partikel halus tiga kali lebih banyak dibandingkan kebakaran hutan tropis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kebakaran gambut juga menghasilkan sulfur dioksida lima kali lebih banyak, karbon organik tiga kali lebih banyak, serta metana dan karbon monoksida dua kali lebih banyak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Musim kebakaran mulai terlihat dari satelit<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Musim kebakaran Indonesia 2026 telah berlangsung ketika instrumen Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer atau MODIS pada satelit Aqua milik NASA mengambil gambar wilayah Indonesia pada 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam peta yang menyertai pengamatan tersebut, setiap titik merah menunjukkan satu deteksi kebakaran. Artinya, sensor satelit dan algoritma telah menemukan piksel dengan anomali suhu yang berkaitan dengan kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Namun, satu titik tidak selalu mewakili satu kebakaran. Satu peristiwa kebakaran dapat menghasilkan beberapa deteksi sekaligus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kebakaran gambut merupakan persoalan berulang bagi Indonesia. Negara ini memiliki sekitar 36 persen dari seluruh lahan gambut tropis dunia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pada kondisi normal, bentang alam tersebut berada dalam keadaan basah. Namun, kekeringan parah dapat membuat lahan gambut mengering dan terbakar. Selama tiga dekade terakhir, kondisi serupa berulang kali memicu kebakaran berkepanjangan yang menyelimuti wilayah luas dengan asap selama berminggu-minggu serta mengganggu kehidupan jutaan orang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"\"<\/figure>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      El Ni\u00f1o memperkuat musim kering<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kebakaran hutan dan lahan terjadi setiap tahun di Indonesia. Namun, beberapa musim kebakaran paling merusak dalam beberapa dekade terakhir berlangsung ketika terjadi El Ni\u00f1o, terutama pada 1997 dan 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pada Agustus 2026, Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat atau NOAA menyatakan El Ni\u00f1o telah terjadi dan sedang menguat. Pola iklim tersebut biasanya menyebabkan penurunan curah hujan secara tajam di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kondisi pengeringan dapat menjadi lebih parah ketika El Ni\u00f1o berlangsung bersamaan dengan fase positif Indian Ocean Dipole atau IOD. Fase positif IOD juga sedang terjadi pada periode tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Peneliti Universitas Columbia, Robert Field, mengatakan aktivitas kebakaran di Indonesia meningkat tajam meskipun musim kebakaran baru berlangsung sekitar tiga pekan. Polanya dinilai serupa dengan situasi pada 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Menurut Field, El Ni\u00f1o yang kuat membuat musim kemarau menjadi lebih kering di daerah-daerah rawan kebakaran. Kondisi tersebut kemudian memperburuk aktivitas kebakaran, sebagaimana telah diperkirakan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Perbandingan dengan 2015 menjadi perhatian karena kebakaran pada tahun itu berlangsung lebih dari tiga bulan. Kebakaran tersebut menghasilkan sekitar 1,75 miliar ton emisi setara gas rumah kaca, lebih besar dibandingkan emisi tahunan Jepang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Hingga 2 September 2026, kebakaran di Indonesia telah berlangsung selama sekitar satu bulan. Emisi yang dihasilkan diperkirakan telah mencapai sekitar 10 persen dari jumlah emisi selama krisis kebakaran 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Api dapat bertahan hingga hujan datang<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Indonesia mengalami kekeringan parah dan meluas pada 2026, menyerupai keadaan pada 2015. Data badan meteorologi Indonesia menunjukkan sekitar 90 persen wilayah negara menerima sedikit hujan atau tidak mengalami hujan pada awal Agustus.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam kondisi normal, endapan gambut di Kalimantan, Sumatra, dan Papua terlalu basah untuk memungkinkan api bergerak di bawah tanah. Kekeringan mengubah keadaan tersebut dan memungkinkan api masuk ke lapisan gambut serta terus membara di bawah permukaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cKetika api masuk ke bawah tanah, api itu tidak akan berhenti,\u201d kata Field.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia memperkirakan kebakaran bawah tanah dapat terus berlangsung sampai hujan turun pada Oktober atau November.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pemerintah Indonesia menggunakan pengamatan satelit NASA dan NOAA untuk memantau kebakaran aktif hampir secara langsung. MODIS dan Visible Infrared Imaging Radiometer Suite atau VIIRS menjadi dua instrumen utama yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Platform pemantauan kebakaran SiPongi milik Kementerian Kehutanan juga memanfaatkan data MODIS dan VIIRS. Sistem tersebut mencatat 946 titik panas pada 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kebakaran terburuk justru sulit terlihat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pemantauan melalui satelit memiliki keterbatasan. MODIS dan VIIRS dapat mengalami kesulitan mendeteksi api yang tertutup asap tebal atau awan, berada di bawah tajuk hutan, maupun membara di dalam lapisan gambut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ketika kebakaran di Indonesia menjadi semakin intens, jumlah api yang terdeteksi MODIS atau VIIRS terkadang justru menurun. Hal itu terjadi karena asap kebakaran menghalangi pandangan satelit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Mark Cochrane, ahli ekologi dari University of Maryland Center for Environmental Science, mengatakan peristiwa asap terburuk secara paradoks dapat menjadi kondisi yang paling sulit diamati dari luar angkasa menggunakan MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Cochrane telah melakukan penelitian lapangan mengenai kebakaran gambut di Indonesia selama hampir satu dekade.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Kerentanan terbentuk sejak beberapa dekade lalu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebagian kerentanan Indonesia terhadap kebakaran saat ini dapat ditelusuri hingga beberapa dekade lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Menurut Cochrane, pembangunan kanal irigasi secara luas dan pengeringan rawa gambut pada dekade 1990-an telah menurunkan muka air di kawasan lahan basah. Sebagian pembangunan tersebut dilakukan untuk membuka kawasan pertanian padi berskala besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Penurunan muka air membuat bentang alam menjadi lebih mudah terbakar. Perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan lainnya juga tersebar luas di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Setelah musim kebakaran yang sangat buruk pada 2015, pemerintah dan sejumlah organisasi berusaha membalikkan sebagian kerusakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berbagai proyek dilakukan dengan menutup kanal irigasi untuk membantu memulihkan lahan basah. Upaya lain meliputi penguatan kemampuan pemadaman serta peningkatan pencegahan terhadap penyulutan api secara tidak sengaja oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Ujian bagi perlindungan pasca-2015<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Mahasiswa pascasarjana Universitas Maryland, Shi Jun Wee, menilai musim kebakaran 2026 akan menjadi ujian nyata bagi berbagai langkah perlindungan yang diterapkan setelah 2015.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Wee menjadi bagian dari tim yang bekerja sama dengan NASA dan MapBiomas untuk mengembangkan metode baru dalam mendeteksi kebakaran di bawah tajuk hutan yang mungkin tidak tertangkap MODIS dan VIIRS.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pendekatan tersebut menggunakan pengamatan inframerah gelombang pendek dari satelit Landsat dan Sentinel-2.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Selama musim kebakaran berlangsung, kondisi juga akan dipantau melalui peramban data Worldview milik NASA, Fire Information for Resource Management System atau FIRMS, pengamatan Harmonized Landsat and Sentinel-2, serta Global Fire Emissions Database.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dampak asap telah dirasakan masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga. Pejabat Indonesia memperingatkan bahwa sebagian besar penduduk telah terpapar asap berbahaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sejumlah sekolah mulai beralih ke pembelajaran jarak jauh. Sembilan taman nasional ditutup, sedangkan beberapa penerbangan mengalami keterlambatan akibat asap tebal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Cochrane mengingatkan bahwa perhatian terhadap kebakaran sering meningkat ketika terjadi musim kebakaran besar pada tahun El Ni\u00f1o, kemudian menghilang setelah keadaan membaik. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, termasuk pada tahun-tahun ketika kebakaran tidak berlangsung terlalu parah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      ***<\/em>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sumber: ScienceDaily, \u201cIndonesia\u2019s Most Dangerous Fires Are Burning Underground\u201d, diterbitkan 6 September 2026. Materi berasal dari NASA Earth Observatory. Kutipan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah substansinya.<\/em><\/p>\n","post_title":"Api Paling Berbahaya di Indonesia Membara di Bawah Tanah","post_excerpt":"Kebakaran gambut mulai meningkat pada awal musim kebakaran 2026. El Ni\u00f1o yang menguat dan kekeringan parah membuat lahan basah mengering, memungkinkan api membara di bawah permukaan selama berbulan-bulan.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"api-paling-berbahaya-di-indonesia-membara-di-bawah-tanah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 23:11:20","post_modified_gmt":"2026-09-07 15:11:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3148","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1654,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 20:53:13","post_date_gmt":"2026-08-31 12:53:13","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      PROBACA.COM <\/strong>- Pelarian mantan Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan alias VAP, yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama kurang lebih satu tahun, akhirnya berakhir.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      VAP, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Usai diamankan, VAP langsung diterbangkan ke Manado menggunakan pesawat TransNusa. Ia tiba di Bandara Sam Ratulangi, sekitar pukul 14.30 WITA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Saat tiba, VAP tampak mengenakan baju putih dan celana panjang dengan alas kaki berwarna abu-abu. Tangannya dalam kondisi terborgol, namun borgol tersebut ditutupi kain berwarna-warni. Ia kemudian dibawa petugas dengan pengawalan ketat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulut, Eri Yudianto, mengungkapkan penangkapan VAP merupakan hasil pelacakan yang dilakukan secara intensif oleh tim Tabur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berikut lima fakta di balik penangkapan mantan Bupati Minahasa Utara tersebut:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. Mangkir dari Pemeriksaan hingga Masuk DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Eri menjelaskan, VAP ditetapkan sebagai DPO setelah berulang kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        \"Waktu dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak hadir-hadir, sehingga diterbitkan DPO untuk kita melakukan pengamanan,\" kata Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Status DPO tersebut telah melekat pada VAP selama kurang lebih satu tahun sebelum keberadaannya berhasil dilacak oleh tim Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        2. Keberadaan Terdeteksi dari Jakarta hingga Papua<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Perburuan terhadap VAP dilakukan melalui pelacakan secara intensif. Sebelum akhirnya ditangkap di Mimika, tim Tabur Kejati Sulut sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Pada hari Jumat, kita melakukan tracking terhadap tersangka berada di Jakarta. Namun dari hasil tracking kita, yang bersangkutan bergerak ke Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua,\" ungkap Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk melakukan koordinasi dan pemantauan lebih lanjut di Papua.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          3. Ditangkap Saat Menghadiri Acara di Mimika<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Setelah memastikan keberadaan VAP di Mimika, tim Kejati Sulut melakukan pemantauan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            VAP akhirnya diamankan ketika tengah menghadiri sebuah acara di wilayah Mimika.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            \"Setelah itu, kita melakukan tracking kembali, yang bersangkutan ada acara di sana dan positif tersangka ada di sana. Kita lakukan pengamanan dan kita bawa pulang ke sini,\" ujar Eri.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            4. Dibawa ke Manado dengan Pengawalan Ketat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Setelah berhasil diamankan, VAP langsung diterbangkan dari Mimika menuju Manado untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, VAP dibawa dengan pengawalan ketat petugas Kejati Sulut.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Tim Tabur dalam mengamankan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              5. Penyidik Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              1. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis, termasuk potensi penetapan tersangka baru, Eri belum memberikan keterangan lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia menegaskan, fokus tim Intelijen Kejati Sulut dalam operasi tersebut adalah mengamankan VAP berdasarkan permintaan tim Pidana Khusus (Pidsus).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Untuk detail konstruksi perkara dan status hukum pihak lain, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dengan ditangkapnya VAP, proses hukum terhadap tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis selanjutnya berada di tangan penyidik Kejati Sulut.<\/p>\n","post_title":"5 Fakta Penangkapan Vonnie Panambunan oleh Tim Tabur Kejati Sulut di Papua","post_excerpt":"Pelarian mantan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan akhirnya berakhir.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"5-fakta-penangkapan-vonnie-panambunan-oleh-tim-tabur-kejati-sulut-di-papua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-03 07:34:34","post_modified_gmt":"2026-09-02 23:34:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1654","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1632,"post_author":"3","post_date":"2026-08-31 15:15:26","post_date_gmt":"2026-08-31 07:15:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                PROBACA.COM <\/strong>- KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pemilihan tersebut dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli 4 kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,\" kata Kiai Anwar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA tersebut, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin pagi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Rapat AHWA Digelar Tertutup<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA ini digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 7.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Anggota AHWA tersebut juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh 9 kiai anggota AHWA.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kemudian, ditandatangani oleh KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dalam pemilihan ini, 5 nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Gus Kikin memimpin dengan suara tertinggi di atas KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Profil Gus Kikin<\/h4>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berdasarkan penelusuran, Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, dan dikenal merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020 lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.*<\/p>\n","post_title":"Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ini Rekam Jejaknya","post_excerpt":"Gus Kikin juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gus-kikin-resmi-terpilih-jadi-ketum-pbnu-ini-rekam-jejaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-31 15:18:33","post_modified_gmt":"2026-08-31 07:18:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1632","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1330,"post_author":"10","post_date":"2026-08-26 11:51:31","post_date_gmt":"2026-08-26 03:51:31","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Oleh: Rinto Lakoro<\/strong>*<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Diantara kepentingan investasi dan kewajiban negara, ada suara masyarakat Dusun V Panang yang hanya ingin didengar dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Di Dusun V Panang, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  persoalan tanah bukan sekadar tentang batas, dokumen, atau kepentingan perusahaan Bernama PT Arafura Surya Alam (ASA).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Bagi masyarakat, tanah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, mencari rezeki, dan mempertahankan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Puluhan tahun kehidupan telah berjalan di atas tanah itu. Di sana ada keringat yang jatuh, ada keluarga yang tumbuh, ada orang tua yang menua, bahkan ada generasi yang lahir dan mengenal tanah tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kini, ketika kepentingan perusahaan hadir, muncul pertanyaan yang semakin berat dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Di mana posisi rakyat kecil dalam pertarungan antara kepentingan investasi dan kekuasaan negara?<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Masyarakat bukan berarti menolak perusahaan. Mereka juga memahami bahwa investasi dapat membawa lapangan pekerjaan dan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Namun masyarakat ingin satu hal yang sederhana. Jangan sampai pembangunan membuat mereka kehilangan tempat untuk menghidupi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Di sisi lain, perusahaan tentu memiliki kepentingan dan dasar hukum dalam menjalankan aktivitasnya. PT ASA yang bernaung dibawah PT United Tractors Tbk (UNTR) Astra Grup tentu menjunjung tinggi professional. Berpengalaman menyelesaikan kepentingan masyarakat sebagai satu kesatuan visi misi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Tetapi sebesar apa pun kekuatan perusahaan, tetap ada tanggung jawab untuk memastikan kehadirannya tidak menghapus ruang hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dan pemerintah? Di sinilah harapan terbesar itu diletakkan. Pemerintah seharusnya menjadi jembatan ketika kepentingan perusahaan dan masyarakat bertemu. Bukan membiarkan rakyat merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan yang begitu besar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Masyarakat Panang tidak meminta belas kasihan. Mereka meminta keadilan, keterbukaan, kepastian, dan ruang untuk didengar.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sebab di balik setiap bidang tanah yang dipersoalkan, ada manusia. Ada seorang ayah yang memikirkan masa depan anaknya. Ada seorang ibu yang berharap dapurnya tetap mengepul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ada keluarga yang menggantungkan hidup dari tanah yang selama ini mereka kenal dan rawat. Maka jeritan masyarakat Panang sesungguhnya bukan sekadar jeritan tentang tanah. Ini adalah jeritan tentang masa depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ketika perusahaan berbicara tentang investasi, pemerintah berbicara tentang aturan, dan masyarakat berbicara tentang kehidupan, ketiganya seharusnya tidak berdiri sebagai musuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sebab pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang membuat satu pihak menang dan pihak lain kehilangan tempat berpijak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pembangunan adalah ketika perusahaan dapat berkembang, pemerintah dapat menjalankan kewajibannya, dan masyarakat tetap bisa hidup dengan tenang di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Panang hanya ingin didengar. Bukan karena mereka ingin melawan pembangunan. Tetapi karena mereka juga bagian dari Indonesia yang berhak merasakan arti kemerdekaan: merdeka untuk hidup, merdeka untuk mencari rezeki, dan merdeka untuk berharap bahwa keadilan masih memiliki tempat bagi rakyat kecil. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                )* Pemerhati dan Masyarakat Panang, Kotabunan, Boltim<\/p>\n","post_title":"Jeritan dari Panang: Ketika Tanah, Perusahaan dan Pemerintah Berhadapan dengan Hati Rakyat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jeritan-dari-panang-ketika-tanah-perusahaan-dan-pemerintah-berhadapan-dengan-hati-rakyat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-01 15:25:10","post_modified_gmt":"2026-09-01 07:25:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1330","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1324,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 13:25:32","post_date_gmt":"2026-08-24 05:25:32","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                BOGOR, PROBACA.COM\u2014 Presiden RI Prabowo Subianto menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas sejumlah isu strategis, terutama percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan membahas tindak lanjut Instruksi Presiden terkait bantuan ke wilayah Kalimantan dan NTT, khususnya melalui dukungan penerbangan udara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cPada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,\u201d ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Selain dukungan udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga akan didatangkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Upaya pemadaman juga diperkuat dengan pengiriman 200 pompa dan pipa yang akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan gambut, termasuk upaya pemadaman api yang berada di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sementara itu, Prabowo juga turut membahas langkah lanjutan untuk penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Dukungan diarahkan untuk mempercepat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Koordinasi yang dilakukan hingga malam hari ini menjadi bagian dari upaya Prabowo guna memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan, dengan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak. ***<\/p>\n","post_title":"Prabowo Fokus Tangani Karhutla Kalimantan dan Gempa NTT, Dukungan Udara Diperkuat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-fokus-tangani-karhutla-kalimantan-dan-gempa-ntt-dukungan-udara-diperkuat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 13:25:33","post_modified_gmt":"2026-08-24 05:25:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1324","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1321,"post_author":"3","post_date":"2026-08-24 07:52:38","post_date_gmt":"2026-08-23 23:52:38","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 72 tersangka dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di sembilan provinsi, yaitu di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Para tersangka diduga secara sengaja membakar hutan dan lahan demi keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cKesembilan polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan. Yang mana proses penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan,\u201d ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Secara keseluruhan terdapat 89 laporan polisi (LP) yang dibuat di sembilan polda tersebut. Masing-masing tersebar di Polda Riau (32 LP), Polda Kalimantan Barat (18 LP), Polda Sumatera Selatan (15 LP), Polda Jambi (17 LP), dan Polda Kalimantan Tengah (8 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Lalu, Polda Kalimantan Selatan (3 LP), Polda Kalimantan Timur (2 LP), Polda Aceh (2 LP), serta Polda Kalimantan Utara (2 LP).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Irhamni menyebut dalam penetapan tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM solar, 2 jeriken 10 liter BBM Solar, 2 botol plastik BBM Pertalite, 21 parang, dan 6 batang bibit sawit.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia mengatakan bahwa motif pembakaran yakni pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Para tersangka sengaja melakukan pembakaran di saat musim kemarau agar lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cDari barang bukti-barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan,\u201d ucap dia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia menegaskan, para tersangka telah melakukan kejahatan luar biasa karena mengakibatkan korban yakni masyarakat umum demi kepentingan pribadi. Dalam kasus ini, Polri menerapkan UU Kehutanan, UU Perkebunan, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta KUHP.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Karena itu, Polri akan terus mengejar seluruh pelaku, baik yang melakukan pembakaran langsung maupun pihak-pihak yang menjadi dalang.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cPolri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,\u201d kata Irhamni.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \u201cSetiap peristiwa karhutla akan kami tangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh melalui proses penyelidikan dan penyidikan,\u201d tutupnya. ***<\/p>\n","post_title":"Polri Tetapkan 72 Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Sembilan Provinsi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polri-tetapkan-72-tersangka-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sembilan-provinsi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:52:45","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:52:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1321","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Tag: Headline

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Laman 2 of 7 1 2 3 … 7